Pemerintah Masih Korup, BBM Naik Lagi

Siang ini jum’at 29/08/2008, Dua kelompok massa aksi turun jalan warnai bunderan UGM. Massa yang pertama berasal dari BEM UGM yang berjumlah skita 30 orang melakukan sosialisasi anti korupsi dengan membagikan sejumlah gambar serta buku panduan melawan koruspsi kepada para pengendara mobil dan motor yang melintasi bunderan UGM. Mereka juga berorasi dengan meminta masyarakat untuk terus membantu dan menuntut pemerintah lebih berat dalam memberikan sanksi pidana bagi koruptor.

Sedangkan massa berikutnya yang berjumlah Sekitar lima puluh orang merupakan gabungan aliansi mahasiswa Yogyakarta (AMY) yakni, HMI-MPO, PMII, GMNI, IMM, KAMMI GMKI, PMKRI, HMI, untuk menyuarakan penolakan terhadap naiknya harga BBM .

Rasionalisasi kenaikan BBM oleh pemerintah SBY-Kalla dinilai sebuah kebohongan kolektif. sat ini, harga minyak dunia sudah turun dari 137 dolar AS menjadi 133 dolar As ironisnya, pemerintah justru kembali melakukan kesalahan besar dengan tidak bisa menekan harga elpiji yang naik 23% pada akhir juni 2008, dari harga dasar elpiji 12kg Rp 63.000 kini naik menjadi Rp 69.000.

Bantahan secara akademis yang disodorkan kepada pemerintah menjadi lemah dengan adanya tekanan asing yang lebih kuat hingga rakyat kembali menjadi korban konspirasi. Hal ini membuktikan lemahnya karakter pemrintahn SBY-Kalla yang selalu tunduk dengan pihak asing, Padahal Indonesia memiliki ratusan sumur minyak yang subur namun antrian masyarakat mencari BBM menjadi pemandangan setiap hari.

AMY menilai kinerja panitia angket BBM masih disangsikan bila sekedar membongkar penyimpangan dalam pengelolaan migas. AMY mendesak temuan penyimpangan dalam pengelolaan migas harus diarahkan untuk membatalkan kenaikan BBM.

“hati nurani Pemerintah sudah tertutup, mereka sudah tidak peduli lagi dengan nasib rakyat miskin terbukti bahwa pemerintah malah menghianati kemerdekaan dengan menaikkan BBM “,jelas Purwadi dosen UGM yang ikut berorasi. Massa aksi yang lain juga menghimbau masyarakat untuk turun kejalan dalam menyuarakan penolakaan kenaikan BBM.

Erwin Natosman selaku kordum (Koordinator Umum) AMY menyatakan dalam orasinya, bahwa saat iini pemerintah hanya menjual janji manis dalam menyuarakan kepentingan rakyat bahkan meraka selalu pura-pura peduli tapi akhirnya malah menghianati, oleh karena itu Erwin menegaskan pula kepada masyarakat untuk tidak memilih para calon pemerintah yang gombal. Rencana kembali melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak serta akan membentuk pansus bayangan dalam penolakan terhadap kenaikan BBM juga disuarakan oleh Erwin.

AMY mengeluarkan empat tuntutan sebagi pernyataan sikap diantaranya : menuntut Pembatalan kenaikan BBM, merevisi UU migas, naisonalisasi asset serta transparansi pansus hak angket BBM. (Lutsfi Siswanto)