Prabowo-Puan Dinilai Bisa Imbangi SBY

Jakarta – Pasangan Prabowo-Puan dinilai mempunyai peluang yang besar untuk bisa mengimbangi kedigdayaan SBY. Prabowo-Puan adalah kombinasi yang sarat kelebihan.

“Prabowo-Puan adalah kombinasi antara mesin politik yang besar dengan logistik yang besar pula,” ujar Direktur Indo Barometer M Qodari saat dihubungi detikcom, Kamis (30/4/2009).Duet Prabowo-Puan memiliki karakteristik yang cukup kuat untuk bersaing dengan SBY. “Gagasan baru yang menarik karena keduanya adalah tokoh baru dan juga mereka adalah kombinasi tua-muda. Sehingga saling melengkapi,”tambah Qodari.Terkait dengan duet JK-Wiranto, Qodari mengatakan jika peluang menang mereka lebih kecil bila bertanding dengan SBY. “Golkar partai besar, namun tidak solid. Sedangkan Wiranto maupun JK logistiknya tidak begitu kuat, sehingga peluangnya tidak terlalu besar,” tambah Qodari.

PD Tak Keder Hadapi Prabowo-Puan

Kabar akan dipasangkannya Prabowo Subianto dan Puan Maharani makin santer terdengar. Bagaimana tanggapan Partai Demokrat (PD) soal duet yang kemungkinan bakal jadi saingan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini?
Partai pemenang Pemilu 2009 itu mengaku tidak keder. “Ya silakan saja, bagus-bagus saja,” kata Wakil Ketua Umum PD Ahmad Mubarok saat berbincang dengan detikcom, Kamis (30/4/2009).Mubarok menilai, pasangan baru tersebut belum memiliki potensi yang besar untuk menyaingi calon incumbent, SBY. Baik Prabowo maupun Puan, sama-sama belum memiliki prestasi yang dilihat masyarakat.

“Puan kan belum mewakili siapa-siapa kecuali dia anak biologis Megawati, sedangkan Prabowo juga begitu. Track record dia, semua juga tahu,” kata Mubarok.Namun mengusung Puan untuk menggantikan Megawati dinilai Mubarok baik untuk PDIP. “Soalnya nggak ada pilihan lain, kalau Megawati mau maju lagi, kalau kalah gimana. Masak mau kalah ketiga kali,” ujarnya.

Sumber: www.detik.com, 30/04/2009

Sikap Umat Islam Terbelah Sambut Kunjungan Paus

NAZARETH – Sebuah spanduk membentang di taman utama kota Nazareth di wilayah Israel, kota suci umat Kristen yang dianggap sebagai tempat masa kecil Yesus. Spanduk tersebut mengutuk siapa pun yang mengecam Nabi Muhammad SAW. Inilah sebuah pesan dari kelompok Muslim untuk menyambut kedatangan Paus Benediktus XVI di kota tersebut pada bulan depan.
Paus tampaknya harus ‘melangkah’ hati-hati dalam kunjungannya di Nazareth. Banyak umat Muslim yang masih marah terhadap pidato Paus pada 2006. Saat itu, dengan alasan mengutip naskah abad pertengahan, Paus menyebut sosok Nabi Muhammad dekat dengan kekerasan. Bahkan, umat Kristen masih khawatir Paus Benediktus akan memicu masalah bagi mereka. Mereka khawatir jika Paus kembali mendebat sesuatu tentang Islam, umat Muslim akan marah. ”Dia harus tahu bahwa setiap kata yang dilontarkannya akan berdampak pada umat Kristen Palestina dan hubungan antaragama,” ujar Naim Ateek, pendeta Anglikan dan direktur Sabeel, sebuah kelompok Kristen Palestina yang di dalamnya termasuk Katholik.

Spanduk itu dipasang oleh pengikut Nazem Abu Salim, seorang ulama, tepat di sebelah Gereja Annunciation, yang disebut-sebut umat Kristen tempat Malaikat Jibril memberitahu Maria akan kelahiran Yesus.

Spanduk terlihat jelas dari gereja yang akan dikunjungi Paus itu. Mengutip ayat Alquran, spanduk itu berbunyi ”Siapa pun yang menghina Allah dan utusannya– Allah akan mengutuknya di dunia dan akhirat, dan telah mempersiapkan baginya hukuman yang memalukan.”

Paus berencana melakukan pertemuan dengan para pemimpin Islam dalam kunjungan 8-15 Mei mendatang. Nazareth merupakan salah satu kota mayoritas Muslim terbesar di Israel. Selain Nazareth, Yordania, Tepi Barat, dan Yerussalem juga akan disinggahi Paus.

Sikap para pemimpin Islam sendiri terbelah atas kunjujngan Paus di Nazareth. Salah satu kelompok Islam utama di Israel, Gerakan Islam Utara, menyerukan boikot terhadap pertemuan dengan Paus kecuali Paus meminta maaf atas pidatonya pada 2006.

Gerakan ini, kata juru bicaranya Zahi Nujeidat, memang tak diundang dalam pertemuan dengan Paus. Nujeidat mengatakan pihaknya bisa memobilisasi ribuan pendukung. Namun, katanya, sejauh ini pihaknya belum memutuskan untuk menggelar protes. Kelompok ulama lainnya mengatakan akan hadir dalam pertemuan dan meminta Paus untuk meminta maaf. Salah satunya adalah Sheik Taysir Tamimi. Ulama terpandang di kalangan Otoritas Palestina ini menyambut kedatangan Paus.

Muslim mengomposisi 70 persen populasi Nazareth. Namun, wali kotanya beraliran komunis yang berasal dari komunitas Kristen. Satu dekade lalu, skandal suap mewarnai proyek pembangunan masjid di sebelah Gereja Annunciation. Proyek ini terbengkalai. Yang tersisa kini hanyalah batu-batu konstruksi dan sebuah masjid kecil yang dikelola Abu Salim. Nazareth merupakan salah satu kota utama bagi warga Arab Israel, yang mengomposisi 20 persen dari seluruh penduduk negara Zionis tersebut yang berjumlah tujuh juta. Umat Kristen Nazareth mencapai 120 ribu, setengahnya adalah Katholik dan sisanya Eastern Orthodox. Pidato Paus pada 2006 lalu memicu kemarahan umat Muslim di Gaza dan tepi Barat.

Sumber: www.republika.co.id,  29 April 2009

Mantan Ketua PB HMI Berpeluang Besar Mendampingi SBY

Jakarta – Mantan ketua umum PB HMI, Akbar Tanjung, berpeluang besar menjadi wakil presiden SBY yang akan diusung Partai Demokrat. Akbar Tanjung dinilai memiliki kelebihan dibanding calon-calon wakil presiden lain seperti Sri Mulyani, Hatta Rajasa, Hidayat Nur Wahid, Aburizal Bakrie dan Fadel Muhammad.

Demikian diungkapkan pengamat politik Bima Aria, (25/4), dalam acara “Membedah Cawapres SBY 2009”, di hotel Bidakara yang diselenggarakan Kader Muda Demokrat (KMD). Bima mengatakan, dari lima kandidat yang berpotensi mendampingi SBY dalam Pilpres, Akbar Tanjung memiliki peluang yang lebih besar. “Akbar Tanjung punya kekuatan pada skill politik dan jam terbang di parlemen yang sudah tinggi. Kalau SBY menggandeng Akbar, maka ini akan memainkan peran untuk membangun stabilitas di parleman,” ujarnya.

Ke depan, kata Bima, kongkrit SBY membutuhkan dukungan parlemen yang kuat. Ini diperlukan untuk melanjutkan pemerintahan di tengah fragmentasi koalisi yang muncul dan mengharuskan Partai Demokrat berhadapan dengan partai-partai lain di parlemen. Belum lagi pemerintahan ke depan juga masih menghadapi krisis global yang  terjadi. “Dengan jam terbangnya yang sudah tinggi, besar kemungkinan kalau Akbar Tanjung yang dipilih maka parlemen bisa dikendalikan,” katanya.

Dengan pengalaman yang dimilikinya, Akbar Tanjung bisa menjadi operator untuk mengendalikan parlemen. Apalagi kalau Partai Golkar kemudian juga mendukung Partai Demokrat. Ini tentu akan sangat strategis dalam menjalankan pemerintahan ke depan. “Cuma Akbar Tanjung juga punya kelemahan pernah tersangkut kasus Buloggate. Belum lagi kondisi Golkar yang sekarang ini sangat dinamis. Ini tentu membuat SBY berhati-hati memilihnya,” ujar Bima.

Bima mengatakan, calon-calon lainnya tetap memiliki kelebihan. Tapi juga harus dihitung kelemahan yang ada pada mereka untuk mendampingi SBY. Sri Mulyani memiliki chemistry yang bagus dengan SBY dan sudah terbukti melalui pemerintahan. “Tapi dia berasal dari kalangan non partai sehingga susah diandalkan untuk bermain menghadapi parlemen. Belum lagi soal ideologi. Dia dianggap dekat dengan Amerika Serikat dan penganut mahzab neo liberalisme,” katanya. Kalau Sri Mulyani yang dipilih, isu Pilpres akan sangat ideologis dan dimainkan oleh partai-partai yang menyatakan sebagai blok perubahan. Sri Mulyani juga dianggap jauh dari representasi Islam serta tidak popoler di tingkat bawah.

Sementara Hatta Rajasa, memiliki kelebihan sudah terbukit bisa membangun chemistry dengan SBY selama ini. Apalagi juga pencitraannya relatif baik dan tidak ada hal-hal yang kontroversial. Disamping itu juga punya pengalaman di parlemen sebagai ketua fraksi, dan di pemerintahan menjadi menteri perhubungan serta menteri sekretaris negara. “Tapi PAN sampai sekarang tidak jelas. Kalau Soetrisno Bachir ke Gerindra, dia tidak punya kekuatan untuk menggalang di parlemen,” tandasnya.

Untuk Hidayat Nur Wahid, dia dianggap memiliki peluang membangun popularitas dan elektabilitas jika dipasangkan dengan SBY. Cuma SBY akan berhitung, terutama dalam konteks hubungan internasional. Sebab Hidayat Nur Wahid bagian dari PKS yang kurang diterima dalam konteks internasional. “Hidayat Nur Wahid dianggap mewakili PKS yang memiliki agenda sendiri. Karena itu menurut saya rendah peluangnya dipilih SBY,” paparnya.

Sementara untuk Aburizal Bakrie dan Fadel Muhammad dianggap memiliki peluang lebih kecil untuk mendampingi SBY. Sebab mereka dianggap memiliki persoalan terkait Lapindo Brantas dan kasus hukum yang dihadapi. Ini tentu akan berpengaruh terhadap pandangan masyarakat.

Trisno Suhito

Tifatul: Cawapres PKS Punya Elektabilitas Tinggi

JAKARTA – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring menegaskan, meski namanya belum diumumkan ke publik namun calon wakil presiden dari PKS yang diusulkan mendampingi calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu memiliki elektabilitas atau tingkat keterpilihan yang tinggi.

“Insya Allah begitu. Dengan elektabilitas yang tinggi itu diharapkan mesin politik PKS bisa lebih bergairah,” katanya menjawab pertanyaan wartawan usai pembacaan keputusan Musyawarah Majelis Syura XI PKS di Jakarta, Minggu petang. Musyawarah Majelis Syura XI PKS itu memutuskan untuk menyampaikan nama cawapres yang akan mendampingi SBY dalam” amplop tertutup” yang akan diserahkan langsung ke SBY. Ketua Majelis Syura PKS KH Hilmi Aminuddin ketika menyampaikan hasil Musyawarah Majelis Syura mengatakan, sikap Majelis Syura yang tidak mau mengumumkan nama cawapres yang diajukan PKS itu dilakukan dengan mempertimbangkan etika dan kesantunan politik. Menanggapi tidak diumumkannya nama cawapres yang diusulkan PKS untuk mendampingi capres SBY, Tifatul mengatakan, hal itu untuk menjaga kesantunan dan etika, agar jangan sampai penyebutan nama itu malah menimbulkan kesalahpahaman.

“Kita bukan tidak percaya diri atau takut, tapi menjaga etika. Kita mengamati peristiwa kemarin ada salah paham dan ketersinggungan sehingga akhirnya ada perceraian politik. Kita tidak ingin seperti itu, jadi tidak disebutnya nama cawapres itu untuk kesantuanan dan etika,” tegasnya.Sebelumnya, Tifatul juga sempat mengatakan, berdasarkan hasil “exit poll” Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang dilakukan saat Pemilu 9 April lalu, duet SBY-Hidayat Nurwahid (HNW) merupakan duet favorit yang paling banyak dipilih responden.

SBY-HNW ungguli SBY-JK

Dari hasil exit poll diketahui bahwa SBY-HNW meraih suara 20,8 persen, mengungguli SBY-JK yang meraih 16,3 persen, dan duet SBY-Akbar Tandjung yang hanya memperoleh 5,4 persen dukungan responden.
Meski PKS tidak secara resmi menyebutkan nama cawapres yang disulkan untuk mendampingi SBY, namun di kalangan internal PKS telah beredar tiga nama yakni Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Presiden PKS Tifatul Sembiring serta Dubes RI untuk Arab Saudi Salim Segaf Al Djufri.

“Kami akan umumkan setelah resmi diterima. Kalau tidak, nanti bisa ‘gonjang-ganjing’. Amplop itu ada isinya, ada nama tetapi belum dibuka ke publik, nanti pada saatnya akan dibuka. Amplopnya segera disampaikan ke Pak SBY, setelah kita berkomunikasi menentukan kapan SBY punya waktu untuk bertemu,” kata Tifatul menjawab pertanyaan soal nama cawapres yang masih dirahasikan PKS.

Tifatul Sembiring menambahkan, Keputusan Musyawarah Majelis Syura XI PKS itu sebagai “alas” untuk melakukan dialog politik dengan Partai Demokrat.

“Tim 5 akan menyampaikan kontrak politik kepada Partai Demokrat yang berlandaskan kesamaan platform dalam rangka meningkatkan kepedulian dan keberpihakan pada rakyat, bangsa dan negara. Tetapi kita tidak mengatakan, kalau tidak begini terus mundur dan seterusnya. Politik itu kan tidak hitam putih, harus ada komunikasi,” katanya.

Tim 5 PKS terdiri atas Tifatul Sembiring sebagai ketua dan empat anggota yakni Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PKS Suharna Surapranata, Ketua Dewan Syariah PKS Surachman Hidayat, Sekjen PKS Anis Matta dan Bendahara Umum PKS Mahfud Abdurrahman.

Mengenai platform yang dimaksud itu, Tifatul mengatakan, misalnya soal menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, memperkuat kedaulatan ekonomi, serta masalah ketahanan pangan.
“Masalah-masalah ini siapa yang bisa menjalankan, siapa yang tepat untuk itu, baru bicara soal menteri,” katanya yang menambahkan bahwa keputusan Musyawarah Majelis Syura itu diambil secara mufakat, tanpa pemungutan suara.
Tifatul juga mengatakan, usulan nama cawapres dari PKS itu tidak msuk dalam kontrak politik yang akan disampaikan kepada Partai Demokrat. “Jadi tidak ada syarat bahwa usulan cawapres itu harus diterima Demokrat,” katanya
Namun, katanya, yang pasti PKS akan mengerahkan mesin politik secara penuh jika PKS dan Partai Demokrat mencapai kesepakatan soal platform koalisi tersebut.

ant/kem
Sumber: www.republika.co.id, 27 April 2009

Tantangan Pengusaha Muda: Kecil-kecil Jadi Bos

Ambisi yang meletup-letup, emosi, masalah SDM, dan miskin pengalaman, mewarnai bisnis para pengusaha muda. Perjalanan waktu akhirnya membuat mereka dewasa.Orang muda kadang membuka usaha baru dengan ambisi yang meletup-letup. “Saat mendirikan perusahaan pertama, kepala saya penuh target. Pokoknya dream must come true,” aku Naomi Susan, direktur PT Natural Semesta. Saat itu, kata “pokoknya” menjadi mantra sakti. Pokoknya harus berhasil.

Pokoknya harus deal. Pokoknya harus untung. Namun, ternyata tak semuanya berjalan mulus. Beberapa perusahaan Naomi, seperti klikduit.com, harus kandas. Ia pun terjungkal beberapa kali saat berbisnis properti. Kala gagal untuk pertama kalinya, Naomi merasa dunianya runtuh. “Saya bete banget.

Malu, sedih, mengutuk diri sendiri,” kenangnya. Meski banyak pengusaha muda yang tak mampu bertahan, Rhenald Kasali, ketua program Ilmu Manajemen, Pasca Sarjana Universitas Indonesia, tetap salut. Baginya, ada keberanian untuk memulai langkah pertama itu sudah bagus. Tinggal bagaimana mereka mengelola diri dan perusahaannya. Rhenald tak menampik bahwa dalam mengelola usahanya, sebagian pengusaha muda masih diliputi emosi. Menurut dia, tantangan manajerial di perusahaan sedikit banyak dipengaruhi kematangan emosi pemimpinnya. Emosi itu timbul karena ada keinginan untuk membuktikan kemampuan diri.

Eko Hendro Purnomo, dirut PT E Titik Tiga Komando, mengakui kebenaran analisis itu. Saat mulai berbisnis, emosinya lebih menonjol ketimbang aspek manajerial. “Kalau melihat orang yang kerjanya nggak bagus, saya langsung bilang, lu besok keluar aja. Sementara kalau terkesan dengan pekerjaan seseorang, saya bisa saja bilang, besok lu naik pangkat ya,” ungkap Eko.

Waktu itu ia belum peduli hak dan kewajiban karyawan yang diberhentikan atau dipromosikan. Beruntung Eko menyadari kekeliruannya. Kini pada tiga perusahaannya ada divisi SDM. “Biar mereka yang mengatur jenjang karier dan masalah penggajian,” katanya, sambil tersenyum. Ia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan soal manajemen dari membaca, bergaul, dan bertukar pikiran dengan banyak orang, tak terkecuali para pakar, di samping belajar dari pengalaman.

Jangan Berdasar TrenSaat booming bisnis low cost carrier, PT Adam Sky Connection Airlines (Adam Air) ikut masuk. Kapten perusahaan ini, Adam Adhitya Suherman, 23 tahun, tak memilih warna dominan biru atau putih, tetapi justru oranye dan hijau muda. “Kesannya fresh dan ceria,” tutur Adam.

Ia tak takut pilihan warnanya bisa “menggerogoti” wibawa sebuah maskapai penerbangan. Adam percaya bahwa keberhasilan perusahaan lebih banyak dipengaruhi oleh kuatnya budaya kerja. “Itu sebabnya saya pilih orang-orang terbaik dan punya tim business development yang solid,” ujarnya.

Tim yang anggotanya 10 orang itu melakukan riset dan studi kelayakan, terutama berkaitan dengan pembukaan rute-rute potensial, menerapkan tradisi on time performance, dan memilih tipe pesawat.

Lain lagi cerita Estelita Hidayat, yang mencoba peruntungan di bidang konsultan bisnis dengan membawa bendera PT BIDS Global Consultant. Ia mengaku, beberapa klien membutuhkan waktu sebelum berkonsultasi dengan perusahaannya. “Bagi orang Indonesia, konsultan itu identik dengan lelaki tua dan botak,” ucap perempuan muda berambut panjang ini. Banyak orang Indonesia belum terbiasa melakukan deal bisnis dengan anak muda. Konsultan usia muda, tambah dia, dinilai belum berpengalaman.

Sementara itu, Eko merasakan bahwa masalah SDM dengan segala kreativitasnya masih menjadi kendala bagi bisnisnya . “Di bisnis PH, orangnya itu-itu saja,” keluhnya. Ia melihat persaingan di bisnis PH (production house) makin sengit. Banyak pemain baru, tetapi pasokan SDM-nya masih minim. “Banyak yang muncul, banyak juga yang hancur,” ujar Eko, yang merintis bisnis PH empat tahun silam.

Mereka yang hancur, kata Eko, adalah yang gagal mengelola SDM, manajemen, kreativitas, dan memelihara karyawannya. Akibatnya, perpindahan orang-orang kreatif dari satu PH ke PH lain kerap terjadi. Di sini, jurus sukses Eko dalam mempertahankan karyawan adalah dengan “memanusiakan” mereka. Slogan “minimal senyum, maksimal ketawa” menjadi andalan Eko untuk mendiferensiasi PH miliknya.

“Saya selalu berusaha agar program kami minimal bisa membuat orang tersenyum, syukur-syukur ketawa,” kata Eko. Kini perusahaannya memiliki dua program andalan: Peri Gosip dan Gosip Apa Gosip. Sebentar lagi ia akan memunculkan reality show baru, Uang Greget dan Turis Dadakan.

Saran Rhenald, pengusaha muda sebaiknya tak memilih bisnis yang daur hidupnya pendek. Jangan berbisnis yang berbasis tren, seperti bisnis dotcom atau kafe. “Di Kemang, berapa sih yang untung? Kadang cuma laku tiga meja. Apa cukup buat menggaji karyawan?” kritik Rhenald. Ia menilai, pengusaha yang hanya ikut-ikutan tanpa bekal pengalaman dan pengetahuan di suatu bidang, sama dengan menggantang api.

Teddy Khairuddin, presdir PT Sealand Logistic, setuju dengan Rhenald. “Untuk jadi pengusaha, minimal harus menguasai 80% bidang yang akan digelutinya,” kata Teddy. Lalu, apa yang harus dilakukan? “Berani mengambil risiko,” tegas Rhenald. Kalau sekiranya bisnis itu tak bisa dipertahankan, cepat keluar. Jangan hanya karena emosi untuk membuktikan kehebatan, lalu melalaikan perhitungan bisnis.

Naomi, yang sudah menelan pahit getirnya dunia bisnis selama delapan tahun, merasakan bahwa kini ia tambah dewasa. Apabila ada bisnis barunya yang tidak berjalan sesuai rencana, ia tak segan-segan menutupnya dan tidak lagi menyalahkan diri sendiri. “Bisa saja pilihan lokasinya salah, sistemnya kurang bagus, atau saya tidak ahli di bidang itu,” katanya.

Sumber: indonesia-young-entrepreneurs.blogspot.com

JK Curiga Golkar Dipecah Belah

JAKARTA – Perpecahan yang terjadi di tiga partai politik secara bersamaan, mengundang kecurigaan pengurus DPP Partai Golkar. Di waktu bersamaan, terjadi intimidasi terhadap pengurus partai di daerah-daerah dengan ditakut-takuti bakal dijerat hukum seperti yang dilakukan terhadap fungsionaris PPP Emron Pangkapi.

Kecurigaan itu datang dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK). Secara mendadak, JK menggelar jumpa pers mengungkapkan kecurigaannya Senin (27/4) malam.

”Kita cermati ada tiga partai yang pecah dengan cara yang sama, PPP, PAN, dan Golkar. Kita akan cari apa yang menyebabkan ini,” ujar JK dengan mimik wajah serius di Posko Slipi II di Jakarta.
JK didampingi sejumlah pengurus teras partainya ketika memberikan keterangan, yaitu Sekjen Soemarsono, Anggota Wanhat Aburizal Bakrie dan Fahmi Idris, dan Ketua DPP Burhanuddin Napitupulu. Belakangan datang Waketum Agung Laksono.

JK menyatakan heran di ketiga partai itu pengurusnya tiba-tiba melawan ketua umumnya. Pengurus PG bertekad membongkar konspirasi yang ingin memecah belah ketiga parpol itu.
Ia tak ingin budaya politik yang dianggapnya tidak fair ini berkembang di Tanah Air. ”Tidak menjalankan demokrasi dengan baik,” kecamnya tanpa menyebutkan indikasi pelakunya.

JK juga mengungkapkan bahwa pengurus PG di daerah-daerah termasuk partai lain mulai terpecah belah. Para pengurus ini ditakut-takuti akan ditangkap. Ia pun mengecam penangkapan Emron Pangkapi yang dinilainya tidak sesuai dengan rasa keadilan.

”Dihukum ya dihukum, tapi kok waktunya 10 tahun lalu,” tanyanya. ”Hukum harus jalan, tapi hukum juga melihat sisi keadilannya.” Menurut JK, intimidasi seperti itu membuat pengurus partai di daerah khawatir. Ia melihat nuansa yang tidak baik itu terjadi pula di partai-partai lain. Intimidasi ini dinilainya telah membuat demokrasi tidak berjalan. ”Tiba-tiba semua melawan ketua umumnya. Ada apa ini? Apa kebetulan saja?” tegasnya penuh tanda tanya.

Sumber: www.republika.co.id, 27 April 2009

Jelang Kongres, Sekretariat PB HMI Pindah ke Manggarai

Jakarta – Di tengah kesiapan menghadapi hajat besar kongres ke XXVII, PB HMI disibukan juga dengan proses perpindahan ke sekretariat baru. Kepindahan ini disebabkan sekretariat PB HMI  di Pasar Minggu telah berakhir 22 April kemarin.

“Sekretariat PB HMI harus pindah  sebab oleh pemiliknya rumah tersebut telah dijual ke orang,” ujar ketua umum PB HMI, Syahrul E Dasopang. Berdasarkan informasi yang diperoleh HMINEWS,  bangunan dan tanah tersebut dijual seharga Rp 450 juta kepada pemilik yang baru. “Kalau kemarin HMI mau membeli seharga itu, kita akan jual ke HMI,” ujar Ibu Hendra, (24/4), orang yang diberi kuasa oleh pemilik rumah di sekretariat lama.

Sekretariat PB HMI yang baru akan pindah ke Jalan Sawo 3 RT 10 RW O9 No.10,kelurahan  Manggarai, Tebet. Rumah tersebut disewa  seharga RP 8 juta setahun dengan ruang tamu yang cukup luas dan tiga kamar di dalamnya.  Untuk persiapan perpindahan, dari Kamis (23/4), seluruh barang-barang yang ada telah dikemasi untuk dibawa ke sekretariat yang baru.  “Kita masih menunggu urusan teknis kendaraan untuk kepindahan,”  tutur M Muhidin, bendahara Korps Pengader Nasional (KPN), salah satu penghuni PB HMI.

Trisno Suhito

Yuk Jadi Pengusaha

Dalam satu tahun terakhir sering saya dengar atau temui anak-anak muda yang mulai mendapatkan penghasilan tambahan atau istilahnya side job dengan melakukan beragam hal yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya. Mulai menjadi penerjemah buku, laporan tahunan perusahaan atau product manual dari beragam brand terkenal. Selain itu juga ada yang menjadi graphic designer atau konsultan, beragam kebutuhan perusahaan seperti disain, komunikasi, atau sebagai penyelenggara acara (event organiser).

Yang lebih mengesankan lagi semua itu dikerjakan dari mal, cafe, coffee shop atau internet cafe. Bahkan rumah dan warnet pun semakin ditinggalkan sebagai tempat bekerja. Yang menjadi klien mulai dari keluarga, sahabat atau kerabat dekat.

Banyak dari anak-anak muda tersebut yang masih menyelesaikan kuliah. Tidak sedikit juga yang baru mulai bekerja di perusahaan-perusahaan konsultan asing bergengsi di Jakarta dan Surabaya. Sangat dinamis, sangat penuh gairah dan sangat cerah masa depan dari anak-anak muda tersebut. Kombinasi antara working hard, working smart dan playing hard semakin bergeser dari tren musiman menjadi gaya hidup.

Kalau keadaan ini terus berlangsung bahkan terus ditingkatkan, dapat dipastikan bahwa prospek bisnis dan perekonomian Indonesia juga semakin cerah. Fenomena ini membuktikan bahwa banyak bakat yang tidak lagi terpendam yang dimiliki oleh generasi muda Indonesia. Fenomena ini juga membuktikan bahwa generasi yang lebih tua atau setidaknya lebih senior semakin ?terbiasa? mempercayakan pekerjaan yang cukup penting kepada generasi muda yang minim namun haus pengalaman. Yang penting adalah keberanian untuk memulai dan mencoba serta komitmen yang tinggi terhadap kualitas dan tenggat waktu.

Bagi saya dan rekan-rekan pengusaha muda, fenomena ini sangat kami syukuri. Bukan apa-apa, mereka dapat benar-benar memenuhi beragam kebutuhan usaha yang tadinya hanya dilayani oleh konsultan asing yang harganya tidak murah dan hasilnya sering kali kurang memuaskan. Walaupun masih bersifat informal, kompetisi sudah mulai tampak bahkan meningkat di antara para side-jobers.

Mungkin tidak lama lagi sebagian dari mereka akan mulai mendirikan perusahaannya sendiri dan perlahan-lahan menjadi sekumpulan pengusaha muda yang kreatif, haus pengalaman dan tentunya haus akan keberhasilan. Saat itu, harga mereka tidak akan semurah yang mereka tawarkan sekarang.

Tapi tidak apa-apa. Lebih sreg rasanya membayar agak lebih mahal kepada sesama pengusaha nasional yang masih muda-muda, dibandingkan perusahaan besar, apalagi perusahan asing. Mari menjadi juara di negeri sendiri. Yuk jadi pengusaha!

Sandiaga S. Uno
Sumber: www.tangandiatas.com, 7 April 2009

Kongres HMI Diputuskan 6-11 Juni

Jakarta- Kongres HMI ke XXVII diundur pelaksanaannya dari tanggal 21 Mei menjadi 6-11 Juni 2008. Keputusan pengunduran jadwal ini diputuskan melalui rapat PB HMI yang digelar, Jum’at (24/4). Hasil ini sekaligus menjawab kesimpangsiuran informasi yang selama ini muncul terkait jadwal pelaksanaan kongres.

Keputusan ini diambil dalam rapat yang dihadiri ketua PB HMI Syahrul E Dasopang, Sekjend Eman Siswanto, ketua komisi pemuda sekaligus ketua SC Azwar M Syafei, ketua komisi hukum dan HAM Ahmad Ilyas, ketua komisi politik Heri Setiawan, staf komisi pemuda Muhammad Akhirudin, staf komisi ekonomi Siti Darmalisa dan Eksekutif Nasional LAPMI Trisno Suhito.

Sebelum keputusan diambil, rapat PB HMI mendengarkan penjelasan dari sterring comitte (SC) kongres menyangkut perkembangan terakhir kongres. Dari rapat terungkap jadwal kongres awalnya tetap tanggal 21 Mei 2009 denga tempat di wisma Taman Eden, Kaliurang. Bahkan dari pihak panitia sudah membayar untuk awal sebesar Rp 10 juta.

Wisma Taman Eden dipilih karena selain tempatnya representatif untuk menggelar acara besar, juga karena memberikan diskon sampai lima puluh persen untuk kongres HMI. Untuk harga normal di salah satu tempat paling favorit di Kaliurang ini adalah Rp 127 juta selama sekitar seminggu pelaksanaan kongres. Harga ini untuk penginapan dan makan. Namun, dari pihak manajemen wisma Taman Eden ternyata mau memberikan diskon sampai 50 persen sehingga dari panitia hanya membayar sekitar Rp 68 juta.

Diskon ini diberikan manajemen karena menilai bisa untuk promo tempat mereka ke publik sebab akan digunakan dan dikunjungi oleh HMI seluruh Indonesia.Tetapi dari pihak manajemen wisma Taman Eden kemudian mengontak panitia bahwa ada mis komunikasi dengan pihak pemilik tempat penginapan tersebut. Ternyata tanggal 18 Mei sampai 2 Juni tempat tersebut sudah ada yang memesan untuk digunakan. Dari pihak manajemen meminta maaf ke panitia kongres HMI dan menyampaikan tempat tersebut bisa digunakan HMI tanggal 6 Juni.

Atas pertimbangan dari manajemen, panitia kongres kemudian menyetujui waktu pelaksanaan kongres diundur tanggal 6 Juni dan menjadi berita di HMINEWS. Namun, keputusan jadi tidaknya pengunduran kongres itu bukan pada panitia atau SC. Tapi hasil keputusan rapat PB HMI yang akan memutuskan hal ini. Kepastian soal pengunduran waktu ini harus diputuskan melalui rapat PB HMI.

Panitia sebenarnya sudah berusaha mencari tempat yang memenuhi syarat selain Wisma Taman Eden, ternyata itu tidak ada. Ada beberapa alternatif tempat seperti di Wisma Pertanian, dan Pesantren Darul Hikmah. Tapi, di dua tempat tersebut aula yang ada cuma memuat maksimal 200 orang dengan harga sekitar Rp 60 juta. Sementara di asrama haji Yogjakarta, biaya yang harus dikeluarkan cukup mahal sampai Rp 130 juta.

Setelah melalui diskusi cukup panjang dengan mempertimbangkan berbagai aspek, akhirnya rapat PB HMI menyepakati kongres diundur menjadi tanggal 6-11 Juni di Wisma Taman Eden, Kaliurang. Selain persoalan teknis tadi, ini sekaligus juga agar persiapan panitia lebih matang dalam menggelar kongres. Melalui rapat PB HMI tersebut menjadi keputusan resmi terkait pengunduran kongres sekaligus memberi kepastian pelaksanaan hajat terbesar HMI ini kepada cabang-cabang.

Trisno Suhito

HMI MPO Makassar Gelar Intermediate Training

Bertempat di Gedung AMKOP Makassar, HMI-MPO Cabang Makassar menggelar Intermediate Training (LK-II)  selama sepuluh hari (20-30 April 2009) yang diikuti oleh 29 peserta dari enam cabang, diantaranya Makassar, Majene, Pangkep, Palopo, Manado dan Bone.

Tema LK-II ini  adalah “Meretas Gerakan Pembaruan Berbasis Ideologi;  Ikhtiar Mewujudkan Masyarakat Tamaddun”. Menurut Ketua Umum HMI-MPO Cabang Makassar, Muhammad Fauzi, spirit dari tema ini adalah bagaimana HMI-MPO mampu mendobrak kebuntuan gerakan yang saat ini tengah melanda gerakan kaum muda. “Secara pembacaan strategi peradaban dan pergerakan, gagasan perubahan alternatif  baru dengan pendekatan gagasan gerakan tamadduni mesti segera dikencangkan, di satu sisi pula kita miskin tawaran metodoligis untuk membumikan gagasan HMI MPO tersebut. Oleh karena itu forum  LK II ini  diharapakan merumuskan semacam masterplan gerakan Tamadduni pada tingkat gerakana mahasiswa, internal HMI dan masyarakat”.

Rus Latukonsina