HMI MPO Makassar Tolak Politisi Busuk

Matahari menyengat di pagi hari jam sembilan. Sekitar tiga puluhan kader HMI-MPO Cabang Makassar berjejer satu barisan di depan pintu gerbang kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Gunung Sari. Mereka membentangkan spanduk, petaka, membagi-bagi selebaran, mengibarkan bendera HMI dan berorasi bergantian di depan hilir-mudiknya arus lalu lintas yang semakin ramai.

Sekitar tiga puluh menit kemudian barisan aksi bergerak menuju Kantor KPUD Sulawesi Selatan di Jalan AP.Pettarani dengan menumpangi mobil pikap. Selama dalam perjalanan megapon tak henti menderum meneriakkan yel-yel anti politisi busuk. Pada saat yang sama sedang berlangsung pula arak-arakan massa kampanye Partai Damai Sejahtera yang melalui jalur depan Kampus UNM ketika sedang digelar orasi politik di sana.

Beruntung tidak terjadi insiden bentrokan antara HMI-MPO dengan massa kampanye karena peserta aksi mengacungkan tanda “peace” dua jari kepada massa kampanye yang beratus-ratus jumlahnya itu. Mereka pun membalasnya serupa.

Aksi Tolak Politisi Busuk ini dipimpin oleh Edi Saputra (Kabid PTK HMI-MPO Cabang Makassar) sebagai Jenderal Lapangan (Jendlap). Mereka memasuki halaman kantor KPUD Sulsel sekitar pukul sepuluh dan berorasi beberapa menit sambil membentuk barisan menghadang pintu kantor. Matahari menyiram bumi. Tak selang beberapa lama, ketua KPUD Sulsel, Dr. Jayadi Nas langsung keluar menemui massa aksi dan ikut menanda tangani MoU antara HMI-MPO Cabang Makassar dengan KPUD Sulsel untuk pemilu Legislatif yang bebas dari Politisi Busuk. Penandatanganan dilakukan antara beliau Ketua Umum HMI-MPO Cabang Makassar (Muhammad Fauzi).

Dalam MoU itu disepakati upaya bersama dan komitmen KPUD Sulsel mewujudkan pemilu yang bersih dan berkualitas terbebas dari Politisi Busuk. Kriteria politisi busuk diantaranya politisi yang terlibat kejahatan korupsi, pelanggar HAM, terlibat dalam jaringan bisnis illegal logging dan perusak lingkungan, money politic, terlibat jaringan narkoba, pelaku jaringan trafficking on woman and child, politisi yang ditunggangi pihak tertentu yang tidak pro rakyat, politisi yang berkampanye di area bebas kampanye, pelaku KDRT, miras, judi, sabung ayam dll.

Usai penandatanganan MoU, massa aksi melanjutkan kampanye Tolak Politisi Busuknya sekitar setengah jam di pinggir jalan depan Kantor KPUD. Selebaran disebarkan dan orasi politik berlanjut. Dalam orasinya, Jendlap menegaskan bahwa kalau MUI memfatwakan haram Golput, maka HMI MPO mewakili umat memfatwakan Halal Golput apabila para politisi busuk tetap saja dibiarkan bebas melaju ke parlemen. Demokrasi liberal saat ini memberikan peluang selebar-selebarnya bagi Politisi Cumi yang tidak kapabel dan politisi busuk yang tak punya rasa malu untuk bermetamorfosis menjadi bandit-bandit politik yang sendirinya akan membajak demokrasi yang sejatinya untuk rakyat. Massa aksi bubar menuju sekretariat cabang menjelang shalat jumat.

Rus’an Latuconsina