Sikap Umat Islam Terbelah Sambut Kunjungan Paus

NAZARETH – Sebuah spanduk membentang di taman utama kota Nazareth di wilayah Israel, kota suci umat Kristen yang dianggap sebagai tempat masa kecil Yesus. Spanduk tersebut mengutuk siapa pun yang mengecam Nabi Muhammad SAW. Inilah sebuah pesan dari kelompok Muslim untuk menyambut kedatangan Paus Benediktus XVI di kota tersebut pada bulan depan.
Paus tampaknya harus ‘melangkah’ hati-hati dalam kunjungannya di Nazareth. Banyak umat Muslim yang masih marah terhadap pidato Paus pada 2006. Saat itu, dengan alasan mengutip naskah abad pertengahan, Paus menyebut sosok Nabi Muhammad dekat dengan kekerasan. Bahkan, umat Kristen masih khawatir Paus Benediktus akan memicu masalah bagi mereka. Mereka khawatir jika Paus kembali mendebat sesuatu tentang Islam, umat Muslim akan marah. ”Dia harus tahu bahwa setiap kata yang dilontarkannya akan berdampak pada umat Kristen Palestina dan hubungan antaragama,” ujar Naim Ateek, pendeta Anglikan dan direktur Sabeel, sebuah kelompok Kristen Palestina yang di dalamnya termasuk Katholik.

Spanduk itu dipasang oleh pengikut Nazem Abu Salim, seorang ulama, tepat di sebelah Gereja Annunciation, yang disebut-sebut umat Kristen tempat Malaikat Jibril memberitahu Maria akan kelahiran Yesus.

Spanduk terlihat jelas dari gereja yang akan dikunjungi Paus itu. Mengutip ayat Alquran, spanduk itu berbunyi ”Siapa pun yang menghina Allah dan utusannya– Allah akan mengutuknya di dunia dan akhirat, dan telah mempersiapkan baginya hukuman yang memalukan.”

Paus berencana melakukan pertemuan dengan para pemimpin Islam dalam kunjungan 8-15 Mei mendatang. Nazareth merupakan salah satu kota mayoritas Muslim terbesar di Israel. Selain Nazareth, Yordania, Tepi Barat, dan Yerussalem juga akan disinggahi Paus.

Sikap para pemimpin Islam sendiri terbelah atas kunjujngan Paus di Nazareth. Salah satu kelompok Islam utama di Israel, Gerakan Islam Utara, menyerukan boikot terhadap pertemuan dengan Paus kecuali Paus meminta maaf atas pidatonya pada 2006.

Gerakan ini, kata juru bicaranya Zahi Nujeidat, memang tak diundang dalam pertemuan dengan Paus. Nujeidat mengatakan pihaknya bisa memobilisasi ribuan pendukung. Namun, katanya, sejauh ini pihaknya belum memutuskan untuk menggelar protes. Kelompok ulama lainnya mengatakan akan hadir dalam pertemuan dan meminta Paus untuk meminta maaf. Salah satunya adalah Sheik Taysir Tamimi. Ulama terpandang di kalangan Otoritas Palestina ini menyambut kedatangan Paus.

Muslim mengomposisi 70 persen populasi Nazareth. Namun, wali kotanya beraliran komunis yang berasal dari komunitas Kristen. Satu dekade lalu, skandal suap mewarnai proyek pembangunan masjid di sebelah Gereja Annunciation. Proyek ini terbengkalai. Yang tersisa kini hanyalah batu-batu konstruksi dan sebuah masjid kecil yang dikelola Abu Salim. Nazareth merupakan salah satu kota utama bagi warga Arab Israel, yang mengomposisi 20 persen dari seluruh penduduk negara Zionis tersebut yang berjumlah tujuh juta. Umat Kristen Nazareth mencapai 120 ribu, setengahnya adalah Katholik dan sisanya Eastern Orthodox. Pidato Paus pada 2006 lalu memicu kemarahan umat Muslim di Gaza dan tepi Barat.

Sumber: www.republika.co.id,  29 April 2009