HMI Cabang Lebak Datangi Gedung Wakil Rakyat

Himpunan Mahasiswa Islam (MPO) Cabang Lebak mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Lebak, Senin (26/10). Mereka melakukan audiensi dengan pimpinan dan anggota DPRD Lebak perihal rencana pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu di Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjungteja Serang-Banten, yang lokasinya berbatasan langsung dengan tiga desa di Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak.

Selain tujuh orang pengurus cabang, dua orang perwakilan masyarakat dari tiga desa juga ikut beraudiensi dengan pimpinan dan anggota dewan kabupaten Lebak. Menurut Ketua Umum HMI Lebak Deni Sopandi, pembangunan tempat pengolahan sampah yang direncanakan oleh pemerintah daerah Serang tidak hanya menampung sampah di Kabupaten Serang saja, tapi rencananya juga akan menampung sampah dari Ibu Kota Jakarta.

“Lokasi TPSA yang masuk daerah administratif kabupaten Serang, bukan berarti tidak akan menimbulkan persoalan bagi kabupaten Lebak yang lokasinya berbatasan langsung dengan TPSA tersebut. Justru menurut kami ini persoalan serius, karena 3 desa yang berbatasan langsung dengan lokasi pembangunan TPSA akan mengalami kerugian. Karena bau sampah yang ditimbulkan dari TPSA akan merugikan mereka”, ujar Deni Sopandi.

Sementara itu Ketua DPRD Lebak Ade Sumardi, menyatakan akan serius menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang disampaikan HMI. Yang pasti dalam jangka waktu tiga hari kedepan dewan akan langsung turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi obyektif rencana pembangunan TPSA tersebut.

“Jika memang akan merugikan masyarakat sekitar kami dengan tegas akan melakukan perlawanan dan melakukan berbagai upaya hukum untuk menolak pembangunan TPSA di lokasi tersebut”, ujar Ade.

Menurut salah satu mantan pengurus Cabang HMI Lebak Yaya Hudaya Firdaus, pihaknya bersama-sama dengan HMI Serang dan masyarakat kecamatan Tunjungteja sebenarnya telah beberapa kali turun aksi di Serang untuk mengadukan persoalan ini. Namun sampai hari ini tidak ada solusi cerdas yang dapat membatalkan rencana pembangunan TPSA tersebut.

Bahkan berbagai elemen kritis di Serang juga sudah melakukan kajian mendalam tentang rencana Pemda Serang tersebut. Dalam persfektif mereka, pembangunan TPSA di desa Bojongmenteng, tidak layak dan akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. (Mastur Huda)