Nasionalisme Pemuda Rendah, Masa Depan Bangsa Terancam

Masa depan bangsa Indonesia terancam suram akibat rendahnya rasa nasionalisme di kalangan pemuda. Kian tahun, momentum peringatan Sumpah Pemuda yang menjadi awal lahirnya nasionalisme dikalangan pemuda semakin diabaikan. Hanya sedikit kaum muda yang peduli , bahkan itu pun lebih bersifat ceremonial saja. Rasa kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme telah tergusur oleh budaya hura-hura yang menyesatkan. “Pemuda  seharusnya menjadi pelopor dalam membangun semangat perjuangan, tetapi justru kenyataannya kini justru jatuh ke jurang materialisme yang tak terkontrol,” kata Ketua Umum PMII, Muhammad Bukrata kepada Hminews, Kamis(29/10)

Menurut Bukrata sumpah pemuda yang telah diperjuangkan oleh berbagai elemen pemuda pada Kongres Pemuda II di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Jakarta Pusat pada tanggal 28 Oktober 1928 lalu perlahan-lahan mulai punah.” Saat ini anak muda sudah tidak peduli lagi dengan  nilai sumpah pemuda”,Ujarnya
Bukrata  juga sangat menyayangkan  banyaknya pemuda Indonesia yang perlahan-lahan mulai meninggalkan kebudayaan Indonesia.

“Sangat sedikit kalangan pemuda yang menaruh perhatian pada masalah bangsa, karena mereka lebih tertarik pada kehidupan hedonis”, cetusnya

” Kita bisa melihat banyak pemuda yang tidak perduli dengan kondisi keterpurukan yang melanda bangsa ini,bahkan dengan mudah kita membiarkan kebudayaan bangsa kita diambil oleh bangsa lain, kalangan pemuda semestinya sadar, masa depan negara ini tergantung pada kita, apa jadinya negara ini jika kita tak peduli, tambahnya lagi dengan nada kecewa,”

Bukrata mengajak berbagai  kalangan pemuda untuk lebih memaknai sumpah pemuda dengan  membangkitkan kembali nasionalisme sekaligus jiwa kepeloporan pemuda yang disertai dengan nilai-nilai agama. Menurutnya bangsa kita sangat membutuhkan generasi muda yang cerdas dan setia kepada bangsa dan negara. Selain itu, dia juga berpesan  kepada seluruh aktivis pemuda dan mahasiswa  agar benar-benar menjalankan komitmennya untuk menjaadi generasi penerus bangsa yang akan mencurahkan seluruh jiwa raganya untuk kemajuan bangsa dan negara.

Sementara itu, Ahmad Husni, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI DIPO), menyatakan saat ini telah terjadi pergeseran nasionalisme. menurutnya  pemuda Indonesia kurang memahami wawasan kebangsaan. Itu semua terjadi karena pemerintah tidak memberikan ruang gerak yang cukup kepada para pemuda.

“Pemuda Indonesia masih cukup potensial untuk membangun bangsa ini, akan tetapi kita tidak diberikan kesempatan oleh pemerintah, saya berharap di moment peringatan sumpah pemuda ini, pemerintah mulai membuka kesempatan bagi generasi muda untuk melestarika kembali nilai nasionalismem,” uja Husni. (Rita)