Hasil Pemeriksaan Boediono-Sri Mulyani Belum Bisa Menjelaskan dana Bailout Bank Century

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Jasin di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (30/4) menyatakan, hasil pemeriksaan terhadap Wakil Presiden (Wapres) Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani  dalam kasus Bank Century belum bisa menjelaskan apakah sudah bisa membuat semakin terang adanya dugaan korupsi terhadap proses kucuran dana bailout Bank Century sebesar Rp6,7 triliun itu. “Kita belum tahu masih dianalisa tim,” kata Jasin

Menurut Jasin, tim penyelidik masih membutuhkan waktu untuk menganalisis semua data dan informasi yang didapat selama penyelidikan. “Jadi tergantung analisa tim penyelidik,” katanya.

Jasin juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan KPK akan meminta keterangan pihak lain. Namun demikian, Jasin menegaskan, KPK berprinsip untuk mengambil keterangan secepat dan seefektif mungkin.

KPK menyatakan pemeriksaan terhadap Boediono  sudah dinyatakan selesai oleh KPK. Sementara pemeriksaan terhadap Sri Mulyani masih akan dilanjutkan pada Selasa (4/5) mendatang.

Boediono diperiksa oleh tim penyelidik KPK dalam kapasitasnya sebagai mantan Gubernur BI, sedangkan Sri Mulyani sebagai mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Keduanya diduga memiliki peran dalam pengucuran Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) senilai Rp689 miliar dan pengucuran dana Penyertaan Modal Sementara (PMS) sebesar Rp6,7 triliun kepada Bank Century.

Pemeriksaan keduanya yang berlangsung di luar gedung KPK mendapat kritikan dari berbagai elemen masyarakat. KPK dianggap tunduk pada Boediono-Sri Mulyani.

Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto seperti dikutip situs NonBlok.Com membantah ada tekanan dalam rencana pemeriksaan ini. Meski Bibit mengakui bahwa yang diperiksa (Boediono-SriMulyani) KPK kali ini bukan sembarang orang.  Mereka adalah pejabat tinggi dan simbol negara.