Kriteria Jaksa Agung Versi Calon Jaksa Agung

Todung Mulya Lubis

HMINEWS.COM- Disebut-sebut sebagai calon Jaksa Agung, Todung Mulya Lubis hanya tersenyum manis menanggapi berita soal pencalonan dirinya sebagai Jaksa Agung dari kalangan eksternal. Namun Todung punya kriteria sendiri tentang Calon Jaksa Agung.  Berikut kriteria calon Jaksa Agung versi Todung Mulya Lubis.

Pertama harus berintegrasi tinggi,  terang Todung di sela-sela acara peluncuran situs www.srimulyani.net di hotel Nikko Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (30/9/2010).

Todung menilai Jaksa Agung  dituntut harus mengerti persoalan hukum dan memiliki jaringan yang kuat. Namun menurutnya hal itu bisa dibantu dengan staf yang handal.

“Tapi soal integritas itu tidak bisa dibantu oleh siapa pun. Makanya kalau tidak punya integritas bisa repot,” terangnya.

Saat ini, kata Todung Korps Adiyaksa sedang mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat. Kejaksaan sudah dipandang sebagai lembaga yang kotor, sehingga perlu figur calon Jaksa Agung yang bisa mengkounter pandangan itu dengan calon yang berintegritas tinggi dan ini penting untuk kejaksaan,” tegasnya.

Saat ditanya, siapa calon yang paling pantas menduduki kursi Adiyaksa 1,Todung pun enggan menjawab. “Soal siapa yang pantas, itu sepenuhnya hak prerogatif presiden. Yang jelas, mau dari internal atau eksternal dia harus memiliki integritas,” imbuhnya.[]dtk/dni

Dasar Israel, Wanita Peraih Nobel Irlandia pun Ditolak

Maguire Mairead
Maguire Mairead

HMINEWS- Israel memang benar-benar diskrimintaif, bukan hanya terhadap warga Palestina, bahkan terhadap orang Eropa. Mairead Maguire, peraih Nobel Perdamaian tahun 1976 karena berhasil mengupayakan perdamaian di Irlandia Utara, ditolak masuk ke Israel.

Israel menolak Maguire karena keterlibatannya dalam kapal bantuan ke Gaza Juni lalu, demikian Menteri Luar Negeri Israel mengatakan, sebagaimana dikutip oleh media Irlandia www.irishcentral.com

Maguire ditangkap tahun lalu ketika dia bergabung dengan awak kapal MV Rachel Corrie dan mencoba mendobrak blokade Gaza.

Kali ini, Maguire ditolak masuk dan ditahan di Bandara David Ben Gurion ketika ia tiba dengan sebuah delegasi wanita yang merencanakan tur ke Yerusalem, Haifa, Nazaret, Ramallah, Hebron dan Bil’in.

Menurut kuasa hukum Maguire, Fatmeh El-Ajou, padahal tahun lalu, saat ditangkap bersama kapal bantuan Flotilla, otoritas Israel berjanji “tidak akan melarangnya untuk datang kembali ke Israel.” Jadi otoritas Israel sudah mengingkari janjinya sendiri. [] lara

Surat Pelaku Teror Bom untuk “Setan-Setan”! Lha, Siapa Setannya!

HMINEWS.COM- Hasil penyelidikan sementara  kepolisian terhadap pelaku peledakan bom  Kalimalang telah ditemukan secarik kertas  yang diduga milik  pelaku peledakan Bom di Kalimalang, Bekasi, Kamis (30/9/2010). Ada pesan tertulis di situ, Apa pesannya.

Ini adalah pembalasan pada kalian sekutu-sekutu setan. Membunuh, menghukum mati, dan menahan mujahidin. Kami siap mati demi agama yg mulia ini.

Ketika dikonfirmasi terkait temuan tersebut,  Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar, membenarkan adanya kertas yang ditaruh di saku celana pelaku. Tetapi kami masih pelajari tulisan kertas itu,”ujarnya Kamis (30/9/2010) di Jakarta

Polisi juga sudah mengidentifikasi pelaku, diketahui pelaku bernama Ahmad bin Abu Ali (35) yang berdomisili di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Polisi juga mengamankan sepeda milik pelaku dan mengumpulkan sisa ledakan, di antaranya sejumlah paku dan serpihan kertas yang tercium berbau menyengat, sementara pelaku  dalam kondisi kritis dan dirawat di RS Polri.[]qian

Bukan Zamannya Presiden Meminta dan Menghimbau

Wakil Ketua DPR, Anis Matta : Presiden Jangan Hanya Meminta, Turun Langsung Dunk pak. (foto:kompas)

HMINEWS.COM- Presiden perlu turun langsung dalam menghadapi setiap gejolak yang terjadi di masyarakat, jangan lagi hanya bisa meminta dan menghimbau terkait kejadian dan bentrokan di beberapa wilayah di tanah air, karena bukan zamannya lagi.

Menurut  Wakil Ketua DPR,  Anis Matta terjadinya bentrokan di beberapa wilayah seperti di Tarakan dan di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena Polri disibukkan dengan urusan internal mereka sehingga lalai melakukan tugasnya. “Ada masalah internal di Kepolisian yakni adanya pemilihan Kapolri dan itu membuat mereka lalai dalam menjalankan tugasnya,” kata Anis Kamis (30/9/2010)

Anis menilai kalau kelompok yang melakukan kekerasan ini sebenarnya sudah teridentifikasi oleh polisi tapi terkesan ada pembiaran, jadi untuk menuntaskan itu bukan hal yang berat bagi polisi karena polisi sudah mengetahui kelompok-kelompok tersebut,” berapa banyak nyawa masyarakat yang hilang akibat kelalaian polisi, tanya Anis.

Anis meminta Kapolri sampai pada kesatuan yang paling rendah di jajaran Polri harus bertanggung jawab atas hilangnya nyawa masyarakat tersebut, jangan lagi polisi berkilah dengan selalu   menyalahkan masyarakat,” kata dia.

Kepada  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Anis mengatakan jangan hanya bisa meminta dan menghimbau terkait kejadian dan bentrokan di beberapa wilayah di tanah air. Karena sekarang bukan zamannya lagi untuk meminta, menghimbau, tapi presiden punya tool untuk memerintah, bahkan turun langsung menindak,” ujar Sekjen PKS itu.[]ant/ham

KPK Belum Temukan Tersangka Korupsi Skandal “Mayat Hidup” Century! KPK Mandul, Apa Kata Dunia?

Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Mohammad Jasin

HMINEWS.COM- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika ditanya tentang sejauhmana penanganan  dugaan korupsi skandal “Mayat Hidup” Cantury selalu saja mengatakan masih terus didalami. Hal ini sangat bertolak belakang dengan hasil temuan kejaksaan yang mengidikasikan telah ditemukan Tindak Pidana Korupsi dalam Skandal “Mayat Hidup” Century.

“Masih sedang didalami jadi belum bisa menyampaikan sekarang, karena KPK harus menemukan penyelenggara negaranya,” ujar Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Mohammad Jasin, kepada republika  lewat sambungan telepon, Kamis (30/9).

Hal ini dikatakan Jasin terkait pernyataan Plt Jaksa Agung, Darmono kemarin. Dalam pernyataannya, Darmono mengatakan bahwa Kejaksaan Agung sudah mencium indikasi korupsi dalam kasus Bank Century.

Menanggapi hasil temuan kejaksaan tersbut, Jasin berkilah bisa jadi indikasi korupsi yang disampaikan Darmono tersebut adalah yang dilakukan pihak swasta. Jika demikian, KPK tak bisa ikut campur. “Kalau korupsi yg dilakukan oleh non atau bukan penyelenggara negara, maka kepolisian atau kejaksaan yang bisa menanganinya,” jelasnya.

Jujur dunk Pak, kenapa ketika pisau tajam KPK dihadakan pada kekuasaan menjadi tumpul, Apakah KPK hari ini masih ada atau sudah mati?, mati sich tidak, tapi mandul atau impoten iya.[]dni

Bom Rakitan Meledak di Kalimalang, Jakarta Heboh!

Bom Rakitan Meledak di Kalimalang, Jakarta Heboh!

HMINEWS.COM- Aksi teror dengan menggunakan bom berkembang ke tempat-tempat umum. Sebuah ledakan keras terjadi di halte angkutan umum simpang Sumber Arta, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (30/9/2010).

Seorang lelaki, yang belum diketahui identitasnya, dikabarkan terluka akibat ledakan tersebut. Sejauh keterangan yang diperoleh, ledakan itu berasal dari tas yang dibawa lelaki yang kemudian terluka akibat ledakan itu.

Menurut saksi mata, Ny Iin (34), lelaki itu menuntun sepeda ontel dan tas – yang kemudian meledak – diikat di sepedanya. Ledakan terjadi akibat lelaki itu menabrak tiang di dekat halte dan tasnya terjatuh.

Sejauh ini polisi belum memberikan keterangan resmi mengenai kejadian tersebut. Polisi juga belum memastikan penyebab ledakan, namun berkembang kecurigaan ledakan ini diakibatkan sejenis bom rakitan.

Polisi mengamankan sepeda milik pelaku dan mengumpulkan sisa ledakan, di antaranya sejumlah paku dan serpihan kertas yang tercium berbau menyengat. Adapun lelaki yang terluka itu, diamankan di Polres Metro Bekasi, Kota Bekasi, dan rencananya akan dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

Rencananya malam ini Mabes Polri akan memberikan keterangan langsung tentang ledakan bom tersebut. Kita tunggu apa yang aka dikatakan Mabes Polri.[]rima/dni

Biadab, Jyllands-Posten Berencana Cetak Ulang Kartun Nabi Muhammad

Demo umat Islam mengecam kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan Jyllands-Posten Beberapa waktu yang lalu

HMINEWS.COM, KOPENHAGEN– Sudah ditentang secara besar-besaran oleh dunia khusunya umat muslim dunia terkait penerbitan Kartun Nabi Muhammad yang dilakukan oleh   Surat kabar Denmark Jyllands-Posten. Hal ini menunjukkan  seakan-akan surat kabar tersebut  tidak pernah bosan untuk menghina umat Islam. Bagaimana tidak, Mereka berniat mencetak ulang buku kartun tentang Nabi Muhammad yang pernah menimbulkan kontroversi di  seluruh dunia beberapa tahun lalu.

”Buku ini segera keluar seperti yang direncanakan,” ujar Karsten Blauert dari Jyllands-Posten kepada AFP. ‘Tirani kesunyian’ yang dikeluarkan Kamis, lima tahun sejak  pertama kali kartun Nabi Muhammad muncul di koran Jyllands-Posten.

Meskipun tidak akan mencetak ulang gambar secara terpisah, Blauert mengatakan, isi halaman dari buku itu akan menampilkan gambar-gambar kartun Nabi Muhammad yang pernah dimuat surat kabar itu.

Ditanya mengenai reaksi keras yang bisa muncul dari penerbitan ulang buku ini, dia tampaknya meremehkan protes tersebut. Anehnya Dia berkata, ”Sudah jelas bahwa banyak hal yang akan terjadi, tapi semuanya sudah berjalan sesuai rencana, itu tak akan mengubahnya.”

Perlu diketahui buku ini dibuat oleh Flemming Rose, redaktur budaya Jyllands-Posten. Dia lah yang mengeditor 12 kartun Nabi Muhammad di halaman depan koran itu pada 30 September 2005. Akibat pemuatan kartun itu, Muslim di seluruh dunia mengecam koran itu dan menyesalkan Denmark yang membiarkan hal itu terjadi.[]rep/qian

Camat, Polisi, dan PNS Doyan Booking ABG Cantik! PNS Macam Apa Ini?

Camat, Polisi, dan PNS Doyan Boking ABG Cantik! PNS Macam Apa Ini?
Camat, Polisi, dan PNS Doyan Boking ABG Cantik! PNS Macam Apa Ini? (foto: rima)

HMINEWS.COM- Seorang gadis langganan para pejabat untuk melampiaskan nafsu sexs-nya akhirnya buka mulut. Jumlah korban Stevan M alias Vidi, tersangka penyewaan gadis-gadis belia kepada para hidung belang, tak terhitung dengan jari lagi. Umumnya para pelaku adalah dari kalangan polisi, camat, PNS, dan pejabat pemerintahan lainya.

Itu pun baru terungkap di salah satu sekolah kejuruan ternama di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, yang Rabu (29/9/2010) kemarin didatangi personel Kepolisian Sektor  Amurang.

“Kami baru turun di satu sekolah untuk mengambil keterangan korban. Korban ini kami ketahui dari keterangan korban AR dan Vidi sendiri, hasilnya baru satu sekolah itu saja sudah terdapat 12 atau belasan oranglah, dan semuanya jaringan si Vidi,” ujar Ajun Komisaris Mohamad Kamidin, Kapolsek Amurang, kepada Tribun Manado.

Ia menambahkan, mereka besok akan kembali melacak korban di sekolah lain, seperti yang dibeberkan korban AR ini.

“Besok kami akan turun lagi di sekolah-sekolah untuk mencari keterangan korban lainnya agar jaringan ini bisa terbongkar dan siapa lagi tersangka yang dapat diketahui,” ujar Kamidin.

Menurut dia, korban disewakan Vidi dari beberapa lapisan masyarakat, ada yang pegawai negeri sipil (PNS), pekerja swasta, bahkan ada yang anggota polisi.

“Kalau di Minahasa Selatan, berdasarkan pengakuan korban, rata-rata penyewanya adalah PNS dari berbagai golongan. Yang kami sudah ketahui pasti nama Rino T, seseorang di dinas kehutanan, dan seorang lagi mantan camat di Minsel,” ujarnya.

Korban AR pun buka mulut bahwa ia tak sempat bersetubuh dengan seorang mantan camat karena dia berlaku kasar sehingga AR pun lari. Meski demikian, dirinya sempat dipegang karena sudah disewakan oleh Vidi.

“Kami bawa si korban ini, lalu putar-putar Minahasa Selatan untuk tunjukkan mana-mana saja kantor tempat si hidung belang, lalu dia tunjukkan, makanya kami tahu,” ucap Kamidin lagi.

Bukan hanya itu. Berdasarkan pengakuan AR, ada dua atau tiga orang di antaranya anggota polisi di Polres Minsel dan menurut AR ada seorang yang sangat dikenalnya bertugas di bagian buru dan sergap. AR mengaku “dipakai” di Desa Poigar, Kecamatan Sinonsayang.

Menurut Kapolsek Amurang, pekerja swasta pun ada. Sewaktu mengantar korban untuk menunjukkan hidung belang yang disewakan Vidi, seorang pekerja swasta tersebut adalah kepala unit di sebuah kantor badan usaha milik negara (BUMN) di Minahasa Selatan.

“Keterangan korban kepada kami, dia ini kepala unit di sebuah BUMN di Minahasa Selatan,” ungkap Kamidin.

Pengakuan para korban kepada polisi, terdapat enam lokasi yang sering dipakai, yakni penginapan Transit di Sinonsayang, Hotel Minahasa Indah (MI) di Amurang, penginapan samping Pegadaian Amurang, Penginapan MCM jalan Menuju Pinaling, rumah Vidi, dan rumah penyewa itu sendiri.

Khusus untuk pesanan spesial ke Manado dan Bitung, korban memang tak mengetahui banyak siapa dan apa pekerjaan dari mereka, tetapi setahu mereka memakai seragam aparat negara.

Vidi dan Ari memang sudah seperti membisniskan penyewaan ini sebab, menurut Kapolsek Amurang, mereka berteman, tetapi terlibat persaingan gadis untuk disewakan.

“Kalau Vidi kebanyakan anak sekolahan, tetapi Ari anak-anak yang putus sekolah. Kalau ada jaringan Vidi yang direbut Ari tanpa izin, kadang Vidi dongkol sama si Ari,” ungkapnya.

Sementara beberapa warga Desa Lopana mulai resah terhadap adanya jaringan ini. Rolly Makauli, tokoh masyarakat di desa tersebut, mengatakan kepada wartawan Tribun Manado, warga di sekitar lingkungan Vidi mulai ramai membicarakan kejadian ini.

“Saya datang ke sebuah acara, mereka ramai membicarakan gonjang-ganjing mengenai si Vidi dan mereka sangat menginginkan Vidi dapat ganjaran sesuai hukum dan setimpal dengan perbuatannya,” ujarnya.

Beberapa orangtua pun mulai gelisah. “Saya takut anak saya nanti jadi korban, kalau ada yang ngajak-ngajak main ke sini-situ, tahu-tahunya nanti keterusan,” ujar seorang ibu warga Pondang.[]tribunmanado/rima/dni

Hari Kesaktian Pancasila; Presiden Tak Wajib Upacara di Lubang Buaya, Benar Ngak Bro?

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2009

HMINEWS.COM- Oh ya pembaca setia  HMINEWS.COM, tahu ngak kalau besok merupakan hari Kesaktian Pancasila tepatnya 1 Oktober. Sebagaimana dengan tahun-tahun sebelumnya hari kesaktian Pancasila selalu diperingati di Lubang Buaya dengan dihadiri Presiden RI.

Namun ada pendapat yang mengatakan  sebaiknya presiden menggelar peringatan tahunan itu di Istana Negara saja yang dibarengi dengan rekonsiliasi nasional atas peristiwa G30S. Pasalnya tidak ada dasar hukum yang kuat kalau presiden diwajibkan hadir dalam acara memperigati Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Demikian dikatakan ahli peneliti utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Asvi Warman Adam, kepada detikcom, Kamis (29/9/2010). “Tidak ada dasar hukumnya presiden harus menghadiri peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, karenanya ia tidak wajib. Ini penting diingatkan, karena kita negara hukum,”

Asvi mengungkapkan kalau upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya tersebut diwajibkan pertama kali oleh Panglima Angkatan Darat (AD) Jenderal Soeharto melalui Surat Keputusan tanggal 14 Oktober 1966 dimana sebagai pesertanya adalah seluruh matra angkatan perang, yaitu AD, AL, dan AU, lha Kepolisian kok ngak diikutkan.

Karena tidak diikutkan, Panglima Angkatan Kepolisian lantas mengirim surat kepada Soeharto, tepatnya pada tanggal 20 Oktober Soeharto selaku Menteri Utama Pertahanan meralat SK yang telah diterbitkan dengan memasukkan kepolisian sebagai aparat yang wajib mengikuti upacara 1 Oktober. “Jadi untuk presiden itu tidak wajib. Hanya saja, Soeharto yang memerintahkan upacara itu kemudian menjadi presiden. Ahirnya dia datang terus pada saat upacara,” lanjut Asvi.

Asvi menilai, kehadiran presiden dalam memperingati hari kesaktian Pancasila di Lubang Buaya sangat menyulitkan, terutama pada saat Megawati Seokarnoputri memimpin. Bagi Megawati,  peringatan Hari Kesaktian Pancasila itu adalah hal yang menyakitkan, karena sejak terjadinya prahara pada 1965, kekuasaan Presiden Soekarno, mulai dilucuti, kata Asvi

Hal ini bisa dilihat pada zamannya Megawati saat menjabat sebagai presiden, dimana Megawati mempersingkat upacara tersebut dan sebagai  inspektur upacaranya adalah ketua MPR, bukan Megawati sendiri selaku presiden pada waktu itu,” katanya.

Oleh karean itu,  sebaiknya presiden memperingati hari bersejarah tersebut di Istana Negara sambil mengukuhkan agenda rekonsiliasi nasional atas peristiwa G30S. Sebab, korban jiwa dalam tragedi kemanusiaan 45 tahun silam itu bukan hanya 7 jenderal, yang kemudian diangkat menjadi pahlawan revolusi, melainkan ratusan ribu warga negara Indonesia, ujar  Asvi

“Saya mengusulkan lebih baik di Istana saja, juga sebagai hari untuk rekonsiliasi nasional. Kalau mengadakan upacara di Lubang Buaya, biarlah khusus TNI saja. Sebab dasar hukumnya keputusan menteri utama pertahanan Soeharto,” tutupnya.dtk/ham

Tuliskan Opini dan Komentar anda untuk menaggapi berita ini!

Pilih Nanan atau Imam? SBY Binggung!

Pilh Pak, jangan meneng wae!

HMINEWS.COM- Sekarang bulan Oktober, Kapolri Bambang Hendarso Dahuri (BHD) rencananya bulan ini sudah memasuki masa pensiun. Nama-nama Calon Kapolri hingga saat ini belum diputuskan SBY untuk diserahkan kepada DPR.  Lalu siapa yang dipilih SBY, kok lama banget pak.

Kabarnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dihadapkan pada kebingungagan serta dilema dalam mengajukan nama calon Kapolri ke DPR, pasalnya SBY dihapakan pada 2 nama  yaitu  Komjen Pol Nanan Soekarna dan Komjen Pol Imam Sudjarwo. “Binggung lho SBY”

Menurut Nasir Jamil, Anggota Komisi III DPR sebenarnya dalam Undang-undang,  Presiden SBY bisa mengajukan satu atau dua nama. Tetapi katany,  jika hanya memilih satu, Presiden dihadapkan pada pilihan yang sulit.

Kok bisa, iya bisa dunk, alasanya karena “di satu sisi kalau dia nanti menunjuk Imam Sudjarwo, dia dihadapkan dengan kompromi nantinya, terus Nanan akan diposisikan di mana. Apa Nanan menjadi wakil,” tutur Nasir saat berbincang dengan okezone, Kamis (30/9/2010).

Saat ini Nanan ketiban sial. Dia kan disodorkan oleh BHD (Kapolri/Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri), merekomendasikan dia. Tapi dengan citra kepolisian yang akhir-akhir ini kurang baik, akhirnya berpengaruh terhadap Nanan. Presiden perlu mencari alternatif lain,” ucap politisi dari Fraksi PKS ini.

Nasir menyarankan sebaiknya presiden mengirimkan dua nama, dan percayakan sepenuhnya ke DPR, siapa yang cocok menduduki posisi Trunojoyo 1. Feeling saya, lebih baik (Presiden) mengirim dua nama dan diuji saja siapa yang layak. Tinggal nanti parpol menilai siapa yang layak,” kata Nasir.[]okz/dni