Waw! Ipar SBY, Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo Jadi Pangkostrad

Mayjen TNI Pramono Edhie

HMINEWS.COM- Saat ini reformasi ditubuh TNI terus begulir, mutasi dan promosi jabatan gencar dilakukan.  Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo adalah salah satu dari sekian banyak prajurit TNI  yang dipromosikan keberbagai jabatan. Pramono dipromosikan jadi Pangkostrad

Hal ini tertuang dalam Surat keputusan Panglima TNI No: 2Kep/642/IX/2010 tertanggal 28 September 2010, Pramono yang saat ini menjabat sebagai Pangdam Siliwangi akan menduduki jabatan penting seabagai Pangkostrad menggantikan Letjen Burhanudin Amin yang akan memasuki masa pensiun.

Karena akan menempati pos baru sebagai Pangkostran,  Otomatis bintang di pundak  Pramono yang juga ipar Presiden SBY  akan segera bertambah menjadi 3.   Pasalnya Pangkostrad adalah jabatan jenderal bintang 3 atau Letjen.

Untuk posisi Pangdam Siliwangi  selanjutnya akan diisi oleh Mayjen TNI Muldoko yang saat ini menjadi Pangdam Tanjung Pura. Muldoko sendiri akan digantikan oleh Mayjen TNI Geerhan Lantara yang saat ini menjabat sebagai Pangdiv Kostrad.

Sedangkan di tubuh TNI AL, Pangarmabar Mardya Marsetio akan menempati posisi baru sebagai Wakil KSAL menggantikan Marsdya Soeparno yang naik pangkat menjadi KSAL.[]dni/dtk

Mahasiswa UI Demo Festival Film Gay dan Lesbi

(foto:illustrasi) Mahasiswa UI Demo Q! Film Festival

HMINEWS.COM- Ratusan mahasiswa UI yang mengatasnamakan dirinya SALAM UI melakukan aksi demontrasi damai  didepan Goethe Haus tempat pagelaran Q! Film Festival digelar Rabu (29/9) sore.

SALAM UI melakukan orasi menolak pagelaran film yang bertemakan gay dan lesbi tersebut. Para demonstran menilai festival film yang bertemakan gay dan lesbi tersebut dapat merusak moral bangsa dan generasi muda Indonesia

Dalam orasinya mereka menentang dan menolak keras film-film yang berbau tentang gay dan lesbi  yang merajalela di negeri ini,” kata  salah satu kordinator lapangan demo SALAM UI

Demo dan aksi damai tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Demo sendiri berjalan tertib dan rapi, selesai menyampaikan aspirasinya, mahasiswa membubarkan diri.[]ham

Hari Ini, Ada Demonstrasi Besar di Istana Negara dan MA

Jangan Diam Bro!

HMINEWS.COM- Bebebrapa terakhir ini Jakarta diramaikan aksi unjuk rasa yang dilakukan beragam LSM dan intansi masyarakat. Hal ini tentu akibat dari ketidakpuasan mereka terhadap kinerja pemerintah yang diniai mereka jauh dari yang diharapkan. Jangan-jangan ini merupakan tanda-tanda kejatuhan SBY.

Berikut ini daftar lokasi aksi unjuk rasa yang akan digelar Kamis (30/9/2010) berdasarkan data yang dihimpun TMC Polda Metro Jaya.

Unjuk rasa kali ini, akan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB  Kantor Mahkamah Agung, Jl Merdeka Utara, Jakpus, mulai pukul 10.00 WIB. Kemudian massa yang sama akan bergeser ke Gedung DPR, Jl gatot Subroto, Jaksel. Mereka direncanakan baru akan mengakhiri aksinya di depan Kantor Kemenakertrans, Jl Gatot Subroto, Jaksel.

Unjuk rasa juga akan digelar di depan Kantor Kedubes Cina di Kuningan, Jaksel. Mereka akan melakukan aksinya mulai pukul 10.45-13.15 WIB.

Istana Negara tidak pernah sepi dari aksi demonstrasi, hampi setiap hari istana negara selalu didatangi para pendemo, aksi demonstrasi hari ini dijadwalkan akan berlangsung pukul 16.00-17.00 WIB.[]dni

Kronologis Bentrokan Antar Kelompok Masyarakat di Ampera Versi Mabes Polri

Bentrokan Antar Kelompok Masyarakat Di Jl. Ampera Jakarta Selatan   HMINEWS.COM– Lewat akun facebook, Humas Mabes Polri menyampaikan laporan tentang bentrok  warga di Jl Ampera, Jakarta Selatan, Rabu (29/9) si.

Berikut siaran pers Mabes Polri tentang bentrokan antar Kelompok masyarakat Di Jl. Ampera Jakarta Selatan

Peristiwa Bentrokan

Pada hari ini Rabu, 29 September 2010 sekitar 13:15 WIB di TKP (Tempat Kejadian Perkara) Jl. Ampera Raya (100 meter dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan), terjadi bentrokan antar Kelompok Masyarakat Flores yang datang dari arah selatan (Perempatan Trakindo Cilandak).

Dengan Kelompok Masyarakat Ambon (Kelompok John Kei) yang berada di dalam dan sekitar PN Jakarta Selatan yang menghadiri Sidang Kasus Blow Fish Cafe Mampang Prapatan dengan terdakwa Canor Lolo dan Bernadus Malelo dari Flores Nusa Tenggara Timur. Korban meninggal dunia dari Kelompok Masyarakat Ambon.

Kelompok Masyarakat Flores datang  dengan menggunakan 3 Kopaja 608 jurusan Blok M-Tanah Abang, lebih kurang 100 orang membawa Sajam (senjata tajam) & membawa Senpi (senjata api).

Korban

Korban 15 orang (3 anggota Polri, 8 orang luka-luka di RS Medistra, 1 kritis di RS Kramat Jati & 3 Meninggal Dunia)

Tiga anggota Polri:

1. Kombes Pol Drs. Gatot Eddy P, Msi. Kapolres Metro Jaksel, luka tembak/serempet kaki kiri.

2. AKP. Lambua, Kapospol Pejaten Barat, luka tembak telapak tangan kanan, dirawat di RS Fatmawati, rencana dipindah ke RSPP.

3. Briptu Grahana, Spri Kapolres. Luka tembak di betis kiri proyektil sudah di keluarkan di RS Medistra, saat ini masih penanganan Dokter RSPP Kebayoran Baru.

Delapan orang yang dirawat di RS Medistra:

1. Semi, jari kanan luka bacok.

2. Ian, dada kiri kena tembak.

3. Muksin, lengan kiri tertembak. Alamat: Jl Otista No. 2 RT 06/06 Kelurahan Bidara Cina.

4. Tito Refa, dada kiri kena tembak.

5. Muti A Badmas, kaki kiri bawah luka tembak.

6. Fransiscus Refta, luka tembak dada kiri dan pipi kanan kena bacok. Alamat: Jl. Gunung Sahari 9 No. 11 RT 07/07 Gunung sahari Jakarta Pusat.

7. Mutkey, luka tembak tangan kanan. Alamat: Jl. Bekasi Titian Blok E No. 7.

8. Paulinus Nasuha, Alamat: Pamulang Barat RT 01/08 Pamulang Tangerang

Tiga Korban Meninggal Dunia:

1. Fredrik Phob Letlet, luka tembak mata kanan dan kepala belakang sabetan samurai.

2. Agustinus Thornazoa, Ambon, 29 tahun, Kristen. Tempat kejadian Perkara: Jl. Ampera Raya depan Toko Sepatu Larichi, luka pada kepala belakang.

3. Saefuddin (diduga Pengemudi), Medan, 61 th. Alamat: Kebon Nanas RT 03/ 01 Kec. Pinang Tanggerang, luka pada kepala, tangan kanan putus dan tangan kiri patah.

Satu Korban Kritis:

1. Jaya Kusuma, Magang, korban luka tembak rahang atas tembus, dirawat di RS Pondok Indah, Kupang 22-12-1977, Islam.

Kerugian Material

Tiga unit Kopaja 608 Jurusan Ragunan-Tanah Abang  Nopol B 7450 DG, B 7644 EW, B 7362 NL, kaca kendaraan pecah.[] ham

Sri Mulyani “Come Back” Ke Jakarta, Ada Apa?

Sri Mulyani, mantan menkeu, yang kini menjadi Direktur Eksekutif IMF/Bank Dunia

HMINEWS.COM– Sri Mulyani, mantan menkeu, yang kini menjadi Direktur Eksekutif  IMF/Bank Dunia, ternyata tidak  sehebat yang digembar-gemborkan media. Sri,  yang terlibat skandal  Century itu sedang come back, karena prestasinya di IMF dan Bank Dunia kalah dibandingkan eksekutif dari Nigeria dan New Zealand, dan di Jakarta ia punya banyak kolega untuk membantu pencitraannya untuk kembali berkuasa.

”Konsep dan analisa serta kinerja Dr. Sri Mulyani jauh di bawah pejabat serupa dari Nigeria dan New Zealand yang bekerja  di IMF dan Bank Dunia. Selama  ini  media/pers  terlalu besar dalam  membuat  pencitraan  baginya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa Sri hanya dibesar-besarkan media, payah,”  kata sumber terpercaya di Washington DC.

Menanggapi hal  itu, M.  Chozin Amirullah MA, lulusan Ohio University, AS dan Ketua Umum PB HMI, menyebutkan bahwa jangan  sampai Sri  Mulyani seperti  SBY, yang mengandalkan  pencitraan, imagologi, karena amat buruk  dampaknya sebab  menggerus  kepercayaan  rakyat.

”Prestasi, konsep, analisa dan cara kerja  Sri  Mulyani di IMF/World Bank  yang kalah  dibandingkan rekannya  dari  Nigeria dan New Zealand itu pasti dibantah Sri  dan koleganya. Namun  publik tahu Sri Mulyani hanya melayani kepentingan  global IMF/World Bank dan tidak  mengutamakan kepentingan rakyat kita dengan semangat utang dan  neoliberalismenya. Sri  memang  pelayan terbaik IMF/World Bank yang menghisap sumber daya ekonomi bangsa kita dan ia ingin berkuasa lagi di sini ,” katanya.

Kabar bahwa Sri Mulyani akan come back, bisa dilhat  melalui situsnya yang akan di-launching besok (30/9). Apa yang akan dilakukan mantan menkeu itu di situsnya yang berlatar belakangan ungu ini?

Situs Sri Mulyani yang beralamat di www.srimulyani.net rencananya akan dilaunching pada Kamis (30/9) di Hotel Nikko Jakarta. Pengenalan situs itu juga akan diisi dengan diskusi etika publik.

Saat dicoba, situs itu pada saat ini sudah bisa diakses. Begitu masuk, pengakses disuguhi kritikan pada kondisi Indonesia.

“Indonesia sedang menuju ke arah politik yang berbahaya. Kemajemukan kita berangsur hilang. Sebaliknya, pikiran-pikiran konservatif sudah menguasai ruang-ruang publik,” tulis situs itu di halaman pembukaannya, yang berlatar belakang ungu.

Warna ungu ini sering kali dikonotasikan dengan warna janda. Namun warna ungu di situs itu mirip dengan yang digunakan oleh SBY dan Partai Demokrat.

Di salah satu pojok kanan atas, terlihat foto Sri Mulyanai dengan latar belakang tulisan i’ll be back atau keinginannya untuk kembali.

Di luar tampilannya yang terlihat biasa saja dan bergaya blok gratisan, situs itu memiliki sumber daya yang besar.

Sejumlah tokoh terkenal tercatat duduk dalam Dewan Penasihat, seperti Dana Iswara, Todung Mulya Lubis dan Wimar Witoelar.

Sementara di bagian redaksi ada nama Rocky Gerung dan Rosiana Silalahi.

Situs itu juga me-link ke jejaring sosial Facebook, Twitter dan YouTube. Namun link itu belum banyak mendapat respon, karena di Facebook, Srimulyani Dot Net hanya punya 65 teman.

Sedangkan di Twitter SriMulyaniNet lebih baik karena punya 857 follower. Yang paling buruk adalah di YouTube karena channel srimulyani dot net hanya punya 4 subscriber.[] rima

Ahmadinejad Tuding Media di AS Tidak Independen

Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad

HMINEWS.COM- Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad tidak pernah berhenti mengkritik kebijakan – kebijkan AS dan Sekutunya dikawasan, selalu saja ada hal yang baru yang dikemukakan Presiden Iran ini. Kali Dia  mengatakan, para aktor sanksi Iran (AS dan Sekutunya) selalu berupaya untuk melancarkan perang urat saraf dan merusak mental bangsa ini, namun kini mereka putus asa atas tindakannya itu.

Ahmadinejad, Rabu (29/9) pada acara Seminar Imam Shalat Jumat Seluruh Iran, menyinggung kunjungannya ke AS dan wawancara dengan sejumlah media. Dikatakannya, sebenarnya wawancara di AS merupakan sebuah perang yang sesungguhnya, karena yang berbicara pada setiap sesi itu adalah para pejabat AS dan tidak ada media yang independen di negara itu. “Perubahan kondisi dunia saat ini menguntungkan cita-cita Revolusi Islam,” tegasnya.

Seraya menilai sangat berat tanggung jawab ulama dan para imam shalat Jumat dalam kondisi masyarakat sekarang, Ahmadinejad menuturkan, “Kita harus bergerak dalam batasan transformasi global dan menjawab kebutuhan-kebutuhan umat manusia.”

Menurut Ahmadinejad, shalat Jumat merupakan pilar kedaulatan Islam dan pengatur masyarakat. Ditambahkannya, shalat Jumat adalah sebuah gerakan berkesinambungan dan nilai-nilai Ketuhanan tidak mungkin ditegakkan tanpa menghidupkan shalat Jumat. []irib/dni

Tarakan Berdarah ; Penuturan Langsung dari Warga Setempat

Tarakan Berdarah (foto:HMINEWS.COM/Lando Langit)

Tarakan,HMINEWS- Kondisi kerusuhan di Tarakan masih belum bisa dikatakan mereda, sebab sampai berita ini diturunkan (30/9/2010) situasi kota Tarakan masih mencekam. Seorang warga Tarakan bernama Ismail menuturkan pengalamannya langsung dari lokasi kerusuhan. Berikut adalah penuturan warga asli Tarakan bersuku Bugis tersebut.

“Sebelum saya bercerita pengalaman mencekam yang terjadi di Tarakan sejak hari Senin 27-sep-10 sampai dengan hari ini, Rabu 29-Sep-10 saya akan memperkenalkan diri saya. Nama saya ISMAIL, lahir di Tarakan, 28 Oktober 1987. Suku saya adalah Bugis  (Soppeng), karena orang tua saya berasal dari Soppeng. Saya lahir dan di besarkan di kota Tarakan dengan memiliki banyak teman dan kami semua hidup damai tanpa ada perselisihan antar suku. Sekarang saya telah menikah dengan Dyna Solichah (Jawa) dan memiliki seorang anak perempuan bernama Andi Marsha Madina yang sekarang berumur 16 bulan.

Tarakan Berdarah (foto:HMINEWS.COM/Lando Langit)

Saya tinggal di Karanganyar, yang berdekatan dengan tempat keramian di Tarakan yaitu Grand Mall  Tarakan (GTM). Sekarang saya bekerja sebagai seorang guru SD di SDN 034 Tarakan. Anak murid saya banyak dari kalangan suku yang berbeda tapi mereka semua juga dapat hidup dengan damai. Hingga hari Senin kemarin setelah pecahnya bentrokan antar suku yang terjadi di kota Tarakan-ku tercinta, anak-anak banyak yang tidak bersekolah.

Dipikiran saya, “Masa sih kita yang sudah dewasa kalah dengan anak SD yang bisa mempertahankan perdamian tanpa ada memandang suku dan bangsa. Apakah ini yang namanya Bhinneka Tunggal Ika?” Jawabannya ada diri kita masing-masing!

Peristiwa ini bermula jauh hari sebelum pecahnya bentrokan yang terjadi Senin 26 September 2010. Menurut cerita yang beredar dimasyarakat, suku Bugis  telah melakukan 3 kali kesalahan terhadap suku Tidung (suku asli Tarakan Kalimantan ).

Kesalahan pertama, menurut dari cerita masyarakat, ada seorang wanita yang berasal dari suku asli Kalimantan  diperkosa oleh orang Bugis-tator. Tempat kejadiannya saya kurang tahu. Nah, inilah awal mula kekesalan suku asli dengan suku Bugis .

Tarakan Berdarah (foto:HMINEWS.COM/Lando Langit)

Kesalahan kedua, katanya ada sepasang kekasih dari suku asli Kalimantan  dipukul dan dikeroyok oleh sekempulan anak muda yang berasal dari suku Bugis-patinjo, katanya. Pemukulan yang dilakukan oleh suku Bugis-patinjo ini juga yang membuat Persatuan Suku Asli Kalimantan (PUSAKA) menjadi marah sehingga orang-orang PUSAKA mencoba mencari pelaku dengan mendatangi daerah Sebengkok , yang katanya pelaku pengeroyokan berasal dari daerah tersebut. Orang-orang PUSAKA yang marah membawa berbagai macam senjata tajam, mulai dari samurai, mandau sampai tombak dan sumpit. Mereka masuk ke kawasan Sebengkok  sambil berteriak-teriak. Kejadian ini membuat masyarakat yang tinggal di daerah Sebengkok  terbangun dan kaget, karena kejadian itu terjadi pada waktu malam dimana banyak masyarakat Sebengkok  yang terbangun.

Pada saat itu saya kebetulan berada ditoko orang tua saya yang berada di Pasar Batu, yang merupakan salah satu pasar tradisional Tarakan. Kejadian ini berlangsung hanya dalam waktu 2 malam saja, karena menurut kabar yang saya dengar, pelaku pengeroyokan itu telah ditangkap dan ditahan oleh polisi Tarakan. Untungnya polisi langsung berada dilokasi dan mengamankan lokasi kejadian. Nah inilah katanya masalah yang kedua yang memicu kemarahan dari PUSAKA.

Dan kesalahan yang ketiga terjadi pada malam Senin 27-Sep-10 di mana menurut masyarakat terjadi pengeroyokan hingga tewas terhadap Abdullah, warga suku asli yang katanya adalah seorang imam masjid sekaligus penghulu di KTT, salah satu wilayang Kalimantan.

Tarakan Berdarah (foto:HMINEWS.COM/Lando Langit)

Kejadian ini bermula dari anak Abdullah yang katanya dihadang/dipalak (dimintai uang) untuk membeli sesuatu. Karena tidak diberikan akhirnya anak dari Abdullah itu dicaci maki dan disuruh pulang. Setelah sampainya di rumah, anak Abdullah itu melaporkan kepada ayahnya (Abdullah). Abdulah pun keluar rumah dengan maksud untuk mengingatkan perilaku para pemuda yang telah memalak anaknya itu.

Tetapi sesampainya di sana Abdullah malah dikeroyok hingga tewas, dan katanya mayat Abdullah dibuang di sebuah parit kecil. Nah inilah masalah besar yang membuat para warga suku asli (PUSAKA) menjadi marah besar dan mulai melekukan pembakaran rumah di daerah Juata, yang diduga sebagai rumah pelaku.

Tidak hanya sampai disitu, sampai sore hari pada hari senin 27-Sep-10, PUSAKA mulai melakukan sweeping terhadar warga yang berada di jalan-jalan dengan membawa senjata tajam. Walaupun menurut berita yang beredar pemerintah kota Tarakan, aparat keamanaan beserta tokoh masyarakat asli dan pendatang telah melakukan pertemuan tertutup, saya tidak tahu hasilnya. Apa yang saya tahu, katanya sih ada beberapa kesepakatan. Yah,.. pokoknya yang saya tahu tetap saja pada hari itu Tarakan mulai kelihatan mencekam.

Hingga hari selasa 28-Sep-10 kemarin, yang katanya Tarakan sudah aman, tetapi yang terlihat adalah banyak toko-toko yang tidak berani buka karena menurut kabar akan ada serangan besar-besaran yang akan dilakukan oleh warga suku asli Kalimantan  terhadap suku pendatang Bugis . Tetapi sampai sore hari Tarakan masih terlihat aman.

Pada selasa malam 28-Sep-10, kira-kira pukul 10 malam bentrokan kambali pecah. Saya mengetahui kejadian itu karena terlihat dari siaran TV kabel kami yang menyiarkan CCTV yang terdapat di depan Mall Tarakan. Dari CCTV tersebut saya melihat banyak orang yang membawa senjata tajam, dari arah jalan Yos Sudarso menuju jalan Gadjah Mada. Tak lama kemudian saya melihat banyak orang saling kejar-kejaran dengan senjata tajam.

Yang saya tahu, tempat kejadian merupakan daerah yang diketahui banyak suku pendatang dari Bugis –letta, terutama pembesar dari suku Bugis letta yaitu H. Sani. Saya mendengar kabar dan melihat keluar melalui jendela, di langit terdapat cahaya merah dan kepulan asap. Dan ternyata itu adalah cahaya dan asap dari beberapa rumah dan mobil yang menjadi korban pembakaran dari pertikaian yang terjadi di sekitar jalan Gadjah Mada (tepatnya di belakang GMT).

Saya tidak tahu ada berapa korban jiwa yang terdapat disana. Bukan hanya di daerah perempatan Mall saja tetapi yang saya dengar dari berita teman-teman yang ada (online di FaceBook), juga terjadi bentrokan di daerah PERUMNAS dan di beberapa tempat lainnya.

Tarakan Berdarah (foto:HMINEWS.COM/Lando Langit)

Masih Pada malam itu juga saya mendengar rentetan suara dari senjata aparat keamanan yang mencoba melerai kedua belah pihak yang sedang bertikai. Suara tembakan itu berlangsung tengah malam dan suara tembakan itu terjadi kurang lebih selama 15 menit tanpa jeda. Saya yang berada di dalam rumah merasa ketakutan yang sangat karena baru mendengar suara tembakan yang begitu besar dan lamanya. Pada malam itu juga Banyak dari warga yang berada di derah terjadinya pertikaian mengungsi ke kantor polisi juga ke pangkalan angkatan laut (LANAL TARAKAN), karena takut akan menjadi sasaran kekerasan dari pertikaian kedua belah pihak tersebut.

Hingga pada pagi hari tepatnya hari rabu 29-Sep-10 bentrokan masih saja terjadi dan malah makin parah. Kedua kubu sudah saling menyerang dengan jarak dekat. Sampai tulisan ini saya buat tepatnya hari Rabu 29-Sep-10 pukul 11.23, bentrokan masih terjadi antara kedua kubu, tak tahu kapan akan berhenti. Pertikaian ini entah telah memakan berapa korban jiwa dan Kengerian ini terus berlanjut karena ada kabar bahwa suku asli Kalimantan  akan mengadakan sweeping kerumah-rumah.

Menurut kabar yang bereda,r bukan hanya 3 suku Bugis itu yang dicari, tetapi semua suku Bugis  pendatang yang di cari oleh mereka (PUSAKA). Entah dengan maksud dan tujuan apa? Yang jelas saya ingin pertikaian ini segera berakhir dan anak-anak dapat bersekolah kembali!

Saya harap teman-teman yang membaca tulisan ini mendokan saya, keluarga saya dan semua warga kota Tarakan yang saya cintai selamat. Kami dapat berkumpul lagi dengan sanak saudara seperti biasanya dan Tarakan tercinta ini menjadi kota yang cinta damai dan tak ada lagi perpecahan.

Cerita ini hanya sebagian kecil dari kengerian yang saya rasakan dan terjadi di kota Tarakan yang saya cintai, tempat saya lahir dan di besarkan. Walaupun saya berasal dari suku pendatang, tetapi saya menganggap bahwa Tarakan adalah tanah air saya, tempat kelahiran saya.”

Tarakan 29 September 2010

Ismail

Indonesia Dukung Program Nuklir Sipil Iran

Ketua DPR RI Marzuki Alie kembali melontarkan dukungan penuh Jakarta terhadap program nuklir sipil Iran

HMINEWS.COM- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia kembali melontarkan dukungan penuh Jakarta terhadap program nuklir sipil Iran.

IRNA dalam laporannya menyebutkan, Ketua DPR RI Marzuki Alie kemarin (Selasa, 28/9) dalam pertemuan dengan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mahmoud Farazandeh kembali menegaskan dukungan parlemen, pemerintah, dan bangsa Indonesia terhadap program nuklir sipil Iran. Ia juga mendesak supaya persoalan nuklir Tehran diselesaikan melalui perundingan dan jalur diplomasi.

Menyinggung hubungan luas Tehran-Jakarta di berbagai bidang, Marzuki Alie memaparkan bahwa selain menjalin kerjasama bilateral, kedua negara juga memiliki hubungan konstruktif di forum-forum internasional, khususnya di Dewan Parlemen Asia (APA).

Mengomentari kedekatan pandangan Iran dan Indonesia dalam menyikapi isu-isu internasional, Ketua DPR Marzuki Alie menekankan perlunya langkah bersama kedua negara dalam menangani isu Palestina dan memperjuangkan hak-hak bangsa terjajah ini.[]irib/ham

Skandal Korupsi “Mayat Hidup” Century Terbongkar, Siapa Untung, Siapa Rugi!

Darmono, Plt Jaksa Agung : Kejaksaan Temukan Indikasi Korupsi di Skandal Mayat Hidup Century

HMINEWS.COM- Lama tak dengar kabarnya, kini Skandal “Mayat Hidup” Century Menguak kembali. Pasalnya Kejaksaan Agung telah menemukan adanya  indikasi korupsi dalam perkara tersebut.

Demikian dikatakan plt Jaksa Agung, Darmono di hadapan rapat tim pengawas Century, Darmono juga  mengutarakan harapannya agar jaksa penuntut umum dapat membuktikan adanya tindak pidana korupsi dalam skndal century yang telah merugikan negara sekitar 6,7 triliun.

Hingga saat ini, sidang kasus Skandal “Mayat Hidup” Century atas nama terdakwa Hesham Al Warraq, dan Rafat Ali Rizvi  telah memasuki tahap pemeriksaan para saksi dan ahli.  Mereka didakwa telah melanggar pasal dan sanksi pidana seperti yang diatur dalam undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ”Oktober 2010 sudah dapat dibacakan surat tuntutan jaksa penuntutan umum dan putusan pengadilan,” kata Darmono.

Oleh karena itu, Jaksa penuntut diharapkan bisa membuktikan adanya tindak pidana korupsi. ”Sehingga seluruh aset yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi dirampas untuk negara,” Dan, aset tersebut bisa dipakai untuk mengembalikan kerugian keuangan negara, tegas Darmono

Dalam proses persidangan tersebut, kata Daarmono, Jaksa akan mengajukan permohonan penyitaan aset Bank Century di luar negeri.  Dimana permohonan itu telah dikabulkan atas aset di Swiss sebesar 155 juta dolar AS.[]rep/dni

Calon Kapolri Bukan Dari Kerabat Saya, Siapa Pilihannya Pak!

Calon Kaporli Bukan dari Kerabat Saya, Siapa Pilihannya Pak?

HMINEWS.COM- Calon Kapolri Bukan Dari Kerabat Saya, Siapa Pilihannya Pak? itulah pertanyaan yang seharusnya dijawab Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukan malah  membantah isu yang beredar seputar pemilihan Kepala Polri, dimana beredar kabar bahwa salah satu calon Kapolri, Komisaris Jenderal Polisi Imam Sudjarwo adalah kerabat besan SBY, Aulia Pohan.

“Untuk Isu yang menyebutkansa atau famili keluarga saya adalah calon Kapolri itu tidak benar, dan tidak ada hubungan famili apapun” demikina ditegaskan Presiden SBY di kantor Presiden, Rabu 29 September 2010.

Presiden menilai bahwa kabar atau rumor  seperti ini menyesatkan sehingga dia meminta agar masalah Polri, kejaksaan, TNI tidak ditarik-tarik ke ranah politik. “Karena mengganggu sistem,”  kata SBY.

Presiden juga mengimbau kepada  semua pihak untuk menempatkan setiap lembaga negara pada tempatnya sesuai tatanan yang benar dan etika politik organisasi. “Itu (politisasi) mengkhianati reformasi kita.”

Presiden juga memberikan apresiasi kepada DPR yang telah menyetujui Panglima TNI baru sehingga bisa langsung dilantik. Khusus untuk calon kapolri, dia akan menyerahkan nama calon ke DPR, awal bulan mendatang dan saya minta kepda semua pihak untuk menerima siapapun yang nanti terpilih. Saat ini saya tengah menggodok calon yang dinilai tepat untuk diserahkan ke DPR, kata Presiden.[]viva/ham