DPRD Asahan, DPRD “Ecek-Ecek”

”]

HMINEWS.COM- DPRD Asahan Terpecah!Demikian judul berita salah satu harian yang saya baca secara online dua hari lalu.Judul tersebut memprovokasi saya menulis catatan ini untuk mengawali diskusi tentang prosepek lembaga perwakilan rakyat di Asahan dalam menjalankan fungsi  kontrol terhadap Pemerintahan Taufan Surya selama lima tahun ke depan.

Benarkah para anggota Dewan [baca: DPRD Asahan] sedang menuju perpecahan sebagaimana dilansir media masa tersebut? Apakah gagalnya Sidang Paripurna Senin kemarin semata-mata dikarenakan minimnya kapasitas Pimpinan Dewan dalam mengelola manajemen konflik di lingkungan mereka? Bagaimana pula dengan rumor tentang latar belakang konflik karena tidak meratanya Dana Aspirasi yang condong  lebih besar dialokasikan fihak eksekutif [baca; Pemerintahan Taufan Surya] kepada  anggota partai-partai koalisi pendukung pemerintah, pemenang pemilukada?

Dalam tulisan sebelumnya, pernah saya ulas tentang  “Peluang dan Ancaman [pemerintahan] Taufan Surya” bahwa dukungan mayoritas dari partai politik yang ada di DPRD Asahan adalah modal yang sangat kuat bagi pemerintahan Taufan Surya untuk menciptakan stabilitas politik sehingga nantinya dapat menjalankan pemerintahan secara efektif. Dengan modal dukungan mayoritas tersebut [seharusnya] Pemerintahan Taufan Surya dapat lebih fokus menjalankan program-program kerjanya sebagaimana telah dijanjikan selama masa kampanye, dan berpeluang memperkuat fungsi pengawasan Legislatif terhadap Eksekutif. Tetapi, insiden kegagalan Paripurna Senin kemarin beserta indikasi konflik yang melatarbelakanginya seolah memberikan pertanda buruk kepada kita.

Jika benar bahwa latar belakang konflik yang mengakibatkan gagalnya Paripurna adalah karena adanya “perlakuan” diskriminatif dari eksekutif dalam memberikan alokasi Dana Aspirasi kepada tiap-tiap anggota dewan yang konon lebih besar dianggarkan untuk para anggota Dewan yang berasal dari partai pendukung pemerintahan Taufan Surya, maka inilah catatan sejarah “kolusi dan dagang sapi” pertama yang tertoreh pada dinding kekuasaan Taufan Surya sejak pemerintahannya diresmikan.

Apabila praktik kolusi dan politik dagang sapi antara eksekutif dan legislatif tersebut terus menjadi sebuah kecenderungan, maka masyarakat Asahan tidak akan dapat berharap banyak dari gedung Dewan ini akan lahir sebuah presure positif. Padahal presure positif sangat diperlukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan Dewan untuk mengawal pemerintahan agar tidak  melenceng dari cita-cita mensejahterakan rakyat Asahan.

Oleh karena itu menurut hemat saya gagasan untuk menyampaikan mosi tidak percaya kepada ketua Dewan yang dilanjutkan dengan  kocok ulang kursi ketua, bagi saya baik juga untuk dilakukan sepanjang penggantinya haruslah dari partai-partai non anggota koalisi pendukung pemerintahan Taufan Surya.

Gagasan untuk memberikan kursi ketua DPRD Asahan kepada partai non koalisi pendukung pemerintah Taufan Surya penting dipertimbangkan karena setidaknya dengan cara ini dapat diminimalisir adanya dominasi peran dalam pengambilan kebijakan/keputusan yang dimainkan oleh partai-partai koalisi pendukung Pemerintahan Taufan Surya. Walaupun saya sendiri sudah memperkirakan bahwa ide seperti ini amat sangat sulit [untuk tidak mengatakannya mustahil] disetujui dengan alasan pertimbangan argumentasi mayoritas perolehan suara. Karena kita tau bahwa partai-partai pemenang mayoritas semuanya bergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan taufan Surya.

Jika demikian, tampaknya sekali lagi kita tidak bisa berharap banyak kepada peran Dewan dalam melakukan kontrol sosial politik kepada pemerintah Taufan Surya. Sebab, realitas saat ini bahkan menunjukkan sebuah ironi bahwa justeru anggota Dewan-lah yang juga seharusnya menjada sasaran pengawasan masyarakat. Oleh karena itu yang diperlukan saat ini adalah penguatan peran pengawasan masyarakat terhadap pemerintahan [eksektufif, legislatif dan yudikatif.

Apakah ini memberikan pertanda yang kuat kepada kita bahwa pada akhirnya masyarakat Asahan harus berjuang sendiri untuk mengawasi, mendorong, bahkan mendesakkan gagasan-gagasan perubahan kepada pemerintahan untuk sebuah cita-cita Asahan bersih dan sejahtera?

Judul asli tulisan Bem Simapaka “Menagkap Pertanda dari Gagalnya Paripurna”

[]Bem Simpaka

Bentrok Polisi-Masyarakat Di Buol Versi Komnas HAM

Illustrasi Bentrok Polisi dengan Masyarakat Di Buol

BUOL, HMINEWS.COM- Setidaknya lima orang  tewas dan puluhan  korban luka-luka akibat bentrok antara warga Buol, Sulawesi Tengah, dan aparat kepolisian yang terjadi sejak Selasa (31/8/2010) malam sampai Rabu (1/9/2010) dinihari.

Dalam rilis yang diterima VIVAnews, Rabu 1 September 2010, Komnas HAM menjabarkan kronologi kejadian. Berikut kronologi versi Komnas HAM:

Selasa 31 Agustus 2010 (keterangan waktu dalam WITA)

23.25: 11 orang terluka tertembak, 2 orang meninggal, satu orang berumur 17 tahun. Satu orang kena peluru tajam di bagian kaki.

23.26:
14 orang luka-luka

23.47: Satu korban tertembak

23.59: 18 korban masuk rumah sakit dan tiga dinyatakan meninggal. Suharto Dotutinggi tertembak pada bagian paha dari peluru nyasar.

Rabu 1 September 2010

00.33: Dari arah Polsek Biau masih terdengar suara tembakan

00.39: Salah satu korban yang tertembak pada bagian perut dan mengakibatkan ususnya keluar, terindentifikasi. Namanya Ling, umur 17 tahun dan beralamat di Kelurahan Kali Kompleks MTS.

00.48: Sutarto Tarungku tertembak pada bagian perut

01.02:
Massa masih menyerang Polsek di kompleks stadion mini Buol

01.15: JFC Buol memasukkan 16 nama korban luka-luka

01.22: Massa berjatuhan di depan Polsek Biau

01.25: Oi Suara Hati memasukkan anggotanya yang tertembak di pelipis atas nama Sunding

01.32:
Saktipan Kapuung, PNS, kena tembak di perut, Ading Turungku kena tembak di kaki.

02.49:
Polisi membuang letusan kepada masyarakat yang mencoba keluar dari rumah di Leok I

03.05: 7 orang kritis, total korban berjumlah 26 orang. 4 truk polisi melewati rumah sakit Buol sambil membuang letusan karena pada saat itu massa sudah berkerumun di depan rumah sakit untuk melihat korban yang meninggal dan luka-luka

03.18:
Tiga jasad sudah dikembalikan kepada keluarga

05.01:
Tim AKBAR melaporkan nama-nama yang tertembak dalam kondisi koma: Alimin, Dadang, Ukeng

05.21: Rasyid Johori meninggal di rumah sakit Buol. Sebelumnya, korban sempat kritis karena kepala tertembak hingga isi kepala berhamburan.

07.06: Tiga truk tentara dan dua truk polisi dari arah Toli-toli menuju Buol

Sementara itu, Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) juga mendata korban tewas dan terluka. Seperti dikutip dari rilis Komnas HAM, Rabu 1 September 2010, berikut data para korban tewas:

1. Herman (24), mahasiswa STISIP Buol dan PNS Dinas Tata Kota dan Tata Ruang Kabupaten Buol
2. Arman S Adjalu (18), mahasiswa STISIP Buol
3. Ridwan (21), beralamat di Kelurahan Leok I
4. Rasyid Johari (42), beralamat di Kelurahan Leok II
5. Ling (17), beralamat di Kali, Kompleks MTs Buol

Sementara itu, 24 warga menderita luka ringan sampai kritis. Sebagian korban terluka karena tembakan. Berikut data korban luka:

1. Firman Alimin (30), kritis tertembak di leher depan
2. Ukeng (35), kritis tertembak di bagian dada
3. Syamsudin Monoarfa, kritis tertembak di bagian mata
4. Saktipan Kapuung, kritis tertembak di bagian perut
5. Agus Salim, luka tertembak di bagian bokong
6. Amran US Ta’rif, luka di bagian dada
7. Irfan, terluka di bagian tangan
8. Abd Rahim M Muli, luka
9. Sudirman Mahmud, tertembak di bagian paha
10. Jurdin Badalu, luka
11. Murhamu, luka
12. Noldi, luka
13. Irman Hadi, luka
14. Sutarto Turungku, tertembak di bagian paha
15. Sutomo, luka
16. M Yasin, luka
17. Ending, luka pelipis wajah
18. Ading Turungku, tertembak di bagian kaki
19. Abdurahman N Dausi, tertembak
20. Suharto Dotutinggi, luka
21. Armando, tertembak di bagian wajah
22. Abraham, tertembak di bagian pipi
23. Hamdani Idris, tertembak di bagian lengan
24. Dadang (28), tertembak.

[]VIVANews/ham

I b l i s

Illustrasi

HMINEWS.COM- Sejak awal iblis adalah tergolong makhluk yang paling rajin ibadahnya, paling taat kepada Allah dan merasa paling mulia. Wajar kalau iblis adalah diantara makhluk yang sempat menghuni surga.

Namun saat diciptakan Nabi Adam as. dan Allah memerintahkan semua makhluk untuk ‘sujud’ padanya, semua makhluk menaatinya, kecuali iblis. Iblis berargumentasi: “Engkau jadikan aku dari api dan Engkau jadikan Adam dari tanah.” Pendek kata, iblis gealous, dendam pada Adam dan merasa diri lebih mulia.

Karena Allah murka, maka iblis diusir dari surga dan di hari akhir nanti vonisnya sudah jelas, yakni menjadi penghuni neraka. Namun iblis masih berusaha menegosiasi kepada Allah: “Ok, kalau aku boleh mengajukan permintaan terakhir, izinkan aku menggoda anak cucu Adam untuk menjadi pengikutku dan menjadi temanku di neraka kelak.” Allah pun mengabulkan permintaan iblis.

Begitulah cikal bakal mengapa iblis menjadi hantu yang terus-menerus mengintai manusia untuk dijebak dan diperdaya menjadi temannya di neraka kelak. Paling tidak, menurut Ibn Qayyim Al Jawziyyah (Islam Aktual, Jalaluddin Rakhmat), salah satu ulama besar, ada tujuh strategi iblis menjebak manusia.

Pertama, iblis menawarkan kekufuran, mengajak orang untuk menolak agama, eksistensi Tuhan, risalah para Rasul, dan kebenaran Kitab Suci. Agama diajarkan sebagai keterbelakangan dan agnotisisme dianggap sebagai pertanda kemajuan. Lihat, bukankah bangsa-bangsa yang modern tidak peduli pada agama. Dengan meninggalkan iman Kristen, orang-orang Barat melejit dalam sains dan teknologi.

Manusia modern adalah manusia yang rasional, sekuler dan individual, sedangkan agama menyebabkan manusia irasional, dogmatis dan diperbudak. “Tuhan sudah mati,” kata Friedrich Nietzsche. Dengan menyerahkan diri Anda kepada aturan agama, maka Anda tidak otentik lagi, demikian filosof-filosof eksistensialis berujar.

Agama adalah neurosis universal, kata Sigmund Freud. Akhirnya, agama tak lebih dari sekadar candu yang diberikan oleh kaum borjuis untuk meninabobokan kaum proletar, kata Karl Marx.

Boleh jadi yang diragukan adalah kerasulan. seorang mahasiswa, seorang dosen, seorang wartawan menyatakan bahwa dirinya tidak ingin melakukan shalat. “Soalnya, saya ingin beragama menurut cara saya sendiri. Mengapa saya harus diatur oleh Nabi Muhammad,” katanya. Mereka tak yakin akan perlunya utusan Allah, dengan bangga dia menunjuk Newton sebagai contoh. Katanya, Newton sembahyang di gereja, ketika semua orang meninggalkan gereja. Dia ingin beragama tanpa harus diatur oleh doktrin-doktrin gereja. Itulah jebakan rasional iblis untuk meninggalkan agama.

Bila jebakan pertama gagal, iblis merancang jebakan kedua. Anda tetap beragama dan meyakini kerasulan, tetapi Anda ditawari bid’ah. Dalam definisi Ibn Qayyim, bid’ah adalah segala hal yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah saw, baik dalam ibadah maupun diluar ibadah.

Nabi mengajarkan sikap saling menghormati ketika terjadi silang pendapat. Ini sunah, kita sering memutlakan pendapat kita dan mengkafirkan orang yang tidak sefaham dengan kita. Ini bid’ah. Termasuk bid’ah adalah memperbudak istri, karena menurut Aisyah, Rasulullah berkhidmat kepada istri-istrinya, juga dalam berbisnis, karena Nabi mengajarkan sikap amanah, juga malas mencari ilmu, karena Nabi memuji para pencari ilmu.

Bila Anda berhasil menolak semua bid’ah itu, iblis menjebak Anda dengan jebakan ketiga, yaitu lewat dosa-dosa besar, alkaba’ir. Anda ditawari zina, korupsi, merampas hak orang lain, atau durhaka kepada orangtua. Iblis akan menyebut zina sebagai sistem pergaulan masa kini, korupsi sebagai keterampilan mengatur angka, merampok sebagai membantu rakyat kecil, dan durhaka kepada orangtua sebagai nasihat baik seorang anak.

Biasanya dosa-dosa besar itu diajarkan secara berangsur-angsur juga. Karena itu, al-Quran tidak hanya melarang zina tapi juga bahkan melarang mendekatinya, suatu sikap antisipatif sekaligus preventif. Anda mula-mula disuguhi kenyamanan berduaan dengan bukan muhrim, kemudian sentuhan-sentuhan kecil, lalu mencari tempat sepi, dan seterusnya. Korupsi akan dimulai dari komisi, upeti, sampai pada pemalsuan dan mark up anggaran.

Katalanlah Anda tidak mau melakukan dosa besar, iblis akan datang dengan jebakan keempat, menawarkan dosa-dosa kecil. Dengan halus ia berkata: Berbuat dosa itu manusiawi. Anda malaikat kalau tidak pernah berbuat dosa. Lagi pula, bukankah Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Allah ampuni dosa-dosa kecil, selama Anda meninggalkan dosa-dosa besar.

Yang dilupakan oleh iblis dan orang-orang yang rawan iblis adalah sabda Nabi: “Jangan meremehkan dosa, karena dosa-dosa kecil akan menjadi besar bila orang menghimpunnya.” Ali bin Abi Thalib berkata, “Dosa paling besar adalah dosa yang dianggap kecil oleh pelakunya.”

Jebakan kelima didesain iblis bila Anda juga berhasil menghindarkan dosa-dosa kecil. Iblis akan menyibukkan Anda untuk melakukan hal-hal yang mubah sehingga Anda melalaikan berbagai kewajiban Anda. Senam pagi itu mubah, boleh-boleh saja. Tetapi bila senam pagi menyebabkan Anda tidak dapat melayani masyarakat, padahal tugas Anda adalah sebagai PNS, maka Anda jatuh pada jebakan iblis. Begitu pula ibu-ibu yang aktif di luar, sehingga rumah tangganya terlantar, atau mahasiswa asyik main catur sehingga lupa mengerjakan tugas-tugas perkuliahan.

Jebakan keenam lebih canggih lagi. Iblis menawarkan Anda dengan ibadah-ibadah yang utama, tetapi melalaikan Anda dari hal-hal yang lebih utama. Kedengarannya sulit. Berzikir itu utama. Bila Anda sibuk berzikir, membersihkan diri atau tafakur di sudut rumah Anda, lalu Anda mengabaikan masalah-masalah sosial, maka Anda melupakan hal yang lebih utama. Kita jatuh pada jebakan keenam, ketika kita meributkan perbedaan kecil dalam ibadah dan melupakan kualitas ekonomi kita, juga ketika kita mengeraskan talqin dan melupakan orang lain yang terganggu.

Jebakan ketujuh yang paling canggih, khususnya untuk orang-orang takwa. Iblis akan mengerahkan bala tentaranya, jin dan manusia untuk menyakitinya. Orang saleh itu akan difitnah, dicaci maki, diganggu dengan lisan atau tindakan kebenaran ajarannya akan disebut dusta, kebersihan pribadinya akan dianggap skandal, dan nasihatnya akan diperlakukan sebagai tindakan subversif atau meresahkan masyarakat.

Nasihat Ibn Qayyim ini benar adanya, ia mengingatkan kita pada firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Dan siapa yang menuruti langkah-langkah setan, sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan kesalahan. Dan kalau tiada kemurahan Allah dan kasih sayang-Nya kepadamu, maka untuk selamanya tiada seorang pun diantara kamu yang bersih (suci), tetapi Allah menyucikan orang-orang yang disukai-Nya, dan Allah itu Maha Mendengar dan Mengetahui.” [QS an-Nuur (24):21]

Begitulah sekilas tentang iblis dan antek-anteknya yang senantiasa mencari kader-kader yang bisa dijerumuskan ke neraka. Semoga kita termasuk orang yang mampu mengatasi jebakan-jebakan manis iblis, setan, dedemit, dan bala tentaranya. Puasa adalah salah satu perisai paling ampuh guna menghadapi jebakan-jebakan iblis…!

djony edward

djonyedward@yahoo.com

Nama-Nama Anggota/Mantan Anggota DPR Yang Menjadi Tersangka

Anggota/Mantan Anggota DPR tersangka kasus dugaan suap pemilihan DGS BI Miranda Goeltom

Jakarta, HMINEWS.COM- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan tersangka baru terkait kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom. Total jumlah tersangka kali ini lebih dari 20 orang, dan sebagian besar politisi atau mantan politisi Senayan.

“Ada 26 tersangka, ,” kata Wakil Ketua KPK M Jasin saat dihubungi wartawan, Rabu (1/9/2010).

Mereka  ditetapkan KPK menjadi tersangka dimana mereka dijerat dengan pasal 5 ayat 2 jo pasal 5 ayat 1 huruf a dan b atau pasal 11 UU No 19 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kasus dugaan suap Miranda pada 2004 lalu ini, sudah menyeret beberapa nama menjadi terpidana antara lain, politisi PPP Endin AJ Soefihara, politisi PDIP Dudhie Makmun Murod, dan politisi Golkar Hamka Yandhu. Sebelumnya terkait kasus ini KPK juga telah memeriksa sejumlah nama sebagai saksi, mulai dari Miranda, politisi PDIP Panda Nababan, politisi Golkar Paskah Suzetta, politisi PDIP Max Moein, Agus Condro, istri politisi PKS Adang Daradjatun, Nunun Nurbaeti.

Kasus ini mencuat karena adanya pengaduan dari mantan politisi PDIP Agus Condro ke KPK. Dia mengaku mendapat cek pelawat senilai Rp 500 juta untuk memilih Miranda. Agus pun sudah diperiksa dan sudah bersaksi di persidangan.Di antara 26 tersangka baru suap cek perjalanan pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia, santer beredar nama politisi PDIP berinisial PN.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan sabagaiamana yang dilaporkan detik.com, bahwa nama  inisial  para tersangka kasus dugaan suap pemilihan Miranda itu adalah sebagai berikut:

1. Max Moein (mantan anggota FPDIP)
2. Agus Prayitno Condro (mantan anggota FPDIP)
3. Daniel Tandjung, (mantan anggota FPPP)
4. Panda Nababan, (anggota FPDIP)
5. Pazkah Susetta, (mantan anggota FPG/mantan Kepala Bapenas)
6. Poltak Sitorus, (mantan anggota FPDIP)
7. Anthony Zeidra Abidin, (mantan anggota FPG)
8. Willem Tutuarima, (mantan anggota FPDIP)
9. Ahmad Hafiz Zawawi ((mantan anggota FPG)
10. Marthin Bria Seran (mantan anggota FPG)
11. Bobby Suhadirman (mantan anggota FPG)
12. Rusman Lumbantoruan (mantan anggota FPDIP)
13. Muhammad Nurlif (mantan anggota FPG/ Anggota BPK)
14. Asep Ruchimat Sudjana (mantan anggota FPDIP)
15. Kamarullah (mantan anggota FPG)
16. Baharuddin Aritonang (mantan anggota FPG/mantan anggota BPK)
17. Henky Baramuli (mantan anggota FPG)
18. Sofyan Usman (mantan anggota FPPP)
19. Engelina Patiasina (mantan anggota FPDIP)
20. M Iqbal (mantan anggota FPPP)
21. Budiningsih (mantan anggota FPDIP)
22. Jefri Tongas (mantan anggota FPDIP)
23. Ni Luh Mariani (mantan anggota FPDIP)
24. Sutanti Pranoto (mantan anggota FPDIP)
25. Soewarni (mantan anggota FPDIP)
26. Marheos Pormes (mantan anggota FPDIP)

[]detik/ham

Sikap Tegas SBY Ditentukan Malam Ini

Sikap Tegas SBY Ditentukan Malam Ini

Jakarta, HMINEWS.COM- Keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyampaikan sikap resminya terkait insiden penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh Polisi Diraja Malaysia pada Rabu (1/9/2010) malam di Markas Besar TNI Cilangkap dilatarbelakangi tak kunjung dibalasnya surat yang dilayangkan kepada PM Malaysia Najib Tun Razak beberapa waktu lalu.

Sesungguhnya Pemerintah Indonesia menunggu jawaban resmi dalam bentuk surat tertulis dari PM Malaysia atas surat yang dikirim Presiden SBY beberapa waktu lalu. Namun, karena sampai saat ini surat jawaban belum diterima, diputuskan kami akan mengirimkan suatu pesan dengan bahasa yang jelas dan terang, khususnya kepada pihak Malaysia. Sikap Pemerintah Indonesia itu yang akan disampaikan nanti malam,” ujar Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha ketika menghubungi Kompas.com, Rabu (1/9/2010) siang.

Julian mengatakan, tak ada pesan khusus terkait dipilihnya lokasi Mabes TNI Cilangkap sebagai tempat Presiden berpidato. []Rima

Tahun Depan, Menteri BUMN Obral Bandara Soekarno-Hatta

Kita cari cara pengelolaan bandara dengan mencari investasi yang besar untuk meningkatkan bandara Soekarno-Hatta," kata Mustafa

Jakarta, HMINEWS.COM-  Rencana Menteri BUMN Mustafa Abubakar mencari  investor asing untuk ‘’membeli’’ bandara Soekarno-Hatta dikecam banyak pihak sebagai tindakan berkhianat kepada rakyat dan konstitusi.

Ekonom UI Prof Sri Edi Swasono melihat, dengan rencana Meneg BUMN itu, telah terjadi pengambilalihan diam-diam, silent take over atas aset negara. ‘’Kalau Meneg BUMN nekad, maka sebelum diobral dan dikelola asing ganti dulu nama airport kita dengan nama ‘SBY-Budiono’. Ganti dulu nama indonesia dengan Nederlansch-Indie, ganti pula nama TNI dengan KNIL,’’ kata.Sri Edi Swasono, menantu Bung Hatta..

’Amit-amit nekad bener SBY-Boed ini, sampai semua diobral ke asing. Udah gitu Ketua MPR Taufik Kemas bilang ngggak ada neoliberalisme di Indonesia,’’imbuh pengamat Nehemia Lawalata, mantan sekretaris politik Prof Sumitro Djojohadikusumo.

Mustafa Abu Bakar, Menneg BUMN yang ngotot privatisasi bandara nasional itu menuturkan,’’ Modal asing berpeluang Kelola Soekarno-Hatta (Media Indonesia, Selasa (31/8)

Pengamat ekonomi-politik Nehemia Lawalata usul,’’ Bagaimana kalau negara ini sekalian dikelola asing, ya Pak menteri? Gak usah capek-capk, langsung aja cKementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berniat membahas opsi pengelolaan Bandara Soekarno-Hatta dengan menggandeng pihak asing. Rencana ini paling cepat bisa diterapkan tahun depan. Obral. Edan semua,’’katanya.

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli mengingatkan pemerintah bahwa kasus penjualan Indosat, penjualan PT Dirgantara Indonesia dan terakhir rencana penjualan bandara Soekarno-Hatta itu, merupakan pengkhianatan terhadap masyarakat, sejarah bangsa dan konstitusinya.

”Makanya ada pernyataan dari banyak kalangan, kalau Bandara Soekarno-Hatta mau dijual, diprivatisasi, sebaiknya bandara yang dijual bagian mana? Ganti dulu nama Soekarno-Hatta menjadi SBY-Boediono, sebab itu berkhianat pada konstitusi, pada rakyat kita sendiri,’’ imbuh  Nehemia. [] Rima/dni

Usut Korupsi IT KPU

Nasrudin Dibunuh Saat Antasari Usut Kasus IT KPU, Mengapa?

Jakarta, HMINEWS.COM- Sejumlah pihak mempertanyakan, mengapa penangkapan Antasari berbarengan dengan pengusutan skandal IT KPU yang sedang dilakukannya? Apakah ada konspirasi di balik semua ini? Sebelumnya, mantan Ketua KPK Antasari Azhar sendiri pernah mengatakan saat terjadinya kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasruddin Zulkarnaen, dirinya tengah menangani kasus dugaan korupsi pengadaan IT KPU.

“Perlu saya sampaikan, bahwa saya sebagai Ketua KPK pada waktu itu yakni pada kurun waktu November 2008 sampai dengan April 2009 memiliki tugas yang ekstra berat. Banyak kasus-kasus strategis yang sedang dilakukan penyelidikan tentang dugaan adanya kasus korupsi. Di antaranya pengadaan IT KPU, pengaturan upah pungut di pusat maupun di daerah. Serta kasus Masaro proyek SKRT yang kemudian bergulir menjadi adsanya upaya penyuapan pada tubuh KPK,” paparnya saat membacakan pledoi di Pengadilan Jakarta Selatan, Kamis (28/1).

Sebelumnya, Antasari Azhar dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) dengan hukuman mati karena dianggap terbukti terlibat dalam kasus pembunuhan Nasruddin. “Hampir sebagian besar waktu saya terfokus untuk melaksanakan tugas negara yang diembankan kepada saya selaku ketua KPK yang saat itu Indonesia dapat memperbaiki citra dan kepercayaan di kalangan pelaku bisnis internasional dalam rangka menarik investasi asing untuk pembangunan ekonomi nasional,” katanya.

Dimana fakta-fakta baru tersebut, sambungya, mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki kaitan dengan hilangnya nyawa Nasrudin. Sehingga apa yang didakwakan oleh penuntut umum adalah sangat sumir dan terkesan sangat dipaksakan. Begitu pula, kata dia, tuntutan penuntut umum yang disusun dengan mengenyampingkan atau tidak memuat dan tidak mempertimbangkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan secara utuh, hanya demi untuk mencapai tuntutan yang maksimal.

“Bukannya tuntutan untuk menegakkan keadilan sesuai dengan prinsip untuk keadilan. Dengan demikian tuntutan penuntut umum tidak memenuhi asas kebenaran materiil yang harus dipenuhi untuk menjatuhkan pidana,” imbuhnya. []Rima/ham

Hari Internasional Al-Quds : Dunia Tanpa Zionisme, Dunia Tanpa Apartheid

seorang demontran alquds menagis sambil memegang gambar tokoh Imam Khomeini (tovanphotograph.blogspot.com)

HMINEWS.COM- “Hari Al-Quds” atau resminya “Hari Internasional Al-Quds” adalah peristiwa tahunan pada setiap Jumat terakhir bulan Ramadhan. Pada hari itu, masyarakat anti-penindasan di seluruh dunia diseru untuk mengekspresikan penentangan mereka terhadap segala bentuk penjajahan dan penindasan, khususnya yang diterapkan rezim Zionis Israel, dan solidaritas mereka bagi kaum yang tertindas, khususnya bagi bangsa Palestina.

Dimana hari Internasional Al-Quds” pertama kali dicetuskan pada Agustus 1979 oleh Ayatullah Ruhullah Khomeini. Sejak saat itu hingga kini, pada setiap Jumat terakhir bulan Ramadhan, aksi-aksi unjuk rasa massal menentang Zionisme dilangsungkan di sejumlah kawasan di dunia; di antaranya, Iran, Irak, Lebanon, Pakistan, Bangladesh, Suriah, Palestina (Gaza dan Tepi Barat), Amerika Serikat (Arizona, Houston, Seattle, dan Washington D.C.), Kanada (Toronto), Inggris (London), Swedia (Malmo) Afrika Selatan, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan banyak lagi

Untuk tahun 2010, Voice of Palestine akan memperingati Hari Internasional Al-Quds dengan tema, “Dunia Tanpa Zionisme, Dunia Tanpa Apartheid.

Bagi kami, rezim Zionis Israel adalah rezim Apartheid seperti halnya rezim Apartheid kulit putih di Afrika Selatan dulu, dan bahkan lebih buruk.

Dalam International Convention on the Suppression and Punishment of the Crime of Apartheid, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendefinisikan Apartheid sebagai, “Sebuah sistem yang menjalankan pemisahan dan diskriminasi rasial yang terlembagakan dalam tujuan mengekalkan penjajahan satu kelompok ras tertentu terhadap kelompok yang lain…”

Berikut sebagian kecil praktik-praktik Apartheid rezim Zionis di Palestina:

Di Tepi Barat, orang-orang Palestina dilarang menggunakan jaringan jalan yang diperuntukkan khusus bagi para pemukim ilegal Israel.

Orang Palestina di Wilayah Pendudukan menjalani hidup di bawah hukum militer yang sewaktu-waktu bisa menghadapi ancaman penahanan dan pemenjaraan tanpa tuduhan. Sedangkan pemukim illegal Israel hidup di bawah hukum sipil

Jumlah pemukiman ilegal Israel bisa terus bertambah. Sementara itu, puluhan ribu rumah warga Palestina secara konstan terus dihancurkan, sehingga melahirkan ribuan keluarga tunawisma.

Melihat kenyataan seperti di atas, Mantan Presiden AS Jimmy Carter dalam bukunya “Palestine, Peace without Apartheid” menulis, “Ini adalah contoh terburuk dari Apartheid, bahkan daripada apa yang pernah kita saksikan di Afrika Selatan.

Jika dulu warga dunia berkata tidak untuk rezim Apartheid kulit putih di Afrika Selatan, maka katakanlah “tidak” juga kepada rezim Apartheid Zionisme di Tanah Historis Palestina.

Hari Al-Quds adalah kesempatan yang paling tepat untuk berkata “tidak”: mengekspresikan penentangan dan penolakan terhadap rezim yang menciptakan sistem dan praktik Apartheid. Hari itu juga merupakan kesempatan untuk menyampaikan solidaritas kita kepada orang-orang tertindas dari Palestina, Irak, Afghanistan, hingga di negeri kita sendiri,Indonesia.