Selama Kepemimpinan SBY, 300 Bencana Menimpa Negeri ini. Apakah ini Akan Terus Berlanjut?

Ridwan Saidi, Mantan Ketua PB HMI

HMINEWS.COM- Sejak tahun 2004 hingga sekarang,  negeri ini selalu mengalami bencana yag bertubi-tubi. Setidaknya tercatat ada sekitar 300 bencana alam yang melanda negeri ini. Dimana bencana ini terjadi dibawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Budayawan Betawi, Ridwan Saidi, bencana alam yang sambung menyambung terjadi di Indonesia, tak lepas dari masa kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Tercatat ada 300 bencana terjadi, sejak SBY dilantik menjadi Presiden pada 2004 silam,” ujar Ridwan Saidi dalam diskusi bukunya berjudul “Bencana Bersama SBY”, di Doekoen Cafe Jalan Raya Pasar Minggu, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu ( 31/10/2010 ).

Menurut Ridwan, bencana yang terjadi tak berselang lama setelah SBY dilantik adalah kecelakaan beruntun yang terjadi pada 17 November 2004 saat konvoi presiden. “Sebelumnya SBY bilang akan tidur di Istana, eh hanya beberapa hari saja di Istana, saat kembali ke Cikeas malah menyebabkan bencana. 6 orang tewas, 10 orang luka-luka karena konvoi presiden,” ujarnya.

Tahun 2005, tercatat gempa tsunami di Aceh dan sekitarnya, hampir setengah juta korban tewas, begitu juga korban luka dan kerugian materiil lainnya. Menurut Ridwan, tak berhenti disini, rentetan bencana kembali menguji sampai bencana di Wasior, Gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, dan meletusnya gunung Merapi.

Ridwan juga mempertanyakan mengapa banyak bencana yang terjadi dalam era kepemimpinan SBY. “Godaan politis untuk mengilmiahkan bencana tersebut pada akhirnya sering jatuh kepada enggannya pemerintah memberikan fokus yang besar,” kata Ridwan.

Dalam perspektif rasional saat ini, gambaran banyaknya kejadian buruk atau malapetaka bisa dikarenakan minimnya kapasitas dari orang yang diberikan tanggung jawab untuk mengatur. “Tak memiliki ide, minim kemampuan, atau memang rendahnya kredibilitas. Keterpaduan hal tersebut hanya akan membawa bangsa ini rawan dari berbagai macam bencana,” katanya.

Dengan kelihaian bersilat lidah, menurut Ridwan, bencana berakhir pada sebuah pembenaran. “Padahal bisa jadi rangkaian bencana diselimuti faktor-faktor lain yang tidak bisa dijelaskan secara kalkulatif matematis,” katanya.

Kata Ridwan, menurut istilah barat penjelasan non kalkulatif ini dinamakan jinx, yakni sebuah istilah yang menganggap orang atau sesuatu yang selalu membawa alamat buruk atau sial. Mungkin terpilihnya SBY sebagai presiden yang dipilih pertama oleh rakyat menggaet hati rakyat. Namun, faktanya banyak bencana yang mengiringi masa kepemimpinannya menimbulkan isyarat bahwa mungkin alam Indonesia tak bisa bersahabat dengan SBY.[]kompas/dni

Mengapa Anggota DPR Fraksi PKS Ngotot Ke Luar Negeri?

Wakil Ketua DPR, Anis Matta

HMINEWS.COM- Mengapa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak peka kepada para korban bencana alam? Mengapa PKS tidak melarang kadernya ke luar negeri dengan alasan studi banding ditengah deraan  petaka?

”Mestinya, PKS dengan simbol dan semboyan bersih dan  perduli,  lebih komit kepada  para korban bencana, ketimbang  membiarkan kadernya di DPR studi banding ke luar negeri. Ingat bahwa Gerindra dan Golkar melarang kadernya ke luar negeri karena jadi isu sensitif dan eksplosifi. PKS bisa menabung public trust dengan larangan bagi kadernya untuk studi banding,” kata Herdi Sahrasad, seorang analis politik dari PSIK Paramadina

Sejauh ini, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq tidak melarang kadernya yang di DPR RI untuk melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

Menurutnya, itu sudah menjadi tugas DPR dan tidak ada unsur pelanggaran UU di dalamnya. “Perlu belajar dari negara lain yang lebih maju dan baik agar dalam penyusunan undang-undang dapat mengadopsi hal-hal yang positif untuk kemajuan bangsa,” kata Lutfhi di status Facebook PKS, Minggu (31/10/2010).

Menurutnya, dia tidak menutup mata terhadap prakter kunker yang disalah gunakan. Banyak yang melakukan kunker tapi justru dijadikan ajang jalan-jalan.

Menurutnya, praktek penyalahgunaan inilah yang harus dihilangi. “Ini yang harus diperbaiki. Bukan melarang kunjungan ke luar negerinya,” katanya. Lanjutnya lagi, walau banyak bencana yang terjadi, tapi bukan berarti kunker ke luar negeri ditiadakan.

Belakangan ini, isu Kunker anggota DPR RI, menjadi sangat kontroversi. Banyak masyarakat yang menilai bahwa anggota DPR tidak sensitif karena melakukan kunker ke luar negeri di saat banyak bencana di dalam negeri. []rima/dni

Amien Rais: Kita Seperti Bangsa Dungu dan Agak Tolol

Amien Rais

HMINEWS.COM- Rencana penjualan saham BUMN Kratau Steel yang ditenggarai penuh dengan misteri mendapat perlawanan keras dat Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN Amien Rais. Amien melalui  partainya segera meledakkan kasus penjualan saham Krakatau Steel dengan harga murah ke pihak asing.

PAN, kata Amien, telah memiliki data-data terkait skandal tersebut. “PAN punya data Krakatau Steel lengkap. Selengkap (data mengenai) Bank Century,” kata Amien di sela-sela pelantikan pengurus DPW PAN Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (31/10/2010) di Yogyakarta.

Dikatakan Amien, data-data tersebut berada di tangan Wakil Ketua Umum PAN Drajad Wibowo. Jika penjualan saham tersebut berlangsung, Amien berpendapat, hal ini akan merugikan bangsa serta memperkaya bangsa asing. “Ini seperti Indosat. Dulu, (saham) Indosat dijual satu perlima dari harga sesungguhnya. Indosat diambil Singapura. Kita seperti bangsa dungu, bangsa yang agak tolol,” katanya.

Drajad, ketika dikonfirmasi, mengatakan, PAN akan mempertanyakan secara kritis terkait rencana penjualan saham tersebut, termasuk rumusan penentuan harga.

Drajad menilai, rencana ini tidak transparan. Ketika didesak kapan politisi PAN tersebut akan mengungkapkan data-data yang dimilikinya, Drajad tak menjawab tegas. “Saya akan konsultasikan dengan Pak Amien. Perintahnya baru tadi diumumkan,” katanya.[]kompas/dni

Prancis Perlu Belajar Pada Kanada Soal Debat Burqa

Prancis Perlu Belajar Pada Kanada Soal Debat Burqa

Elsa Rizkallah
Montreal, Kanada
– Saat kontroversi tentang burqa terus menjadi berita utama di Prancis, ada baiknya membahas apa yang bisa Prancis pelajari dari Kanada, yang telah mendamaikan kebebasan beragama dengan keamanan nasional dan hak-hak perempuan.

Undang-undang yang melarang burqa – busana yang menutupi seluruh tubuh, kepala dan muka perempuan – dibuat dalam konteks rasa tidak aman pasca peristiwa 11 September. Amerika Serikat, Prancis, Inggris dan Kanada, meningkatkan kewaspadaan atas keamanan nasional – yang juga berbuntut pada kewaspadaan terhadap kelompok agama dari mana para penyerang 11 September mengaku berasal.

Namun, banyak orang percaya bahwa undang-undang ini juga membatasi kebebasan berkeyakinan dan beragama kaum Muslim. Toh, kebebasan mengenakan burqa dilindungi oleh Konstitusi Prancis dalam pembukaannya. Pasal pertamanya menyatakan: “Prancis harus menjadi sebuah Republik sosial, demokratis, sekuler yang bersatu. Prancis harus menjamin kesetaraan semua warga negara di hadapan hukum, tanpa membeda-bedakan asal-usul, ras atau agama. Prancis harus menghormati semua keyakinan.” Senada dengan itu, Piagam Hak-Hak Asasi dan Kebebasan dalam konstitusi Kanada menyebutkan: “Setiap orang mempunyai kebebasan-kebebasan asasi berikut: (a) kebebasan berpandangan hidup dan beragama; (b) kebebasan berpikir, berkeyakinan, berpendapat dan berekspresi….’’

Lantas bagaimana sebuah negara bisa menyelaraskan nilai-nilai agama warganya dan pelarangannya terhadap ekspresi keberagamaan tertentu?

Apa yang mungkin tak dipahami oleh sebagian orang adalah bahwa menerapkan suatu undang-undang yang melarang burqa tidaklah bisa menghalangi seorang perempuan untuk mengenakannya; itu hanya berarti ia tak bisa lagi mengenakannya di luar rumah. Namun, pelarangan itu terkait dengan masalah yang lebih besar – terisolasinya para perempuan Muslim. Tak memberi hak perempuan Muslim untuk mengekspresikan kebebasan berkeyakinan dan beragama seperti yang mereka inginkan, hanya akan menambah perasaan terisolasi mereka.

Jadi, meskipun tujuan undang-undang pelarangan burqa di Prancis adalah untuk mendorong kesetaraan jender, keamanan dan nilai-nilai Republik Prancis, namun dengan adanya pelarangan tersebut Prancis sebetulnya tengah membatasi keragaman.

Kanada punya sejarah menerapkan “penyesuaian wajar” (reasonable accommodation) menyangkut semua praktik agama dan budaya, yang berarti bahwa penyesuaian diberlakukan pada kalangan minoritas tapi dalam batas-batas yang pantas. “Penyesuaian wajar”, yang bermula dari sebuah undang-undang buruh tahun 1985, untuk menjamin norma-norma di tempat kerja atau masyarakat tetap fleksibel demi menghindari praktik-praktik diskriminasi. Tujuan utama dari penyesuaian wajar ini adalah untuk memberi masyarakat rasa aman dan kedamaian, sementara pada yang sama menghargai dan memahami keragamannya.

Di provinsi Quebec, misalnya, pemerintah provinsi mengizinkan perempuan mengenakan burqa di muka umum, tapi menuntut para perempuan ini untuk membuat sejumlah penyesuaian, misalnya menampakkan wajah mereka dalam foto yang ditempel di kartu asuransi kesehatan.

Semakin kita bisa mengerti perbedaan-perbedaan ini, semakin mampu kita melindungi apa yang menjadi alasan utama para imigran untuk berimigrasi, yakni agar bisa hidup dalam masyarakat yang demokratis yang menghargai kebebasan berbicara dan beragama. Dalam masyarakat inilah, kemudian, para perempuan Muslim harus dilihat sebagai para individu, sejajar dengan yang lain.

Solusi di Prancis mestinya bukan menerapkan undang-undang yang melarang pengenaan burqa, tapi mencari bentuk penyesuaian yang wajar antara persyaratan layanan publik dan kebebasan beragama warganegara untuk menciptakan ikatan sosial yang kuat.

Sebelum buru-buru bersidang untuk mengeluarkan larangan semacam itu, para anggota legislatif mestinya bertemu dulu dengan perwakilan berbagai budaya dan tradisi agama untuk mencoba memahami asal-asul tradisi-tradisi ini – juga manifestasi-manifestasi baru mereka. Tentu, pendekatan ini akan lebih mengakomodir Muslim dalam masyarakat Prancis yang demokratis.

Pada akhirnya, tujuan dialog semacam itu adalah menjamin keamanan dan kesetaraan semua orang dan mencegah timbulnya kebencian dan konflik – semacam sebuah kontrak sosial baru.

###

* Elsa Rizkallah adalah mahasiswi Bar School of Montreal, dan menulis artikel untuk Lex Hebdo, yang diterbitkan Public Law Research Center, University of Montreal. Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews).

Skandal Korupsi Krakatau Steel Lebih Besar di Bandingkan Skandal Century

Amin Rais

HMINEWS.COM- Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais memerintahkan Fraksi PAN di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk segera membongkar kasus dugaan korupsi yang lebih besar dari kasus PT Bank Century Tbk, yakni PT Krakatau Steel.

“Kami akan segera ledakkan kasus ini ke publik, bagaimana bisa saham Krakatau Steel (BUMN) dijual begitu murah, pasti ada sesuatu di balik itu semua,” kata Amien usai melantik kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2010-2015 di Asrama Haji, Yogyakarta, Minggu 31 Oktober 2010

Menurut dia, penjualan saham Krakatau Steel yang relatif murah akan merugikan bagi bangsa Indonesia. “Kalau itu terjadi lagi akan seperti Indosat yang akhirnya dimiliki oleh asing (Singapura). Jelas itu sangat merugikan, karena itu aset berharga,” ujar Mantan Ketua MPR itu.

Amien menegaskan agar Fraksi PAN di DPR segera membongkar kasus tersebut. Dugaan korupsinya cukup besar, belum lagi kerugian negara yang begitu besar. “Ini aset berharga bagi generasi penerus. Kami sudah punya data lengkap dari kasus Krakatau Steel dan siap diungkap ke DPR,” tuturnya.

Ia juga meminta agar nantinya jika kasus tersebut terkuak, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk segera mengusut kasus tersebut secara tuntas. “Ini dugaan korupsinya jauh lebih besar dari kasus Century. Jangan sampai kehilangan aset berharga untuk kedua kalinya,” tutur dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo menegaskan akan secepatnya membongkar kasus tersebut ke publik melalui fraksi PAN di DPR. “Kami sudah dapat instruksi dari pak Amien Rais. Tidak hanya itu, kita juga  telah memiliki data selengkap data kasus Century,” ujarnya.

Namun saat ditanyakan mengenai data yang dimilikinya itu, Dradjad menolak untuk menungkapkan saat ini. “Sebaiknya ditanyakan dulu ke Menteri BUMN, kenapa saham Krakatau Steal dijual murah,” ujarnya.[]viva/dni

Bung, Kembalikan Dipo 16 pada Pemiliknya!

Diponegoro 16

Oleh : Kanda Taufiq Ismail

HMINEWS.COM- Keponakan saya terdiam sebentar, lalu katanya; Asyik juga oom, kalau organisasi mahasiswa punya kantor semacam ABIM itu. Ya, apakagi karena itu sudah milik sendiri. Tidak seperti PB HMI sudah 40 tahun (56 Tahun) lamanya menikmati pemakaian rumah yang jadi kantornya didaerah Menteng di Jalan. Diponegoro 16 itu.

Lho,  maksud oom, Diponegoro 16 itu bukan milik HMI?

Bukan milik HMI. Pada tahun 50-an ada keluarga industrialis tekstil pemilik pabrik Relatex yang juga dermawan Islam, yaitu keluarga Rahman Tamin yang terkenal itu meminjamkan pada HMI rumah milik mereka pada PB HMI untuk dipakai kantor. Tidak mengontdak segala macam. Demikian simpatinya mereka pada perjuangan HMI.

Nah, walaupun sudah luar biasa terlambat yaitu lebih 5 windu lamanya, sekarang inilah saatnya KAHMI yang anggotanya banyak dan sudah memiliki kekuatan finansial itu secara kolektif membuatkan sebuah kantor baru bagi PB HMI dan menyerahkan kembali Diponegoro 16 itu kepada pemiliknya aslinya. Tentulah sangat pantas bila diiringin ucapan maaf dan terimakasih yang dalam. Tak usahlah jadi prioritas kini bikin sekolah atau universitas. KAHMI bikinkan kantor dululah untuk PB HMI” kataku.

Apa alumni HMI mampu? tanyanya

Aku yakin mampu Insya Allah. Sebab Alumni dari organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia, betapa malu kalau tidak mampu. Cuma mesti ada yang bisa menemukan kiat atau cara memobilisasi gairah besar ini. Gerakkan hati mereka itu, hati alumni yang begitu banyak yang sudah jadi tokoh bisnis swasta atau BUMN, Bankir, Konsultan, Pengusaha real estate, industrialis, tokoh manufaktur, pengacara, insyinyur, arsitek, dokter, wartawan, duta besar, diplomat, pendidik, guru besar, dosen, rektor, dekan, ulama, pemikir, anggota DPR, LSM, menteri, sekjen, dirjen, politikus, jaksa, hakim, pengacara, psikolog, pekerja sosial, yang jumlahnya sudah beberapa puluh ribu orang itu. Harus ada yang bisa menemukan kiat menggerakkan mereka itu, potensi sebesar gergasi itu, kataku.

Wah oom, sebagai anggota HMI aku setuju betul gagasan ini. PB HMI jangan sama sekali berpikir untuk minta pula uang pindah keluar dari Dipo 16, karena itu jelas bukan cara orang muslim dan tidak bernapaskan Islam. Itu diluar akhlak orang Mukmin. HMI tentu harus sangat-sangat berterima kasih sudah segitu lama dipinjami rumah didaerah Menteng tanpa menyewa. Coba kalau mengontrak berapa? Empat Puluh tahun itu 480 bulan (56 tahun hingga saat ini, red). Kalau sebulanya 2.000 Dollar atau 4 juta rupiah, jadi 40 tahun sudah 1,9 milyar HMI disubsidi pemilik rumah. Wah!” teriak keponakan saya, terkejut sendiri sesudah menghitung jumlah yang sangat besar itu.

Kalau begitu hal ini harus dipikirkan serius oleh KAHMI, juga oleh ketua-ketua PB HMI dari sekuruh Periode. Mereka bisa kumpul nggak. oom, membicarakan ini? Wah berat lho, karena semuanya ikut menyangga beban tanggung jawab, sebelum kita bersama kelak repot di akhirat, oom.” lanjutnya lagi penuh semangat.

Kali ini kita harap KAHMI bukan cuma bayang-bayang,” kataku pila. “Tapi kalau dia memang tidak mampu membuat sesuatu yang kongkret dapat dipegang tangan seperti membangun 200 sekolah, sebuah universitas, atau minimum membangun sebuah kantor baru untuk HMI dan secara terhormat mengembalikan Diponegoro 16 kepada pemiliknya sesudah 40 (56) tahun lebih memakainya secara gratis, maka memang para alumni atau KAHMI cuma bayang-bayang saja dari kehebatan sejarah perjuangannya di zaman revolusi dan kebangkitan 1966 dahulu itu.”

Demikianlah kami berdua mengakhiri sbuah percakapan panjang menjelang buka puasa Ramadhan yang lalu.

Taufiq Ismail, “KAHMI bukan hanya Bayang-bayang,” Republika, 24 Maret 1994

Pa Beye Desak Rusia Tekan Israel

Presiden SBY Meminta Rusia Tekan Israel

HMINEWS.COM- Demi terciptanya perdamaian di semenanjung Korea, Presiden Susilo Bambang Yudhoyonomeminta Rusia untuk  dapat mendorong keberhasilan pertemuan negara enam pihak untuk meredakan ketegangan di kawasan Semenanjung Korea. Hal ini disampaikan Presiden di sela-sela kunjungan kenegaraan ke Hanoi, Minggu (31/10/2010) pagi, sebelum kembali ke Jakarta.

“Khusus untuk pertemuan puncak ASEAN-Rusia, saya berharap Rusia mendorong diselenggarakannya pertemuan six party talks, agar Semenanjung Korea tidak jadi kawasan panas,” kata Presiden

Selain untuk meredakan konflik semenanjung Korea, Rusia juga diminta untuk berperan dalam pembicaraan konflik Israel-Palestina. “Meminta Rusia menekan Israel karena membangun pemukiman yang kita anggap ilegal,” tegas Presiden.

Rencananya dalam pertemuan puncak ke-18 ASEAN di Bali mendatang, Indonesia akan mengusung deklarasi yang menunjukkan komitmen ASEAN pada dunia global sehingga turut berperan aktif dalam menciptakan tatanan dunia yang adil dan sejahtera, jelas Presiden

Presiden Yudhoyono juga menjelaskan bahwa ia terpaksa membatalkan pertemuan dwipihak dengan China, Korea Selatan, Selandia Baru dan Jepang di sela-sela pertemuan puncak ke-17 di Hanoi karena terpaksa kembali ke Indonesia untuk meninjau proses tanggap darurat di Mentawai.

“Meski batal, pada prinsipnya saya telah bertemu di sela-sela summit, pembicaraan substantif, mereka ingin bekerja sama di bidang ekonomi,” jelasnya.

Pada Senin, Mentawai digoncang gempa dan tsunami yang mengakibatkan sedikitnya 400-an orang meninggal dan puluhan yang lain masih hilang. Besarnya skala bencana di Mentawai itulah yang menjadi alasan Presiden Yudhoyono  untuk meninjau proses tanggap darurat di daerah itu.[]kompas/dni

Selingkuh Lagi, Politisi Demokrat ini Gak Tobat-Tobat. Bang Anas Diam Saja?

Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum

HMINEWS.COM- Sejak tahun 2003 Ahmad Tohari sudah diketahui selingkuh dengan Nita. Namun, pihak keluarga mendapat jalan keluar. Ahmad Tohari bersumpah tidak akan mengulangi perbuatannya. Namun, janji Tohari itu hanya dibibir saja. Diam-diam pria berumur 44 tahun ini kembali menjalin hubungan gelap dengan pembantunya bernama Nita. Bahkan nama Nita masuk ke dalam KK (Kartu Keluarga).

Tingah laku Tohari tersebut diungkapkan oleh anaknya sendiri ketika diperiksa Badan Kehormatan (BK) DPRD Jombang. “BK sudah mendapatkan keterangan dari salah satu anak Tohari,” kata Ketua BK-DPRD Jombang Cakup Ismono, Senin (30/10/2010).

Kejadiaan terjadi, Ketika istrinya sedang tidak ada di rumah, politisi Partai Demokrat Jombang, Ahmad Tohari (44), memiliki kesempatan ‘berduaan’ dengan pembantunya, Nita Safitri (28). Waktu Endang Ekowati (43) menunaikan ibadah haji tahun lalu, Tohari tidur di kamar Nita.

Sebelumnya, Endang Ekowati buka-bukaan soal perselingkuhan Tohari. Foto-foto bugil Nita diperlihatkan. Ada gambar Nita sedang memegang gayung di dalam kamar mandi. Dalam pose tersebut tubuh molek gadis asli Nganjuk ini telanjang bulat.

Kemudian ada juga foto pembantu Endang itu dari belakang. Praktis, yang terlihat adalah lekuk tubuh Nita bagian belakang. Bahkan ada juga foto Nita yang sedang melepaskan celana dalam.

Endang menduga, foto panas selingkuhan suaminya itu diambil dari sejumlah hotel. Pasalnya, lokasi masing-masing foto berbeda antara satu dengan yang lainnya. Foto-foto yang ada di ponsel Tohari dicetak dan dijadikan alat bukti gugatan cerai Endang. Foto-foto syur Nita sudah berada di Pengadilan Agama Jombang.(beritajatim/inilah/dni)

Kritik Nalar Ilmiah Positivistik

Kritik Nalar Ilmiah Positivistik

Oleh: Junaedi

HMINEWS.COM- Dominasi paradigma positivistik atau saintifik yang muncul bersama lahirnya pencerahan di Eropa beberapa abad lalu yang didasarkan pada gagasan “teori empiris” yang menurut Mulyadi Karta Negara telah melakukan dehumanisasi karena mereduksi realitas hanya pada tataran dunia fisik, melihat manusia hanya sebagaiu mahluk fisik semata. Hali ini   berbeda dengan pandangan dunia timur yang menempatkan manusia bukan hanya dalam konteks dunia fisik tapi juga dunia spritual dan metafisika, sayangnya dominasi modrn (positivistik) telah melanda masyarakat melalui globalisasi, menjangkiti manusia secara negatif yang menggiringnya pada sikap menapikan “dimensi mistisisme-spritual” atau “metafisika” (desakralisasi) mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan (dehumanisasi).

Tradisi yang bercorak saintifik itu mengakar dalam tradisi keilmuan/akademik dalam dunia edukasi hingga saat ini yang tentunya punya konstribusi dalam membangun masyarakat yang cenderung menghilangkan kebudayaan dan moral kehidupan, menjadikan yang penting semata-mata adalah yang tehnisdan instrumental, Akibat dari epistimologi rasionalitas intrumental yang menurut E. Fromm mengarahkan manusia pada depersonalisasi, kosong dan tak bermakna yang telah melanda jiwa manusia dan menyebabkan krisis pundamental. Manusia modern diselimuti suasana hidup yang penuh kemuakan,alienasi, dan menjamurnya sikap hidup yang hedonis.

Dengan demikian diskursus-diskursus perenial (keabadia) dapat dijadikan upaya alternatif dalam mengatasi kegersangan manusia untuk mengarungi bahtera kehidupan ini, sebagaimana dalam akar tradisi primordial, hikmah timur memandang bahwa manusia dibekali dengan nilai-nilai kesucian dan pencarian akan keadilan, cinta dan kebijk sanaan dalam kehidupan sehari-hari, karena perjalanan manusia adalah perjalanan menuju kesempurnaan dan keabadian (perenial).

Maulawi Rumi berpendapat bahwa perjalanan evolusi manusia menuju keabadian (Tuhan) diraih dengan dua macam; Secara sukarela dan terpaksa; keterpaksaan kembali kepada-Nya adalah kematian dan kefanaan raga yang tentunya dialami mahluk di alam ini dan kesukarelaan menuju keabadian dapat dilakukan oleh manusia dengan menempuh jalan penyucian jiwa dalam cahaya bimbingan dari orang yang di bimbing tuhan.

Aurobindo juga mengatakan bahwa keabadian-kesempurnaan dapat diraih dengan tiga tahap: Pertama Trasformasi jiwa dengan jalan membangkitkan spirit dan menciptakan hubungan antara spirit, materi, dan akal. Kedua Trasformasi spiritual yaitu membimbing dan mengendalikan kehidupan, Akal, dan tubuh agar jiwa dapat melakukan gerak transedental menuju pada tingkatan /maqam spiritual yang lebih tinggi. (Baca tasawuf di mata kaum sufi). Ketiga Transpormasi supra mental, yakni memiliki kesadaran abadi menjadikan manusia berbuat berdasarkan pengetahuan, bukan dengan kebodohan.

Jalan menuju perwujudan keabadian (perenialis) juga dikemukakan oleh Vivekananda yang terbagi kedalam empat perjalanan: Pertama Pencapaian melalui pengetahuan (yoga jhana) yang didasarkan pada pandangan bahawa perbudakan menyebabkan kebodohan. Kedua Jalan menuju kesetiaan dan pengenalan Tuhan (bhakti marga) yang mengubah bentuk emosi dan cinta yang biasa menjadi bentuk perasaan yang kuat membawa pada kesetiaan yang tertinggi dan cinta Tuhan. Ketiga Pencapaian melalui perbuatan (maga karma) yang dicapai dengan ketidak egoisan dan perbuatan baik Keempat Pencapaian melaui kejiwaan, (yoga raja) yakni pengalihan aktivitas tubuh dan akal menuju realisasi keabadian dengan mengendalikan akal dan tubuh melalui disiplin mental dan fisik

Mulla Sadra juga mengemukakan bahwa diperlukan empat perjalanan untuk menuju kesempurnaan:

Pertama perjalanan dari mahluk hakikat kebenaran, yaitu, Menghilangkan keterikatan pada sisi-sisi hewaniah, terjebak dalam napsu, keegoisan, keinginan duniawi dan memusatkan perhatian pada kebahagiaan spiritual, menghilangkan segala pikiran yang lain kecuali hanya tertuju pada hakikat dengan melakukan aktivitas religius, seperti ibadah kepda Tuhan, meditasi dan aktivitas spiritual lainnya.

Kedua Perjalanan dari hakikat menuju hakikat, yakni perjalanan yang membaur dn tenggelam dalam kesatuan tuhan.

Ketiga Perjalanan dari hakikat menuju mahluk, yakni tingkatan kesadaran kehidupan ketuhanan yang mampu mengenali kembali dunia yang lebih rendah, namun memiliki kemampuan melihat hakikat sekaligus mahluk lainnya. Keempat. Perjalanan dari satu mahluk kemahluk lainnya melalui hakikat kebenaran. Manusia mulai membimbing,mengajari, dan mendidik manusia lain untuk mengenali Tuhan dan melihat segala sesuatu melalui cahaya hakikat kebenaran.

Tulisan ini  dikirim Oleh Yayasan Al Muntazhar

“Gugur Gunung” Konser Amal Untuk Merapi dan Tsunami!

Illustrasi

HMINEWS.COM- Meletusnya gunung merapi terus mengundang simpatik dari semua kalangan. untuk berlomba-lomba membantu para korban. Tidak terkecuali Musisi Yogyakarta. Rencananya  para musisi tersebut akan menggelar konser musik amal bertajuk “Gugur Gunung” untuk mengumpulkan dana bagi korban bencana letusan Gunung Merapi dan gempa disertai tsunami di Mentawai.

“Konser yang berlangsung tiga hari pada 29-31 Oktober di Universitas Gadjah Mada dan Cafe Liquid tersebut merupakan bentuk solidaritas musisi Yogyakarta terhadap korban bencana Gunung Merapi dan gempa tsunami Mentawai,” kata Ketua Panitia `Gugur Gunung` Erik Soekamti di Yogyakarta, Sabtu.

ada 58 musisi maupun kelompok musik dari Yogyakarta dan luar Yogyakarta yang berpartisipasi dalam acara pengumpulan dana kemanusiaan tersebut. “Musisi dari Yogyakarta antara lain adalah Sheila on 7, Letto, Shaggy Dog, dan Endank Soekamti. Selain konser musik, juga diadakan lelang benda-benda milik musisi,” katanya.

Sejumlah musisi nasional menurut Erik telah bersedia untuk memberikan barang-barangnya untuk dilelang misalnya gitaris Eet Sjahrani yang akan melelang mikrofon miliknya dan vokalis kelompok D`Masiv Ryan yang memberikan sepasang sepatunya untuk dilelang.

“Aksi-aksi tersebut merupakan wujud spontanitas kami, seluruh keperluan untuk menggelar konser dan acara lelang merupakan hasil sumbangan dari berbagai pihak. Panitia tidak mengeluarkan uang untuk menggelar acara ini,” katanya.

Gagasan konser amal ini sendiri dimulai dari obrolan sesama di Twiiter. “Bahkan pengorganisasian acara tersebut juga dilakukan melalui `Twitter`. Ternyata antusiasme musisi Yogyakarta untuk menggelar acara amal tersebut sangat besar,” katanya.

Ia mengatakan aksi yang disertai pembagian masker bagi para penonton konser tersebut meskipun digelar dengan sederhana, diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana.

“Aksi ini lebih tepat disebut sebagai gotong royong, sesuai tema acara yaitu `Gugur Gunung`. Meskipun nantinya jumlah dana yang terkumpul tidak seberapa, kami harap ini dapat membantu,” katanya.[]kompas/dni