Kunci Sukses Pertanian India

HMINEWS.COM – Ada tiga kunci sukses keberhasilan pembangunan pertanian India: kebijakan makro yang mendorong kemajuan sektor pertanian, dukungan sumber daya manusia yang terintegrasi, dan semangat petani. Hasilnya, India kini bisa lepas dari ketergantungan pangan impor.

Hal ini diungkapkan Dr Subramaniam Nagarajan, mantan Direktur Lembaga Penelitian Pertanian India, Senin (25/10). Dia mengungkapkan hal itu saat orasi pada Dies Natalis Ke-44 Universitas Pancasila di Jakarta.

Nagarajan mengungkapkan, India yang dulu sangat bergantung pada pangan impor kini benar-benar mandiri. Kemandirian pemenuhan pangan penting karena jumlah penduduk India mencapai 1,1 miliar jiwa.

Pada kemerdekaan tahun 1947, produksi gandum India hanya 9 juta ton, tahun ini 80,7 juta ton. Cadangan pangan dalam bentuk biji-bijian mencapai 30 juta ton.

Produksi padi naik lima kali lipat dalam 40 tahun terakhir. Begitu pula dengan produksi kentang naik 15 kali lipat.

Menurut Nagarajan, peningkatan produksi pangan India lepas itu diawali dengan kebijakan makro yang berpihak pada sektor pertanian.

Anggaran besar-besaran dialokasikan untuk pembangunan jaringan irigasi dan pabrik pupuk. Pabrik pupuknya terbesar kedua setelah China.

Kebijakan juga terasa kuat dalam pengembangan sumber daya manusia. Tahun 1962 parlemen India meloloskan UU Pendidikan yang mewajibkan pembangunan universitas di tiap provinsi. Pada sepuluh tahun pertama dana sepenuhnya dari pemerintah. Sepuluh tahun kedua 50 : 50 persen. Saat ini di India sudah ada 40 universitas yang melahirkan 32.000 sarjana per tahun. Sasaran utama, membangun SDM berkualitas yang mau ke desa untuk melakukan riset dan membangun pertanian.

Mereka juga mengajari petani bagaimana membudidayakan tanaman lebih baik. Untuk mengatasi gap teknologi, pemerintah membangun pusat penelitian petani setiap radius 20 kilometer. Di sana ada traktor, alat pemanen, dan sarana produksi lain.

Kebijakan pemerintah sangat menentukan. Universitas Pertanian di India berada langsung di bawah Departemen Pertanian sehingga antara dunia pendidikan dan sektor pertanian menyatu. Mereka tahu apa yang dibutuhkan pertanian.

Di India juga dibangun institut tiap jenis komoditas, seperti institut jagung, beras, gandum, dan pisang. Institut ini bertanggung jawab meningkatkan produktivitas komoditas tanaman. Tidak bisa instan karena hal ini baru bisa dirasakan 30 tahun kemudian.

Yang juga penting adalah bagaimana membangun semangat perubahan di masyarakat India. Masyarakat desa cenderung pasrah karena itu harus didorong untuk melakukan perubahan. Selain itu, subsidi juga diberikan.

Nagarajan mengatakan, dalam 15 tahun terakhir, perekonomian India tumbuh di atas 8 persen. Tahun 2009 bahkan 9,5 persen. Salah satu yang memberikan kontribusi besar adalah pertumbuhan ekonomi pedesaan, yang didominasi pertanian.

Masyarakat India sekarang memiliki keinginan kuat bisa maju seperti Jerman atau Jepang 20-30 tahun lagi. ”Yang paling utama, mengawali perubahan, tak lagi statis,” katanya. (MAS-Kompas)