China, Latvia atau Potong Tangan

Koruptor Harus Dihukum seberat-beratnya dunk

HMINEWS- Korupsi di indonesia sudah mengakar dan akut. Kasus Gayus dengan segala tindak-tanduknya di tempat ia bekerja maupun di tahanan adalah fenomena gunung es yang harus segera dirobohkan. Perlu upaya terobosan yang menyeluruh dalam menumpas kejahatan kerah putih di Indonesia. Menurut Mahfud MD, negeri ini perlu belajar dari China dan Lativia yang berani melakukan ‘revolusi’ dalam upaya pemberantasan korupsi.

Pemerintah China menerapkan hukuman mati bagi para koruptor. Lanjut Mahfud, hingga Oktober 2007 saja sudah 4800 orang pejabat China yang dijatuhi hukuman mati. Alhasil, China kini menjadi negara yang bersih. Kebijakan ini diterapkan dengan sebelumnya memberlakukan pemutihan bagi semua pejabat yang pernah melakukan korupsi sebelum tahun 1998. Semua pejabat yang pernah korupsi ketika itu dianggap bersih, akan tetapi sehari setelah pemutihan begitu ada pejabat yang terbukti korupsi langsung dijatuhi hukuman mati.

Begitu pula dengan Latvia. Menurut Mahfud, sebelum tahun 1998 Latvia adalah negara yang korup. Upaya pemberantasan di negara tersebut dilakukan dengan menerapkan UU Pemotongan Generasi atau UU Lustrasi Nasional. Melalui UU tersebutlah, semua pejabat eselon II diberhentikan. Begitu juga para tokoh politik dan pejabat yang aktif pada tahun sebelum 1998 dilarang untuk aktif kembali. Kini Latvia pun menjadi negara yang bersih dari korupsi, ujar Mahfud.

Jaksa Urip yang divonis 20 tahun penjara karena terbukti menerima uang suap 6 miliar rupiah. Lantas bagaimana dengan Gayus yang menerima uang suap belasan kali lipat lebih besar dari yang diterima Jaksa BLBI tersebut. Jika hukum penjara tidak membuat efek kapok bagi para pelaku korupsi, kiranya Lustrasi, hukuman mati, pidana seumur hidup dan/atau pemiskinan bagi koruptor perlu diterapkan. Namun jika hukuman-hukuman tersebut masih dianggap terlalu berat karena dikuatirkan melanggar HAM, maka hukum potong tangan yang nampaknya paling pas untuk diberlakukan di Indonesia.

[]Budi Gunawan Sutomo, S.Th.I, Mantan Sekum Badko HMI Jateng-DIY