Jika Pilihan SBY Gagal, Demokrasi Gagal!

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Komarudin Hidayat

HMINEWS- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Komarudin Hidayat meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mampu memainkan peran sebagai playmaker handal di antara mereka dalam menegakkan hukum dan membasmi korpsi. Pasalnya, SBY memiliki Ketua KPK, Jaksa Agung, dan Kapolri yang mumpuni.

”Ini saatnya presiden menjadi playmaker bagi Kepolisian, KPK, dan Kejaksaan dalam menegakkan hukum,” kata Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Komarudin Hidayat dalam diskusi internal Rapat Kerja Fraksi Partai Demokrat di Hotel Crowne, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (27/11/2010).

Menurut Komaruddin penunjukkan Timor Pradopo sebagai Kapolri, Basrief Arief sebagai Jaksa Agung, dan Busyro Muqoddas sebagai Ketua KPK adalah peluang emas bagi SBY. Peluang emas dalam arti untuk menjawab kritikan masyarakat yang ragu terhadap upaya SBY untuk memberantas korupsi kakap seperti skandal Century.

Meskipun KPK bukan lembaga yang bertanggungjawab kepada Presiden, namun SBY tetap harus menunjukkan perhatian. Presiden tetap mempunyai tanggungjawab moral dan politik atas kinerja komisi tersebut. Patut diingat Jabatan dan fasilitas itu adalah pengabdian untuk rakyat,” ucap Komarudin.

Komarudin juga mendukung penunjukkan trio pimpinan penegak hukum itu. Namun, ia mewanti-wanti jangan sampai terjadi lagi kegagalan seperti di masa sebelumnya.

“Kalau ini gagal, maka citra demokrasi di Indonesia ini juga gagal. Saya ikut mendukung supaya bangsa ini selamat dari masa transisi,” kata Komarudin.[]dtk/dni