Israel Terus Monitor Aktivitas Kapal Asia untuk Gaza

AL Israel Monitor Kapal Aktivis Asia untuk Gaza

HMINEWS- “Kami sudah sampaikan secara jelas kepada otoritas Mesir bahwa kapal akan menuju Al Arish. Tidak ada sama sekali niat untuk mengalihkan kapal langsung menuju Gaza,” tegas koordinator konvoi Feroze Mithiborwala menanggapi kemungkinan bahwa Israel akan mengambil alih kapal di tengah perjalanan.

Seorang aktivis yang tidak ingin namanya disebutkan menegaskan bahwa tidak ada senjata dalam barang-barang yang dimuat di dalam kapal. Jika kapal diambil alih Israel dalam perjalanannya menuju Mesir, dia berkata bahwa penumpang akan, “menghadapinya dengan tanpa kekerasan.” “Kami akan menghadapinya dengan doa dari hati kami.”

Konvoi Asia untuk Gaza pada awalnya berencana memasuki Gaza pada 27 Desember 2010, atau tepat dua tahun agresi militer Israel atas Jalur Gaza. Namun keberangkatan konvoi dari Lattakia tertunda karena menunggu proses keluarnya izin berlabuh di Al Arish dari pemerintah Mesir.

Saat menyaksikan proses muat 200 ton bantuan kemanusiaan ke atas kapal pada 30 Desember 2010, Feroze menyampaikan bahwa proses perizinan dengan pemerintah Mesir sudah selesai. Kairo mengizinkan kapal dan para aktivis untuk berlabuh di Al Arish pada Minggu, 2 Januari 2011. “Kami menyambut baik kerja sama positif Konvoi Asia dengan otoritas Mesir.”

Sekitar 200 aktivis Muslim, Kristen, dan Hindu dari lebih 12 negara di Asia tergabung dalam misi konvoi ini. Namun, Kairo hanya mengizinkan sekitar 120 aktivis untuk memasuki perbatasan Rafah menuju Gaza. Di antara mereka yang tidak mendapatkan izin masuk adalah para aktivis dari Iran.

Salim Ghoufuri dari Iran menyatakan bahwa pihaknya bisa memahami keputusan pemerintah Mesir. “Kami juga mendorong agar konvoi tetap melanjutkan perjalanannya memasuki Gaza. Keterlibatan Asia dalam solidaritas global untuk Palestina penting untuk segera mengakhiri blokade ilegal atas Gaza dan membebaskan Palestina.”[]vop

Mantan Direktur HMINEWS Sunting Wartawati HMINEWS

Pasuruan, HMINEWS-  Hari ini adalah hari spesial buat seluruh crew HMINEWS. Pasalnya, mantan direktur HMINEWS (periode 2006/2008) Muhammad Abdul Sukur atau lebih terkenal dipanggil dengan Muhammad AS melepas masa lajangnya. Akad nikah dilangsungkan hari ini (Jumat, 31/12/2010) di Pasuruan, Jawa Timur. Sukur mempersunting mantan wartawan HMINEWS yang juga aktivis HMI Cabang Jakarta, Nurul Laily (Leli).

“Kami mengharap doa restu temen-temen sekalian atas pernikahan kami : Syukur (Muhammad AS) & Nurul Leily”, demikian bunyi isi undangan pernikahan yang dikirim oleh Sukur dan Leli yang dikirim kepada koleganya di sluruh nusantara.

Pasangan HMINEWS: Sukur dan Leli

Di HMINEWS, Sukur adalah mantan direktur yang sangat berpengaruh karena berhasil membawa kemajuan signifikan kepada HMINEWS. Pada masanya, HMINEWS berhasil menjadi media terdepan dalam segmen dunia gerakan mahasiswa dan pemuda. HMINEWS sempat mendapat penghargaan pertama dalam bidang layout untuk kategori portal kaum muda dari Majalah Interactive. Sukur pula yang berhasil membawa HMINEWS keluar dari tempurungnya dan meraih pembaca luas (bukan hanya kader HMI) dengan menjadikannya sebagai media kaum muda pergerakan Indonesia.

Sementara Leli adalah salah satu wartawan yang sangat aktif pada masa kepengurusan Sukur. Pada masa itu, leli sering menulis berita dan artikel mengenai kegiatan pergerakan mahasiswa di kampus-kampus di sekitar Jakarta. Leli yang juga mantan bendahara Umum HMI Cabang Jakarta tersebut aktif mengikuti pertemuan-pertemuan para volunter HMINEWS yang diselenggarakan oleh Sukur. Rupanya pepatah Jawa ‘witing trisno jalaran saka kulino‘ (pohon cinta tumbuh karena terbiasa bertemu) berlaku bagi pasangan Sukur-Leli.

Meskipun Akad Nikah dilangsungkan pada tanggal 31 Desember 2010, akan tetapi mereka berencana melangsungkan resepsi pernikahannya pada hari Sabtu, 8 Januari 2011, yang akan datang. Resepsi pernikahan akan dilangsungkan di Ds. Kesadikan RT 16/02 No. 03, Tarub, Tegal, Jawa Tengah. Wah,… Sang penjaga gawang HMINEWS ini  ternyata ORTEGA (Orang Tegal) juga yak…?

Seluruh crew HMINEWS mengucapkan turut bangga dan selamat kepada Sukur dan Leli atas pernikahannya. Semoga menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, warahmah. Sebagai pesan terakhir, kalau punya anak nanti, jangan lupa kasih nama belakang anaknya HMINEWS yach…! []lk

Marji Syiah Iran Puji Keberanian PB HMI Cs Tembus Gaza

Marji Syiah Iran, Ayatullah Nasir Makarim Syiraz Puji Tim Indonesia Tembus Gaza

HMINEWS- Marji Syiah Iran, Ayatullah Nasir Makarim Syirazi memuji Konvoi Asia untuk Gaza yang membawa bantuan kemanusiaan dan berupaya mematahkan blokade ilegal rezim Zionis Israel atas Jalur Gaza.

“Saya sangat gembira dengan perjalanan Konvoi Asia untuk Gaza yang membawa misi kemanusiaan,” kata Ayatullah Makarim dalam sebuah surat kepada rombongan itu seperti dikutip ISNA hari ini (Kamis,30/12).

“Langkah Anda (Konvoi Asia untuk Gaza) akan tercatat dalam sejarah dan gerakan kemanusiaan untuk menyelamatkan sebuah komunitas yang tak bersalah, dan upaya ini benar-benar akan terefleksikan ke seluruh dunia,” tambahnya.

Guru Besar Hauzah Ilmiah Qom ini mengutuk pendudukan rezim Zionis Israel atas wilayah Palestina dan menilai blokade ilegal Jalur Gaza sebagai langkah yang akan menimbulkan rasa malu lebih lanjut dan aib bagi Tel Aviv.

“Konsekuensi lain tindakan gila itu malah memperkokoh ikatan di antara berbagai suku bangsa dan agama,” tegasnya. Ayatullah Makarim mencatat bahwa masalah pendudukan Palestina telah berkembang dari isu dunia Arab hingga menjadi isu internasional yang tidak dibatasi oleh batas-batas agama atau ras.

“Ini akan membuka jalan bagi keruntuhan lebih lanjut rezim Zionis Israel,” tandasnya.

Ia juga berharap gerakan berani Konvoi Asia untuk Gaza dapat memberikan kontribusi besar bagi keruntuhan Israel. Dalam suratnya itu, Ayatullah Makarim menyatakan harapannya untuk mendampingi konvoi tersebut. “Walaupun saya tidak hadir secara fisik bersama Anda, tapi hati saya dengan Anda di sepanjang perjalanan, dan saya berharap kunjungan ini akan efektif dalam kebangkitan komunitas manusia dan aksi simpati menentang rezim Zionis,” tulisnya.

Ayatollah Makarim juga menyatakan harapan bahwa langkah tersebut akan memberikan contoh bagi kebebasan manusia dari penindas dan penjajah di seluruh dunia.

Tim Indonesia tembus Gaza terdiri dari HMI- MPO, MER-C, Voice of Palestine, Aqsa Working Group, Hilal Ahmar serta robongan lainnya dari negara Asia.[]iri/ian

Mantan Presiden Israel Terbukti Bersalah Karena Perkosa 3 Wanita

Mantan Presiden Israel Perkosa 3 Wanita

HMINEWS- Mantan Presiden Israel Moshe Katsav dalam persidangan yang digelar di pengadilan setempat terbukti bersalah atas kasus pemerkosaan, Kamis (30/12/2010). Hasil persidangan ini, seperti diwartakan oleh media massa Israel, merupakan hal yang baru bagi mantan kepala negara Yahudi itu.

Katsav, yang memimpin pada periode 2000-2007 telah membantah tuduhan pemerkosaan, pelecehan, atau kekerasan yang diajukan oleh tiga orang mantan pembantunya.

Kini Katsav mungkin akan naik banding atas kasusnya yang diputus oleh pengadilan distrik Tel Aviv – yang memutus dengan hukuman penjara yang lumayan lama – ke Mahkamah Agung Israel.[]kcm/ian

Mengenang Sang Pelindung Minoritas

Gus Dur

Oleh: Hasibullah Satrawi, Alumnus Al-Azhar, Kairo, Mesir, Aktif di Moderate Muslim Society, Jakarta

Kamis (30/12), genap satu tahun Kiai Haji Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meninggal dunia. Ia meninggalkan republik ini yang masih berkutat dengan sejuta persoalan, terutama kekerasan bernuansa agama dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas.

Kerinduan terhadap sosok dan perjuangan Gus Dur makin menguat mengingat aksi kekerasan dan diskriminasi belakangan semakin marak.

Kerinduan ini bisa dipahami, karena selama hayatnya Gus Dur senantiasa berjuang untuk semua golongan tanpa membeda- bedakan kelompok mayoritas atau minoritas. Akan tetapi, yang utama Gus Dur tidak pernah gentar membela hak-hak kelompok minoritas yang dianiaya.

Ada dua hal yang identik dengan Gus Dur. Pertama, perlindungan terhadap kelompok minoritas agama, keyakinan, ataupun suku dan ras. Gus Dur selalu pasang badan untuk mereka sehingga tak jarang ia dianggap lebih membela ”orang lain” ketimbang ”keluarga sendiri”.

Kedua, pengukuhan keberagamaan bervisi kebangsaan yang memadukan nilai-nilai tradisi dengan modernitas. Inilah salah satu persoalan serius bangsa belakangan ini. Maraknya aksi-aksi intoleransi, bahkan terorisme sepanjang 2010, menunjukkan lemahnya pengukuhan pola keberagamaan bervisi kebangsaan. Akibatnya, nilai-nilai keagamaan kerap diposisikan bertentangan dengan konteks kebangsaan.

Perlindungan minoritas

Dalam laporan akhir tahun 2010 yang dikeluarkan Moderate Muslim Society (MMS) ada 81 kasus intoleransi pada 2010. Aksi-aksi umumnya mengorbankan kelompok minoritas seperti umat Kristiani dan Ahmadiyah. MMS mencatat setidaknya ada 33 aksi intoleransi dialami umat Kristiani dan 25 aksi intoleransi dialami pengikut Ahmadiyah. Ironisnya, sebagian aksi intoleransi justru dilakukan oleh negara.

Selain itu, kelompok minoritas juga kerap didiskriminasi. Kesulitan luar biasa kalangan minoritas membangun tempat ibadah adalah contohnya.

Negara sejatinya melindungi seluruh bangsa, apa pun agama, keyakinan, suku, dan warna kulitnya. Tak peduli kelompok mayoritas atau minoritas. Negara juga harus adil kepada semua anak bangsa, bukan justru mengecilkan diri atau malah turut menganiaya.

Dalam hal ini, Gus Dur kerap ”mengambil alih” kewajiban negara. Akibatnya, Gus Dur senantiasa menjadi tempat berlindung dan mengadu mereka yang dianaktirikan oleh negara, saudara sebangsa, atau bahkan seagama.

Kini, setelah satu tahun Gus Dur wafat, posisi itu kerap kosong. Ibarat sepak bola, posisi Gus Dur tidak tergantikan sebagai ”pengatur” sekaligus ”penahan” serangan. Kalaupun ada yang mengisi posisi Gus Dur di lapangan kebangsaan, belum ada yang memiliki ”teknik individu” lengkap seperti Gus Dur.

Keberagamaan bangsa

Gus Dur lahir dan besar di lingkungan ormas keagamaan dengan semua tradisi dan garis perjuangannya, yaitu NU. Namun, ilmu keagamaan dan tradisi itu tak membuat Gus Dur kaku menghadapi modernisasi.

Meminjam istilah filsuf Arab modern—meninggal sesaat setelah Gus Dur wafat—Muhammad Abid Al-Jabiri, Gus Dur mampu memahami tradisi dan ajaran keagamaan relevan dengan diri sendiri (masa lalu) sekaligus relevan dengan konteks modernitas saat ini (… ja’lil maqru’i mu’ashiran linafsihi wa mu’ashiran lana).

Memadukan kesadaran masa lalu (tradisi) dengan tuntutan masa kini dalam satu sikap keberagamaan tidaklah mudah. Perlu keberanian menyadari keterpisahan (al-fashlu) masa lalu dengan masa kini (dalam konteks problematika, ilmu pengetahuan dan muatan ideologis) sekaligus ketersambungan (al-washlu) keduanya (dalam konteks pemahaman dan rasionalitas).

Gus Dur mampu melakukan dua pendekatan (pemisahan dan penyambungan) secara seimbang. Gus Dur tidak terlepas dari masa lalu (dari segi tradisi dan penampilan), tetapi menyatu dengan konteks kekinian (dari segi pemikiran dan pengetahuan).

Tak heran bila Gus Dur mampu menyenyawakan nilai-nilai luhur agama dengan nilai-nilai kebangsaan. Di tangan Gus Dur aspek keagamaan tidak mengalahkan aspek kebangsaan, begitu pun sebaliknya. Keduanya seiring dan sejalan.

Maka, sudah sepantasnya jika sepak terjang keagamaan Gus Dur menjadi model gerakan keagamaan di Indonesia. Selain karena sesuai dengan nilai-nilai universal keagamaan, perjuangan seperti inilah yang mampu mempertahankan kemajemukan sebagai jati diri bangsa.

Semua perjuangan yang diteladankan Gus Dur menjadi tantangan tersendiri bagi NU, terutama para pengurus dan elite-elitenya. Mampukah NU melanjutkan garis perjuangan yang ”disunahkan” Gus Dur? Mampukah NU melahirkan kembali tokoh-tokoh besar seperti Gus Dur yang konsisten mencintai bangsa dan kemanusiaan?.[]sumber : kompas

Rindu Sosok Gus Dur

Rindu Sosok Gus Dur

HMINEWS- Peringati Setahun Wafatnya Gus Dur, Puluhan orang lintas agama yang tergabung dalam Jaringan Pemuda Lintas Agama dan Gus Dur Center Semarang berkumpul dalam rangka mengenang setahun wafatnya mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.

Acara pertama digelar di taman depan GPIB Immanuel Blenduk Semarang yang diisi dengan pembacaan puisi, menceritakan perjuangan Gus Dur terhadap kemanusiaan dan kebinekaan, berdoa bersama, hingga berbagi soal humor Gus Dur.

Hadir dalam acara tersebut di antaranya Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, Aloys Budi Purnomo, Henry Basuki (Buddha), Abu Hafsin (PWNU Jawa Tengah, Roberth (GPIB Immanuel), dan sejumlah peserta lainnya yang mayoritas mahasiswa.

“Ini mengambil momentum satu tahun wafatnya Gus Dur. Kami tidak melihat ke belakang, tetapi melihat apa yang diwariskan Gus Dur, bagaimana dapat kita meneruskannya,” kata Rony Chandra Kristanto, Koordinator Jaringan Pemuda Lintas Agama Pondok Damai kamis (30/12/2010)

Hal senada juga disampaikan Aloys Budi Purnomo yang merupakan inisiator Gus Dur Center. Aloys mengatakan sepeninggal Gus Dur yang diperlukan adalah melanjutkan visi kemanusiaan dan kebhinekaan.

“Kami merindukan tokoh seperti Gus Dur yang mempunyai pengaruh dan keberanian. Sekarang ini banyak orang memiliki visi dan ingin melanjutkan cita-cita Gus Dur, akan tetapi yang mempunyai keberanian langka,” katanya.

Menurut Aloys, dibutuhkan sejuta tokoh yang bersinergi untuk menggantikan sosok Gus Dur yang berani membela minoritas.

Selain acara yang digelar jaringan Pemuda Lintas Agama, Gus Dur Center juga menggelar acara peringatan satu tahun wafatnya Gus Dur dengan berkumpul di kawasan Tugu Muda, Kamis malam dengan menyalakan lilin dan berorasi.

Bagi Aloys, Gus Dur adalah seorang kyai, ulama, dan budayawan interreligius yang mewariskan nilai-nilai spiritual, dan kultural serta kontroversial dalam membela kesejahteraan umum bukan untuk kepentingan pribadi dan keluarganya.[]ant/dni

Gagal Nyalon Ketua KNPI, Wartawan Palu Jadi Korban

Palu, HMINEWS – Penyerangan terhadap wartawan kembali terjadi, kali ini menimpa para jurnalis di Palu, Sulawesi Tengah (Kamis, 31/12/10). Penyerangan tersebut terkait laman www.beritapalu.com milik AJI Kota Palu yang memberitakan perusakan Gedung KNPI Sulteng oleh Front Pemuda Kaili pada saat pemilihan Ketua KNPI setempat pada Selasa (28/12).

Sebagaimana dilaporkan ANTARA, sekelompok penyerang yang berjumlah sekitar 20 orang itu menyerang lima orang wartawan anggota AJI yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik di kantor tersebut. Mereka yang menjadi korban adalah M. Ridwan Lapasere (Ketua AJI Kota Palu yang juga koresponden Global TV) yang dipukul dibagian leher sebelah kiri, dan Muhammad Sharfin (koresponden TV One) yang mengalami luka di pelipis bagian bawah, Jafar G. Bua (wartawan Trans TV) yang dipukuli di bagian dada, Subarkah (wartawan Bisnis Indonesia) yang dipukul di punggung, serta Riski Maruto (wartawan LKBN ANTARA) yang dipukul dan ditendang di bagian badan.

Para penyerang yang datang dengan motor dan mobil bak terbuka itu juga merusak peralatan kantor AJI Kota Palu. Penyerangan tersebut merupakan akibat dari gagalnya Erwin SL, yang juga Ketua Front Pemuda Kaili, menjadi Ketua KNPI Sulteng sehingga mengakibatkan pendukungnya marah. www.beritapalu.com memberitakan peristiwa perusakan gedung KNPI oleh sekelompok pemuda akibat kegagalan tersebut.

Dalam catatan AJI Kota Palu dan KontraS, kekerasan terhadap wartawan merupakan peristiwa keempat sepanjang tahun 2010 di wilayah Sulawesi Tengah. Kontras meminta, agar kasus penganiayaan tersebut diusut secara tuntas oleh pihak aparat yang berwenang.

“Kontras juga meminta pihak Polda Sulawesi Tengah untuk melibatkan Kompolnas, Komnas HAM, serta Dewan Pers dalam menyelidiki kasus ini,” kata Wakil Koordinator Badan Pekerja Kontras, Indria Fernida, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (31/12). [] ant/lk

KPK Makin Minim Prestasi

Todung Mulya Lubis

HMINEWS- Sejumlah pihak menilai kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nyaris tanpa prestasi di tahun 2010 ini. Hampir tidak ada kasus besar yang berhasil dituntaskan KPK.

“Banyak kasus besar yang belum selesai. Seperti kasus cek pelawat, kepala daerah-kepala daerah yang belum ditahan dan kasus Century. Kalau itu sudah bisa diselesaikan, saya kira itu baru pencapaian KPK,” tandas Direktur Eksekutif TII Todung Mulya Lubis, di Jakarta kamis (30/12/2010).

Karena itu, dia meminta KPK menentukan prioritas menuntaskan kasus besar. Di sisi lain, dia berpendapat, demi menjaga integritas proses pengusutan kasus korupsi KPK hendaknya memiliki penyidik independen.

“Jadi usulan untuk ada penyidik, penyelidik dan penuntut independen itu sangat penting. KPK mesti diberi kekuasaan untuk mengangkat penyelidik dan penyidiknya sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, hubungan psikologis institusional memungkinkan terjadi dengan lembaga lain karena (penyelidik, penyidik, penuntut) yang bukan dari KPK.

“Ya mereka seperti punya loyalitas ganda yang kita tidak tahu, mungkin adanya mafia yang begitu aktif dengan menjadi calo atau makelar di situ (proses penghukuman) ini yang bisa menjadi celah,” katanya.[]dni

Inilah Dokter Muda Lulusan UGM Berusia 19 tahun 9 Bulan

* Riana Helmi, Dokter Muda Lulusan UGM Berusia 19 tahun 9 Bulan Tercatat Direkor MURI

HMINEWS- Riana Helmi wisuda dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada  dengan usia 19 tahun 9 bulan. Selain itu, UGM juga melantik 142 dokter baru hari ini Karena berhasil lulus sebagai dokter termuda, Riana dalam pelantikan itu juga mendapatkan piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Piagam penghargaan MURI diserahkan oleh Sri Widayanti (Wida) mewakili Ketua MURI, Jaya Suprana, kepada Dekan Fakultas Kedokteran sebelum diserahkan kepada Riana Helmi.

Riana Helmi yang kelahiran Banda Aceh, 22 Maret 1991, itu sebelumnya masuk Muri sebagai sarjana kedokteran termuda, yakni dalam usia 17 tahun 9 bulan. Fakultas Kedokteran UGM sebelumnya juga pernah memperoleh piagam penghargaan dari MURI, seperti pita terpanjang 500 m dalam peringatan hari AIDS, download jurnal kesehatan terbanyak, dan sikat gigi massal terbanyak.

“Jadi, pada kesempatan ini Riana Helmi setelah menjadi sarjana kedokteran termuda akhirnya terpilih kembali menjadi dokter termuda sehingga mendapatkan piagam penghargaan dari MURI,” kata Wida dalam acara yang bertempat di Grha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta, Kamis 30 Desember 2010 itu.

Dokter-dokter baru yang dilantik oleh Dekan Fakultas Kedokteran, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., terdiri atas 46 laki-laki dan 96 perempuan. Ali Ghufron Mukti, M.Sc,. Ph.D., mengatakan meskipun terpilih sebagai dokter termuda, Riana Helmi diyakini mampu dan telah matang, baik secara psikologis maupun sosialnya.

“Meskipun pernah sebagai sarjana kedokteran termuda hingga dokter termuda, kami yakin Riana tetap sudah matang, baik sosial dan psikologis, sehingga tidak ada kesulitan ketika terjun di lapangan,” kata Ghufron dilansir laman UGM.

Ghufron dalam kesempatan itu juga berharap agar para dokter yang dilantik ketika praktik dan terjun di masyarakat dapat bekerja dengan mengutamakan prinsip keselamatan dan efisiensi. Diakui Ghufron, selama ini dalam praktik dunia kedokteran masih banyak ditemui kasus medical error yang merugikan masyarakat dan mencoreng citra dokter. “Dengan masih banyak kasus medical error ini, maka diharapkan dokter baru bisa bekerja dengan tetap tidak meninggalkan prinsip keselamatan dan efisiensi,” ujarnya.

Di hadapan para dokter baru, Ghufron juga berpesan agar secara serius melaksanakan program internship. Internship adalah proses pemagangan selama 1 tahun di puskesmas ataupun rumah sakit tipe C dan D yang bertujuan untuk menyelaraskan antara hasil pendidikan dan praktik di lapangan.

Di tempat yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY, Bambang Suryono Suwondo, dalam sambutannya berharap agar para dokter baru nantinya dapat mengembangkan terapi herbal sebagaimana telah diatur dalam Permenkes 1109/2007. “Herbal dapat saja mendampingi farmaka atau mengganti farmaka yang selama ini ada sepanjang sudah ada bukti kemanfaatannya atau khasiatnya melalui uji klinik,” kata Bambang.

Dengan dilantiknya 142 dokter baru ini, hingga kini Fakultas Kedokteran UGM telah meluluskan sebanyak 7.204 dokter. Dari 142 dokter baru yang dilantik, 83 dokter lulus dengan menyandang predikat cumlaude. Lulusan terbaik diraih oleh Agus Simahendra dengan nilai IPK 3,97. Sementara itu, dokter lulusan tertua pada pelantikan kali ini adalah Noor Hanani Binti Mohd Hilmin, dengan usia 25 tahun 10 bulan.9vv/ian)

2010, SBY Banyak Bohongnya!

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo

HMINEWS- Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo kecewa dengan Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dinilai inkonsistensi dalam penegakan hukum sepanjang tahun 2010. Padahal, SBY sering mengatakan akan menjadi panglima dalam pemberantasan korupsi.

“Presiden menyatakan akan memimpin langsung pemberantasan korupsi. Namun apa yang terjadi ucapan dan tindakan berbeda. Peningkatan korupsi meningkat dan remisi terus terjadi,” kata Komisi Hukum DPR RI, Bambang Soesatyo dalam diskusi ‘Evaluasi Bidang Hukum, Politik dan Ekonimi’ yang di selenggarakan Kaukus Muda Indonesia, Jakarta, Kamis (30/12/2010).

Politisi Golkar itu menilai pemerintah sulit diberikan nilai diatas lima bagi penegakan hukum. Pada 2010 penegakan hukum marak tindakan korupsi, oknum Kejaksaan, Kepolisian, KPK menjadi sumber masalah dan mencemaskan.

Para penegak hukum dinilai diskriminatif dalam penanganan kasus.

“Mereka yang memimpin hukum menjadi diskriminatis, hukum hanya tegas pada pencuri cabe, sop buntut, pencuri kakao. Mereka masuk penjara gara-gara hal kecil. Tapi hukum tak berdaya dengan orang yang ada hubungannya dengan istana. Misalnya kasus Gayus, Travel Chek, Bank Century,” tandasnya.[]ok/dni