Israel Terus Monitor Aktivitas Kapal Asia untuk Gaza

AL Israel Monitor Kapal Aktivis Asia untuk Gaza

HMINEWS- “Kami sudah sampaikan secara jelas kepada otoritas Mesir bahwa kapal akan menuju Al Arish. Tidak ada sama sekali niat untuk mengalihkan kapal langsung menuju Gaza,” tegas koordinator konvoi Feroze Mithiborwala menanggapi kemungkinan bahwa Israel akan mengambil alih kapal di tengah perjalanan.

Seorang aktivis yang tidak ingin namanya disebutkan menegaskan bahwa tidak ada senjata dalam barang-barang yang dimuat di dalam kapal. Jika kapal diambil alih Israel dalam perjalanannya menuju Mesir, dia berkata bahwa penumpang akan, “menghadapinya dengan tanpa kekerasan.” “Kami akan menghadapinya dengan doa dari hati kami.”

Konvoi Asia untuk Gaza pada awalnya berencana memasuki Gaza pada 27 Desember 2010, atau tepat dua tahun agresi militer Israel atas Jalur Gaza. Namun keberangkatan konvoi dari Lattakia tertunda karena menunggu proses keluarnya izin berlabuh di Al Arish dari pemerintah Mesir.

Saat menyaksikan proses muat 200 ton bantuan kemanusiaan ke atas kapal pada 30 Desember 2010, Feroze menyampaikan bahwa proses perizinan dengan pemerintah Mesir sudah selesai. Kairo mengizinkan kapal dan para aktivis untuk berlabuh di Al Arish pada Minggu, 2 Januari 2011. “Kami menyambut baik kerja sama positif Konvoi Asia dengan otoritas Mesir.”

Sekitar 200 aktivis Muslim, Kristen, dan Hindu dari lebih 12 negara di Asia tergabung dalam misi konvoi ini. Namun, Kairo hanya mengizinkan sekitar 120 aktivis untuk memasuki perbatasan Rafah menuju Gaza. Di antara mereka yang tidak mendapatkan izin masuk adalah para aktivis dari Iran.

Salim Ghoufuri dari Iran menyatakan bahwa pihaknya bisa memahami keputusan pemerintah Mesir. “Kami juga mendorong agar konvoi tetap melanjutkan perjalanannya memasuki Gaza. Keterlibatan Asia dalam solidaritas global untuk Palestina penting untuk segera mengakhiri blokade ilegal atas Gaza dan membebaskan Palestina.”[]vop