Pro Kontra Yogya, Presiden Akan Klarifikasi

Pro Kontra Yogya, Presiden Akan Klarifikasi

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengakui, ada kesalahpahaman pengertian para pihak yang mendengar pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena itu, Presiden akan menjelaskan pernyataannya itu.

Julian di Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa (30/11/2010), mengatakan, Presiden berkehendak dalam proses pembentukan Rancangan Undang-Undang tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (RUUK DIY) memaksimalkan keistimewaan daerah itu, yakni dalam bidang adat dan budaya. Namun, banyak pihak menanggapi secara keliru pernyataan Presiden itu.

Julian menilai banyak persepsi dan penerjemahan pernyataan Presiden yang tak tepat oleh berbagai kalangan, beberapa hari ini. Oleh karena itu, Presiden akan memberikan penjelasan mengenai hal itu.

Di Jakarta, Selasa, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi memastikan Presiden akan memberikan penjelasan menyeluruh kepada rakyat Indonesia mengenai latar belakang serta maksud dan tujuan keberadaan RUUK DIY. Penjelasan itu akan disampaikan Kamis besok di Kompleks Istana, Jakarta.

”Penjelasan dari Presiden itu diharapkan bisa memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat, termasuk rakyat Yogyakarta,” Sudi menegaskan.

Belum bersikap

Secara terpisah, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di Jakarta menyatakan, satu-satunya cara menyelesaikan perbedaan pandangan menyangkut keistimewaan Yogyakarta adalah membicarakannya di antara pemerintah, DPR, dan pemangku kepentingan. Pembicaraan bersama itu untuk mengambil pilihan politik hukum untuk disepakati bersama.

”Saya hanya ingin mengatakan, dua-duanya memiliki pandangan konstitusional yang harus dihormati. Silakan diperdebatkan di parlemen,” papar Mahfud.

Ia juga mengingatkan, MK dalam putusannya mengakui keistimewaan dan kekhususan sebuah daerah. Dalam putusan uji materi Nomor 11/PUU-VI/2008, MK menyatakan tentang keistimewaan yang didasarkan faktor sejarah dan daerah khusus karena spesifikasi kawasan, misalnya ibu kota adalah daerah khusus, bukan istimewa, sebab menjadi pusat pemerintahan.

Di Indonesia, papar Mahfud, selain DKI Jakarta dan Yogyakarta (karena warisan sejarah), juga ada Nanggroe Aceh Darussalam sebagai daerah khusus karena memberlakukan syariat Islam dalam batas tertentu serta Papua dan Papua Barat dengan otonomi khususnya.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Senayan, Jakarta, Selasa, menambahkan, pemerintah belum menentukan sikap soal mekanisme pemilihan gubernur-wakil gubernur DIY, apakah melalui pemilihan langsung atau penetapan. Pemerintah tak ingin melanggar UUD 1945 yang mengamanatkan pemilihan kepala daerah harus dilakukan secara demokratis.

Masalah mekanisme pemilihan kepala daerah itulah yang masih menjadi kendala pemerintah dalam menyusun RUUK DIY. Pemerintah sebenarnya telah menyepakati enam dari tujuh keistimewaan Yogyakarta.

Tinggal satu usulan keistimewaan yang belum disepakati, yakni menyangkut mekanisme pemilihan kepala daerah. Mayoritas warga Yogyakarta menginginkan kepala daerah melalui penetapan. Sultan Hamengku Buwono dan Paku Alam yang bertakhta otomatis ditetapkan sebagai Gubernur dan Wagub DIY.

Namun, pemerintah belum juga menetapkan sikap. ”Rabu akan difinalisasi. Diputuskan bagaimana mekanismenya,” katanya.

Gamawan menegaskan, pemerintah memerhatikan amanat Konstitusi. ”Gubernur, bupati, dan wali kota itu dipilih secara demokratis. Itu amanat konstitusi, bukan Presiden yang menyatakan,” katanya lagi.

Di sisi lain, UUD juga mengamanatkan tentang daerah khusus atau daerah istimewa. Karena itu, perlu pertimbangan matang untuk membaurkan amanat konstitusi itu. Pemerintah tak ingin tergesa-gesa dalam merumuskan RUUK DIY.

Persoalan baru

Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin berharap pemerintah tak membuat persoalan baru yang tidak perlu terkait keistimewaan Yogyakarta. Pemerintah sudah memiliki banyak persoalan yang harus segera diselesaikan.

Dari Yogyakarta, Selasa, dilaporkan, dukungan keistimewaan DIY terus mengalir, terutama untuk penetapan Sultan dan Paku Alam sebagai Gubernur/Wagub DIY. Warga juga mempertanyakan pernyataan Presiden tentang monarki. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat DIY GBPH Prabukusumo akan mundur jika penetapan diabaikan.

”Jika DIY monarki, sejak dulu salah. DIY menjalankan kegiatan pemerintahan sejalan UU. Salahnya di mana?” kata Ketua DPRD DIY Y Indra Agung Laksana. Wakil Ketua DPR Papua Komarudin Watubun mendukung Sultan dan keistimewaan Yogyakarta.[]kompas cetak

Kondisi Kesehatan Ust. Ba’asyir Memburuk

Kondisi Ust. Ba’asyir Makin Buruk, Mata Harus Dioperasi!!

HMINEWS- Kuasa hukum Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, M. Luthfi Hakimmengatakan kondisi kesehatan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir semakin memburuk terutama bagian mata kiri ustadz. Karena itu tim kuasa hukum menemui penyidik Detasemen 88 Antiteror Mabes Polri untuk meminta izin operasi mata.

“Sakit matanya sudah enam bulan lalu. Tetapi tidak berobat dengan benar selama di dalam tahanan. Akibatnya ustaz Ba’asyir mengeluh hanya bisa melihat cahaya. Harus segera operasi,” ucap kuasa hukum Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, M. Luthfi Hakim di gedung Bareskrim Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (30/11).

Selain itu, menurut Luthfi, Ba’asyir juga mengalami kesakitan pada kaki kiri. Sejauh ini Ba’asyir telah diperiksa oleh dokter polisi dan Mer-C.

Lutfhi berharap, pengajuan operasi terhadap tersangka dugaan kasus terorisme ini tidak dihalangi oleh pihak Densus 88. Dia juga meminta penyidik mengabulkan permintaan Ba’asyir untuk diperiksa oleh dokter Rumah Sakit Pusat Pertamina.[]lip6/dni

Jangan Otak Atik Yogya. SBY, Korupsi Tuh yang Diurus

SBY Kurang Kerjaan. Daripada Utak-Atik DIY, Mending Urusi Korupsi

HMINEWS- Soal sistem monarki yang dilontarkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas Yogyakarta, telah membuat presiden Indonesia yang satu ini terus menuai kecaman publik. Sejumlah LSM di Yogyakarta menyarankan SBY agar lebih berkonsentrasi pada masalah korupsi yang telah menggrogoti ekonomi negara, daripada mengutak-atik keistimewaan Yogyakarta yang sudah berlaku mapan sejak dulu.

“Daripada ngutak-atik keistimewaan DIY, mending SBY ngurusi korupsi saja, itu lebih bagus dan bermanfaat,” ujar Koordinator Komite Independen Pengawal Referendum (KIPER), Inung Nurzani, Selasa (30/11/2010).

Menurut Inung, di bawah kepemimpinan Sri Sultan HB X dan Paku Alam VIII Yogyakarta bisa menerapkan pemerintahan yang demokratis. Pemkot Yogyakarta juga memiliki nilai tertinggi untuk indikator peningkatan transparansi dalam pengadaan berdasarkan temuan KPK.

“Artinya apa yang sudah dilakukan oleh Sultan selama ini sudah baik, kenapa harus diutak-atik lagi. Kenapa tidak memperbaiki yang belum baik saja,” tambahnya.

Rakyat Yogya pun siap untuk melakukan referendum bila RUU Keistimewaan DIY
dinilai tidak mengaspirasi keinginan rakyatnya. Masyarakat Yogya masih menginginkan Sri Sultan HB X dan Paku Alam menjadi pemimpin mereka.

“Kalau tidak sesuai kita akan referendum supaya kita kembali maklumat HB IX tahun 45, yaitu DIY tetap jadi daerah istimewa dan dipimpin gubernur dan wakil yaitu Sultan dan Paku Alam,” imbuhnya.[]dtk/dni

Sepak Terjang Julian Assange Melawan Korupsi

Julian Assange

HMINEWS- Bagi para penggemarnya, Julian Assange adalah seorang pejuang kebenaran yang gagah berani. Bagi para pengkritiknya, dia adalah pencari publisitas yang telah membahayakan jiwa banyak orang dengan menyajikan informasi peka ke ranah publik.

Assange adalah seorang wartawan Australia, aktivis internet yang dikenal sebagai juru bicara dan Pemimpin Redaksi Wikileaks, situs internet yang memasang dokumen-dokumen rahasia. Diluncurkan tahun 2006, organisasi nirlaba itu memiliki misi membocorkan informasi rahasia untuk memerangi korupsi pemerintah dan korporasi.

Menurut orang-orang yang pernah bekerja dengannya, Assange penuh semangat, ambisius, dan sangat cerdas, dengan kemampuan luar biasa untuk memecah kode-kode komputer.

Nomaden
Dia telah tinggal di beberapa negara. Dia mengatakan akan terus berpindah-pindah untuk menangani Wikileaks dari lokasi yang berubah-ubah. Dia bisa lama tidak makan dan memusatkan perhatian pada pekerjaan dengan hanya sedikit tidur, demikian menurut Raffi Khatchadourian, reporter majalah New Yorker yang selama beberapa pekan bepergian dengannya, seperti disebutkan dalam profil yang disiapkan BBC News.

”Dia menciptakan atmosfer di sekelilingnya, yang membuat orang-orang yang dekat dengannya ingin mengurusnya untuk membantu dia terus bekerja,” kata Khatchadourian. ”Ini mungkin karena karismanya.”

Julian Paul Assange lahir di Townsville, Queensland, Australia, tahun 1971, dari orangtua yang menjalankan sebuah kelompok teater keliling sehingga sering berpindah-pindah.

Dia meninggalkan rumah kala berusia 16 tahun dan pada usia 18 tahun mempunyai seorang putra. Dia dan pacarnya kemudian berebut hak pengasuhan anak.

Tahun 1992, Assange ditangkap polisi federal Australia dan mengaku bersalah atas 24 tuduhan kegiatan hacking dan dibebaskan dengan denda 2.100 dollar Australia.

Dia sempat belajar fisika dan matematika pada Universitas Melbourne walau tidak sampai mendapat gelar.

Assange memulai Wikileaks—yang tidak ada hubungannya dengan Wikipedia—tahun 2006 bersama sekelompok orang dengan pikiran serupa: membocorkan dokumen-dokumen rahasia untuk memerangi korupsi pemerintah dan korporasi.

Dia duduk dalam badan penasihat dengan sembilan anggota dan, walau tak mau disebut sebagai ”pendiri”, keputusan menerbitkan dokumen ke situs itu ada di tangannya.

Pembocoran dokumen mengenai Irak, Afganistan, dan Iran membuatnya dianggap berbahaya bagi pemerintah tertentu. Itu salah satu alasan dia terus berpindah-pindah.[]Kompas Cetak


BJ Habibie Juga Profesor Cinta

BJ Habibie, Tak Sekedar Ahli Tehnik, Tapi Juga Profesor Cinta

HMINEWS- Kesetiaan Bacharuddin Jusuf  Habibie terhadap mendiang istrinya, Ibu Hasri Ainun, memang nyaris tiada duanya. Pantas jika Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat mengatakan, Bacharuddin Jusuf  Habibie bukan hanya profesor dalam bidang teknik tapi juga profesor cinta.

“Sepertinya frekuensi cinta BJ Habibie kepada  Ibu Hasri Ainun tidak pernah menurun,” kata Komaruddin Hidayat dalam pembukaan talkshow ‘peluncuran buku “Habibie dan Ainun” di Jakarta, Selasa.

Buku Habibie dan Ainun ditulis sendiri oleh mantan Presiden ketiga Indonesia itu sebagai bentuk terapi diri karena kehilangan yang begitu besar setelah meninggalnya Hasri Ainun pada 22 Mei 2010.

Peluncuran buku tersebut dilaksanakan dalam rangkaian hari ulang tahun The Habibie Center. Sebelumnya  telah dilakukan berbagai kegiatan di antaranya pemberian Habibie Award.

Komaruddin Hidayat mengatakan, jika buku tersebut diangkat menjadi sebuah film, akan menjadi sebuah kombinasi yang unik karena perpaduan antara roman dan pengetahuan.

“Saya ingat beberapa nasihat dari kalangan sufi, mati itu sebuah perayaan. Kematian metamorfosis untuk menuju ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” ujar Komaruddin.

Ia sangat terkesan dengan Habibie yang meskipun begitu kehilangan tapi bisa melewatinya karena didasarkan dengan keimanan.

“Saya merasa ada pelajaran yang berharga, itu yang saya tangkap dari buku ini,” ujarnya.

Dikatakannya juga bahwa dalam buku Habibie-Ainun tergambar bahwa rumah tangga yang dibangun selama 48 tahun 10 hari itu benar-benar sebagai tempat berlabuh.

Acara peluncuran buku Habibie-Ainun dipadati undangan, bahkan banyak di antaranya yang terpaksa berdiri.[]ant/dni