Profesor Undip Ingatkan SBY Soal Harga Sembako

Profesor Undip Ingatkan SBY Soal Harga Sembako

HMINEWS- Pemerintah diminta tak menganggap wajar dan biasa-biasa saja terhadap fenomena kenaikan harga yang terjadi beberapa bulan terakhir. Apalagi setelah Natal dan Tahun Baru usai, harga tetap saja melambung.

“Meski tiap menjelang Natal dan Tahun Baru tren harga sembako naik, namun hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kenaikan harga sembako yang sangat tinggi menjadi permasalahan serius bagi masyarakat. Mereka harus menghitung ulang pengeluaran harian dan bulanan untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, gula, telur dan beberapa komoditas lain,” kata Prof Dr Drs Purbayu Budi Santosa MS, Guru Besar Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Undip, Selasa (4/1/2011)

Menurutnya, pemerintah seharusnya mencari cara guna mengantisipasi naiknya harga sembako, seperti memperhatikan kualitas di beberapa sentra produksi. Misalnya, komoditas gula yang harganya relatif tinggi, yakni di kisaran Rp 10.000-13.000 per kilogram.

“Hal ini disebabkan karena produksi gula yang terbatas akibat anomali cuaca yang sukar untuk diprediksi. Selain itu, revitalisasi gula juga belum sepenuhnya dilakukan oleh beberapa produsen. Pasalnya, revitalisasi perlu anggaran khusus seperti di PG Cepiring,” ungkapnya.

Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi konsumsi cabai sampai harga benar-benar stabil, mengingat harga cabai yang terus melambung tinggi hingga Rp 70.000 per kilogram. Apalagi komoditas cabai bukan merupakan komoditas utama untuk dikonsumsi sehari-hari.

Purbayu menambahkan, jika kenaikan harga sembako dianggap sudah tidak wajar, pemerintah sebaiknya segera menggelar operasi pasar kebutuhan pokok. Sebab operasi pasar bisa mengatasi naiknya harga sembako di pasaran.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, Ihwan Sudrajat mengatakan, komoditas sembako seperti gula, beras, cabai dan produk holtikultura lainnya, saat ini perlu mendapat perhatian serius dari sejumlah pihak. Pasalnya komoditas tersebut sangat rentan dengan perubahan harga.

“Saat ini sangat susah mengatasi permasalahan kenaikan harga sembako, apalagi cabai. Sebab selama pertengahan tahun ini merupakan masa tanam dan sekarang merupakan masa panen. Terlebih faktor cuaca membuat kualitas cabai memburuk,” katanya.

Ihwan berharap agar masyarakat untuk tetap tenang dan tak terlalu khawatir dengan kenaikan harga saat ini. Mengenai operasi pasar untuk menstabilkan harga, menurutnya belum diperlukan karena kenaikan harga belum mencapai 10 persen.[]SM/ian