Fitra Sebut SBY Bohong Soal Anggaran

Fitra : Pemerintahan SBY-Boed Bohong Soal Anggaran!

HMINEWS- Banyak pihak yang telah menyatakan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono berbohong dalam segala hal termasuk dalam persoalan anggaran. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengatakan pemerintah ‘berbohong’ tentang penghematan anggaran seperti yang dijanjikan Presiden SBY.

“Pemerintah ‘berbohong’. Faktanya, belanja perjalanan justru membengkak. Pantas saja, belanja perjalanan yang biasanya diuraikan pada nomenklatur belanja barang, pada dokumen Data Pokok APBN 2011, tidak lagi diuraikan dicantumkan,” tukas Sekjen FITRA Yuna Farhan.

Menurutnya, anggaran belanja perjalanan telah meningkat dari Rp20,9 triliun dalam rancangan APBN 2011 (RAPBN), menjadi Rp24,5 triliun APBN. Padahal, SBY pada sidang kabinet 7 Oktober tahun lalu telah berjanji akan mengeluarkan instruksi presiden dan peraturan presiden tentang penghematan anggaran khususnya belanja perjalanan pada rancangan APBN dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mulai 2011.

Angka tersebut, menurut Yuna, hampir lima kali lipat anggaran Jamkesmas 2011, yaitu sebesar Rp5,6 triliun. Ironisnya, menurut Yuna, belanja fungsi kesehatan justru menurun, dari Rp19,8 triliun pada APBN perubahan (APBN-P) 2010 menjadi Rp13,6 trilun pada APBN 2011.

“Rupanya sengaja tidak dicantumkan untuk menghindari kritik publik atas membengkaknya belanja perjalanan. Pemerintah justru menutupi belanja perjalanan ini,” lanjutnya.

Yuna pun mengatakan belanja perjalanan adalah belanja yang terus membengkak setiap tahun. Pada APBN 2009 dia mencontohkan, alokasi belanja perjalanan Rp2,9 trilun, namun melonjak pada APBN-P 2009 menjadi Rp12,7 triliun, yang kemudian masih pula membengkak menjadi Rp15,2 trilun pada realisasinya. Sama halnya pada 2010, APBN menetapkan Rp16,2 trilun, namun pada APBN-P membengkak menjadi Rp19,5 trilun