Menpora Andi Layak Jadi Jubir SBY

Andi Mallarangeng Musuh Gerakan Mahasiswa Indonesia

HMINEWS- Himpunan Aktivis Turunkan Andi Mallarangeng (HATAM) mencatat lima ‘dosa besar’ Andi Mallarangeng. Lima ‘dosa besar’ Andi Mallarangeng disampaikan HATAM saat berdemo di depan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jalan Gerbang Pemuda, Senin (31/1/2011) siang. Inilah lima dosa besar AM versi HATAM.

1. Gagal membina pemuda. Konflik KNPI tidak bisa diputuskan oleh Menteri. Andi Mallarangen terkesan berada di 2 kaki antara KNPI versi Bali dan Ancol. AM tidak bisa memutuskan KNPI yang sah dan diakui Pemerintah.

2. Gagal memberi solusi pembangunan dunia olahraga. AM tidak pernah serius meminta anggaran kepada DPR dan Presiden. Sehingga fasilitas, pelatih dan atlet tidak sejahtera.

3. Andi Mallarangen adalah musuh pergerakan yang dianggap pemecah belah gerakan mahasiswa.

4. Melakukan penyimpangan dana bantuan sosial yang seharusnya yang seharusnya tidak lagi diberikan pada KOI dan KONI.

5. Lebih pantas menjadi juru bicara SBY ketimbang Menteri.

Menurut mereka, 5 dosa besar ini hanya sebagian kecil.

“Tentu saja hanya sebagian kecil daripada kebohongan-kebohongan yang AM lakukan sejak ia menjadi Menpora,” ujar Faiz yang juga korlap aksi.

Sebagaimana diberitakan, ratusan massa yang tergabung dalam HATAM mendatangi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senin (31/1/2011), menuntut Andi mundur dari jabatannya.

“Andi Mallarangeng tak punya track record di dunia olahraga dan kepemudaan. Bahkan, hanya mengetahui olahraga dari koran dan televisi,” ujar Faiz, korlap aksi, Senin (31/1/2011).

Menurut HATAM, kepemimpinan Andi Mallarangen sebagai Menpora tidak layak. Sebab, jabatan Menpora sebelum dipegang Andi Mallarangen dinilai sangat bagus. Sehingga, tidak ada cacatnya, terbukti dengan hampir tidak pernah ada kecaman dan aksi demo terhadap Kemenpora. Bahkan, menurut mereka kepemimpinan Andi Mallarangeng membuat dunia pemuda dan olahraga makin mundur dan jauh dari kebanggaan.

“Setelah Andi Mallarangeng menjadi Menpora, kementerian ini dikritik dan bahkan gelombang penuntutan mundur makin besar,” katanya.

Menurut mereka, posisi Andi Mallarangeng menjadi Menpora adalah kesalahan. Sebab, dia hanya memahami dunia politik dan tidak paham dunia olahraga dan kepemudaan. “Andi hanya mengetahui dunia politik semata,” jelasnya.

Menurut mereka, dia lebih cocok menjadi jubir Presiden ketimbang Menpora. “Andi Mallarangeng lebih pantas kami nilai sebagai juru bicara SBY ketimbang Menteri. Karena kami memandang dia lebih tepat duduk pada posisi tersebut,” katanya.

Massa HATAM adalah gabungan dari Badko HMI, GMNI Jakarta, Pemuda Tani, RPM, GRP, ATMA, BEM Revolusi, dan KAMI. Mereka tiba di Kemenpora pukul 13.40 WIB.[]inil/dni