Pengurus HMI Jadi Korban Penculikan

HMINEWS,- Hariyanti (20) Pengurus HMI Cabang Sidrap menjadi korban penculikkan oleh orang tak dikenal. Hal tersebut terjadi Selasa pagi kemarin, pukul 05.40 WITA.

Kejadian penculikkan hariyanti yang juga menjabat sebagai staf PNS di Dinas Kehutanan dan Pertambangan Energi (Dishuttambeng) Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, menimpa disaat ia bermaksud pulang ke rumahnya setelah malam sebelumnya menginap disalah satu rumah temannya.

Dua rekan korban saksi drama penculikan tersebut, Anita dan Husni mengatakan, mereka sempat melihat sebuah mobil hitam Toyota Avanza ditumpangi dua laki-laki, menghadang motor Suzuki Smash DD 4643 CM yang dikendarai korban.

Satu di antaranya yang menarik paksa Haryati naik ke mobil, dan lelaki lainnya langsung menancap gas. Husni, teman korban kepada Kompas.com menuturkan, malam sebelum penculikan dirinya menginap di rumah korban.

Lepas shalat subuh Selasa kemarin, korban berniat mengantarnya pulang ke rumahnya di Bulukonyi, Kecamatan Watang Sidenreng, Sidrap. Belum lagi tiba di rumahnya, kata Husni, korban tiba-tiba menghentikan laju motornya di perapatan jalan menuju arah Desa Waladeceng, Kampung Talumae, Kecamatan Maritengngae.

“Korban memang sempat menghentikan motornya di perapatan jalan menuju Desa Waladeceng. Selang kemudian, muncul teman korban yang lain bernama Hanita. korban diminta temannya itu untuk lanjut mengantarkan saya ke rumah,” katanya.

Hanya beberapa menit meninggalkan korban, yang hendak berputar kembali ke rumahnya, saat itulah tiba-tiba muncul Avanza hitam. Setelah dipaksa naik, motor korban dibiarkan jatuh tergeletak di tengah badan jalan. “Saya melihat dua laki-laki di mobil itu, tapi tidak mengenal satupun di antaranya,” kata Husni.

Bersama Anita, kejadian tersebut langsung dilaporkan ke ayah korban Langkulung (55), yang kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Sidrap, Selasa pagi kemarin.

Langkulung ayah korban mengatakan, pelaku tak henti-hentinya menghubunginya melalui telepon genggam. “Pelaku mendesak meminta uang tebusan Rp 20 juta,” katanya.

Saat ini, ayah korban dan kedua kakak perempuan hanya bisa menangis dan berharap Haryanti bisa cepat ditemukan dan kembali berkumpul dengan keluarga.  “Saya harap adik saya tidak diapa-apakan oleh pelaku. Kami juga tak mampu penuhi keinginan permintaan pelaku yang meminta tebusan Rp20 juta,” ujar Musdalifah, salah satu kakak korban saat ditemui  di kediamannya di Talumae, Kelurahan Lautan Benteng, Rabu (20/4/2011).

Sementara itu, Kepala Polres Sidrap AKBP Syamsi yang ditemui di kantornya, membenarkan peristiwa penculikan PNS yang juga masih tercatat sebagai mahasiswi STISIP Rappang semester IV tersebut

Hingga sore kemarin, kata Syamsi, pihaknya masih terus menyelidiki kasus penculikan staf Dishuttambeng Sidrap tersebut. “Kita masih sebatas mengumpulkan informasi dan mendengarkan keterangan saksi-saksi. Informasi terakhir, korban sempat berkomunikasi dengan pacarnya yang saat ini berada di Kota Makassar dan identitasnya sudah kita kantongi,” ungkap Syamsi.

Secara terpisah, Kanit Khusus Reskrim Polres Sidrap Ipda Suardi mengaku sudah melacak keberadaan pelaku bersama korban. Termasuk identitas dan mobil yang ditumpangi pelaku pun sudah diketahui. “Ini sementara kita akan lakukan pengejaran terhadap pelaku yang lebih dari 3 orang tersebut,” katanya./hast/komp/

Indonesia Butuh Lebih Banyak Lagi Technopreneur

Rabu, 13 April 2011 bertempat di Gedung II Lantai 13 Jl. MH. Thamrin No. 8 Jakarta, BPPT menyelenggarakan Workshop Technopreneurship 2011 dengan tema “Peluang Bisnis Teknologi”. Workshop dibuka oleh Dr. Ir. Marzan Azis Iskandar, M. Eng, selaku Ketua BPPT tepat pukul 09.00 sesuai susunan acara yang diterima oleh peserta.

Dr. Ir. Marzan Azis Iskandar dalam paparannya menyatakan bahwa UKM sangat berperan penting dalam perekonomian. Tugas pemerintah adalah menyediakan regulasi, intensif sehingga muncul wirausaha/technopreneur yang berdaya saing, tangguh, dan mandiri. Di Indonesia hanya terdapat 0,2% enterpreneur dari total jumlah penduduknya, ini sangat kurang dari idealnya yang harus dimiliki suatu negara yaitu 5%. Butuh peningkatan 10 kali lipat lebih agar mencapai taraf idela, begitu Beliau menegaskan dalam paparannya.

Pada sesi kedua, Dr. Bambang S. Pujantiyo, Kepala Balai Inkubator Teknologi – BPPT menyampaikan paparan dengan judul “Peluang Investasi Usaha Berbasis Teknologi”. Incubator Technology (i-tech) adalah wahana inkubasi dalam upaya menciptakan pengusaha pemula inovatif dan berbasis teknologi/technopreneur yang berdaya saing, tangguh, dan mandiri. Fasilitas yang didapatkan mitra melalui program ini adalah fasilitas fisik dan non fisik. Fasilitas fisik antara lain : gedung sebagai ruang inkubasi; fasilitas ruangan seperti listrik, telpon, fax, internet; inkubasi di dalam ruang (in-wall) atau di luar ruang (out-wall). Sedangkan fasilitas non fisik yang disediakan BPPT antara lain : training/workshop, mentoring/konsultasi.

Wokshop ini juga diisi dengan paparan “Sharing Pemanfataan Teknologi Dalam Bisnis Ciputra Group” yang disampaikan oleh Ir. Antonius Tanan, MBA, MSc selaku Direktur Ciputra Group. Dalam paparannya Bapak Antonius Tanan menjelaskan bahwa ada 5 kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang enterpreneur, yaitu : business creation, business operation, business growth, business revitalization, business closing. Bapak Antonius Tanan mendefinisikan inovasi adalah merancang serangkai nilai tambah (value chain) sedemikian rupa hingga pelanggan tidak sanggup mengatakan tidak.

Sementara itu pada sesi paparan terakhir disampaikan oleh Ir. Kristianto Santosa, Msc selaku Kepala Business Innovation Centre (BIC) – Kementrian Ristek dengan judul “103 Program Inovasi Paling Prospektif 2011. BIC dengan dukungan Kementrian Riset dan Teknologi RI, kembali membuka kesempatan bagi para investor Indonesia untuk ikut serta dalam pemilihan “103 Inovasi Indonesia Paling Produktif – 2011”. Ir Kristianti Santosa, Msc mengungkapkan bahwa ketika mengikuti pemilihan tersebut akan secara otomatis terdaftar dalam database BIC, yang sampai saat ini memuat lebih dari 1.500 karya inovasi dari seluruh Indonesia. Keuntungan sebagai anggota BIC adalah mendapatkan investor, sponsor, atau mengikuti program intensif pemerintah bagi karya inovasi tersebut.

Informasi yang didapatkan dari Panitia bahwa semua paparan yang disampaikan dapat diunduh di website http://i-tech.or.id. Penjelasan detail tentang program incubator technology – BPPT juga dapat dibaca di website tersebut. Informasi detail tentang pemilihan “103 Inovasi Paling Produktif – 2011 dapat dibaca selengkapnya di http://bic.web.id

BEM KM UGM Terancam Dibekukan

Badan Eksekuif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa UGM terancam  dibekukan setelah aksi mereka menolak Kartu Identitas Kendaraan (KIK), Rabu (30/3) lalu.  Rektorat mengancam akan membekukan BEM KM UGM dan menindak mahasiswa yang terlibat aksi.ksi.

“Rektorat meminta 110 nama peserta aksi KIK saat itu. Selama BEM KM tidak menyerahkan nama- nama tersebut, BEM KM UGM akan dibekukan”, kata Nunik Novia, Menteri Media BEM KM UGM.

Lima hari setelah BEM se-UGM berdemonstrasi menolak KIK, Direktur Kemahasiswaan UGM Haryanto , menerima sepucuk surat. Surat bernomor 2111/P/Set.R/2011 tersebut berisi instruksi: Ketua BEM KM UGM, Luthfi Hamzah Husin wajib menyerahkan daftar peserta aksi hari Rabu, 30 Maret 2011, sejumlah 110 mahasiswa.

Surat itu juga menyebut dukungan rektorat terhadap BEM KM 2011 ditunda sebelum 110 nama diserahkan.  “Ini ancaman,” ujar Luthfi menanggapi isi surat itu.

Luthfi Hamzah Husin, Presiden BEM KM UGM menegaskan pihaknya tidak akan menyerahkan nama 110 mahasiswa yang diminta rektorat. “Istana negara saja tak pernah minta daftar nama demonstran,” tutur Luthfi yang beberapa kali berdemo di depan istana negara. Ia menganggap sanksi terhadap BEM KM merupakan bentuk pembekuan secara politik dan pencederaan kebebasan berpendapat di UGM.

Sementara itu, menurut Haryanto, yang dipermasalahkan rektorat bukan demonstrasinya, melainkan caranya. “Kok bicara sama orang tua seperti itu, seperti bukan didikan kami saja,” ujar Haryanto. Haryanto menjelaskan, 110 mahasiswa yang terkumpul dalam daftar akan diikutkan pencerahan lewat kuliah umum. “Tidak ada sanksi akademis apalagi drop out,” kata Haryanto. Ia pun melanjutkan, sanksi terhadap BEM KM dengan menghentikan dukungan dana itu biasa. “Wajar kan kalau ada anak nakal lalu tidak diberi uang saku oleh orang tuanya,” ujar Haryanto.

Luthfi menegaskan pihaknya akan mencoba mencari jalan penyelesaian terkait persoalan ini. “Secara politik, dana dan izin untuk mengadakan kegiatan di luar rektorat akan dicabut. Kita akan jajaki pendekatan ke rektorat untuk mencari jalan penyelesaian”, kata Luthfi.

Rapat Pengurus Harian BEM KM UGM sendiri menegaskan bahwa mereka akan tetap fokus mengawal isu KIK dengan melanjutkan tim ad hoc peninjau kebijakan yang disepakati mahasiswa dan rektorat.

Selain itu, BEM KM UGM juga menyatakan bahwa pencabutan dana serta izin kegiatan dari rektorat adalah bentuk pencideraan terhadap kebebasan berpendapat. Pencabutan tersebut tidak relevan dengan substansi aspirasi yang diajukan ketika aksi.

Respons kekecewaan atas tindakan rektorat ini juga disampaikan beberapa mahasiswa. “Harusnya bisa dibedakan kebencian terhadap orang-seorang dengan kebencian terhadap lembaga. Hal ini menunjukkan watak kekuasan yang anti-kritik”, kata Wisnu, mahasiswa FISIPOL, dalam twitter-nya.

Hal senada juga diungkapkan Ridwan Affan, mahasiswa FH UGM. “Rektorat UGM kembali represif, wacana NKK/BKK mengembang”, tulis Ketua Dema Justicia ini dalam facebook-nya.

Alumni BEM KM UGM juga menyesalkan tindakan ini. “Tradisi demokrasi di kampus tdk boleh dirobohkan”, kata Hanta Yuda, pengamat politik yang juga pernah menjabat Presiden BEM KM UGM.

Rektorat hingga kini tetap mengultimatum BEM KM UGM untuk menyerahkan daftar mahasiswa. Masih belum jelas apakah tindakan ini terkait dengan pemilihan rektor atau tidak. Ini yang masih perlu dinantikan.

Sumber : BEMKM UGM, Balairung,