Kegaduhan di Internal Demokrat Ganggu Jalannya Pemerintahan, Rakyat Muak Lihat Demokrat!!

HMINEWS – Partai Golkar memandang kegaduhan di internal PD telah jauh menganggu jalannya pemerintahan. Golkar memandang Presiden SBY sebagai Ketua Dewan Pembina PD menjadi lebih fokus menangani persoalan internal PD ketimbang kepentingan negara.

“Gaduh akibat kekisruhan yang melanda PD jangan sampai membuat presiden dan para pembantunya lupa menangani sejumlah masalah strategis yang berkait langsung dengan kepentingan negara dan kepentingan rakyat. Tekanan serius yang nyata-nyata sedang dialami APBN 2011 saat ini menuntut keberanian politik pemerintah untuk mengatasinya,” ujar Wakil Bendahara Umum Golkar, Bambang Soesatyo.

Hal ini disampaikan Bambang kepada detikcom, Rabu (13/7/2011).

Bambang menuturkan, harusnya Presiden SBY tak sibuk mengurus internal PD. Namun mau tidak mau Presiden SBY memang harus turun tangan meredakan konflik internal PD yang kian meluas seiring jatuhnya reputasi PD yang makin buram karena kasus Nazaruddin.

“Kekisruhan internal PD memaksa Presiden SBY selaku Ketua Dewan Pembina PD angkat bicara menyusul hiruk-pikuk soal saling serang Ruhut dan kawan-kawan dengan Amir Syamsudin dan kawan-kawan, serta isu seputar mafia hukum, mafia pajak, mafia pemilu, kasus suap Pemilihan Gubernur Senior BI Miranda Gultom, skandal Bank Century sampai kasus suap wisma atlet Sea Games Palembang yang diduga melibatkan sejumlah politisi sebagai fokus sorotan,”tuturnya.

Rakyat pun mau tidak mau menjadi penonton panggung politik PD. Padahal rakyat saat ini harus benar-benar disejahterakan oleh pemerintah, bukan dijejali beragam isu politik.

“Mudah-mudahan, rakyat tidak lupa bahwa mereka yang sedang bertarung di panggung hiburan konyol itu mestinya lebih berkonsentrasi mengurus masalah negara dan masalah rakyat. Bukan sibuk membela diri, membela partai, atau mengatur persembunyian orang-orang yang bermasalah dengan hukum,”tuturnya.

Ia berharap SBY menyadari dan tidak lagi menempatkan dirinya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina PD di depan rakyat Indonesia. “Ruang publik sudah disulap menjadi panggung hiburan tak lucu. Pun sangat bising karena sarat pernyataan bernuasa saling tuduh, saling menyalahkan, penuh kebohongan dan kepura-puraan,”tandasnya.[]dtl/ian