Malam Takbiran, Jakarta Kembali Macet

Selasa 30 Agustus 2011 malam. Sekitar pukul 21. 35, saya bersama kerabat mencoba menikmati suasana jantung kota Jakarta, di malam lebaran. Berangkat dari arah Cipete, dengan tujuan ke Monumen Nasional.

Ternyata Jakarta, dimalam takbiran ramai semarak. Bunyi petasan, dan lesatan sinar kembang api memendar memenuhi langit Jakarta. Begitu ramai.

Saat melewati terminal Blok M, denyut keramaian justru lebih ramai dari biasanya. Arus kendaraan tersendat. Ternyata, ada pasar malam di sebelah terminal. Karena selintas saya lihat pajangan baju-baju yang di jual sampai meluber ke pinggiran jalan. Pengunjung tampak begitu sesak ramai.

Makin mengarah ke jalan protokol utama Senayan- Sudirman, denyut keramaian kian terasa. Di jalur lambat, di penuhi rombongan pengendara sepeda motor. Terselip diantaranya, rombongan takbir keliling, menggunakan mobil bak terbuka dan beberapa mobil yang sehari-hari dipakai sebagai angkutan kota atau angkot.

Mendekati Bundaran HI, sesaat melewati patung Jenderal Sudirman, bahkan arus kendaraan tersendat merayap. Kendaraan makin banyak menyesaki jalan. Di seberang patung Jenderal Sudirman, berjejer mobil dan motor di parkir di bahu jalan. Sepertinya mereka adalah rombongan takbir keliling yang hendak berkeliling kota Jakarta.

Di bundaran HI, kerumunan orang disekitar air mancur begitu banyak. Mereka duduk-duduk di pinggiran air mancur. Kebanyakan dari mereka adalah pengayuh sepeda, karena ratusan sepeda di parkir mengelilingi bundaran air mancur. Sementara beberapa polisi lalu lintas sibuk mengatur arus lalu lintas.

Lewat Thamrin, arus lalu lintas tetap merayap. Mobil yang saya tumpangi, beberapa kali berhenti karena padatnya arus kendaraan. Sampai akhirnya tiba di air mancur patung kuda, dekat gedung Sapta Pesona, sekitar pukul 22.25 Wib. Kendaraan bahkan tersendat-sendat karena macet.

Dari jendela mobil tampak tugu Monas. Puncak Monas, tampak berkilau keemasan. Di langit sekitar Monas, sesekali lesatan kembang api berpendar-pendar.

Sementara jalan menuju arah Istana begitu padat. Sedangkan di seberangnya dengan arah sebaliknya, jalanan kosong. Sepertinya ada penutupan arus lalu lintas. Di tengah pepohonan pemisah jalan, tampak serombongan korp baju putih petugas kebersihan sedang beristirahat, sembari menyaksikan ramainya jalan di malam takbiran. Sungguh mereka pahlawan lingkungan. Dedikasinya begitu hebat, ditengah yang lain sedang menikmati libur lebaran, dan bermalam lebaran, tapi mereka tetap bekerja membersihkan sampah.

Makin mendekati Istana, arus kendaraan kian padat. Sampai tiba di daerah kota, arus kendaraan makin padat. Benar saja di depan halte busway Harmoni, kendaraan yang saya tumpangi terjebak macet. Beberapa menit tak bisa bergerak. Andaipun bisa bergerak, hanya satu tarikan gas, tapi kembali lagi macet. Rasanya, seperti macet ria di jalur madik. [] Kompasisan/Agus

Maaf

Oleh: Lukni Maulana *

 

HMINEWS – Lebaran sebentar lagi, kemeriahan dan kegembiraan dicampurkan dengan berbagai macam adonan kesibukan dan kerepotan dialami seseorang yang akan merayakannya. Meriah dan gembira karena mereka akan mudik kampung bertemu sanak keluarga. Sibuk dan repot menandakan sebuah cerita segala persiapan harus disediakan semisal pakaian baru, angpau, parcel dan berbagai ornament lebaran.

Namun dari itu, ada yang lebih inti yakni tentang kata “maaf”. Maaf berarti bisa meminta dan memberikan. Meminta bagi seseorang yang bersalah, maka ia wajib meminta. Walau terkadang merasa berat untuk memintanya, hal ini dikarenakan sebuah perasaan hati dan pikiran. Sebab kebanyakan dari yang meminta maaf adalah orang-orang yang bersalah.

Lain lagi dengan orang yang memberikan maaf, karena memiliki posisi startegis. Meskipun memberikan itu terasa berat, sebab terikat dengan konsekwensi untuk tulus dan ikhlas.

Disitulah makna tertinggi dari mudik untuk bertemu dengan sanak keluarga yakni meminta dan memberi maaf. Dua hal yang tidak dapat terpisahkan, dikarenakan pada lebaran kata maaf menjadi suatu yang utama. Tidak ada pembeda antara meminta dan memberi., keduanya melebur menjadi satu.

Hal ini dapat dibuktikan dengan hubungan kekerabatan yang berpadu dalam silatuhrahmi. Silatuhrahmi atau berkunjung ke saudara, tetangga ataupun teman dalam bahasa kampung saya di sebut dengan ujung-ujung berasal dari kata ujung yang berarti puncak atau titik terakhir sehingga sekarang dimaknai saling berkunjung. Ujung-ujung menjadi tradisi lebaran hingga sekarang.

Ujung-ujung ini tidak bermaksud hanya bertemu dan bertatap muka karena rasa kangen lama tidak bertemu. Tapi dikarenakan orang yang melakukan ujung-ujung, akan berkunjung meminta maaf dari titik awal hingga titik akhir. Bersalah atau tidak ia akan tetap meminta maaf, baik yang muda ke orang yang tua ataupun sebaliknya. Di sinilah tidak ada pembedanya orang yang meminta dan memberi maaf.

Barangsiapa tidak menyayangi, maka dia tidak disayangi Allah. Barangsiapa tidak memafkan, maka dia tidak diampuni Allah, orang yang tidak memafkan, tidak di maafkan” (HR. Bukhari)

Bangsa kita merupakan bangsa yang suka memberikan maaf, namun tekadang masih sulit untuk meminta maaf. Bangsa ini hampir di jajah tiga setengah abad, namun sebab bangsa ini suka memberikan maaf maka Negara Belanda pun dimaafkan. Meskipun benda-benda bersejarah bangsa ini masih tersimpan disana. Inilah bangsa yang suka memberi. Bangsa ini suka memberikan maaf kepada para pejahat baik itu koruptor maupun penjahat kelas teri. Keringanan hukuman selalu diberikan saat lebaran berupa amnesti.

Sulit rasanya meminta maaf, kadang aneh juga mental anak bangsa yang sulit meminta maaf. Semisalanya perosalan kentut (buang kotoran), rasanya sulit untuk meminta izin keluar. Namun malahan kita memberikannya, meskipun baunya tidak enak. Tapi jika disalahkan tidak mau, bisa-bisa saling menuding jka kentutunya tidak berbunyi tapi ada baunya.

Ya…itulah kata maaf. Allah berfirman dalam Surat Asy Syuura ayat 43:

Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan”.

Memafkan menjadi suatu yang utama terikat dengan ketulusan, kesabaran dan keikhlasan. Berurusan dengan Allah itu lebih mudah dari pada dengan sesama, sebab Allah itu maha memafkan (ampunan).

Maka ada beberapa tangga maaf yang harus dilewati seseorang untuk mendapatkan sesuatu baik itu diampuni dosa maupun kesalahannya. Pertama, meminta maaf kepada Allah. Maka seorang hamba dituntut untukl berdoa “Ya Allah Engkau maha pengampun dan suka kepada seseorang yang meminta ampunan, maka ampuni aku”. Seketika itupula seorang hamba akan dimaafkan.

Kedua, meminta maaf kepada sesama. Ini hal yang paling sulit karena jika kita sudah melukai seseorang walaupun kita sudah memohon maaf dan diberikan maaf olehnya namun luka itu masih membekas. Ketiga, memafkan diri sendiri, meskipun kita pernah melukai orang lain dan luka itu tetap membekas. Saatnya memafkan diri sendiri dengan berbagai macam cara seperti taubat, zikir dan melantunkan ayat-ayat suci untuk diambil hikmahnya.

Sesungguhnya maaf suatu yang sepele, namun memiliki makna yang luar biasa. Menandakan sebuah kualitas manusia apakah dia manusia sempurna atau memang manusia yang luput dengan salah dan khilaf.

* Lukni Maulana; HMI Cabang Semarang dan pendiri Rumah Pendidikan Sciena Madani

Muslim adalah yang paling toleran di Amerika Serikat

Oleh: Muqtedar Khan

Newark, Delaware – Sebuah kajian sekilas tentang liputan media dalam dua tahun belakangan menunjukkan sebuah gambaran keliru tentang keadaan Muslim Amerika dan hubungan mereka dengan warga Amerika yang lain. Serangan mengerikan di Fort Hood oleh Mayor Nidal Malik Hasan, upaya pemboman Times Square pada Juni 2010, nyaringnya retorika dan keaktifan anti-syariat Islam di badan legislatif, dan penyudutan Islam dan Muslim terus-menerus oleh para politisi konservatif, tokoh media dan pengusaha politik; semuanya turut memberi gambaran bahwa kehidupan Muslim di Amerika pastilah keras.

Tapi sebaliknya, survei-survei berskala besar dan kajian-kajian mendalam yang dilakukan baru-baru ini memberi sebuah gambaran yang lebih kompleks dan optimis tentang kenyataan Muslim Amerika, khususnya menyangkut tiga isu yang paling diperbincangkan: radikalisasi, persepsi Muslim Amerika terhadap Amerika Serikat dan toleransi beragama.

Sebuah kajian Departemen Kehakiman AS tentang radikalisasi Muslim Amerika yang dilakukan pada 2010 oleh para peneliti dari dua universitas North Carolina menyatakan bahwa terorisme yang dilakukan oleh Muslim Amerika sebetulnya cukuplah rendah. Mereka mengaitkan tingkat yang rendah ini pada upaya anti-radikalisasi oleh sejumlah komunitas Muslim dan masjid di Amerika Serikat. Kajian mendalam ini tidak hanya meyakinkan aparat penegak hukum bahwa ketakutan akan radikalisasi Muslim di Amerika adalah berlebihan, tetapi kajian ini juga menggarisbawahi kenyataan bahwa masjid-masjid AS adalah sekutu dalam perjuangan melawan ekstremisme – bukan sumber ekstremisme seperti kata beberapa pengamat dan politisi sayap kanan.

Menyangkut bagaimana Muslim Amerika memandang Amerika, ada lagi yang mengejutkan. Kajian lain, “Muslim Americans: Faith Freedom and the Future”, survei dengan sampel besar yang dilakukan selama dua tahun oleh Gallup, mengungkapkan bahwa Muslim Amerika – lebih dari warga komunitas lain mana pun – mengklaim bahwa mereka “berkembang maju di Amerika”. Ini kondisi yang lumayan bagi sebuah komunitas yang sering kali menjadi sorotan media, aparat penegak hukum dan Kongres AS sendiri.

Ekonomi yang buruk ataupun politik yang menjijikkan tidak tampak mengganggu keberagamaan Muslim Amerika. Delapan dari sepuluh Muslim Amerika mendukung Presiden Barack Obama, yang tingkat penerimaannya tengah berada di titik terendah sejak ia menjadi presiden, dan Muslim Amerika mempunyai kepercayaan diri tertinggi akan kejujuran dalam sistem politik Amerika, lebih dari komunitas penganut agama lain mana pun.

Tapi mungkin temuan tentang toleransi agama memberi alasan terbaik bagi adanya optimisme. Laporan Gallup menemukan bahwa Muslim Amerika, bersama kaum Mormon, adalah kelompok keagamaan yang paling toleran. Hanya delapan persen Muslim Amerika merasa asing dengan agama-agama lain, sementara 92 persen dari mereka “toleran” atau “toleran dan menerima” terhadap agama-agama lain!

Saya menduga bahwa penghormatan yang tinggi pada pluralisme ini sebenarnya adalah cerminan dari penghormatan yang tinggi terhadap agama itu sendiri. Muslim yang sangat taat terhadap agama mereka secara alamiah punya ketertarikan pada orang-orang lain yang juga memuja Tuhan.

Saya berharap orang-orang Amerika yang terpengaruh oleh prakarsa-prakarsa “anti-syariat Islam” di Amerika Serikat membaca laporan ini. Laporan ini membuat kita benar-benar ragu terhadap pernyataan bahwa Muslim – komunitas agama paling toleran di Amerika – ingin memaksakan agama mereka kepada orang lain.

Akhirnya, ada sebuah selipan cerita menarik dalam laporan ini, khususnya bagi orang-orang Muslim yang percaya bahwa semua orang Yahudi ingin “menghajar” Islam dan Muslim. Menurut jajak pendapat Gallup, orang-orang Yahudi Amerika, lebih dari kelompok agama lain, menyadari adanya Islamofobia dan prasangka terhadap Muslim di Amerika. Bahkan, 80 persen Yahudi Amerika, hanya di bawah Muslim Amerika (93 persen), percaya bahwa Muslim Amerika loyal kepada Amerika. Dari semua komunitas agama, Yahudi Amerika adalah yang paling tidak percaya kalau Muslim Amerika adalah para simpatisan al-Qaeda. Baik Muslim dan Yahudi di Amerika juga punya pandangan serupa tentang konflik Arab-Israel: 78 persen Yahudi dan 81 persen Muslim mendukung terwujudnya sebuah negara Palestina yang berdampingan dengan Israel.

Saya berharap temuan-temuan ini memberi lebih banyak dorongan bagi dialog dan hubungan Muslim-Yahudi di Amerika Serikat.

Saat kita merenungkan tragedi 11 September dan kejadian setelahnya, saya berharap kita membiarkan fakta dan realitas membentuk pemikiran kita dan menolak hasutan-hasutan gelap yang telah memunculkan tragedi di Norwegia.

###

* Dr. Muqtedar Khan ialah guru besar madya di University of Delaware dan peneliti Institute for Social Policy and Understanding. Ia adalah pengarang American Muslims: Bridging Faith and Freedom dan situsnya adalah www.ijtihad.org.

Artikel ini ditulis kerjasama HMINEWS dengan Kantor Berita Common Ground (CGNews).

Mengenal Makanan Haram

HMINEWS –  Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memilih makanan yang halal serta menjauhi makanan haram. Rasulullah bersabda: “Dari Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda: ” Sesungguhnya Allah baik tidak menerima kecuali hal-hal yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mu’min sebagaimana yang diperintahkan kepada para rasul, Allah berfirman: “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”

Dan firmanNya yang lain: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu” Kemudian beliau mencontohkan seorang laki-laki, dia telah menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut serta berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit: Yaa Rabbi ! Yaa Rabbi ! Sedangkan ia memakan makanan yang haram, dan pakaiannya yang ia pakai dari harta yang haram, dan ia meminum dari minuman yang haram, dan dibesarkan dari hal-hal yang haram, bagaimana mungkin akan diterima do’anya”. (HR Muslim no. 1015).

Jenis Makanan HARAM:

1. BANGKAI

Yaitu hewan yang mati bukan karena disembelih atau diburu. Hukumnya jelas haram dan bahaya yang ditimbulkannya bagi agama dan badan manusia sangat nyata, sebab pada bangkai terdapat darah yang mengendap sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan. Bangkai ada beberapa macam sbb :

A. Al-Munkhaniqoh yaitu hewan yang mati karena tercekik baik secara sengaja atau tidak.

B. Al-Mauqudhah yaitu hewan yang mati karena dipukul dengan alat/benda keras hingga mati olehnya atau disetrum dengan alat listrik.

C. Al-Mutaraddiyah yaitu hewan yang mati karena jatuh dari tempat tinggi atau jatuh ke dalam sumur sehingga mati.

D. An-Nathihah yaitu hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lainnya (lihat Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim 3/22 oleh Imam Ibnu Katsir).

Sekalipun bangkai haram hukumnya tetapi ada yang dikecualikan yaitu bangkai ikan dan belalang berdasarkan hadits:

“Dari Ibnu Umar berkata: ” Dihalalkan untuk dua bangkai dan dua darah. Adapun dua bangkai yaitu ikan dan belalang, sedang dua darah yaitu hati dan limpa.” (Shahih. Lihat Takhrijnya dalam Al-Furqan hal 27 edisi 4/Th.11)

Rasululah juga pernah ditanya tentang air laut, maka beliau bersabda:

“Laut itu suci airnya dan halal bangkainya.”: (Shahih. Lihat Takhrijnya dalam Al-Furqan 26 edisi 3/Th 11) Syaikh Muhammad Nasiruddin Al–Albani berkata dalam Silsilah As-Shahihah (no.480): “Dalam hadits ini terdapat faedah penting yaitu halalnya setiap bangkai hewan laut sekalipun terapung di atas air (laut)? Beliau menjawab: “Sesungguhnya yang terapung itu termasuk bangkainya sedangkan Rasulullah bersabda: “Laut itu suci airnya dan halal bangkainya” (HR. Daraqutni: 538).

Adapun hadits tentang larangan memakan sesuatu yang terapung di atas laut tidaklah shahih. (Lihat pula Al-Muhalla (6/60-65) oleh Ibnu Hazm dan Syarh Shahih Muslim (13/76) oleh An-Nawawi).

2. DARAH

Yaitu darah yang mengalir sebagaimana dijelaskan dalam ayat lainnya:

“Atau darah yang mengalir” (QS. Al-An’Am: 145) Demikianlah dikatakan oleh Ibnu Abbas dan Sa’id bin Jubair. Diceritakan bahwa orang-orang jahiliyyah dahulu apabila seorang diantara mereka merasa lapar, maka dia mengambil sebilah alat tajam yang terbuat dari tulang atau sejenisnya, lalu digunakan untuk memotong unta atau hewan yang kemudian darah yang keluar dikumpulkan dan dibuat makanan/minuman. Oleh karena itulah, Allah mengharamkan darah pada umat ini. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/23-24).

Sekalipun darah adalah haram, tetapi ada pengecualian yaitu hati dan limpa berdasarkan hadits Ibnu Umar di atas tadi. Demikian pula sisa-sisa darah yang menempel pada daging atau leher setelah disembelih.Semuanya itu hukumnya halal.

Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan: “Pendapat yang benar, bahwa darah yang diharamkan oleh Allah adalah darah yang mengalir. Adapun sisa darah yang menempel pada daging, maka tidak ada satupun dari kalangan ulama’ yang mengharamkannya”. (Dinukil dari Al-Mulakhas Al-Fiqhi 2/461 oleh Syaikh Dr. Shahih Al-Fauzan).

3. DAGING BABI

Babi baik peliharaan maupun liar, jantan maupun betina. Dan mencakup seluruh anggota tubuh babi sekalipun minyaknya. Tentang keharamannya, telah ditandaskan dalam al-Qur’an, hadits dan ijma’ ulama.

4. SEMBELIHAN UNTUK SELAIN ALLAH

Yakni setiap hewan yang disembelih dengan selain nama Allah hukumnya haram, karena Allah mewajibkan agar setiap makhlukNya disembelih dengan nama-Nya yang mulia. Oleh karenanya, apabila seorang tidak mengindahkan hal itu bahkan menyebut nama selain Allah baik patung, taghut, berhala dan lain sebagainya , maka hukum sembelihan tersebut adalah haram dengan kesepakatan ulama.

5. HEWAN YANG DITERKAM BINATANG BUAS

Yakni hewan yang diterkam oleh harimau, serigala atau anjing lalu dimakan sebagiannya kemudia mati karenanya, maka hukumnya adalah haram sekalipun darahnya mengalir dan bagian lehernya yang kena. Semua itu hukumnya haram dengan kesepakatan ulama. Orang-orang jahiliyah dulu biasa memakan hewan yang diterkam oleh binatang buas baik kambing, unta,sapi dsb, maka Allah mengharamkan hal itu bagi kaum mukminin.

Adapun hewan yang diterkam binatang buasa apabila dijumpai masih hidup (bernyawa) seperti kalau tangan dan kakinya masih bergerak atau masih bernafas kemudian disembelih secara syar’i, maka hewan tersebut adalah halal karena telah disembelih secara halal.

6. BINATANG BUAS BERTARING

Hal ini berdasarkan hadits : “Dari Abu Hurairah dari Nabi saw bersabda: “Setiap binatang buas yang bertaring adalah haram dimakan” (HR. Muslim no. 1933)

Perlu diketahui bahwa hadits ini mutawatir sebagaimana ditegaskan Imam Ibnu Abdil Barr dalam At-Tamhid (1/125) dan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah dalam I’lamul Muwaqqi’in (2/118-119) Maksudnya “dziinaab” yakni binatang yang memiliki taring atau kuku tajam untuk melawan manusia seperti serigala, singa,anjing, macan tutul, harimau,beruang,kera dan sejenisnya. Semua itu haram dimakan”. (Lihat Syarh Sunnah (11/234) oleh Imam Al-Baghawi).

Hadits ini secara jelas menunjukkan haramnya memakan binatang buas yang bertaring bukan hanya makruh saja. Pendapat yang menyatakan makruh saja adalah pendapat yang salah. (lihat At-Tamhid (1/111) oleh Ibnu Abdil Barr, I’lamul Muwaqqi’in (4-356) oleh Ibnu Qayyim dan As-Shahihah no. 476 oleh Al-Albani.

Imam Ibnu Abdil Barr juga mengatakan dalam At-Tamhid (1/127): “Saya tidak mengetahui persilanganpendapat di kalangan ulama kaum muslimin bahwa kera tidak boleh dimakan dan tidak boleh dijual karena tidak ada manfaatnya. Dan kami tidak mengetahui seorang ulama’pun yang membolehkan untuk memakannya. Demikianpula anjing,gajah dan seluruh binatang buas yang bertaring. Semuanya sama saja bagiku (keharamannya). Dan hujjah adalah sabda Nabi saw bukan pendapat orang….”.

Para ulama berselisih pendapat tentang musang. Apakah termasuk binatang buas yang haram ataukah tidak ? Pendapat yang rajih bahwa musang adalah halal sebagaimana pendapat Imam Ahmad dan Syafi’i berdasarkan hadits :

“Dari Ibnu Abi Ammar berkata: Aku pernah bertanya kepada Jabir tentang musang, apakah ia termasuk hewan buruan ? Jawabnya: “Ya”. Lalu aku bertanya: apakah boleh dimakan ? Beliau menjawab: Ya. Aku bertanya lagi: Apakah engkau mendengarnya dari Rasulullah ? Jawabnya: Ya. (Shahih. HR. Abu Daud (3801), Tirmidzi (851), Nasa’i (5/191) dan dishahihkan Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al- Baihaqi, Ibnu Qoyyim serta Ibnu Hajar dalam At-Talkhis Habir (1/1507).

Lantas apakah hadits Jabir ini bertentangan dengan hadits larangan di atas? ! Imam Ibnu Qoyyim menjelaskan dalam I’lamul Muwaqqi’in (2/120) bahwa tidak ada kontradiksi antara dua hadits di atas. Sebab musang tidaklah termasuk kategori binatang buas, baik ditinjau dari segi bahasa maupun segi urf (kebiasaan) manusia. Penjelasan ini disetujui oleh Al-Allamah Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi (5/411) dan Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani dalam At-Ta’liqat Ar-Radhiyyah (3-28)

7. BURUNG YANG BERKUKU TAJAM

Hal ini berdasarkan hadits : Dari Ibnu Abbas berkata: “Rasulullah melarang dari setiap hewan buas yang bertaring dan berkuku tajam” (HR Muslim no. 1934)

Imam Al-Baghawi berkata dalam Syarh Sunnah (11/234): “Demikian juga setiap burung yang berkuku tajam seperti burung garuda, elang dan sejenisnya”. Imam Nawawi berkata dalam Syarh Shahih Muslim 13/72-73: “Dalam hadits ini terdapat dalil bagi madzab Syafi’i, Abu Hanifah, Ahmad, Daud dan mayoritas ulama tentang haramnya memakan binatang buas yang bertaring dan burung yang berkuku tajam.”

8. KHIMAR AHLIYYAH (KELEDAI JINAK)

Hal ini berdasarkan hadits:

“Dari Jabir berkata: “Rasulullah melarang pada perang khaibar dari (makan) daging khimar dan memperbolehkan daging kuda”. (HR Bukhori no. 4219 dan Muslim no. 1941) dalam riwayat lain disebutkan begini : “Pada perang Khaibar, mereka menyembelih kuda, bighal dan khimar. Lalu Rasulullah melarang dari bighal dan khimar dan tidak melarang dari kuda. (Shahih. HR Abu Daud (3789), Nasa’i (7/201), Ahmad (3/356), Ibnu Hibban (5272), Baihaqi (9/327), Daraqutni (4/288-289) dan Al-Baghawi dalam Syarhu Sunnah no. 2811).

Dalam hadits di atas terdapat dua masalah :

Pertama : Haramnya keledai jinak. Ini merupakan pendapat jumhur ulama dari kalangan sahabat, tabi’in dan ulama setelah mereka berdasarkan hadits-hadits shahih dan jelas seperti di atas. Adapaun keledai liar, maka hukumnya halal dengan kesepakatan ulama. (Lihat Sailul Jarrar (4/99) oleh Imam Syaukani).

Kedua : Halalnya daging kuda. Ini merupakan pendapat Zaid bin Ali, Syafi’i, Ahmad, Ishaq bin Rahawaih dan mayoritass ulama salaf berdasarkan hadits-hadits shahih dan jelas di atas. Ibnu Abi Syaiban meriwayatkan dengan sanadnya yang sesuai syarat Bukhari Muslim dari Atha’ bahwa beliau berkata kepada Ibnu Juraij: ” Salafmu biasa memakannya (daging kuda)”. Ibnu Juraij berkata: “Apakah sahabat Rasulullah ? Jawabnya : Ya. (Lihat Subulus Salam (4/146-147) oleh Imam As-Shan’ani).

9. AL-JALLALAH

Hal ini berdasarkan hadits :
“Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah melarang dari jalalah unta untuk dinaiki. (HR. Abu Daud no. 2558 dengan sanad shahih).

“Dalam riwayat lain disebutkan: Rasulullah melarang dari memakan jallalah dan susunya.” (HR. Abu Daud : 3785, Tirmidzi: 1823 dan Ibnu Majah: 3189).

“Dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya berkata: Rasulullah melarang dari keledai jinak dan jalalah, menaiki dan memakan dagingnya”(HR Ahmad (2/219) dan dihasankan Al-Hafidz dalam Fathul Bari 9/648).

Maksud Al-Jalalah yaitu setiap hewan baik hewan berkaki empat maupun berkaki dua-yang makanan pokoknya adalah kotoran-kotoran seperti kotoran manuasia/hewan dan sejenisnya. (Fahul Bari 9/648). Ibnu Abi Syaiban dalam Al-Mushannaf (5/147/24598) meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa beliau mengurung ayam yang makan kotoran selama tiga hari. (Sanadnya shahih sebagaimana dikatakan Al-Hafidz dalam Fathul Bari 9/648).

Al-Baghawi dalam Syarh Sunnah (11/254) juga berkata: “Kemudian menghukumi suatu hewan yang memakan kotoran sebagai jalalah perlu diteliti. Apabila hewan tersebut memakan kotoran hanya bersifat kadang-kadang, maka ini tidak termasuk kategori jalalah dan tidak haram dimakan seperti ayam dan sejenisnya…”

Hukum jalalah haram dimakan sebagaimana pendapat mayoritas Syafi’iyyah dan Hanabilah. Pendapat ini juga ditegaskan oleh Ibnu Daqiq Al-’Ied dari para fuqaha’ serta dishahihkan oleh Abu Ishaq Al-Marwazi, Al-Qoffal, Al-Juwaini, Al-Baghawi dan Al-Ghozali. (Lihat Fathul Bari (9/648) oleh Ibnu Hajar).

Sebab diharamkannya jalalah adalah perubahan bau dan rasa daging dan susunya. Apabila pengaruh kotoran pada daging hewan yang membuat keharamannya itu hilang, maka tidak lagi haram hukumnya, bahkan hukumnya hahal secara yakin dan tidak ada batas waktu tertentu. Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan (9/648): “Ukuran waktu boelhnya memakan hewan jalalah yaitu apabila bau kotoran pada hewan tersebut hilang dengan diganti oleh sesuatu yang suci menurut pendapat yang benar.”. Pendapat ini dikuatkan oleh imam Syaukani dalam Nailul Authar (7/464) dan Al-Albani dan At-Ta’liqat Ar-Radhiyyah (3/32).

10. AD-DHAB (HEWAN SEJENIS BIAWAK) BAGI YANG MERASA JIJIK DARINYA

Berdasarkan hadits: “Dari Abdur Rahman bin Syibl berkata: Rasulullah melarang dari makan dhab (hewan sejenis biawak). (Hasan. HR Abu Daud (3796), Al-Fasawi dalam Al-Ma’rifah wa Tarikh (2/318), Baihaqi (9/326) dan dihasankan Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (9/665) serta disetujui oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no. 2390).

Benar terdapat beberapa hadits yang banyak sekali dalam Bukhari Muslim dan selainnya yang menjelaskan bolehnya makan dhob baik secara tegas berupa sabda Nabi maupun taqrir (persetujuan Nabi). Diantaranya , Hadits Abdullah bin Umar secara marfu’ (sampai pada nabi) “Dhab, saya tidak memakannya dan saya juga tidak mengharamkannya.” (HR Bukhari no.5536 dan Muslim no. 1943)

11. HEWAN YANG DIPERINTAHKAN AGAMA SUPAYA DIBUNUH

“Dari Aisyah berkata: Rasulullah bersabda: Lima hewan fasik yang hendaknya dibunuh, baik di tanah halal maupun haram yaitu ular, tikus, anjing hitam. ” (HR. Muslim no. 1198 dan Bukhari no. 1829 dengan lafadz “kalajengking: gantinya “ular” )

Imam ibnu Hazm mengatakan dalam Al-Muhalla (6/73-74): “Setiap binatang yang diperintahkan oleh Rasulullah supaya dibunuh maka tidak ada sembelihan baginya, karena Rasulullah melarang dari menyia-nyiakan harta dan tidak halal membunuh binatang yang dimakan” (Lihat pula Al-Mughni (13/323) oleh Ibnu Qudamah dan Al-Majmu’ Syarh Muhadzab (9/23) oleh Nawawi).

“Dari Ummu Syarik berkata bahwa Nabi memerintahkan supaya membunuh tokek/cecak” (HR. Bukhari no. 3359 dan Muslim 2237). Imam Ibnu Abdil Barr berkata dalam At-Tamhid (6/129)” “Tokek/cecak telah disepakati keharaman memakannya”.

12. HEWAN YANG DILARANG UNTUK DIBUNUH

“Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah melarang membunuh 4 hewan : semut, tawon, burung hud-hud dan burung surad. ” (HR Ahmad (1/332,347), Abu Daud (5267), Ibnu Majah (3224), Ibnu Hibban (7/463) dan dishahihkan Baihaqi dan Ibnu Hajar dalam At-Talkhis 4/916). Imam Syafi’i dan para sahabatnya mengatakan: “Setiap hewan yang dilarang dibunuh berarti tidak boleh dimakan, karena seandainya boleh dimakan, tentu tidak akan dilarang membunuhnya.” (Lihat Al-Majmu’ (9/23) oleh Nawawi).

Haramnya hewan-hewan di atas merupakan pendapat mayoritas ahli ilmu sekalipun ada perselisihan di dalamnya kecuali semut, nampaknya disepakati keharamannya. (Lihat Subul Salam 4/156, Nailul Authar 8/465-468, Faaidhul Qadir 6/414 oleh Al-Munawi). “Dari Abdur Rahman bin Utsman Al-Qurasyi bahwasanya seorang tabib pernah bertanya kepada Rasulullah tentang kodok/katak dijadikan obat, lalu Rasulullah melarang membunuhnya. (HR Ahmad (3/453), Abu Daud (5269), Nasa’i (4355), Al-Hakim (4/410-411), Baihaqi (9/258,318) dan dishahihkan Ibnu Hajar dan Al-Albani).

Haramnya katak secara mutlak merupakan pendapat Imam Ahmad dan beberapa ulama lainnya serta pendapat yang shahih dari madzab Syafe’i. Al-Abdari menukil dari Abu Bakar As-Shidiq, Umar, Utsman dan Ibnu Abbas bahwa seluruh bangkai laut hukumnya halal kecuali katak (lihat pula Al-Majmu’ (9/35) , Al-Mughni (13/345), Adhwaul Bayan (1/59) oleh Syaikh As-Syanqithi, Aunul Ma’bud (14/121) oleh Adzim Abadi dan Taudhihul Ahkam (6/26) oleh Al-Bassam)

13. BINATANG YANG HIDUP DI 2 (DUA) ALAM

Sejauh ini BELUM ADA DALIL dari Al Qur’an dan hadits yang shahih yang menjelaskan tentang haramnya hewan yang hidup di dua alam (laut dan darat). Dengan demikian binatang yang hidup di dua alam dasar hukumnya “asal hukumnya adalah halal kecuali ada dalil yang mengharamkannya.

Berikut contoh beberapa dalil hewan hidup di dua alam :

KEPITING – hukumnya HALAL sebagaimana pendapat Atha’ dan Imam Ahmad.(Lihat Al-Mughni 13/344 oleh Ibnu Qudamah dan Al-Muhalla 6/84 oleh Ibnu Hazm).

KURA-KURA dan PENYU – juga HALAL sebagaimana madzab Abu Hurairah, Thawus, Muhammad bin Ali, Atha’, Hasan Al-Bashri dan fuqaha’ Madinah. (Lihat Al-Mushannaf (5/146) Ibnu Abi Syaibah dan Al-Muhalla (6/84).

ANJING LAUT – juga HALAL sebagaimana pendapat imam Malik, Syafe’i, Laits, Syai’bi dan Al-Auza’i (lihat Al-Mughni 13/346).

KATAK/KODOK – hukumnya HARAM secara mutlak menurut pendapt yang rajih karena termasuk hewan yang dilarang dibunuh sebagaimana penjelasan di atas.

Fokuslah Mencarai Siapa Saja yang Terlibat Kasus Nazaruddin

HMINEWS – Penggunaan Blackberry oleh Nazarudin adalah suatu kesalahan, tetapi kesalahan tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai tindakan pidana. KPK tidak perlu mengeluarkan energi terlalu baesar hanya untuk mepermasalahkan penggunaan Blckberry tersebut . Sanksi yang dapat diberikan oleh KPK atas oleh Nazarudin hanyalah penyitaan Blckberry tersebut agar Nazarudin tidak bisa lagi berkomunikasi dengan bebas.

Juru bisacara Serikat Pengacara Rakyat (SPR) Habiburokhman, SH mengatakan “Saat ini KPK harus fokus pada persoalan penting dalam kasus Nazarudin ini yakni mencari siapa saja yang terlibat, kemana saja  dana dialirkan dan di instansi mana saja Nazarudin dkk beraksi. KPK harus mampu mengolah informasi dari Nazarudin dan informasi dari persidangan kasus Wisma Atlet yang sedang diperiksa di Pengadilan Tipikor.”

Telah lebih dua minggu Nazarudin ditahan KPK dan telah beberapa kali ia di-BAP. Logikanya KPK sudah dapat beberapa informasi penting untuk melakukan pengembangan atas penyidikan yang selama ini telah dilakukan. Masyarakat tentu sangat menanti perkembangan apa yang bisa diinformasikan KPK kepada public dalam waktu dekat ini. [] lk

Manjodohkan Jodoh

HMINEWS – Kita memiliki pasangan masing-masing, mula-mula berjauhan, kemudian bergerak saling mendekat, lalu ada yang dipersatukan dalam jarak dan waktu, namun ada yang berhenti dalam jarak yang tak terlalu jauh tapi tak bertemu atau bahkan ada yang makin menjauh. Bahkan jodoh kita sebenarnya sudah ada di depan mata, tapi karena amalan yang buruk sehingga kita tak segera dipersatukan.
Allah senantiasa memberi pasangan hidup bagi setiap orang, namun tidak semua orang mudah menemukan belahan jiwanya, ada yang cepat ada yang lambat Bagi yang dilambatkan, ini menjadi latihan kesabaran, jika mampu menghadapinya dan berserah diri kepada Allah maka akan dimudahkan bertemu jodohnya. Di dalam Islam ada tips menjemput jodoh.
1.  Berdoa memohon kepada Allah untuk dimudahkan menjemput jodoh kita. Sebagaimana Firman Allah. “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadaKu tentang AKU, maka (jawablah), bahwa AKU sangat dekat, AKU mengabulkan permohonan orang yang memohon kepadaKU, …” (Qs. 2:186) “Qadha (ketentuan Allah) takkan tertolak kecuali dengan doa …” (HR Tirmizi)
2.  Beramal shaleh, berbakti kepada orang tua, perbanyak shodaqoh, menolong orang dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan ketaqwaan menjadi lebih baik agar Allah memberikan pasangan yang memiliki kualitas yang juga sama tingkat kebaikannya. “Dan perempuan baik adalah untuk laki-laki baik dan laki-laki baik adalah untuk perempuan baik pula” (QS. an-Nur : 26).
3. Kepada jodoh, hendaknya jangan terlalu ideal, setiap orang punya kekurangan. Jadikanlah kita sebagai kriteria yang ideal. Jika kita mengharapkan jodoh yang baik maka jadilah orang yang baik, karena hati yang baik akan bertemu dan bersinergi dengan hati yang baik. Hati yang buruk akan berhimpin dengan hati yang buruk pula.
4. Berprasangka baik kepada Allah “Aku selalu sesuai dengan persangkaan hambaKU kepadaKU. Dan aku selalu menyertainya ketika ia berzikir kepadaKU. Dan jika ia ingat padaKU dalam jiwanya, maka AKU joke mengingatnya dalam Zat-KU. Dan jika ia ingat padaKU ditempat ramai, AKU joke mengingatnya ditempat ramai yang lebih baik daripadanya. Jika ia mendekat padaKU sejengkal, AKU joke mendekat kepadanya sehasta. Jka ia mendekat sehasta, Aku joke mendekat kepadanya satu depa. Dan jika ia dating kepadaKU dengan berjalan, AKU joke akan dating kepadanya dengan berlari cepat” (Hadist Qudsi)

Kita memiliki pasangan masing-masing, mula-mula berjauhan, kemudian bergerak saling mendekat, lalu ada yang dipersatukan dalam jarak dan waktu, namun ada yang berhenti dalam jarak yang tak terlalu jauh tapi tak bertemu atau bahkan ada yang makin menjauh. Bahkan jodoh kita sebenarnya sudah ada di depan mata, tapi karena amalan yang buruk sehingga kita tak segera dipersatukan.

Allah senantiasa memberi pasangan hidup bagi setiap orang, namun tidak semua orang mudah menemukan belahan jiwanya, ada yang cepat ada yang lambat Bagi yang dilambatkan, ini menjadi latihan kesabaran, jika mampu menghadapinya dan berserah diri kepada Allah maka akan dimudahkan bertemu jodohnya. Di dalam Islam ada tips menjemput jodoh.

1.  Berdoa memohon kepada Allah untuk dimudahkan menjemput jodoh kita. Sebagaimana Firman Allah. “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadaKu tentang AKU, maka (jawablah), bahwa AKU sangat dekat, AKU mengabulkan permohonan orang yang memohon kepadaKU,” (Qs. 2:186) “Qadha (ketentuan Allah) takkan tertolak kecuali dengan doa ” (HR Tirmizi)

2.  Beramal shaleh, berbakti kepada orang tua, perbanyak shodaqoh, menolong orang dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan ketaqwaan menjadi lebih baik agar Allah memberikan pasangan yang memiliki kualitas yang juga sama tingkat kebaikannya. “Dan perempuan baik adalah untuk laki-laki baik dan laki-laki baik adalah untuk perempuan baik pula” (QS. an-Nur : 26).

3. Kepada jodoh, hendaknya jangan terlalu ideal, setiap orang punya kekurangan. Jadikanlah kita sebagai kriteria yang ideal. Jika kita mengharapkan jodoh yang baik maka jadilah orang yang baik, karena hati yang baik akan bertemu dan bersinergi dengan hati yang baik. Hati yang buruk akan berhimpin dengan hati yang buruk pula.

4.  Berprasangka baik kepada Allah “Aku selalu sesuai dengan persangkaan hambaKU kepadaKU. Dan aku selalu menyertainya ketika ia berzikir kepadaKU. Dan jika ia ingat padaKU dalam jiwanya, maka AKU joke mengingatnya dalam Zat-KU. Dan jika ia ingat padaKU ditempat ramai, AKU joke mengingatnya ditempat ramai yang lebih baik daripadanya. Jika ia mendekat padaKU sejengkal, AKU joke mendekat kepadanya sehasta. Jka ia mendekat sehasta, Aku joke mendekat kepadanya satu depa. Dan jika ia dating kepadaKU dengan berjalan, AKU joke akan dating kepadanya dengan berlari cepat” (Hadist Qudsi)

KPK Hendaknya Memakai ‘Jammer’ untuk Tahanan Nazaruddin

HMINEWS – Konsentrasi dan fokus KPK dalam mengusut kasus Nazarudin patut dipertanyakan. Pasalnya KPK terkesan hanya meributkan hal-hal kecil ketimbang permasalahan besar dan penting dalam kasus ini. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Serikat Pengacara Rakyat (SPR) Habiburokhman, SH kepada HMINEWS (28/8/2011).

“Permasalahan kecil terbaru yang diributkan oleh KPK adalah persoalan penggunaan Blackberrry oleh Nazarudin selama ia ditahan di Rutan Mako Brimob . Menurut kami KPK terkesan terlalu mendramatisir dan membesar-besarkan permasalahan tersebut,” Kata Habib.

Alat komunikasi termasuk Blackberry seharusnya memang tidak diperkenakan dipakai secara bebas oleh seorang tahanan. Walau bagaimanapun, seorang tahanan memang harus diperlakukan berbeda dengan orang bebas. Intinya penahanan adalah pengurangan kebebasan orang yang ditahan.

Akan tetapi pada prakteknya, hampir di seluruh rumah tahanan di Indonesia, penggunaan alat komunikasi oleh tahanan adalah hal yang biasa terjadi. Dari kunjungan ke berbagai rumah tahanan di wilayah Jakarta yang sering kami lakukan, Tahanan-tahanan KPK selama ini juga sering terlihat mekakai alat komunikasi dengan bebas.

Jadi sangat aneh, jika sekarang KPK baru meributkan persoalan pemakaian Blckberry oleh Nazarudin, sementara selama ini KPK tidak pernah begitu sibuk mempermasalhkan persoalan pemakaian alat komunikasi oleh tahanan-tahanan lain.

KPK tidak boleh bersikap diskriminatif dalam menegakkan aturan, jika memang tahahan dilarang menggunakan alat komunikasi, maka seluruh tahanan KPK lainnya juga harus dilarang menggunakan alat komunikasi.

Pasca merebaknya  dugaan pelanggaran Kode Etik pimpinan KPK beberapa waktu lalu , kepercayaan publik pada KPK menurun secara signifikan. Dalam kondisi seperti ini seharusnya KPK semakin berhati-hati dalam menjalankan tugasnya dalam kasus Nazarudin.

“Sikap diskriminatif justru akan mencederai kredibilitas pengusutan kasus ini, karena public pasti mempertanyakan apa latar belakang dari perlakuan diskriminatif tersebut ? apakah karena Nazarudin memegang informasi tentang adanya orang-orang penting yang juga terlibat dengan kasusnya ?” tanyanya.

Sebenarnya untuk menegakkan larangan membawa alat komunikasi bagi Nazarudin sangatlah mudah, KPK Cuma perlu mengoperasikan alat pengacak sinyal (Jammer) di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua. Dengan adanya Jammer ini maka penyelundukan alat komunikasi dari siapapun kepada Nazarudin tentu akan sia-sia.

Penggunaan Jammer di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua sangatlah memungkinkan, mengingat lokasi Rutan tersebut yang terpisah dari instansi publik lain, sehingga Jammer tersebut tidak akan mengganggu kerja instansi lain. Selama ini salah satu kendala penggunaan Jammer di Rutan-Rutan lain adalah turut terganggunya komunikasi  instansi-instansi lain di sekitar Rutan oleh Jammer tersebut. [] lk

Hukuman Bagi Koruptor

HMINEWS – Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Kemerdekaan  Republik Indonesia yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus,  selalu diwarnai dengan pemotongan masa tahanan (remisi) bahkan ada narapidana  yang sengaja dibebaskan dari suatu penjara, setelah melalui proses hukum.   Itu adalah hal biasa ya sudah menjadi tradisi penegakan hukum di Indonesia setiap HUT RI.

Namun terasa janggal dalam peringatan HUT  RI ke 66 tahun ini,  sejumlah koruptor kelas diberbagai daerah menurut pemberitaan media, dilaporkan mendapatkan keistimewaan dari negara, mereka mendapatkan remisi dari pemerintah dalam hal ini Menteri Hukum dan Ham Indonesia.

Hukuman mati koruptor di China

Inilah yang menginspirasi penggiat Social Media Amiroeddin membuat sebuah perbandingan tentang cara perlakuan koruptor di dunia. Ada tiga cara perlakukan koruptor: Cara Islam Dipotong Tangan, Cara China Dipotong Leher, Cara Indonesia Dipotong Masa Tahanan. Dasar!

China Proteksi dari Lagu-lagu Barat, Bagaimana Indonesia?

HMINEWS – Lagu- lagu hits milik Lady Gaga, Beyonce, dan Take That dilaporkan berada dalam jajaran 100 lagu yang mendapat tempat dalam daftar hitam internet yang dibuat oleh Menteri Kebudayaan China. Yang semuanya memiliki lirik tentang hubungan seksual tak lazim dan berisi sampah.

Seperti itu lah pemerintah China memproteksi bangsanya dari pengaruh buruk ‘Barat’. Memang tampak sepele, hanya lirik lagu. Tapi pemerintah China meyakini bahwa lirik-lirik tersebut secara perlahan bisa merusak ‘software’ moral ketimuran generasi mudanya.

Bagaimana jika langkah tersebut juga dilakukan oleh pemerintah kita, dalam hal ini oleh Kemenkominfo. Apa yang akan terjadi? Bung Tiffatul akan diserang lagi? Solidaritas ‘social media’ akan cepat boom memprotesnya. Para pemrotes selalu berlindung dibalik ‘dewa’ kebebasan berekspresi. Padahal yg dilarang itu adalah hal negatif.  Apa yang salah dengan masyarakat kita? [] feri s

Inilah Pengganti Alkohol dalam Masakan

Pada jenis-jenis masakan tertentu sering digunakan alkohol seperti arak, ang ciu, wine, mirin dan sebagainya. Salah satu contohnya adalah pada masakan cina, jepang, juga pada pembuatan kue tart. Bahkan pada masakan lokal seperti nasi goreng sering ditambahkan arak. Oleh karena itu diperlukan alternatif pengganti khamr atau minuman memabukkan tersebut dalam masakan. Pengganti ini tentu saja tidak sama persis seperti menggunakan khamr, namun hanya menimbulkan rasa atau aroma yang mirip.

  • Ang Ciu

Alternatifnya adalah campuran kecap asin dan perasan jeruk limau

  • Mirin

Alternatifnya adalah jus anggur yang dicampur dengan perasan air jeruk lemon.

  • Red Wine

Alternatifnya adalah jus anggur, jus cranberry dan jus tomat.

  • Bourbon

Alternatifnya adalah ekstrak vanilla, jus cranberry atau jus anggur.

  • Brandy

Alternatifnya adalah sirup buah cerry atau selai cerry.

  • Muscat

Alternatifnya adalah jus anggur yang ditambah dengan air dan gula putih.

  • Vodka

Alternatifnya adalah sari buah apel atau jus anggur dicampur dengan perasan jeruk nipis.

  • White brandy

Alternatifnya adalah anggur, sari buah apel, kaldu sayuran maupun air biasa.

  • Apple Brandy

Alternatifnya adalah jus apel tanpa pemanis