Obral Gelar, SBY Lecehkan DPR!

HMINEWS – Amrizal, Pengamat The Indonesian Reform merasa tergelitik untuk turut mengomentari pemberian tanda jasa kepada Ani Yudhono dan Sri Mulyani Indrawati (SMI) pada Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-66 Republik Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Amrizal yang juga berprofesi sebagai pengajar (Dosen) ilmu kriminologi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, bahwa pemberian tanda jasa terkesan Nepotisme dan penuh muatan politis, dan SMI sendiri masih menjadi sorotan DPR terkait dengan masalah hukum dalam skandal Bank Century.

Pemberian tanda jasa itu sangat melecehkan DPR dan menimbulkan tanda tanya bagi publik.

Menurut Amrizal, Pemerintahanan SBY wajib menghargai sikap politik DPR yang masih menyoali kasus Century yang sudah diputuskan dalam Rapat Paripurna. Bahkan telah menjadi pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang menilai tidak wajar dan banyak terjadi pelangaran

Amrizal berkesimpulan, aksi pemerintah terkait dengan rencana pemberian tanda jasa, termasuk tentang isue pengusungan SMI sebagai Capres 2014 dari Partai Demokrat yang sempat ramai berhembus kencang sebelumnya, hanya sebagai upaya penjinakan SMI saja untuk meyimpan “rahasia negara”.

Karena SMI salah satu mantan pejabat kunci yang sangat mengetahui siapa aktor besar yang paling diuntungkan dibalik skandal pencairan dana talangan 6,7 kepada Bank Century.[]ian