SBY Tak Percaya Diri, Reshuffle Kabinet Tergantung Parpol!

HMINEWS – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumpulkan para pimpinan partai politik anggota koalisi untuk berkonsultasi tentang reshuffle kabinet. Akan tetapi, konsultasi itu tidak hanya terbatas hari ini. Sebab, Presiden masih terus menggodok reshuffle itu dalam satu hingga empat hari ke depan.

“Pekerjaan saya masih berlanjut satu, dua, tiga, empat hari mendatang. Menyangkut konsultasi dan komunikasi dengan pimpinan partai politik akan saya jaga. Manakala ada personel kabinet tertentu dari parpol tertentu yang harus alami pergantian, maka saya akan konsultasikan itu,” kata Persiden SBY.

Hal itu dikatakan SBY dalam jumpa pers bersama Wakil Presiden Boediono dan seluruh pimpinan partai anggota koalisi di Kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat (Jabar), SBY yang berdiri di tengah-tengah tampak mengenakan baju batik warna ungu.

SBY mengatakan, ia mendengar permintaan dari berbagai kalangan agar jangan melibatkan partai politik saat merombak kabinet. Hal itu memang ideal. Namun, tindakan melupakan parpol dalam menyusun kabinet itu tidak dikenal dalam politik nyata.

“Di negara manapun ada etika koalisi,” ucap Presiden.

Seperti pada pertemuan hari ini, SBY mengatakan, ia merasa perlu menjelaskan tentang reshuffle atau penataan kabinet yang tengah dilakukan. Meski pengangkatan dan pemberhentian anggota kabinet adalah hak prerogatif presiden, namun latar belakang reshuffle perlu diterangkan kepada parpol.

“Di samping itu sesuai kesepakatan koalisi, manakala seorang menteri berasal dari parpol tertentu anggota koalisi, saya berkewajiban memberitahu pimpinan parpol tersebut, kemudian mengkonsultasikan siapa gerangan yang tepat isi posisi-posisi itu,” papar SBY.[ian/dtk]