Demi Demokrasi Islam, Ulama Aceh Musti Terlibat Politik

HMINEWS, Aceh –  Wakil Gubernur Provinsi Aceh, Muhammad Nazar, meminta seluruh ulama di Provinsi Aceh melibatkan diri dalam perpolitikan guna menunjukkan demokrasinya agama Islam di mata dunia. Dalam agama Islam, menurutnya, tidak ada satu larangan pun bagi ulama untuk berpolitik. Karena itu, diharapkan ulama ikut berpartisipasi memberikan saran dan pendapat dalam hal perpolitikan.

Islam adalah agama yang demokrasi tidak pernah mengekang hak pemeluknya untuk mengikuti perkembangan zaman, terlebih dalam memikirkan pembangunan negara karena ulama juga merupakan pemimpin umat Muslim, kata Nazar di Meulaboh, Ahad (20/11).

Kondisi ketidakstabilan politik di wilayah Aceh karena kurangnya partisipasi ulama dan ada pihak yang menilai ulama yang masuk ranah politik sudah melenceng dari ketentuan agama Islam. Padahal, menurut Nazar, peran ulama sangat penting untuk mengolaborasikan kondisi daerah Aceh dengan penganutnya 100 persen Muslim sehingga roda pemerintahan dijalankan tetap berbasis Islam.

Dengan peran ulama, Aceh pasti lebih dapat memopulerkan martabat agama Islam sehingga tidak ada pandangan negatif ajaran Islam tidak memihak pada pemerintah, katanya.

Lebih lanjut dikatakan ulama dan umara (pemimpin) merupakan dua golongan yang harus dipadukan untuk menciptakan ketahanan agama Islam. [] antara/lk