Proses Peng-“anand-krishna”-an Dihentikan Hakim Albertina Ho

HMINEWS – “Ini adalah kemenangan peradilan,” ujar Anand Krishna ketika mendengar keputusan Majelis Hakim yang diketuai oleh Albertina Ho yang membebaskan dirinya dari segala macam tuntutan yang terkait dengan pelecehan seksual di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (22/11).

Salah satu penasehat hukum Anand Krishna, Otto Hasibuan, mengungkapkan kegembiraan-nya atas keputusan hakim ini.
“Ini merupakan harapan baik, dan sinyal jelas kepada para hakim dan jaksa bila dakwaan itu tidak selalu benar, dan setiap kasus yang masuk ke pengadilan itu tidak semestinya berakhir dengan dijatuhi hukuman terhadap seorang terdakwa,” kata Ketua DPP Peradi.

“Selain fakta persidangan yang tidak membuktikan satu pun hal yang dituduhkan kepada Pak Anand, dari segi formal maupun materiil saja dakwaan itu sejak awal sudah tidak memenuhi syarat untuk dibawa ke pengadilan. Jadi, kemenangan ini memang kita terima dengan rasa syukur dan gembira,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Koordinator Tim Penasehat Hukum Anand Krishna, Humprey R Djemaat yang menyampaikan apresiasi kepada Majelis Hakim.

“Kami juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Hakim Albertina Ho, dan seluruh majelis hakim dalam hal ini yang telah membuat terobosan yang luar biasa dalam sejarah peradilan,” kata Ketua AAI.

Tentang kemungkinan apakah pihak Anand Krishna akan menuntut balik, Dwi Ria Latifa, Kuasa Hukum Anand lainnya mengatakan bahwa akan diadakan konsultasi dengan klien-nya, dan akan diambil langkah-langkah yang semestinya diambil dalam waktu dekat.

“Sebagai seorang aktivis perempuan, saya melihat banyak sekali kejanggalan dalam kasus ini di dalam ruang persidangan, terutama pada saat persidangan oleh Ketua Majelis sebelumnya. Saya melihat pelecehan seksual hanyalah kedok. Ada kemungkinan konspirasi untuk menjatuhkan Pak Anand. Tuntutan balik akan mengungkapkan adanya dugaan konspirasi ini ,” katanya melanjutkan.

Sementara itu, Ketua Komunitas Pecinta Anand Ashram (KPAA), dr. Sayoga menyambut keputusan majelis hakim dengan rasa syukur, haru, dan gembira.

“Ini sudah secara jelas menunjukkan bahwa penahanan Anand Krishna oleh mejelis terdahulu yang diketuai oleh Hakim Hari Sasangka adalah salah, dan masyarakat sekarang sudah bisa melihat jelas bahwa mogok makan selama 49 hari dilakukan semata-mata supaya tidak ada lagi satu pun anak bangsa yang di-‘anandkrishna’-kan. Tidak boleh lagi ada kezaliman seperti itu.” ujarnya.

Dalam persidangan keputusan bebas ini, JPU Martha P Berliana tidak dapat hadir, sementara ini hadir untuk memberi dukungan moril kepada Anand Krishna, para tokoh nasional antara lain Aktivis Perempuan dan Kerukunan Lintas Agama Musdah Mulia, Romo Franz Magniz Suseno, Mantan Mensekneg Djohan Effendi, Aktivis dan Penulis Julia Suryakusumah, dan sejumlah aktivis dan wakil LSM yang khusus datang dari Yogya, Solo, Riau, Bali, dan beberapa kota lainnya. [] T Nugroho, Fotografer: Prabu Dennaga