Ada dugaan Rekayasa dalam Kasus Dugaan pembunuhan Orangutan di PT KAM

HMINEWS – Keaneka ragaman hayati baik flora dan fauna memanglah harus selalu dijaga dan dilindungi oeleh kita sebagai masyarakat Indonesia, namun janganlah isu isu lingkungan yang tidak benar dijadikan sebagai alat untuk melakukan pemerasan terhadap Perusahaan Perusahaan yang melakukan kegiatannya bersentuhan dengan masalah lingkungan hidup seperti perkebunan, dan pertambangan.

Terjadinya dugaan telah adanya pembunuhan orangutan di Perkebunan PT Khaleda Agroprima Malindo bermula dari berita di salah satu harian suarat kabar di Kalimantan Timur Tribun Kaltim pada bulan september berdasarkan adanya seseorang  yang memberikan data data pada wartawan tribun kaltim. Kemudian atas adanya berita tersebut Balai Konservasi  Sumber Daya Alam Kalimantan Timur ,melakukan investigasi  dengan menanyakan  kepada sumber  surat kabar di Kaltim  darimana TribunKaltim mendapatkan dadat data tersebut , akhirnya sumber  surat kabar diKaltim memberikan satu nama yaitu Nurdin  dan berserta no HP Nurdin ,. tetapi saat BKSDA menghubungi Nurdin dan melakukan janji untuk bertemu ternyata  Nurdin ingkar janji dengan alasan dia sudah tidak samarinda tapi di Makasar . samapi saat ini Nurdin tidak pernah diketahui keberadaannya sebagai sumber utama kasus terjadinya dugaan pembunuhan orangutan tersebut .

Adanya bukti tulang belulang orangutan yang dibawa oleh para wartawan ke Universitas Mulawarman pada tanggal 2 November 2011 , untuk dilakukan investigasi , didapati bahwa menurut keterangan DR. Yaya tidak dapat menentukan kapan Orangutan tersebut dibunuh dan penyebab kematiannya dan ini menjadi liputan berita diberapa mass media .

Sampai akhirnya dengan kesigapan Polisi Sektor Kutai Kertanegara menindaklanjuti adanya laporan adanya nerita terbunuhnya orang utan di areal PT KAM . Polisi Sektor Kutai Kartanegara dalam statementnya  mengatakan tidak ada bukti yang kuat adanya pembunuhan orang utan di areal PT KAM.

Dari bulan oktober  Centre Orangutan Protection(COP)  melakukan kampanye atau mendesak  polisi untuk segera menetapkan adanya tersangka  pembunuhan orangutan di PT KAM , dalam desakan COP  kepada POLRI dan President SBY di depan istana negara pada bulan Novem ber dengan melakukan aksi , pada  3 November 2011 sebelum Mabes Polri menurunkan  tim ke Samarinda  ada terdapat seekor orangutan yang terluka diareal kebun PT KAM . dan lalu PT KAM bersama sama BKDSA melakukan penyelamatan .

Sampai akhirnya dengan turunya tim Mabes Polri dapat tertangkap dua orang pelaku pembunuh Orangutan di areal PT KAM .

Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring Munatsir Mustaman ,S.H meminta aparat mengungkap Keanehan Kasus dugaan  terbunuhnya orangutan di PT KAM. Munatsir meminta agar keberadaaan Nurdin sebagai sumber yang paling utama memberikan data pada wartawan TribunKaltim tidak jelas keberadaannya , dan sebaiknya kepolisian segera mencari Nurdin untuk dimintai keterangan .

“Untuk membuka kasus ini menjadi terang benderang agar dapat mebuktikan telah terjadinya pembunuhan orangutan di areal PT KAM wartawan tribunkaltim harus mau memberikan keterangan kepada pihak kepolisian”, kata Munatsir.

Munatsir juga meminta wartawan wartawan yang meyerahkan tulang belulang orangutan ke universitas mulawarman juga harus memberikan keterangan kepada Polisi untuk memeberikan keterangan darimana tulang belulang tersebut didapat.  Apakah benar oarangutan yang terluka di PT KAM pada 3 November benar benar datang secara alami atau sengaja diletakan di areal kebun PT KAM ,dan apakah benar orangutan tersebut dilukai oleh pihak PT KAM . ini adanya dugaan rekayasa  agar opini dapat terbentuk seolah olah PT KAM tealah melakukan pembunuhan orangutan . sehingga membuat Mabes Polri turun tangan .

Lebih lanjut ia menganjurkan agar pihak Polisi juga harus meyelidiki adanya kemungkinan persaingan dalam usaha perkebunan sawit dengan melakukan upaya upaya pembusukan terhadap PT KAM yang merupakan perusahaan PMA untuk menjaga image negara Indonesia terhadap perlindungan  Investasi asing  dan polisi juga harus meminta keterangan dari COP sebagai pengkampanye terbunuh orangutan apakah ada benang merah COP dengan pesaing PT KAM . [] lk