Anda Terkena Tilang? Inilah Tips-nya

HMINEWS – Anda pernah terkena tilang? Anda kesal karena dimintai “uang damai” oleh Polisi? Semenatara jika sidangpun musti menunggu lama? Semoga info tips ini berguna bagi Anda, para pengguna kendaraan bermotor.

Surat tilang ada 2 macam: slip merah dan slip biru. SLIP MERAH artinya kita menyangkal telah melanggar peraturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan. Biasanya kita musti menunggu 2 minggu untuk ke pengadilan, belum lagi di pengadilan pasti banyak calo, antrian panjang serta oknum pengadilan yg melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU artinya kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomor rekening tertentu (kalo tidak salah bank BUMN, seperti BRI). Setelah itu kita tukarkan bukti transfer dengan SIM / STNK kita di kantor Polsek terdekat dengan lokasi kita ditilang.

Denda resmi KUHP mobil tidak lebih dari Rp. 50.000 (lima puluh ribu) dan untuk roda dua paling hanya Rp. 20.000 (dua puluh ribu). Lebih penting lagi, dananya resmi masuk kas negara, bukan dimakan oleh oknum Polisi.

Jadi, jika kena tilang, mintalah SLIP BIRU! Memang untuk mendapatkan slip tersebut beberapa oknum Polisi perlu mengajak berdebat dahulu dengan kita. Tetapi kita harus ngotot untuk minta SLIP BIRU karena petugas berusaha membohongi kita dengan mengatakan SLIP BIRU tidak berlaku, dendanya akan lebih tinggi, dan sebagainya.

Pengalaman menggunakan tips sering praktikkan oleh aktivis seperti M Chozin. Mantan Ketua PB HMI yang biasa dipanggil akrab dengan Mas Chozin tersebut menceritakan kepada HMINEWS bahwa, sebagai aktivis, dirinya selalu mengendarai motor di Jakarta. Suatu saat dirinya terkena tilang karena salah masuk jalur jalan.

Seperti biasanya, Polisi awalnya mengeluarkan slip tilang dan ujung-ujungnya menawarkan “damai”, artinya memberikan uang langsung kepada dirinya agar tidak dikenai surat tilang (slip merah). Akan tetapi Mas Chozin ngotot untuk meminta Slip Biru dan menyampaikan kepada Polisi akan membayar di BRI saja.

Si Polisi tidak bisa mengeluarkan Slip tersebut, dia berkilah bahwa nanti akan kena lebih mahal dari pada sidang atau “damai”. Mas Chozin pun ngotot minta Slip Biru tersebut, “Biar lebih mahal gak pa pa, Pak”, kata Mas Chozin. Si Polisi agak marah, “Dikasih jalan pintas koq ‘nggak mau’, kata Polisi tersebut. Akhirnya setelah Mas Chozin tetap pada pendiriannya, eee…si Polisi pun malah membebaskan Mas Chozin. Rupanya dia tidak membawa Slip Biru.

Dengan SLIP BIRU Anda tidak perlu menunggu 2 minggu. Langkah ini membantu negara mengikis korupsi dan kita tidak perlu memberi Uang Damai ke oknum-oknum petugas Kepolisian yang suka minta uang di jalanan. []