Mahasiswa Desak Rektor Universitas Asahan Mundur

HMINEWS, Kisaran – Puluhan mahasiswa Universitas Asahan mengelar unjuk rasa di halaman Biro Rektor UNA, Selasa (3/1). Mereka mendesak agar Rektor UNA Dr. Zuriah Sitorus MSc mundur dari jabatannya.
Pantauan METRO, unjuk rasa puluhan mahasiswa tersebut dimulai pukul 11.00 WIB. Menurut beberapa pendemo seperti Didit Satria Tanjung, Kemal Abdullah, R Imansyah, Wiga Hariadi, mereka akan melakukan aksi menginap selama Rektor UNA Zuriah Sitorus tidak mundur dari jabatanya, atau setidaknya memberi penjelasan terhadap mahasiswa atas segala kebijakannya yang dinilai tidak berdasar alias abu-abu.
Ditegaskan Wiga Hariadi, dirinya dan rekan-rekannya bukan bermaksud melakukan pembelaan terhadap pemberhentian Dekan FKIP Dailami, dan Dekan Fakultas Hukum Ali Umri. Namun dirinya dan rekan-rekannya berpihak pada kebenaran.
Sayangnya, lanjut Wiga, berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan tersebut, hingga saat ini rektor tidak mau menguji kebenarannya dengan melakukan diskusi atau pertemuan besar-besaran di kampus UNA untuk menguji kebijakan yang dilakukannya.
“Apakah sudah tepat atau menyalah? Jika sudah tepat dengan kondisi yang ada serta berdasar peraturan yang tepat dan dapat dipertahankan secara ilmiah, tak ada masalah. Tapi jika kebijakannya dikalahkan dengan alasan-alasan yang lebih kuat dan dasar yang kuat, maka ibu rektor harus menghentikan kebijakannya itu dan membatalkannya. Selanjutnya dengan legowo meletakkan jabatan rektor, karena dirinya belum saatnya memimpin universitas seperti UNA,” tukasnya.
Rektor UNA, sebut R Imansyah, rekan Wiga sesama mahasiswa yang ikut demo mengutarakan, kalau pun diadakan diskusi untuk mencari kebenaran dari kebijakan, mereka mempersilakan rektor membawa staf ahlinya yang disebut-sebut salah seorang dosen di UNA. Walau istilah staf ahli seorang rektor masih ganjil terdengar di sebuah universitas, karena pimpinan perguruan tinggi sudah merupakan orang yang ahli.
“Sehingga tidak dibutuhkan lagi staf ahli karena akan bisa justru merusak tatanan yang ada,” ujar Imansyah sembari berharap Rektor UNA agar berani menghadapi mahasiswa, sehingga mereka tidak harus menginap.
“Kami adalah anak-anakmu yang juga muridmu yang sangat menghargaimu, tapi juga kami terdepan mengkritikmu kalau melenceng dari aturan. Soalnya karena melenceng itu akan dapat merusak reputasimu dan harga diri ibu. Bukankah kami telah engkau didik menjadi manusia yang cerdas,” sebut Kemal Abdullah, salah seorang pengunjuk rasa saat memberi penjelasan kepada METRO usai berorasi di depan Biro Rektor.
Disebutkannya, inti dari unjuk rasa tidak lain menindaklanjuti demo yang digelar sebelumnya bersama lebih dari 70 dosen dan termasuk Dekan UNA. Sedang dalam permintaan massa kepada Ketua Yayasan Taufan Gama Simatupang yang juga Bupati Asahan, agar memberhentikan Zuriah dari jabatannya sebagai Rektor UNA.
Hanya saja Bupati Asahan yang juga ketua yayasan UNA tidak ada hak untuk memberhentikan rektor kecuali senat universitas.
Rektor UNA Zuriah yang coba dikonfirmasi METRO, kemarin (3/1) tidak berhasil karena sedang tidak berada di tempat. Sementara ketika hendak dihubungi via telepon selulernya, ponsel Zuriah yang biasa dipakainya tidak aktif atau berada di luar jangkauan.
Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan DR Drs H Saleh Malawat MMA yang dimintai penjelasannya menyebutkan, dirinya tidak mungkin menemui mahasiswa yang berunjuk rasa. Sebab pengunjuk rasa mendesak agar rektor mundur dari jabatannya, sementara rektor sedang berada di perjalanan dari Medan menuju Kisaran.
“Kalau saya yang menemui para mahasiswa, pasti mereka tidak diterima. Soalnya mereka (pengunjuk rasa, red) ingin langsung bertemu dengan ibu rektor. Tapi belum ada orangnya,” tegasnya. [] ing/kontirbutor HMINEWS Asahan