Masyarakat Ingatkan Mall dan Hotel Akan Mengganggu Masjid Raya Aceh

HMINEWS, Banda Aceh – Dalam beberapa waktu belakangan ini, masyarakat Kota Banda Aceh diresahkan oleh berbagai isu dan pro kontra berkaitan dengan rencana pembangunan Hotel dan Mall di dekat Mesjid Raya Baiturrahman. Keresahan ini semakin membesar karena Hotel dan Mall yang akan dibangun tersebut mempunyai tinggi 42 meter dan 12 lantai, melebihi tinggi menara Mesjid Raya Baiturrahman.

Selain itu, keresahan ini berpotensi memunculkan gejolak sosial yang lebih besar di masyarakat, dan akan mempengaruhi suasana damai di Aceh.

Koalisi Masyarakat Peduli Kawasan Mesjid Raya Baiturrahman menolak pendirian hotel dan mall di sekitar Mesjid Raya Baiturrahman dalam radius 1 km dengan pertimbangan bahwa pendirian hotel dan mall tersebut akan merusak keberadaan Mesjid Raya Baiturrahman sebagai landmark kota Banda Aceh.

“Daya dukung dan daya tampung lingkungan untuk saat ini pun sudah tidak memungkinkan untuk pendirian hotel dan mall di wilayah tersebut. Dikhawatirkan dalam jangka waktu sepuluh tahun ke depan, lokasi tersebut akan sangat padat dan macet, yang akan menghalangi masyarakat beribadah ke Mesjid Raya Baiturrahman”, kata salah satu anggota jaringan Tgk. Faisal Ali kepada HMINEWS (7/1/12).

Selain itu, menurut Faisal, pembangunan hotel dan mall akan berdampak pada matinya ekonomi masyarakat kecil di sekitar Mesjid Raya Baiturrahman dan Pasar Aceh sebagai pusat pasar tradisional di Kota Banda Aceh.

Pembangunan hotel dan mall di lokasi ini juga akan berdampak pada terjadinya ketimpangan pertumbuhan ekonomi di Kota Banda Aceh dan berpotensi memunculkan konflik social di kalangan masyarakat.

Lebih lanjat pembangunan hotel dan mall ini juga melanggar UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang, Qanun Aceh No. 9/2008 tentang Penyelenggaraan Adat dan Adat-Istiadat Aceh dan Qanun Kota Banda Aceh No. 4 Tahun 2009 tentang RTRW Kota Banda Aceh.

Koalisi Masyarakat Peduli Kawasan Mesjid Raya Baiturrahman menuntut kepada Pemerintah Kota Banda Aceh dan Pemerintah Aceh agar tidak memberikan ijin pendirian hotel dan mall di sekitar kawasan Mesjid Raya Baiturrahman dalam radius 1 km, serta mencari alternatif lokasi lain untuk pendirian mall dan hotel di Kota Banda Aceh yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan tidak mengganggu kerukunan social masyarakat dan tata ruang kota. []