Matinya Organ Hati Karena Makanan dan Minuman

HMINEWS.Com – Fungsi hati sebagai organ vital dalam tubuh bisa rusak, melemah bahkan mati. Kerusakannya bisa disebabkan oleh virus, racun atau bahan-bahan kimia lainnya yang terkandung dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi, termasuk rokok. Jika hati rusak, darah tidak lagi tersaring sehingga bisa ikut mematikan pemiliknya pada fase kronis.

Dalam dunia kedokteran, hati kerap disebut sebagai liver dan penyakit yang menyerangnya biasa diistilahkan sebagai hepatitis. Tingkatan hepatitis ada dari ringan, sedang dan berat, mulai dari hepatitis A hingga hepatitis E.

Penyakit hati atau liver yang kronis disebut dengan sirosis (chirrhosis), yaitu fase akhir menuju matinya hati. Perawatannya secara medis sangat mahal. Obat-obatan bisa diberikan untuk sirosis yang disebabkan oleh virus, akan tetapi untuk sirosis karena bahan kimia, belum diketahui penanggulangannya kecuali dengan cangkok hati dari orang lain.

Tipe hati dan golongan darah antara pendonor dengan penerima cangkok harus sesuai. Organ hati pendonor akan tumbuh lagi dan kembali seperti sediakala dalam jangka waktu tertentu.

Mengingat tidak ada obat untuk sirosis, yang harus dilakukan adalah tidak memasukkan racun ke dalam tubuh. Yaitu dengan lebih selektif memilih makanan dan minuman yang tidak mengandung bahan kimia yang merusak sebisa mungkin. Juga minuman keras (beralkohol), tidak merokok, dan hidup dalam lingkungan yang berudara bersih, sebab udara juga akan mengalir bersama darah.

Namun kendala yang dihadapi mayoritas penduduk bumi ini adalah bahwa hampir semua bahan makanan yang beredar di pasaran mengandung za-zat kimia, bahkan racun. Mulai dari buah, sayuran, ikan, daging, minuman, cemilan, permen dan hampir tidak ada yang bebas dari kontaminasi.

Hal itu tidak bisa lepas dari sistem produksi yang bersifat massal di berbagai negara maju, sehingga untuk kebutuhan tersebut hewan-hewan direproduksi, digemukkan dan diawetkan secara kimiawi. Sedangkan sistem yang alamiah atau organik ditinggalkan karena dianggap tidak mendatangkan keuntungan besar.

Mari sayangi hati.

(dari berbagai sumber)