Corby Tidak Layak Diberi Grasi

HMINEWS.Com – Grasi yang diberikan Presiden SBY kepada terpidana kasus narkotika, Schaplelle Corby dinilai tidak pada tempatnya. Selain dengan kejahatannya, Corby tidak layak diberi grasi karena kelakuannya sendiri.

“Menurut saya pribadi, Corby itu tidak layak mendapat grasi,” kata hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar di DPR, Senayan Jakarta, Rabu (30/5/2012).

Kata Akil, kelakuan tahanan berkebangsaan Australia tersebut yang menunjukkan tidak layak diberi grasi adalah tidak mau ditemui saat Komisi III DPR berkunjung ke LP Kerobokan, Bali beberapa waktu lalu.

“Dia dapat fasilitas khusus. Kedua, dia tidak menghargai. Pertemuan antar napi itu, dia nggak mau ketemu kita. Artinya dalam perspektif itu, dia sangat tidak layak mendapat grasi. Grasi itu kan harus berkelakuan baik dan sebagainya. Ini dia tidak menghargai hukum Indonesia,” jelasnya.

“Saya bisa ketemu dengan 3 terpidana mati teroris itu. Padahal, mereka diisolasi secara khusus. Itu masih akomodatif menerima kita. Corby tuh nggak mau ketemu kita, lari ke sana ke mari. Dipanggil petugas untuk ketemu kita malah nggak┬ámau,” lanjutnya.

Sementara dari sisilain, pemberian grasi bisa mencederai komitmen pemberantasan narkoba, dan kejahatan lintas negara tersebut tidak bisa diberi remisi atau grasi.

“Kejahatan itu sudah melintasi antar negara. Itu juga masuk kejahatan kemanusian, karena semua orang bisa kena narkoba, mau bangsa Australia, Amerika, Indonesia, India, bisa kena,” ungkapnya.

Lanut dia, grasi untuk Corby tidak layak dijadikan alasan untuk perlindungan WNI di luar negeri yang hanya melakukan kejahatan biasa, bukan pidana. []