Novel ‘Sepatu Dahlan’ Diluncurkan, Dahlan Lempar Sepatu

HMINEWS.Com – Novel Dahlan Iskan diterbitkan. Ditulis oleh Khrisna Pabicara, novel tersebut berbicara mengenai masa kecil Menneg BUMN yang penuh perjuangan berliku. Namun Dahlan menyatakan belum berani membaca novel tersebut.

Di masa kecil Dahlan harus bersekolah dengan berjalan kaki nyeker dan tanpa sepatu karena miskin. Kemiskinan tersebut, seperti komentar Ary Ginanjar Agustian, masih membekas pada wajah Dahlan.

“Meski sudah menjadi menteri, garis-garis kemiskinannya masih nampak,” ujar Ary Ginanjar Agustian saat peluncuran novel Sepatu Dahlan di Bundaran HI, Jakarta, Ahad (27/5/2012).

Bahkan perjalanan menuju sekolah yang harus ditempuh dengan jalan kaki tersebut 6 kilometer. Maka, memiliki sepatu merupakan impiannya yang sangat diidamkannya, dan baru terwujud di kelas 3 SMA.

“Saya punya sepatu pertama kelas tiga SMA, itu pun sepatu bekas, depannya bolong, belakang sudah agak robek-robek,” kata Dahlan mengenang, dalam peluncuran novel Sepatu Dahlan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu 27 Mei 2012.

Karenanya, setelah bisa bekerja dan mempunyai penghasilan, Dahlan agak gemar membeli sepatu. Berlanjut sampai dia menjabat Menneg BUMN.

Akan tetapi dengan terbitnya novel Sepatu Dahlan itu, pria kelahiran Magetan 17 Agustus 1951 tersebut merasa ditegur.

“Kini setelah saya menjadi menteri, saya bebas memilih sepatu, tapi judul novel ini bagi saya kritikan dan sindirin keras untuk saya. Karena saat ini saya memakai sepatu buatan Amerika, oleh karena itu saat ini juga saya akan melepas sepatu buatan Amerika dan membuangnya dan sejak saat ini saya ganti dengan sepatu buatan INDONESIA,” kata Dahlan dan kemudian  melempar sepatu tersebut.

Kemudian Dahlan berganti sepatu buatan Indonesia, DI 19. DI merupakan singkatan Demi Indonesia, yang dimaksudkan sebagai wujud kecintaan pada Indonesia, termasuk produk-produknya. []

PBB Kecam Pembantaian Houla Oleh Rezim Bashar

HMINEWS.Com – Dewan Keamanan PBB mengecam pembantaian di Houla, dekat Homs, Suriah, Jum’at (25/5/2012) lalu. Pembantaian tersebut menewaskan sedikitnya 108 orang termasuk 34 anak-anak dan mengakibatkan 300 orang terluka.

“Anggota Dewan Keamanan PBB mengutuk pembunuhan itu, di Desa Houla dekat Homs, dalam penyerangan yang melibatkan artileri dan tank pemerintah,” kata pernyataan yang dibacakan wakil Azerbaijan di PBB, Tofig Musayev, seperti dikutip BBC.

“Anggota DK PBB juga mengutuk pembunuhan sipil dengan menembak dari jarak dekat dan kekerasan fisik yang parah.

“Penggunaan kekerasan yang keterlaluan kepada penduduk sipil semacam itu merupakan pelanggaran hukum internasional yang berlaku,” lanjut Musayev.

Dubes Suriah (Syria), Bashar Ja’afari membantah adanya pembantaian tersebut. Menurutnya itu merupakan kebohongan dan informasi yang salah. Namun foto-foto dan video yang beredar menggambarkan kenyataan yang sangat mengerikan mengenai pembantaian tersebut.

Kekerasan rezim Bashar di Suriah (Syria) terus berlanjut meski Duta Perdamaian PBB, Kofi Anan pada April lalu telah menentukan enam poin perdamaian dan telah disetujuai Suriah. Dengan kondisi tersebut, pihak oposisi pun tidak bisa terus tinggal diam dan mematuhi gencatan senjata. []

Pesawat Tanpa Awak Amerika Kembali Bombardir Pakistan

HMINEWS.Com – Amerika Serikat terus-menerus melanggar kedaulatan Pakistan. Dengan pesawat tanpa awak tak henti-hentinya membombardir wilayah tersebut dan pada tahun 2012 ini saja korban sudah mencapai 117 orang tewas.

Serangan kembali terjadi pada Senin (28/5/2012) dinihari sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Menyasar sebuah rumah di daerah Mir Ali, Waziristan Utara, salah salah satu daru tujuh daerah kesukuan semi otonom di perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Menurut Urdu TV Dunya, korban tewas sedikitnya 5 orang, ditambah lainnya yang kritis dan belum teridentifikasi. Serangan itu merupakan yang ke-16 kalinya sejak awal tahun 2012 ini.

Meski dikecam sebagai pelanggaran kedaulatan serius, Amerika berdalih serangan tersebut sebagai cara efektif mengatasi terorisme. []

Grasi Corby Mencederai Komitmen Pemberantasan Narkoba

HMINEWS.Com – Pemberian grasi bagi Schapelle Leigh Corby dinilai mencederai komitmen memberantas peredaran narkoba (narkotik dan obat-obatan berhabaya).  Sebab kejahatan narkoba termasuk kejahatan luar biasa yang merusak generasi bangsa.

Demikian rilis Ketua Komisi Hubungan Internasional PB HMI-MPO, Abdul Malik Raharusun, Sabtu (26/5/2012). Selain itu, menurut Abdul Malik, pemberian grasi untuk model Australia penyelundup 4,5Kg ganja tersebut juga menjadi sejarah buruk bagi penegakan hukum untuk kasus-kasus narkoba.

“Pemberian grasi kepada Schapelle Leigh Corby memberikan sejarah buruk bagi penegakan hukum khusus untuk kasus-kasus narkoba, pada saat yang bersamaan juga menjadikan kerja hakim yang telah memutuskan hukuman menjadi tidak berguna,” kata Abdul Malik.

Akibat pemberian grasi tersebut juga dinilai memperburuk wibawa Indonesia di dunia internasional, khususnya Australia. Apalagi banyak kesalahan kecil yang dilakukan warga negara Indonesia di luar negeri yang sulit mendapatkan maaf dari negara bersangkutan.

“Kejahatan yang dilakukan oleh Schapelle Leigh Corby tidak pantas dibandingkan apalagi disamakan dengan kesalahan nelayan tradisional kita yang melanggar wilayah laut Australia. Nelayan tradisional kita apalagi yang berada di Nusa Tenggara adalah nelayan yang dengan alat pancing tradisional tidak paham batas wilayah laut sehingga secara tidak sadar melakukan kesalahan yang kesalahan tersebut juga tidak memiliki dampak negatif yang berarti.”

Sementara Schapelle Leigh Corby adalah warga negara Australia yang sadar dan paham betul bahaya yang ditimbulkan oleh narkoba bagi generasi Indonesia, kejahatan yang dilakukan Schapelle Leigh Corby adalah kejahatan terencana dan sadar. []

LAPMI Akan Selenggarakan Training Jurnalistik Nasional

HMINEWS.Com – Ikutilah Training Jurnalistik Nasional yang akan diselenggarakan Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) PB HMI dan LAPMI Cabang Jakarta Selatan. Training diagendakan berlangsung tanggal 15-17 Juni 2012 di Graha Insan Cita (GIC), Depok-Jawa Barat.

Training ditujukan khususnya untuk LAPMI Cabang-cabang seluruh Indonesia dan kader HMI pada umumnya. Dimaksudkan untuk memberikan keterampilan jurnalistik bagi pemula dengan materi: Dasar-dasar jurnalistik, Framing Analisis, Teknik Liputan, Wawancara, Menulis Straight News dan Feature.

Selain itu training juga akan disemarakkan dengan seminar. Pendaftaran ke redaksi@pbhmi.net. Keterangan lebih lanjut bisa hubungi Ketua Pelaksana di nomor 085719334466 (Widi Anto) atau 081392979528 (Fathur).

Pilkada Rawan Korupsi, KPK Harus Turun Tangan

HMINEWS.Com – Permasalahan korupsi, tak terkecuali dalam pelaksanaan Pilkada di berbagai daerah sangat memprihatinkan. Pilkada banyak dicederai kalangan elit seperti bupati, walikota dan gubernur yang menggunakan fasilitas negara dalam kampanye mereka.

“Padahal seperti diketahui bersama, tindakan seperti itu masuk kategori korupsi, apalagi menggunakan dana Bansos (bantuan sosial) dan dana-dana Pemda lainnya,” kata Ketua KPK, Abraham Samad dalam pertemuan dengan Direktur Eksekutif Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia, Syamsuddin Alimsyah di Kantor KPK, Senin (21/5/2012).

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut tersebut juga disinggung mengenai Pilgub Sulawesi Selatan, di mana ketiga kandidat gubernurnya merupakan pejabat negara. SYL sebagai incumbent, Ilham sebagai Walikota Makassar dan Rudi adalah seorang bupati.

“Ketiga kandidat yang merupakan pejabat daerah berpotensi menggunakan APBD dengan berbagai trik untuk kampanye sebagaimana penggunaaan APBD pada beberapa Pilkada lainnya,” kata Syamsuddin Alimsyah.

Selain itu kemungkinan politik transaksional juga sangat besar. Partai politik bisa saja mendukung kandidat tertentu atas dasar besarnya modal si kandidat. Pilkada transaksional seperti itulah sesungguhnya awal praktek pengkhianatan terhadap agenda reformasi.

“Kandidat yang melakukan cara seperti itu pada akhirnya akan menggadaikan rakyatnya ketika diberi kesempatan memimpin daerah. Karena itu KPK harus mengambil peran pemantauan Pilkada yang bersih di tanah air,” ujar dia. (Bahtiar)

14 Tahun Runtuhnya Orde Baru, Langkah Strategis Wujudkan Cita-cita Reformasi

 Oleh: Widi Rulianto*

Reformasi identik dengan sebuah gerakan untuk mengadakan sebuah perubahan (Revolusi). Jika kita melihat ke belakang tepatnya pada tanggal 21 Mei tahun 1998 ketika gerakan mahasiswa yang menjatuhkan Rezim Soeharto yang dikenal otoriter, itu merupakan gambaran gerakan yang merujuk pada gerakan Reformasi pada masa Orde Baru. Sedangkan kata Reformasi sendiri muncul dari gerakan pembaharuan di kalangan gereja Kristen di Eropa Barat pada abad ke–16, yang dipimpin Martin Luther, Ulrich Zwingli, Yohanes Calvin, dan lainnya.

Pemahaman tentang reformasi, secara langsung ataupun tidak, akan mempengaruhi konsekuensi perjuangan dan tekadnya untuk bergerak demi dan untuk reformasi. Tanpa kekukuhan prinsip secara mendasar mengenai reformasi, segalanya akan bergerak ibarat kapal yang berlayar tanpa haluan tiada arah dan tujuan. Kondisi ini bukan saja tidak baik, tapi bahkan bisa saja menjadi berbahaya bila dimanfaatkan oleh kelompok yang punya kepentingan tertentu sehingga bukan tidak mungkin malah merusak gerakan reformasi itu sendiri.

Betapapun luasnya cakupan yang mungkin dijangkau oleh pemaknaan reformasi itu, suatu esensi yang mesti terdapat di dalam nilai arti reformasi itu adalah bahwa perubahan yang hendak di capai mesti menyentuh substansi dasar dan terlepas dari retorika dan citraan fisik belaka.

Visi ke depan yang harus dibangun adalah upaya penciptaan pandangan yang jauh menjangkau berbagai aspek kehidupan dalam tatanan yang baru, beradab, dan bertanggung jawab. Inilah yang selama ini tidak diimplementasikan kendatipun selalu diiming-imingkan kepada rakyat.

LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS

Upaya membangun masyarakat madani (civil society) yang berperadaban dan maju sebagai cita-cita luhur bangsa Indonesia untuk mencapai totalitas reformasi yang damai dan aman tanpa kekerasan dan kerusuhan, harus kita yakini bisa dicapai selama seluruh komponen bangsa punya sense of action terhadap hal itu. Kita berangkat dari pemahaman yang sungguh-sungguh bahwa reformasi bukanlah anarkisme dan chaos.

1. Mendorong kesadaran pemerintah untuk bersungguh-sungguh mengusahakan perbaikan nasib bangsa.

Peranan dan posisi pemerintah dalam mengatur kehidupan rakyat dan bangsanya masih sangat berpengaruh terhadap kondisi dan perkembangan negara, walaupun dalam situasi yang kritis. Namun, ketika krisis kepercayaan dan legitimasi terhadap pemimpin dan pemerintah dipermasalahkan, maka yang terjadi kemudian adalah mandeknya usaha yang akan dilakukan dan ditempuh oleh pemerintah itu sendiri. Padahal masalah legitimasi, HAM, dan moralitas pemimpin bangsa sangat substansial sekali dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

2. Sedapat mungkin mereduksi Egoisme kelompok dan arogansi individual.

Satu hal yang cukup mengkhawatirkan kita dalam upaya menciptakan suasana reformasi yang damai adalah sikap egoisme dan arogansi yang kadang mengorbankan kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara. Hal inilah yang kemudian kita pandang sebagai suatu sisi strategis yang mesti digarap guna mewujudkan cita-cita reformasi yang telah begitu lama menjadi impian bangsa ini. Karena itulah peran kesadaran para insan praktisi perpolitikan Indonesia saat ini dipandang sangat strategis untuk merealisasikan cita-cita reformasi damai.

3. Fungsionalisasi cendekiawan dan mahasiswa dalam gerakan Moral

Sejarah telah mencatat peranan para mahasiswa dalam merespons berbagai situasi yang berkembang. Dalam situasi dan kondisi apapun landasan gerakan mereka senantiasa bersumber dari SDM yang memang sedang digodok. Sejarah panjang pergerakan mahasiswa adalah catatan khusus yang sangat memberi warna terhadap perjuangan bangsa ini. Dan inilah yang menjadi kekuatan besar berbasis moral dan integritas yang sampai saat ini masih dipercaya oleh rakyat. Kepercayaan ini tentulah sebuah amanah yang harus senantiasa dijaga.

Turunnya mahasiswa ke jalan-jalan senantiasa membawa aspirasi murni yang datang dari rakyat yang mereka sendiri ada di dalamnya dan terlibat langsung dengan berbagai problematika kehidupan kecil yang serba sulit dan kadang terpinggirkan. Demonstrasi yang digelar sekitar lengsernya soeharto adalah bukti tanggung jawab mahasiswa sebagai agen perubahan. Namun, bukan berarti bahwa mahasiswa harus larut dalam hiruk pikuknya demonstrasi mereka hingga kemudian melupakan sisi lain dari tugas mereka untuk mempersiapkan diri menghadang masa depan penuh tantangan. Disinilah mahasiswa benar-benar dituntut bersikap dewasa dalam segala tindakannya yang telah memberi bias kolektif bagi kelompok sosialnya, bahkan bangsa dan negara.

Demikian pula halnya dengan golongan cendikiwan yang dalam berbagai situasinya hendaklah selalu memposisikan diri sebagai think thank sejati buat bangsa dan rakyat yang selalu menanti sumbangan buah pikiran yang jernih dan cemerlang. Sikap objektif, terbuka, berani, dan bertanggung jawab merupakan prinsip-prinsip penting yang tidak boleh di tinggalkan oleh golongan ini yang menyadari eksistensi mereka sebagai pemegang kedudukan strategi dalam menentukan hasil yang akan dicapai oleh reformasi yang terus diperjuangkan ini.

4. Mencegah terjadinya akumulasi krisis dan beban rakyat

Salah satu penyebab murkanya rakyat hingga muncul kasus-kasus yang sangat tidak diperkirakan sebelumnya adalah akibat terakumulasinya berbagai macam beban di pundak rakyat sedemikian rupa menjadi kebrutalan massa yang lepas kendali dan nyaris tidak terkontrol lagi oleh kekuatan hukum.

Dengan menyadari hal ini, maka tugas kita selanjutnya tentulah bagaimana mengupayakan semaksimal mungkin agar rakyat tidak sampai menanggung beban dan akumulasi berbagai krisis yang sudah sangat jauh melewati ambang batas. Berbagai latar belakang kehidupan masayarakat di Indonesia yang sedemikian luasnya ini tentulah melahirkan kondisi-kondisi lingkungan yang berbeda pula. Dan selanjutnya memunculkan masalah yang beraneka ragam. Sikap peduli dan perhatian yang sungguh-sungguh dari kita semua dan satu sama lain secara adil akan memberi solusi dini dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan negatif yang bisa saja muncul setiap saat.

5. Membudayakan demokrasi dan kesadaran berpolitik pada diri seluruh komponen masyarakat

Membina masyarakat yang matang dalam berpolitik bukanlah pekerjaan mudah, tapi ini adalah pekerjaan berat sekaligus sangat besar untuk suatu bangsa yang sangat belum terbiasa dengan tradisi itu. Warna demokrasi bukan hanya suasana kekeluargaan yang notabene adalah budaya bangsa kita. Tap demokrasi juga harus menumbuhkan keberanian untuk menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab sekaligus mengoreksi kesalahan orang lain bila terdapat kesalahan. Demokrasi dan kesadaran berpolitik juga berarti kemampuan dan kemauan untuk menegakkan kebenaran, meskipun berhadapan dengan penguasa yang zalim.

Itulah yang menjadi tantangan yang belum terkalahkan selama ini. Masyarakat masih melihat kekuasaaan sebagai sesuatu yang menyeramkan, yang secara internal menjadi faktor penghalang psikologis yang datang dari dalam diri rakyat itu sendiri sebagai imbas dari hegemoni kekuasaan yang sedemikian rupa adanya.

6. Sikap kritis dan waspada terhadap segala perubahan dan kebijakan pemerintah

Dalam perjalanannya, suatu pemerintah bisa saja melakukan penyimpangan-penyimpangan yang bukan tidak mungkin akan sangat banyak merugikan rakyat banyak. Berbagai masalah lain bisa saja menjadi sampel untuk sebuah tujuan akhir akan dibutuhkannya sikap kritis, selektif, dan waspada dari warga negara terhadap kebijakan pemerintah. Ini sekaligus sebagai bentuk respon terhadap berbagai perusahaan yang terjadi. Artinya bahwa aspirasi rakyat harus senantiasa aktif masuk dan tersalurkan, diwadahi secara total, serta dibarengi dengan partisipasi dinamis dalam kerangka pengawasan terhadap jalannya roda pemerintahan.

7. Perhatian yang sungguh-sungguh dan implementatif terhadap aspek pendidikan dan moral religius

Suatu hal yang sangat ironis dan mengkhawatirkan ketika kita menyadari bahwa di sebuah Negara yang mengaku berdasarkan pada tuhan yang maha esa ini, ternyata terjadi perbuatan-perbuatan yang sungguh terkadang tidak masuk akal sekaligus menyedihkan. Dan lebih ironis lagi bahwa ternyata yang melakukan itu bukan hanya golongan yang tidak berpendidikan melainkan juga orang-orang yang secara akademis sangat terdidik, dengan tingkat penyelewengan yang justru lebih besar dan merugikan banyak orang, bahkan bangsa dan negara. Kita tahu betapa tingginya tingkat KKN di negeri yang mengagung-agungkan kepribadian yang luhur ini, di manakah kesalahannya ?

Untuk ini, kita tidak perlu pesimis apalagi putus asa. Barang kali masalahnya terdapat pada dangkalnya upaya pembangunan yang dilakukan selama ini. Dan karena itulah masa depan bangsa yang lebih cerah dapat terjamin. Selama ketergantungan kita kepada Negara lain masih sedemikian besarnya, maka langkah-langkah maju yang ingin kita rintis akan selalu terhalangi, atau bahkan dihambat oleh keterbatasan-keterbatasan yang kita buat sendiri. Reaktualisasi nilai-nilai pancasila secara murni, perlu diwujudkan secara nyata.

 *Ketua LAPMI Cabang Jakarta Selatan

Tunjukkan Kepedulian Kepada Syria Di Monas, Pagi Ini

HMINEWS.Com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Syria (Suriah) yang terus-menerus dibantai rezim Basar Al Asad, Komite Nasional Peduli Syria (Indonesia) akan menyelenggarakan acara Peduli Syria: “Flash Mob, Embrace Syria.”

Bertempat di Monumen Nasional (Monas) Jakarta, acara akan dimulai pukul 09.00 Sabtu (19/5/2012). Adapun bentuk kegiatan, berupa koordinasi antar elemen dan pembuatan trailer video “Embrace Syria”, bukan aksi (unjukrasa atau demonstrasi).

“Hal ini dimaksudkan untuk memberitahukan kepada dunia terkhusus kepada Syria mengenai kepedulian dari Indonesia atas Tragedi yang terjadi di Syria,” tulis koordinator acara, Khairul Azzam.

Teknis Acara:
1. Berkumpul di salah satu Area Monas (akan diberi tanda print out Pray For Syria)
2. Koordinasi mengenai Penyelenggaraan Aksi Teatrical / Flash Mob kepedulian Suriah.
3. Membuat dokumentasi Kepedulian Suriah, baik foto maupun video.

(Komite Nasional Peduli Syria)

Dokter Pun Jadi Korban Tentara Syria

HMINEWS.Com – Organisasi medis internasional “Doctors Without Borders” yang juga dikenal dengan MSF (Medecins Sans Frontieres) mengungkapkan adanya sebuah pembantaian yang dilakukan pasukan Bashar Assad.

“Target tentara Suriah adalah membunuh orang-orang yang sudah terluka dan orang-orang yang diduga sebagai tersangka,” kata seorang dokter bedah asal Perancis yang tidak mau disebut identitasnya.

Lebih jauh ia menuturkan. “Kami tinggal di Suriah selama 10 hari, setelah dengan sembunyi-sembunyi melintasi Turki. Kami mampu keluar dari Suriah setelah melakukan perjalanan berat dan harus sangat hati-hati di propinsi Idlib, utara Suriah yang telah dikepung oleh tentara Suriah” seperti dilansir kantor berita Perancis AFP.

Menurutnya kebanyakan pasien yang harus dioperasi di rumah sakit memilih segera kembali kerumah masing-masing karena takut ditangkap dan sulitnya proses operasi. Fasilitas kesehatan hampir semua rusak berat dan pekerjaan medis saat ini sangat mengundang bahaya. Namun begitu, para dokter menganggap itu bagian dari misi.

“Penangkapan dokter dan pasiennya disamakan dengan penangkapan yang harus menggunakan persenjataan,” lanjutnya.

Dokter di Suriah kerap diintimidasi dan bahkan apotik pun menjadi sasaran tentara. “Memblokade sarana kesehatan adalah tindakan sangat tidak terpuji. Hal itu menjadi masalah terbesar bagi mereka yang mengidap penyakit kronis seperti gagal ginjal ataupun diabetes. Penjarahan dan pengrusakan Apotik merupakan tindakan yang sangat tercela dan biadab”, kecamnya. Dalam maklumat terbarunya, Selasa (15/5/2012).

MSF menyerukan “keselamatan personil yang terluka dan para pekerja medis harus menjadi prioritas utama”. Surat ini ditujukan kepada Uni Eropa setelah pembaharuan sanksi mereka terhadap Suriah.

Sementara Otoritas Jendral Revolusi Suriah berkata: “Pada hari Selasa lalu sebanyak 75 orang tewas (3 wanita dan 4 anak-anak) karena serangan tentara Assad, termasuk 28 orang di Khan Sheikhoun propinsi Idlib. Kondisi itu semakin jelas ketika pasukan Assad menghujani tembakan kearah para pelayat di hadapan para pengamat internasional.” (Komite Nasional Untuk Muslim Syria)

10 Persen Kamar RS Swasta Kota Bekasi Untuk Pasien Miskin

HMINEWS.Com – Pemkot Bekasi menginstruksikan rumah sakit swasta agar mengalokasikan 10 persen kamar perawatan Kelas III untuk pasien miskin. Koordinasi sudah terjalin dan instruksi tersebut disambut positif.

“Kebijakan tersebut akan segera dituangkan dalam perjanjian kerja sama antara Pemkot Bekasi dan seluruh rumah sakit swasta. Kami sudah meminta bagian hukum untuk membuat nota kerja sama itu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Anne Nurchandrani di Bekasi, Jumat (18/5/2012).

Sebelumnya kerjasama tersebut pernah dibuat, meski belum disebutkan persentase kamar yang dialokasikan. Sekarang prosedur dan mekanismenya tengah dibuat agar masyarakat makin mudah mengakses perawatan rumah sakit, guna mewujudkan semboyan Bekasi Sehat Cerdas dan Ihsan.

“Saat ini Bagian Hukum Pemkot Bekasi sedang merumuskan prosedur dan mekanismenya agar memudahkan masyarakat. Rencananya program ini akan diluncurkan pada 1 Juni mendatang,” kata Anne. []