Baksos Idul Adha HMI FE UII Di Desa Binaan

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI – MPO) Komisariat Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan bakti sosial 3 hari selama Hari Raya Idul Adha. Kegiatan dipusatkan di Banyu Ngantik Kidul, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo, yang merupakan desa binaan, 25-27 Oktober 2012.

Hari pertama berupa pembukaan, dilanjut dengan takbir keliling bersama warga setempat menempuh rute keliling desa. Hari kedua, atau pada pagi harinya diadakan shalat Id berjama’ah, diikuti dengan pemotongan hewan qurban yang dibawa rombongan berupa dua ekor sapi dan 10 ekor kambing.

“Hewan-hewan qurban tersebut didapat dari pihak-pihak yang mempercayakan hewan qurbanya untuk disembelih di lokasi baksos HMI FE UII, bahkan satu sapi disumbangkan oleh salah satu masjid untuk dialihkan penyembelihannya di lokasi itu juga,” kata salah seorang panitia baksos HMI FE UII, Rangga.

Acara hari itu juga dihadiri oleh Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta,  Zuhad Aji Firmantoro dan Ketua Umum Koordinator Komisariat Universitas Islam Indonesia Gardha yang sebelumnya juga ikut menginap di lokasi.

Acara hari kedua diakhiri dengan berpartisipasinya kader-kader dalam pendistribusian daging-daging tersebut.

Hari ketiga, digelar bazaar murah untuk warga setempat. Barang-barang yang dijual berupa sembako yang terdiri dari beras, gula, teh, mie bungkus dan pakaian. Semua uang hasil penjualan tersebut dikembalikan lagi untuk kebutuhan di desa tersebut.

Hari keempat, diadakan berbagai perlombaan untuk anak-anak desa. Dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat kompetisi dalam kebaikan, serta sebagai ajang keceriaan anak-anak. Dalam acara yang berlangsung 4 hari itu, warga selalu antusias, sehingga tak jarang panitia kerepotan.

R Permata

Atasi Defisit Intelektual, HMI Makassar Selenggarakan Traning Literasi Nasional

HMINEWS.Com – Setelah sukses dengan dialog regional, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI – MPO) Cabang Makassar akan menggelar ‘Training Literasi Nasional.’

Training Literasi Nasional dimaksudkan sebagai penyikapan  konkrit terhadap degradasi pemikiran intelektual yang belakangan ini melanda generasi muda. Yang ditandai dengan menurunnya produktifitas karya pemikiran dalam bentuk tertulis (jurnal, buku, buletin dan sejenisnya).

“Kondisi ini tentu menjadi kekhawatiran bersama. Dalam situasi sepertiini, ‘Training Jurnalistik Nasional’ dihadirkan untuk menstimulus lahirnya kembali karyapemikiran tertulis pada generasi Hijau-Hitam (HMI), dengan terlebih dahulu memberikan sentuhan kebangkitan terhadap kualitas intelektual para kader,” kata Ketua Panitia Training Literasi Nasional, Selasa (30/10/2012).

Rencananya, training akan dilangsungkan pada 12-16 November 2012 bertempat di Gedung LPTQ/ Benteng Somba Opu, Makassar. Setiap Cabang HMI MPO se-Indonesia dapat mengirimkan maksumal 3 utusan.

Materi-Materi Pelatihan

Hari Pertama: 

  1. Tradisi Literasi dan Peradaban
  2. Teknik Menyusun Outline Tulisan
  3. Praktek Menuliskan Outline

Hari Kedua

  1. Teknik Menyusun Outline Tulisan ilmiah
  2. Teknik Menyusun Outline Tulisan Sastra
  3. Membuat Tulisan Untuh

Hari Ketiga, Kunjungan Ke Media:

  1. Tribuntimur
  2. Fajar
  3. Sindo
  4. Tempo
  5. Diskusi Hasil Kunjungan
  6. Membuat Laporan Kunjungan

Hari Keempat, Teknik Pembuatan Media:

  1. Jurnal
  2. Buletin
  3. Majalah Dinding
  4. Media Online

Untuk keterangan lebih lengkap bisa menghubungi Ketua Panitia (085299642460) atau pengurus cabang (081355194603).

Training Politik Nasional HMI Yogya, Mewujudkan Indonesia Berkeadilan

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI – MPO) Cabang Yogyakarta akan menggelar Training Politik Nasional (Trapolnas). Bertempat di Gedung Kuliah Umum & Student Convention Center Universitas Islam Indonesia (UII), mulai 30 November – 03 Desember 2012.

Trapolnas mengambil tema “Reorientasi Paradigma Politik HMI dalam Rangka Mewujudkan Indonesia yang Berkeadilan.” Training terbuka bagi kader HMI seluruh Indonesia.

Adapun susunan materi beserta pemateri Trapolnas adalah sebagai berikut:

1. Filsafat Politik oleh Budi Hardiman (Dosen STF Driyarkara).
2. Ideologi Politik oleh Yudi Latief,Ph.D (PSIK Univ. Paramadina)
3. Islam dalam Pusaran Politik Global oleh Prof. Dr.Jawahir Thontowi (Guru Besar FH UII)
4. Islam dalam Dinamika Politik Nasional oleh Dr.Abdullah Hehamahua,S.H.,M.M (Dewan Penasehat KPK)
5. Tela’ah Negara Hukum dan Turbulensi Demokrasi Indonesia oleh Prof.Dr.Mahfud MD,S.H.,SU (Ketua Mahkamah Konstitusi)
6. Masyarakat Madani Untuk Solusi Peradaban Dunia oleh Prof.Dr.Dawam Rahardjo (Rektor Univ. 45 Yogyakarta)
7. Advokasi Politik Menuju Transformasi Good Government Oleh Joko Widodo (Gubernur DKI Jakarta)
8. Marketing Politik Sebagai Strategi Pemenangan oleh Prof.Dr.Suhardi (Ketua DPP Partai Gerindra)

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Ketua Panitia Trapolnas, Mahfut Khanafi di nomor 085729049542.

Mengingatkan Pemuda Akan Sumpahnya

Tanggal 28 Oktober 2012, Bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah pemuda yang ke-84. Ikrar pemuda Indonesia pada waktu itu yang mampu menegakkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam ikrarnya yang berbunyi “ Bertanah air satu tanah air Indonesia, Berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia,” mengandung makna yang sangat besar dan berarti bagi pembangunan kesadaran rakyat Indonesia pada saat awal perjuangan memperoleh kemerdekaan.

Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi formalitas dan ajang seremonial belaka, namun harus menjadi renungan serius bagi semua rakyat Indonesia, khususnya pemuda sebagai calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Karena semangat Sumpah  Pemuda merupakan salah satu pondasi sejarah bangsa yang harus terus dijaga.

Bangsa Indonesia saat ini mengalami krisis kepemimpinan dan ideologi, di tengah derasnya era modernisasi yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak hal yang mengusik bahkan mengancam persatuan dan kesatuan nasional, dan cenderung melunturkan semangat nasionalisme.

Kendala ancaman tersebut antara lain, adanya sebagian kalangan masyarakat yang menafsirkan semangat demokrasi secara berlebihan, sehingga menganggap di era reformasi ini bebas melakukan apa saja. Di samping itu juga kebijakan otonomi daerah yang dimaksudkan untuk memberdayakan daerah, oleh sebagian kalangan ditafsirkan secara keliru, sehingga menimbulkan semangat kedaerahan yang berlebihan, yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan nasional.

Dalam fakta kehidupan sekarang ini  tidak dipungkiri juga bahwa pemuda yang seharusnya meneruskan perjuangan dengan segala inovasi dan kemampuan diri malah menjadi penyakit bagi masyarakat, mereka terjun ke dunia yang gelap gulita, dunia tanpa masa depan.

Sungguh amat disayangkan, pemuda yang kini seharusnya menjadi generasi yang mampu memajukan bangsa indonesia kini malah menimbulkan permasalahan dalam masyarakat. Banyak sekali kita jumpai dalam kehidupan sehari – hari seperti pemuda yang sibuk dengan kesenangannya: pesta seks, narkoba, mabuk-mabukkan, ajang keributan antar kelompok, ini jelas menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia. Seharusnya sibuk berkarya dengan kemampuannya agar dapat menjadi sebuah aktifitas yang positif.

Para Pemuda sekarang ini yang notabene sebagai calon pemimpin masa depan tentu juga harus menyadari bahwa persatuan dan kesatuan Indonesia bukanlah untuk meniadakan kemajemukan masyarakat, akan tetapi harus didasari dengan adanya kesadaran tetap menghargai kemajemukan. Dengan kata lain tetap mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika (Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua).

Keberagaman  masyarakat bukanlah suatu hambatan atau kendala bagi penguatan persatuan dan kesatuan bangsa, akan tetapi keanekaragaman ini merupakan potensi dan kekuatan yang dapat memperkaya budaya bangsa dalam memajukan bangsa dan negara Indonesia.

Oleh karena itu Sumpah Pemuda patut rasanya menjadi jiwa yang perlu selalu dikobarkan dalam jiwa setiap pemuda Indonesia agar persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia selalu dapat dipertahankan. Dengan itu juga memupuk semangat nasionalisme yang dewasa ini menunjukkan gejala mulai luntur.

Widi Rulianto
HMI MPO Jakarta Selatan

Sumpah Pemuda Jilid 2 Dikumandangkan

HMINEWS.Com – Sumpah Pemuda jilid 2 dikumandangkan pemuda dari berbagai ormas kepemudaan di Bundaran HI, Jakarta, bertepatan dengan momen peringatan 84 tahun Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2012.

Ikrar Sumpah Pemuda 2012 yang dikumandangkan merupakan teks Sumpah Pemuda 1928, yakni bertanah air satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia, ditambah dengan ‘Berideologi satu ideologi Pancasila, bertekad dan mempertahankan UUD 1945 sesuai dengan naskah aslinya.’

Menurut Thoriq, naskah “Sumpah Pemuda 2012” itu mengandung makna melanjutkan militansi semangat pemuda 1928 sekaligus menyatukan diri untuk masa depan yang maju, berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Melalui ikrar itu para pemuda ingin menegaskan bahwa saat ini erosi kebangsaan Indonesia sudah dalam keadaan akut. Karenanya pemuda harus siap menjadi pelopor bagi bangkitnya nasionalisme yang berjiwa lebih patriotik dengan berpegang teguh kepada ideologi Pancasila dan UUD 1945.

Thoriq yang juga Ketua Gerakan Pemuda Anti Korupsi (Gepak) tersebut mengaku gelisah dengan hilangnya jati diri bangsa Indonesia akibat persoalan seperti tawuran sampai praktek korupsi yang merajalela dan menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Elemen pemuda yang tergabung di antaranya Perhimpunan 98, Pemuda LIRA, Pemuda Pancasila, Forum Mahasiswa Papua, dan Federasi Buruh Sekar Nusa. Bersatunya kaum muda diharapkan menjadi modal penting bagi masa depan bangsa dan memenangkan kompetisi di dunia. []

HMI Gorontalo Akan Selenggarakan SC Se-Badko

HMINEWS.Com – Tinggal 2 bulan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Gorontalo akan menyelenggarakan Senior Course (SC). Dengan demikian diharapkan dapat menambah jumlah pengader HMI Cabang yang  berkurang karena sebagian pengader telah menyelesaikan studi dan pulang kampung.

SC akan ditangani langsung Korps Pengader Cabang (KPC) Gorontalo, untuk kader Cabang Gorontalo sendiri maupun cabang-cabang yang bernaung di Badan Koordinasi (Badko) Sulutka (Sulawesi Utara dan Kalimantan). Seperti Cabang Luwuk, Palu, Tolitoli, Kotamobagu, Manado, Tarakan dan Paser.

Ketua Panitia SC, Irsan Laga mengatakan alasan mengundang cabang lain adalah sekaligus sebagai ajang silaturahmi cabang-cabang.

“HMI Cabang Gorontalo sebagai tuan rumah mengundang cabang-cabang lain untuk mengikuti SC ini. SC akan dilaksanakan pada 16-21 November 2012 bertempat di Asrama Haji Limboto dengan tema “Redefinisi dan Reposisi Pengader; Ikhtiar Lembaga Mewujudkan Citra Pengader Pembentuk Insan Ulul Albab,” kata Irsan.

Ketua Umum HMI Cabang Gorontalo, Kalbi Tulusa mengatakan pentingnya SC sebagai tulang punggung perkaderan HMI. Kalbi mengatakan, Senior Course dilaksanakan juga karena kebutuhan struktural pasca kepengurusannya kali ini.

Idul Adha, Mahasiswa Bandung Turun Ke Desa

HMINEWS.com – Puluhan mahasiswa dari limabelas perguruan tinggi di Bandung membagi-bagikan daging qurban kepada warga Purwakarta, Jawa Barat. Hal itu sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang berada di daerah pelosok pedesaan.

Kegiatan mahasiswa yang tergabung dalam ‘Kampus Peduli’ tersebut berlokasi di Kampung Palumbon, Desa Cirata, Kecamatan Manis, Purwakarta. Mahasiswa menempuh perjalanan naik turun mendatangi rumah-rumah penduduk  untuk membagikan daging.

Mereka mengaku kegiatan tersebut sebagai bentuk realisasi dari ilmu-ilmu yang telah mereka dapatkan dari kampus masing-masing.

“Kiranya ini adalah manfaat dari ilmu yang kita geluti. Semoga dengan kegiatan ini mahasiswa-mahasiswa bisa lebih peka dan peduli dengan masyarakat sekitar,” ungkap ketua panitia Kampus Peduli, Ujang Purnama, Sabtu (27/10/2012).

Selain tebar daging qurban, mahasiswa juga mengadakan bakti sosial berupa pengobatan gratis, yang dibidangi para mahasiswa kedokteran dari Bandung.

Meski menempuh perjalanan berliku, naik turun dan dalam suasana pedesaan, mahasiswa tetap semangat dan tidak canggung berbaur dengan masyarakat.

Asep Riyadi

Basic Training HMI FK UII Kebanjiran Peserta

HMINEWS.Com – Peserta Latihan Kader (LK) 1 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI – MPO) Fakulktas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) membludak. Tidak hanya mahasiswa kedokteran, tapi LK 1 juga kebanjiran peserta dari fakultas lain.

Pada mulanya, Ketua Bidang PPU HMI FK UII, Ainul Jihad Nurdin telah membatasi jumlah maksimal peserta. Akan tetapi pada hari H, banyak delegasi yang mengirim perwakilan melebihi yang dijanjikan sebelumnya. Tentu tidak mungkin pula memulangkan para calon peserta tersebut begitu saja.

Kelebihan tersebut juga lantaran masing-masing peserta mengajak teman lain mengikuti LK1. Ketua Umum HMI FK UII, Muttaqin Huda merasa terkejut dengan jumlah peserta yang begitu banyak.

“Ini bukan kecelakaan, tetapi justru karunia yang begitu besar, lantaran LK 1 HMI FK UII dibanjiri begitu b anyak peserta,” kata Muttaqin Huda.

Senada dengan itu, ketua HMI (mpo) Korkom UII yaitu Gardha Galang M S sangat menyambut bahagia lonjakan peserta LK I. “Tentunya secara kuantitas tahun ini HMI (MPO) telah mengalami peningkatan, tinggal bagaimana kader yang banyak ini bisa kita berdayakan dengan baik dan tentunya kuantitas harus selaras dengan kualitas,” kata Gardha.

Total peserta LK1 yang berlangsung pada 21-24 September 2012 tersebut adalah 78 mahasiswa. Peserta berasal dari FK UII, fakultas-fakultas lain dari kampus se-Yogyakarta seperti Universitas Muhammadiyah Yogya (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), bahkan ada yang dari Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur.

Dengan peserta begitu banyak, acara tetap berlangsung dinamis. Semua peserta antusias menyerap materi wajib dasar HMI MPO seperti Keyakinan Muslim, Wawasan Ilmu, Wawasan Sosial, Etos Perjuangan, Kepemimpinan dan materi ke-HMI-an lainnya.

Para pemateri didatangkan dari Korkom dan Cabang, sedangkan bertindak sebagai Master of Training (MOT) adalah Radja Reski Pradana. Dari jumlah tersebut, hanya 2 peserta yang dinyatakan tidak lulus, artinya yang 76 lulus training dan resmi dilantik sebagai kader HMI MPO Cabang Yogya. Semoga menjadi insan cita HMI, yaitu insan ulul albab.

 

 

BPK Bantah Tahan Hasil Pemeriksaan Kasus Hambalang

HMINEWS.Com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI membantah rumor belum selesainya pemeriksaan kasus Hambalang karena ada pejabat BPK yang menahannya. Menurut BPK, hasil pemeriksaan sudah dua kali dibicarakan dalam sidang dan masih harus dilengkapi.

Demikian rilis BPK RI kasus yang melanda pembangunan Pusat Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang. Menurut Kepala Biro Humas dan Luar Negeri BPK Bahtiar Arif, saat ini tim masih melengkapi keterangan dan bukti yang diperlukan.

“Saat ini Tim Pemeriksa BPK masih melengkapi keterangan dan bukti yang diperlukan, dan segera akan menyelesaikan laporan hasil pemeriksaannya untuk disampaikan kepada DPR dan penegak hukum,” tulis rilis tersebut, Rabu (17/10/2012).

Menurut BPK, pemeriksaan dimulai tanggal 27 Februari dan akan berakhir pada 28 November 2012. Sampai saat ini, BPK mengaku masih harus mengembangkan prosedur pemeriksaan dengan meminta keterangan dari banyak pihak yang terkait dan harus melengkapi bukti-bukti.

Hal lain yang menjadi kendala, Pengarah Investigatif, Taufiequrrahman Ruki sedang menghadiri pertemuan keenam INTOSAI (organisasi BPK dunia) – Working Group on the Fight Against Corruption and Money Laundering (WGFACML) di Polandia, 29 September s.d. 6 Oktober 2012. Sedangkan Penanggung Jawab Pemeriksaan Investigatif, J Widodo Mumpuni, jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit sejak tanggal 24 Agustus s.d. 4 Oktober 2012.

Sambut Idul Adha, HMI Adab Selenggarakan Qurban

HMINEWS.Com – Seperti tahun-tahun sebelumnnya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakultas Adab & Ilmu Budaya  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyambut Hari Raya Idul Adha dengan berqurban. Tahun ini qurban akan diadakan di pedalaman Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Kegiatan yang dinamakan Senyum Qurban tersebut mengambil tema “ Meningkatkan Jiwa Persaudaraan antar Sesama Dalam Mencapai Esensi Adha.” Akan dilaksanakan selama 3 hari, mulai 25-28 Oktober 2012.

“Selain kegiatan rutin, Senyum Qur’ban kali ini bertujuan membuka desa binaan baru. Di daerah Gunung Kidul yang sebelumnya membuat desa binaan di Klumrit, Prambanan,” kata Ketua Pelaksanan Senyum Qurban HMI Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga, Umar, Selasa (16/10/2012).

Selain itu, Senyum Qurban dimaksudkan juga sebagai ajang silaturrahmi along anggota dan kader HMI Adab kepada masyarakat. Acara aan dirangkai dengan kegiatan bersama warga, lomba anak-anak, lomba kebersihan antar mushola/ masjid, bazar sembako dan pakaian murah serta pengajian akbar.

“Kami juga membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada kawan-kawan, alumni HMI dan instansi seluruh Nusantara untuk dapat berpartsipasi dalam acara tersebuat, sehingga rancangan kegiatan akan berjalan dengan lancar,” ungkap Zulfa, Ketum HMI Komfak Adab & Ilmu budaya.

Partisipasi bisa disalurkan emlalui rekening BRI 383801001873539 atas nama Siti Zulfah. Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi nomor 085729291849.  Usai momen Idul Adha, HMI Adab akan menyelenggarakan Latihan Kader I di Maguwoharjo, Yogyakarta.

Isna Fauzati