Tiga Kategori Capres Pilihan Anak Muda

HMINEWS.Com – Inilah nama-nama calon presiden pilihan anak muda Indonesia. Didapat dari hasil telepolling Aliansi Pemuda Indonesia untuk Perubahan (API Perubahan). Ada tiga kategori yang dibuat dalam poling tersebut, yaitu kategori politisi, non-politisi dan kategori kalangan muda.

Responden yang diambil adalah kalangan anak-anak muda dan diketahui menginginkan perubahan yang nyata bagi negeri. “Dari hasil resume, anak muda menginginkan perubahan,” ujar Ketua Umum API Perubahan, Salman Dianda Anwar saat rilis di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (3/12/2012).

Capres Kalangan Parpol

Untuk kategori politisi (tokkoh partai politik), posisi pertama ditempati Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (37,4 persen), disusul Prabowo Subianto (10,3 persen), dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (6,5 persen).

“Kami memang memisahkan tokoh-tokoh yang dipilih kaum muda menjadi tiga bagian, yaitu, pertama; tokoh parpol yang dipilih kaum muda dengan hasil Gubernur DKI Jakarta Djoko Widodo (PDIP) menjadi yang terbanyak suaranya (37,4 persen),” kata Sekjen API-Perubahan, Dendi Susianto.

Capres Non-Parpol

Tokoh yang menurut anak muda layak memimpin perubahan adalah Menteri BUMN Dahlan Iskan yang seringkali membuat berbagai kejutan.

“Kedua, tokoh non parpol yang dipilih oleh kaum muda dengan hasil Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai yang terbanyak yaitu 27,8 persen,” lanjut Dendi Susianto.

Menurut hasil polling, tingginya figur Dahlan Iskan sebagai Capres karena dinilai memiliki ketegasan ketika memimpin Kementerian BUMN dan melakukan sejumlah reformasi dalam lembaga yang dipimpinnya.

Tokoh non parpol yang populer setelah Dahlan adalah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD (16,3 persen). Disusul Menko Polhukam Djoko Suyanto dengan 9,1 persen suara.

Selain ketiganya masih ada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo dan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan dengan angka 2,9 persen. Terakhir adalah mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dengan perolehan suara 1,3 persen.

Capres Tokoh Muda

“Ketiga, tokoh muda baik parpol maupun non parpol yang dipilih kaum muda dengan hasil tertinggi diraup Anies Baswedan yang didukung 12,9 persen responden,” sambung Dendi Susianto.

Anies menjadi calon presiden dari kalangan tokoh muda yang paling diinginkan responden untuk maju dalam Pilpres 2014, disusul Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad (8,5 persen) dan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana (5,1 persen).

Jika ditotal, ketiga tokoh muda tersebut mengumpulkan angka 26,5 persen suara responden. Artinya anak muda menghendaki tokoh muda non-parpol tampil memimpin negeri, meski tidak menolak tokoh muda kader partai.

Di posisi berikutnya adalah Puan Maharani dan Budiman Sujatmiko (masing-masing 4,7 persen), Anindya Bakrie (4 persen), Edhi Baskoro Yudhoyono (3,1 persen), Ganjar Pranowo (2,7 persen) dan Anis Matta (2,5 persen).

Posisi kesepuluh adalah pengusaha muda Erwin Aksa Mahmud (2 persen) yang didukung dua persen responden. Masih ada sejumlah nama lain dengan perolehan kurang dari 2 persen suara, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono, Priyo Budi Santoso, Sandiaga Uno dan Yenny Wahid.

Korps Pengader Cabang Bukan Sembarang Amanah

Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi perjuangan dan perkaderan kemahasiswaan yang bersasaskan Islam. Semangat itulah yang mampu memberikan ruh bagi HMI.

Kamis malam kemarin (29/11/2012), di sekretariat HMI MPO Cabang Wonosobo, diadakan pelantikan pengurus Korps Pengader Cabang (KPC) HMI MPO Cabang Wonosobo. Pembacaaan ikrar janji amanah yang diemban dalam kepengurusan KPC Periode 1434-1435 terasa sakral. Serah terima jabatan berlangsung antara M Firdaus N.S yang dipercaya menggantikan Siti Ngafiah yang telah habis masa baktinya, disaksikan jajaran KPC serta tamu undangan.

Dengan terbentuknya kepengurusan yang baru tantunya harapan baru talah muncul pula. Keberadaan HMI sejak 65 tahun yang silam tidak pernah lepas dari adanya spirit yang komprehensif antara pengader dan kader. Mengacu pada tujuan HMI yaitu mencetak kader-kader yang berkarakter ulul albab, yang pada nantinya mampu menjadi pionir di tengah-tengah masyarakat, ketika masuk dalam ranah realitas. Maka sudah menjadi tugas bagi pengader untuk menjembatani ke tujuanya.

Dalam diri seorang pangader haruslah mempunyai tiga corak dalam internalisasi diri sebagai pengader yaitu: Pertama, sebagai seorang pendidik. Dalam pendidikan di HMI secara formal memang sudah terkonsep/ terkurikulum baik dari sisi jenjang maupun konten materinya. Namun sebenarnya pendidikan yang terpenting adalah bagaimana mendidik kader dalam ranah kesehariannya. Pendidikan di sini lebih diartikan bahwa seorang pengader adalah sosok uswah bagi kadernya. Baik dari sisi religiusitasnya, akhlaknya dan intelektualitsnya. Kader ibarat seorang anak kecil yang selalu melihat sosok kedua orang tuanya. Ketika pengader yang dilihat tidak sesuai, mungkin saat pelatihan secara formal, memberikan efek yang mampu membuat kader menciut bahkan menghilang, meskipun tak hanya faktor itu saja. Maka mendidiklah dengan perbuatan agar lebih baik dibanding mendidik dengan lisan.

Kedua, pengader adalah sosok pejuang. Sosok mujahid dalam diri pengader diartikan bahwa dalam ber-HMI, segala yang dilakukan diniatkan hanya ingin menggapai ridha Allah SWT, sehingga semua dijalankan dengan rasa iklas dan pilihan sadar. Jiwa untuk berjuang tentu muncul saat nilai loyalitasnya dalam ber-HMI tidak diragukan lagi, tidak hanya raga dan harta yang diberikan, namun segenap hati dicurahkan untuk keberlangsungan perkaderan. Dalam mencapai fase pejuang, tidak terbentuk secara instan. Namun terbentuk dengan proses dan bertahap. Tidak layak jika seorang pengader masih mengeluh, merana dan mendramatisir masalah yang ada. Pengader dalam ranah berjuangnya senantiasa memberi dan mendengarkan kegalauan kader-kadernya, bahkan untuk masalah pribadi kader sekalipun.

Dalam kamus berjuang tidak ada lagi mengenal istilah untung atau rugi, boleh dibilang berjuang tampa pamrih. Seorang pengaderpun harus rela untuk tidak telalu mementingkan dirinya dalam konteks keinginan-keinginan bukan dalam bentuk kebutuhan. Namun tak ada perjuangan yang sia-sia ketika diniatkan dengan hati yang lurus. Buah manis dari perjuangan akan diraih nantinya setelah waktunya tiba. Dari hal tersebut bukanlah hasil namun, hanya efek yang Allah SWT berikan kepada seorang pejuang.

Ketiga, pengader adalah pemimpin. HMI selalu mengajarkan tentang kepemimpinan bagi kader-kadernya. Hal ini sesuai dengan fitrah manusia diturunkan di muka bumi ini adalah sebagai khalifah atau diartikan sebagai tangan-tangan Tuhan di dunia ini. Setiap orang adalah pemimpin, terutama memimpin dirinya sendiri, baru setelah itu memimpin ummat. Konsepsi tentang pemimipin kadang diartikan dalam lingkup yang sempit, tugasnya hanya mengkoordinir, mengatur, mengevaluasi dan menyuruh. Namun hal ini masih saja terjadi, pemimpin dalam mindset seorang pengader itu adalah melayani dan mengayomi, yaitu mau untuk melayani kebutuhan-kebutuhan kader. Kesuksesan seorang pengader saat memimpin dapat dilihat ketika meningkatnya loyalitas dan kenyamanan dalam diri kader. Seorang pemimpin senantiasa menjaga hubungan emosional terhadap umatnya, tentunya yang tidak eksesif terhadap kader-kadernya.

Dalam kesempatan tersebut banyak sekali wejangan-wejangan yang diberikan dari tiap generasi ke generasi, kepada kepengurusan yang baru terbentuk beberapa hari lalu. Pikiran yang positif dan kepercayaan adalah modal yang baik untuk mengawali kepengurusan KPC Cabang Wonosobo periode ini. Sehingga untuk bersama-sama mewujudakan cita-cita HMI dibutuhkan inovasi dan kreasi dari pengader. Iklim tiap cabang tentunya berbeda dan memiliki kecenderunganya masing-masing. Untuk iklim Wonosobo yang memang dingin, iklim yang tercipta cenderung pada kultur kekeluargaan dan iklim religius yang turut mengikuti. Faktanya kedua hal ini tidaklah cukup dijadikan bekal untuk menggapai cita-cita HMI. Sehingga sudah barang tentu menjadi PR bagi kepengurusan yang baru disahkan tersebut, untuk dapat meningkatkan kultur HMI secara komprehensif. Hal tersebut yang diungkapkan oleh beberapa “ TETUA” HMI Cabang Wonosobo.

Keberhasilan KPC kedepan tidak serta merta murni hasil usaha KPC saja, namun dibutuhkan sinergitas dari tingkatan kader, pengurus Komisariat dan Cabang yang saling berkesinambungan dan membutuhkan satu sama lainya. Mempersiapkan diri itu juga perlu, dengan apa yang akan terjadi kedepanya. HMI akan selalu jaya di tangan kita semua, teruslah berjuang dijalan-Nya dengan bersungguh-sungguh. Menjadikan rintangan sebagai wadah kawah candra dimuka untuk menempa keber-HMI-an kita. Man Jadda Wa Jadda. BAHAGIA HMI.

Ulil Albab

Munas Telah Hasilkan 9 Presidium KAHMI

HMINEWS.Com – Musyawarah Nasional (Munas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Kampar- Riau telah menghasilkan 9 nama presidium terpilih. Kesembilan orang tersebut adalah:

1. Mahfud MD (347 suara)
2. Viva Yoga Mauladi (334 suara)
3. Anas Urbaningrum (320 suara)
4. Muhammad Marwan (313 suara)
5. Anis Baswedan (308 suara)
6. Bambang Soesatyo (260 suara)
7. Reni Marlina (192 suara)
8. Ms Kaban (156 suara)
9. Taufiq Hidayat (153 suara)

Mahfud MD, karena meraiih suara terbanyak, ia menjadi Ketua Presidium Majelis Nasional KAHMI. Terpilihnya Mahfud disebut merefleksikan keinginan mayoritas peserta Munas IX KAHMI yang lebih suka dipimpin tokoh yang bukan politisi.

“Jadi kepimpinan Mahfud MD ini sudah dapat mewakili apa yang diharapkan peserta Munas pada umumnya. Dimana peserta mengharapkan agar KAHMI jangan dimpimpin seorang politisi,” kata Ketua Pelaksana Daerah Munas KAHMI di Riau, Johar Firdaus seperti dikutip dari detikcom, Ahad (2/12/2012).

Presidium tersebut merupakan peraih suara terbanyak dari sekitar 30 calon yang dijaring Penghitungan suara selesai menjelang subuh.

Mantan Pengurus Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumatera Raya, Usman, menyatakan terpilihnya Mahfud membuktikan KAHMI mempunyai orientasi kepemimpinan yang semakin bersih, apalagi sejak awal Ketua MK tersebut telah berkomitmen akan mundur jika mengetahui ada indikasi money politic dalam perhelatan tersebut.

“Ini juga menjadi bukti KAHMI bisa menghasilkan pemimpin yang berkarakter yang sangat diharapkan di Indonesia untuk menjadikan negeri ini bebas dari korupsi,” lanjut Usman.

Selain pemilihan Presidium, dalam Munas tersebut juga menetapkan Akbar Tandjung dan Fuad Bawazier sebagai Dewan Penasehat.

BSI Karawang Peringatkan Bahaya AIDS

HMINEWS.com – Demi mengarahkan generasi muda ke arah yang lebih baik serta mencegah penyakit AIDS, Mahasiswa BSI Karawang menggelar acara peringatan hari AIDS sedunia. Acara berlangsung di halaman gedung BSI Karawang, Sabtu (1/12/2012) pagi.

Selain itu acara tersebut juga merupakan refleksi dari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan yang belum lama terlewat. Ada beberapa perlombaan kreasi seni, semacam Tari Jaipong, Dance, dan Kreasi Band.

“Ini merupakan cara kami dalam menanggulangi dan mencegah generasi muda dari penyakit moral yang berbahaya. Seperti penggunaan obat terlarang, tawuran antar geng, dan berbagai hal negatif lainnya. Terlebih ini hari anti AIDS sedunia,” ujar Karyat dar Senat Bina Sarana Informatika (BSI) Karawang.

Peserta dari perlombaan tersebut dari kalangan pelajar SMK sekitar, mahasiswa BSI sendiri dan untuk umum di atas usia 15 tahun. Di kemudian waktu, kata Karyat akan ada kegiatan semacam ini lagi untuk anak-anak pelajar dari tingkat SD, SLTP, dan SLTA yang tujuannya meningkatkan seni tradisional Karawang, khususnya tari Jaipong.

Hal serupa diungkapkan Widior, koordinator acara, mengatakan kegiatan tersebut merupakan refleksi dari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, dan hari aids sedunia guna mengingatkan bahaya AIDS.

Widior yang juga merupakan wakil senat BSI Karawang tersebut, juga menyediakan bajar bagi rekan-rekannya. Hal itu untuk impelementasi dari mata kuliah kewirausahaan di kuliahnya. Terlebih mata kuliah tersebut menuntut mereka untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Asep Riyadi

Munas Jangan Hanya Soal Karir dan Kekuasaan

HMINEWS.Com – Banyak harapan dengan berlangsungnya Munas IX Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Riau. Di antaranya harapan dari Ketua Umum PB HMI – MPO, Alto Makmuralto.

“Berharap KAHMI mereformasi diri, tidak menjadi wadah paguyuban yang sekadar membicarakan karier dan kekuasaan,” kata Alto, Sabtu (1/12/2012) malam.

KAHMI diharapkan makin profesional dan mengedepankan aspek intelektual yang kreatif, visioner dan bersungguh-sungguh untuk umat dan bangsa Indonesia.

“Moga-moga juga Munas KAHMI bebas dari money politic,” lanjutnya.

Namun, Alto enggan berkomentar mengenai siapa-siapa yang bakal atau sebaiknya terpilih dalam Munas yang dilangsungkan di Hotel Labersa, Kampar-Riau tersebut.

Sebagaimana diketahui, Munas merupakan agenda lima tahunan,  membahas AD/ART, program kerja, penilaian LPJ serta pemilihan presidium.

Deklarasi Pemuda-Mahasiswa Yogya untuk Palestina

HMINEWS.Com – Dalam rangka menumbuhkan kepedulian sekaligus menggalang bantuan bagi rakyat Palestina, sejumlah elemen gerakan pemuda dan mahasiswa di Yogya menggelar sarasehan dan deklarasi.

Acara dilangsungkan di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM), menghadirkan pembicara M Wajdi Rahman (Ketua KNRP DIY), Ustaz Jazir ASP (Ketua Jogokaryan), Giovani Van Empel (Presiden Mahasiswa UGM) dan dimoderatori oleh Aqil Wilda Arief (delegasi Viva Palestine).

Peserta merupakan gabungan dari Jama’ah Shalahudin, HMI MPO Cabang Yogya, DPD IMM Yogya, PII Yogya, KAMMI Daerah Sleman.

“Acara ini di saat sebagian kelompok menyatakan tidak perlu mengurusi persoalan negara lain karena di dalam negeri sendiri masih banyak masalah,” kata Ketua HMI Cabang Yogya, Zuhad Aji Firmantoro usai mewakili pembacaan deklarasi, Selasa (27/11/2012) sore.

Deklarasi menghasilkan sejumlah poin, yaitu;

  1. Mengutuk dan mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh israel terhadap Palestina
  2. Mengajak seluruh elemen masyarakat internasional untuk mendukung terwujudnya perdamaian dan kemerdekaan bagi Palestina
  3. Menuntut kepada pemerintahan SBY-Boediono untuk berani mengambil peran dalam menyelesaikan konflik Palestina-israel dan memutuskan segala bentuk hubungan degan israel.
  4. Mengajak kepada segenap masyarakat Indonesia untuk memboikot semua produk yang dihasilkan israel

Zuhad mengimbau semua masyarakat terutama kader-kader HMI untuk membantu saudara di Palestina, jika tidak mampu untuk ikut berjuang langsung, mungkin bisa membantu dengan material atau sejenisnya seandainya tidak mampu juga hendaknya berdoa buat mereka disana dan itu selemah-lemah iman.

Pihak penyelenggarapun berharap kedepannya kegiatan-kegiatan seperti ini terjadi dimana-mana, hingga menjadi suatu gelombang besar persatuan, terutama didalam umat Islam sedunia sehingga kembalilah kejayaan di tangan Islam.

Rangga

Politisi Jangan Bawa Agenda Partai ke Munas KAHMI

HMINEWS.Com – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Pekanbaru, Hafid Fahdani, berkomentar soal Munas IX KAHMI (Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) yang tengah berlangsung di Riau.

“Harapan kami, Munas tidak hanya rutinitas, tapi harus melahirkan pemimpin yang bisa menjadi simbol bersama. Selain itu, karena kebanyakan anggota KAHMI merupakan politisi, mereka tidak boleh membawa agenda partai politik masing-masing,” kata Ketua HMI MPO Cabang Pekanbaru, Hafid Fahdani, Sabtu (1/12/2012).

Harapan tersebut, lanjut Hafid, mengingat tahun ini sangat krusial sebab pemilu 2014 sudah semakin dekat, dan bukan tidak mungkin terdapat orang-orang partai yang berusaha menunggangi agenda tersebut.

Hal lain yang diharapkan yang berkenaan langsung dengan HMI adalah agar KAHMI selalu turut memperkuat perkaderan di HMI, sehingga menghasilkan kader-kader yang makin berkualitas dan tidak terputus generasinya dengan pendahulunya.

Saatnya Presiden Indonesia dari KAHMI

HMINEWS.Com – Sudah saatnya presiden Indonesia dari KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam). Demikian salah satu poin penting dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) KAHMI di Hotel Labersa, Kampar-Riau.

“Kalau bisa Presiden Indonesia dari KAHMI,” kata Jusuf Kalla dalam pidato pembukaan, Jum’at (30/11/2012) malam.

Alasan Jusuf Kalla, karena sejumlah kompetensi yang dimiliki anggota KAHMI dalam bernegara. Termasuk dalam penyelesaian konflik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan damai, diselesaikan dengan duduk bersama sesama anggota KAHMI. Dalam hal ini waktu itu pemerintah Indonesia dan GAM sama-sama anggota KAHMI.

Tokoh nasioal yang banyak dipuji pada pembukaan Munas adalah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. Ia disinyalir sebagai kandidat terkuat presidium KAHMI.

Sejumlah alumni HMI menghadiri Munas, seperti Akbar Tanjung, Harry Azhar Azis, Anas Urbaningrum, Anies Baswedan, Tamsil Linrung serta alumni-alumni HMI dari berbagai angkatan dan wilayah.

Acara diisi dengan sarasehan-seminar, dimeriahkan lagu-lagu dan tarian Melayu. Dilanjut dengan pembahasan AD-ART, sedangkan pemilihan Presidium akan berlangsung Sabtu (1/12/2012) malam.

Rafi