Ombak Tinggi, Nelayan Bekasi Dilarang Melaut

HMINEWS.Com – Nelayan dengan kapal kecil di wilayah Muaragembong Kabupaten Bekasi dilarang melaut karena ombak tinggi. Larangan dikeluarkan oleh Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Dermaga Muarabendera, Kabupaten Bekasi.

“Kapal kecil kita larang, namun kapal besar yang dianggap mampu berlayar, kita lepaskan,” kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KPLP Muarabendera, Supandi, Ahad (14/1/2013).

Supandi mengatakan, sejak Selasa (8/1) telah memberi dan mengedarkan imbauan kepada nakhoda-nakhoda kapal dan hingga saat ini peringatan tersebut sesuai data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Bekasi tentang cuaca alam ekstrem di perairan Indonesia masih berlangsung.

“BMKG mencatat gelombang naik setinggi tiga meter di laut lepas, disertai angin kencang. Untuk itu demi menjaga keselamatan, nahkoda dan awak kapal harus mematuhi dan mengikuti peraturan yang kita buat. Itu juga untuk kita bersama,” ungkapnya.

Sementara untuk kapal yang memang besar, katanya, tetap diperbolehkan berlayar karena sudah sesuai prosedur standarisasi kelayakan. Peraturan berlaku hingga satu pekan kedepan bagi seluruh perusahaan pelayaran.

Pergerakan kondisi cuaca itu, kata dia, akan terus di-update berdasar keputusan BMKG. Selanjutnya, pihaknya akan mengumumkan kembali ke perusahaan pelayaran untuk lepas berlayar.

“Jadi kalau ada kapal kecil yang tidak sesuai standarisasi berlayar di saat cuaca ekstrem, tetap akan kita larang. Namun untuk sanksinya, kita belum sampai ke sana, yang jelas pasti kita tegur. Ini kan tidak berlangsung lama, pekan depan kapal kecil juga sudah boleh berlayar. Untuk itu, kami minta kepada seluruh perusahaan pelayaran mau bekerjasama dan mengindahkan peringatan ini,” tukas dia.

Seluruh nelayan diimbau bersabar dengan kondisi cuaca yang demikian, menunggu sampai keadaa aman untuk berlayar.

Rio