Hanya Mengejar Kekuasaan, Mahasiswa Kehilangan Orientasi

HMINEWS.Com – Mahasiswa kini kehilangan orientasi, sibuk mengejar kekuasaan dan malas mengkaji, justru terjadi di saat yang penuh kebebasan pascareformasi. Fokus mahasiswa pada umumnya adalah kekuasaan, sehingga tugas intelektualnya banyak terabaikan.

“Mahasiswa sudah kelihangan orientasi dan idealisme. Arahnya sudah mengejar-ngejar kekuasaan. Mahasiswa, mana ada sekarang yang berdiskusi intens, padahal semua tersedia. Pada zaman Sukarno-Suharto kan semuanya serba terbatas. Di zaman Suharto mahasiswanya masih lebih ideal, diskusi tersebar di mana-mana, menjamur, di lantai-lantai. Sekarang tidak ada lagi,” kata pengamat politik Universitas Indonesia saat menghadiri Pembukaan Pleno III PB HMI MPO di Jakarta, Ahad (24/2/2013).

Karena tidak ada diskusi itulah, mahasiswa kehilangan orientasi dan sibuk mengejar hal yang tidak substansial. “Tidak ada tukar pikiran, tambahan pikiran, evaluasi pikiran. Tidak ada lagi,” lanjutnya.

Arbi memberikan contoh aksi mahasiswa yang mengatasnamakan membela kepentingan rakyat, tetapi di saat yang sama sembari mengganggu kepentingan rakyat pula, misalnya dengan memblokader jalur kereta api. Hal itu umumnya karena mahasiswa merasa cukup hanya dengan mendapatkan ilmu dalam perkuliahan saja.

“Padahal dosennya ngibul aja itu, yang ngasih kuliah kan asisten. Dosennya aja masih kuliah dari bahan yang dari dulu tidak pernah diperbaiki,” tandasnya.

Innalillahi, Mantan Ketua KPN PB HMI MPO Meninggal Dunia

HMINEWS.Com – Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka datang dari Semarang-Jawa Tengah. Mantan Ketua Korps Pengader Nasional (KPN) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI – MPO), Muhammad Yusuf, meninggal dunia karena kecelakaan lalulintas.

Menurut informasi yang dihimpun dari rekan-rekan HMI MPO Semarang, kecelakaan terjadi di dekat Terminal Terboyo, arah Semarang menuju Sayung-Demak, Kamis (28/2/2013) sore.

Selain pernah menjabat Koordinator KPN, Muhammad Yusuf sebelumnya adalah Ketua Umum HMI – MPO Semarang periode 2008-2009. Muhammad Yusuf dilahirkan di Demak, 5 Juni 1983, menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Surakarta, kemudian kuliah di IAIN Walisongo 2003 Fakultas Hukum. Telah menikah pada akhir 2012 lalu.

Rencananya, jenazah akan dimakamkan di desa kelahirannya di Prampelan, Sayung- Demak. Menyikapi musibah tersebut, Ketua Umum PB HMI – MPO, Alto Makmuralto, menginstruksikan kepada kader HMI MPO di seluruh Indonesia agar melaksanakan shalat ghaib untuk Muhammad Yusuf.

Segenap redaksi HMINEWS.COM, jajaran Pengurus Besar HMI MPO serta keluarga besar HMI MPO mendoakan almarhum Muhammad Yusuf semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Aamiin.

Ini Baru Halaman Pertama! (Pidato Lengkap Anas)

Konferensi Pers Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum di DPP Partai Demokrat, Jl Kramat Raya Jakarta, Sabtu (23/2/2013) usai penetapan statusnya oleh KPK sebagai tersangka gratifikasi proyek Hambalang.

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih dan selamat datang kepada rekan-rekan wartawan. Hari ini saya akan menyampaikan sikap, pikiran dan pandangan terkait status sebagai tersangka. Seperti diketahui bersama tanggal 22 Februari 2013 KPK sudah mengumumkan bahwa saya dinyatakan berstatus tersangka. Atas pengumuman KPK itu, saya menyatakan akan mengikuti proses hukum sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Karena saya masih percaya bahwa lewat proses hukum yang adil dan obyektif dan transparan, kebenaran dan keadilan bisa saya dapatkan.

Saya garis bawahi, saya masih percaya lewat proses hukum yang adil, obyektif, dan transparan berdasarkan kriteria-kriteria dan tata laksana yang memenuhi standar, saya yakin kebenaran dan keadilan masih bisa ditegakkan. Karena saya percaya negeri kita ini berdasarkan hukum dan keadilan, bukan berdasarkan prinsip kekuasaan.

Yang kedua, saudara-saudara sekalian, lewat proses hukum yang obyektif dan transparan itu saya akan melakukan pembelaan hukum sebaik-baiknya. Dan lewat proses hukum itu, berdasarkan bukti-bukti dan saksi-saksi yang kredibel, saya meyakini betul sepenuh-penuhnya bahwa saya tidak terlibat di dalam proses pelanggaran hukum yang disebut sebagai proyek Hambalang itu. Ini saya tegaskan karena, sekali lagi, sejak awal, saya punya keyakinan yang penuh tentang tuduhan-tuduhan yang tak berdasar itu.

Saya meyakini bahwa kebenaran dan keadilan pangkatnya lebih tinggi dari fitnah dan rekayasa. Kebenaran dan keadilan akan muncul mengalahkan fitnah dan rekayasa, sekuat apapun dibangun, sehebat apapun itu dibangun, serapi apapun itu dijalankan. Itu keyakinan saya.

Saudara-saudara sekalian, saya ingin sampaikan, sejak awal saya meyakini bahwa saya tidak akan punya status hukum di KPK. Mengapa? Karena saya yakin KPK bekerja independen, mandiri, dan profesional. Karena saya yakin KPK tidak bisa ditekan oleh opini dan hal-hal lain di luar opini, termasuk tekanan dari kekuatan-kekuatan sebesar apapun itu.

Saya baru mulai berpikir saya akan punya status hukum di KPK ketika ada semacam desakan agar KPK segera memperjelas status hukum saya. Kalau benar katakan benar, kalau salah katakan salah. Ketika ada desakan seperti itu, saya baru mulai berpikir jangan-jangan, saya menjadi yakin, saya menjadi tersangka setelah saya dipersilakan untuk lebih fokus berkonsentrasi menghadapi masalah hukum di KPK. Ketika saya dipersilakan untuk lebih fokus menghadapi masalah hukum di KPK berarti saya sudah divonis punya status hukum yang dimaksud, yaitu tersangka. Apalagi saya tahu, beberapa petinggi Partai Demokrat yakin betul, haqqul yaqin, Anas menjadi tersangka.

Rangkaian ini pasti tidak bisa dipisahkan dengan bocornya apa yang disebut sebagai sprindik (surat perintah penyidikan). Ini satu rangkaian peristiwa yang pasti tidak bisa dipisahkan. Itu satu rangkaian peristiwa yang utuh. Sama sekali terkait dengan sangat erat. Itulah faktanya, itulah rangkaian kejadiannya. Dan tidak butuh pencermatan yang terlalu canggih untuk mengetahui rangkaian itu. Bahkan masyarakat umum dengan mudah membaca dan mencermati itu.

Saudara-saudara sekalian, kalau mau ditarik agak jauh ke belakang sesungguhnya ini pasti terkait dengan Kongres Partai Demokrat. Saya tidak ingin bercerita lebih panjang. Pada waktunya saya akan bercerita lebih panjang.

Tetapi inti dari kongres itu ibarat bayi yang lahir. Anas adalah bayi yang lahir tidak diharapkan. Tentu rangkaiannya menjadi panjang. Dan rangkaian itu saya rasakan, saya alami, dan menjadi rangkaian peristiwa politik dan organisasi di Partai Demokrat. Pada titik ini, saya belum akan menyampaikan secara rinci. Tapi ada konteks yang sangat jelas menyangkut rangkaian-rangkaian peristiwa politik itu.

Saudara-saudara sekalian, ketika saya memutuskan terjun ke dunia politik dan saya masuk menjadi kader Partai Demokrat, saya sadar betul bahwa politik kadang-kadang keras dan kasar. Dalam dunia politik, tidak sulit untuk menemukan intrik, fitnah, dan serangan-serangan. Itu saya sadari sejak awal.

Dan karena itu, saya tahu persis konsekuensi-konsekuensinya, maka saya sampaikan saya tidak akan pernah mengeluh dengan keadaan ini. Saya tidak akan pernah mengeluh tentang perkembangan situasi ini. Dan saya punya keyakinan kuat dan semangat untuk terus menghadapinya, termasuk dengan risiko dan konsekuensi. Itu hal yang lazim saja. Saya anggap sebagai sebuah kelaziman, tidak ganjil, tidak aneh. Apalagi di dalam sistem demokrasi kita yang masih muda, termasuk Partai Demokrat yang tradisinya masih muda.

Saudara-saudara sekalian, karena saya sudah punya status hukum sebagai tersangka, meskipun saya yakin posisi tersangka itu lebih karena faktor non-hukum, tetapi saya punya standar etik pribadi. Standar itu mengatakan “kalau saya punya status hukum sebagai tersangka, maka saya akan berhenti sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.” Ini bukan soal jabatan atau posisi, ini soal standar etik.

Standar etik pribadi saya itu, Alhamdulillah cocok dengan pakta integritas yang diterapkan di Partai Demokrat. Saya sendiri di tempat ini, seminggu lalu kurang lebih, sudah menandatangani pakta integritas. Dengan atau tanpa pakta integritas pun, standar etik pribadi saya mengatakan hal seperti itu: “Saya berhenti sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.”

Terkait dengan itu, saya ingin menyampaikan terima kasih yang tulus pada kader-kader Partai Demokrat yang telah memberikan kepercayaan dan mandat politik kepada saya untuk memimpin Partai Demokrat sebagai Ketua Umum periode 2010-2015. Saya mohon maaf kalau saya berhenti di awal 2013. Saya tidak merencanakan untuk berhenti di tahun 2013. Sejauh perjalanan yang saya tempuh, saya jalankan, saya tunaikan, sebagai ketua umum, sepenuhnya saya bersungguh-sungguh menjalankan mandat dan amanat politik partai itu.

Tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Tentu ada capaian prestasi dan masih ada bolong-bolongnya, ada lubang-lubangnya. Tapi saya menegaskan semua itu saya jalani dengan sungguh-sungguh, serius, penuh konsentrasi karena itu bagian dari panggilan jiwa politik saya.

Alhamdulillah saya bersyukur di dalam proses menunaikan tugas kurang lebih hampir tiga tahun, dua setengah tahun lebih, semuanya saya jalankan dengan penuh kesungguhan dna konsentrasi.

Terimakasih pada kader-kader Demokrat yang selama ini sama-sama menjalankan dan menunaikan tugas sesuai dengan kewenangan, otoritas, dan tugas masing-masing. Pengurus Dewan Pimpinan Pusat, pengurus DPD, DPC, kader-kader di seluruh Indonesia, Dewan Pembina, Majelis Tinggi, Komisi Pengawas, saya sampaikan terimakasih yang selama ini bersama-sama menjalankan tugas.

Meskipun saya sudah berhenti menjadi Ketua Umum, saya akan tetap menjadi sahabat bagi kader-kader Partai Demokrat. Saya ketika melepas tentu tidak punya kewenangan organisatoris karena saya sudah lepas. Tetapi saya menjaminkan satu hal, yaitu ketulusan persahabatan dan persaudaraan. Saya jamin ketulusan itu kepada kader-kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia, apapun nanti tugas langkah yang akan saya tempuh, termasuk saya ada di dalam atau di luar, apakah saya menjalani proses hukum, apakah proses hukum itu berjalan adil, obyektif, transparan atau tidak, saya menyatakan, menegaskan, menggarisbawahi, saya menjamin ketulusan persahabatan dan persaudaraan. Loyalitas sebagai sahabat merupakan bagian yang indah dan menyegarkan dalam dinamika politik partai yang kadang-kadang keras dan agak panas.

Karena itulah saya yakin betul, saya akan tetap berkomunikasi sebagai sahabat dengan kader-kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia. Tidak dalam posisi sebagai Ketua Umum, tetapi sebagai teman dan sahabat.

Saya juga berharap siapapun yang nanti menjadi Ketua Umum Partai Demokrat bisa menunaikan tugas, bahkan jauh lebih baik dari apa yang sudah saya tunaikan bersama teman-teman pengurus. Saya yakin pasti akan datang ketua umum yang lebih baik. Saya percaya itu, karena sejarah selalu melahirkan pemimpin pada waktunya.

Selanjutnya, saudara-saudara sekalian, apa yang akan saya lakukan ke depan adalah tetap dalam kerangka memberikan kontribusi dan menjaga momentum bagi perbaikan peningkatan dan penyempurnaan kualitas demokrasi di Indonesia. Apapun kondisi dan keadaan saya. Kondisi dan keadaan saya itu bukan faktor. Faktornya yang penting adalah bahwa saya akan tetap bersama-sama dalam sebuah ikhtiar untuk membuat Indonesia ke depan makin baik dan makin bagus.

Hari-hari ini dan ke depan, akan diuji pula bagaimana etika Partai Demokrat. Partai yang etikanya bersih, cerdas, dan santun. Akan diuji oleh sejarah apakah Demokrat partai yang bersih atau tidak bersih. Partai yang bersih atau korup. Akan diuji partai yang cerdas atau partai yang tidak cerdas. Partai yang solutif menawarkan gagasan cerdas dan bernas atau partai yang tidak seperti itu. Juga diuji apakah Demokrat akan menjadi partai yang santun dan sadis. Apakah yang akan terjadi kesantunan politik atau sadisme politik? Tentu ujian itu akan berjalan sesuai dengan perkembangan waktu dan keadaan. Tetapi yang paling penting saya garis bawahi, bahwa tidak ada kemarahan dan kebencian. Kemarahan dan kebencian itu jauh dari rumus politik yang saya anut. Dan mudah-mudahan juga dianut siapapun kader-kader Partai Demokrat.

Di atas segalanya, saya ingin menyatakan barangkali ada yang berpikir bahwa ini adalah akhir dari segalanya. Barangkali ada yang meramalkan dan menyimpulkan ini adalah akhir dari segalanya.

Hari ini, saya nyatakan ini baru permulaan. Hari ini saya nyatakan ini baru sebuah awal langkah-langkah besar. Hari ini, saya nyatakan, ini baru halaman pertama. Masih banyak halaman-halaman berikutnya yang akan kita buka dan baca bersama. Tentu untuk kebaikan kita bersama.

Saya, sekali lagi, dalam kondisi apapun akan tetap berkomitmen ber-ikhtiar memberikan sesuatu yang berharga bagi masa depan politik kita, demokrasi kita. Jadi, ini bukan tutup buku. Ini pembukaan buku halaman pertama. Saya yakin halaman-halaman berikutnya akan makin bermakna bagi kepentingan kita bersama.

Inilah saudara-saudara sekalian, beberapa hal yang ingin saya sampaikan pada kesempatan siang hari ini. Saya akan terus menjadi sahabat-sahabat kalian. Karena banyak buku yang akan kita baca bersama. Buku-buku itu jangan dipahami dalam perspektif yang ngeres, tetapi positif dan konstruktif, kebaikan dan kemaslahatan yang lebih besar. Itulah yang menjadi titik orientasi kita.

Saya akan melepas jaket biru kebesaran, dan saya akan menjadi manusia yang bebas dan merdeka. Bukan berarti selama ini tidak bebas dan merdeka. Tapi tentu ini ada maknanya secara etik dan organisatoris. Selamat berjuang kader-kader Demokrat di seluruh Indonesia, berjuang sesuai pilihan yang merdeka.

Rekayasa Internal PD Singkirkan Anas

HMINEWS.Com – Sejumlah pengamat mensinyalir ada unsur politis penetapan status Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menjadi tersangka korupsi Hambalang. Hal itu tak lepas dari desakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dengan pernyataan sebelumnya dan desakan sejumlah pengurus partai tersebut agar Anas mundur.

Pengamat hukum Margarito Kamis menduga Anas dikorbankan dan disingkirkan agar tidak bisa lagi membuat kebijakan di internal partai. Sulit membantah tidak adanya skenario politik kasus tersebut.

”Saya rasa ini memang politisasi, sulit bagi saya untuk mengatakan ini bukan bagian dari skenario politik,” kata Margarito, Sabtu (23/2/2013).

Apalagi, menurutnya, sebelumnya ada permintaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta KPK segera memastikan status Anas. Margarito yakin ucapan SBY ada keterkaitan dengan putusan KPK.

“Komisi antikorupsi itu langsung atau tidak langsung telah terintervensi oleh pernyataan SBY,” lanjutnya.

Sementara pengamat politik LIPI, Siti Zuhro, berharap KPK bisa menangani kasus hukum Anas secara jelas dan tidak membingungkan publik. Sebab, selama ini status Anas sudah diopinikan dan sangat terkesan ada intervensi politik di dalamnya.

“Pasal tentang gratifikasi dan jumlah nominal yang belum jelas membuat publik masih bingung.” ”Keputusan hukum mestinya jelas dengan bukti-bukti yang jelas,” kata Siti Zuhro.

Sang tersangka sendiri, Anas, menyatakan penetapan statusnya memang sarat pesanan:  “Saya baru mulai berpikir saya akan punya status hukum di KPK ketika ada semacam desakan agar KPK memperjelas status hukum saya. Kalau benar katakan benar, kalau salah katakan salah.

Ketika ada desakan seperti itu saya berpikir jangan-jangan, saya menjadi yakin, saya menjadi tersangka setelah saya dipersilakan untuk berkonsentrasi menghadapi masalah hukum di KPK. Ketika saya dipersilakan untuk lebih fokus menghadapi masalah hukum di KPK berarti saya divonis punya status hukum yang dimaksud, yaitu tersangka. Apalagi saya tahu beberapa petinggi Partai Demokrat yakin betul, haqqul yakin, Anas menjadi tersangka.

Rangkaian ini pasti tidak bisa dipisahkan dari bocornya apa yang disebut sebagai sprindik (surat perintah penyidikan). Ini satu rangkaian peristiwa yang pasti tidak bisa dipisahkan,” beber Anas.

Fathur

Kronologi Penetapan Status Anas

@TrioMacan2000

Inilah kicauan akun twitter @TrioMacan2000 mengenai kronologi penetapan status Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Sabtu (23/2/2013).

Breaking News : Barusan dapat info dari Cikeas, SBY malah stress berat gara2 Anas dijadikan TSK oleh KPK. Ada salah hitung …

Penguasa negerit sedang galau berat. Anak haramnya yg selama ini mencintainya sepenuh hati, tak lagi mau terima telp dan jawab smsnya ….

Dalam beberapa bulan ke depan Indonesia akan memiliki Presiden baru ?

1. Eng ing eeeng….. Skenario Kronologis Tersangka kan Anas Urbaningrum:
2. Orang bilang Klimaks saat Rapimnas, namun ternyata rapimnas merupakan awal dari skenario agar Anas segera di lengserkan
3. Lewat rentetan singkat awal 2013 sejak ruhut terus mengkoarkan agar anas mundur disusul saiful mujani survey dgn media2 sbg corongnya

4. Kemudian dilanjutkan beredarnya isu yg digongi oleh media soal adanya upaya pelengseran dan KLB di Rapimnas
5. Di ajang Rapimnas yg mengecewakan harapan semua org sprti Sby minta maaf serta menekankan tdk adanya konflik intern antara Anas Vs SBY

6. Secara singkat Media bayaran TEMPO menyerang Anas dan Busyro M salah 1 pimpinan KPK yg diberitakan menghambat proses tersangkakan Anas
7. Gelar perkara pun dilaksanakan di KPK pada jumat tgl 23 Februari 2013 dgn diikuti semua pimpinan KPK, para direktur dan penyidik !!

8. Namun dibalik itu skenario semua sudah di atur dgn kronologi sebagai berikut : ….

1) Empat hari yg lalu BW dipanggil SBY, inti pertemuan memaksa agar BW ttd sprindik AU dgn ancaman kemungkinan DIBUKA kembali KASUS BW, Yaitu : saksi palsu BW di persidangan sengketa pilkada Papua
2) SBY perintahkan POLRI untuk siaga menangkap 3 komisioner KPK (AS-Z-APP) berkaitan dengan kebocoran sprindik AU !!!
3) BM dihadapkan pada pilihan KPK bubar dengan ditangkapnya 4 komisioner atau KPK tersangkakan AU !!
4) Jum’at 23 Februari pukul 18.30 saat rehat gelar perkara hambalang. Samad & BW ditelpon SBY ancam agar sprindik AU keluar malam itu !

9. Jika BW dan Samad TIDAK MAU, POLRI yang sudah siaga akan masuk menangkap BW dan 3 komisioner yang lain !!
10. Jumat malam itu KPK RI sebenarnya dalam suasana yang SANGAT TEGANG dan TERANCAM. Bukan karena pengumuman TSK Anas. Bukan !!
11. Melainkan krna ancaman penangkapan thdp 4 pimpinan KPK oleh polisi atas perintah Presiden RI – Jend. DR Soesilo Bambang Yudhoyono !!
12. Itulah kronologis sebenarnya detik2 penetapan status TSK Anas pada Jumat malam tadi..UNTUK DIKETAHUI RAKYAT INDONESIA. MERDEKA !!

Hari ini seluruh RAKYAT INDONESIA mendeklarasikan ANAS – Aliansi Nasional Anti SBY. Kemanapun SBY injakan kaki, dia tak akan tenang. LAWAN !

http://chirpstory.com/li/56230

Pleno III, Utusan Cabang Mulai Berdatangan di Jakarta

HMINEWS.Com – Pengurus Cabang HMI dari berbagai daerah telah berdatangan di Jakarta. Sebagaimana diagendakan, mereka akan mengikuti Pleno III PBHMI-MPO yang akan dirangkaikan dengan seminar, milad dan launching jurnal HMI, Ahad 24 Februari 2013 nanti.

Di antara perwakilan cabang yang telah datang, di antaranya dari Cabang Tual, Sorong dan Palu yang menginap di Sekretariat PB HMI-MPO. Selain itu ada yang ditampung HMI Cabang Jakarta, seperti sejumlah perwakilan pengurus HMI Cabang Pekanbaru.

Seminar Pleno akan digelar di Aula Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jln Gatot Subroto Kav 40-41 Jakarta Selatan. Pembicara yang telah konfirmasi akan hadir yaitu Arbi Sanit dan M Alfan Alfian. Adapun keynote speaker Presiden RI ke-3, BJ Habibie telah konfirmasi melalui asisten beliau.

Sedangkan rangkaian Rapimnas atau Pleno akan digelar di Graha Insan Cita, Depok, 24-26 Februari 2013.

ITB Buka Program S1 Kewirausahaan

HMINEWS.Com – Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka program baru, Kewirausahaan pada Sekolah Bisnis Manajemen (SBM). Hal itu dimaksudkan untuk pengembangan insan wirausaha dengan visi inovasi bernilai tambah tinggi.

Untuk tahun pertama di 2013 ini, program tersebut akan dibuka untuk 40 mahasiswa/i melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN. Menurut siaran ITB, program tersebut dilatarbelakangi kondisi ekonomi Indonesia yang diwarnai pengangguran dan kemiskinan yang sering tidak diperhitungkan dalam indikator kesuksesan ekonomi.

Di sisi lain, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia dengan proporsi sebesar 94,93% dari total usaha bisnis Indonesia terhadap perekonomian (Pendapatan Regional Bruto) Indonesia masih kecil. Hal ini terutama disebabkan oleh masih lemahnya penguasaan para pelaku UMKM terhadap inovasi produk, jasa, pasar, teknologi, dan proses. Ditambah masih banyaknya pengangguran lulusan universitas di Indonesia.

“Kami ingin menciptakan profil alumni yang mampu menjawab permasalahan tersebut,” ucap  Ketua Kelompok Keahlian Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi SBM ITB, Wawan Dhewanto, Ph.D sebagaimana dikutip itb.ac.id, Jum’at (22/2/2013).

Kurikulum Program S1 Kewirausahaan akan diberikan mencakup lima bidang kajian yaitu Proses Kewirausahaan, Inovasi Bisnis, Model Bisnis, Ekosistem Bisnis, serta Kelayakan dan Risiko Bisnis.

Mahasiswa/i program studi kewirausahaan SBM ITB akan diterjunkan langsung melalui praktek bisnis, mulai dari masuk sampai lulus sarjana. Dengan demikian, lulusan program studi kewirausahaan SBM ITB tidak perlu merintis usaha mulai dari nol karena sudah dipersiapkan sejak masih bersekolah di SBM ITB.

Selain itu, mahasiswa/i turut difasilitasi dengan company visit, entrepreneur interview, pembelajaran berbasis proyek seperti pendampingan UMKM atau wawancara wirausahawan, dan inkubasi bisnis. Lingkungan Bandung yang terkenal dengan industri kreatifnya juga diharapkan mampu memberikan lingkungan kondusif bagi pembelajaran mahasiswa. Program tersebut melengkapi studi Sarjana Manajemen yang telah dibuka sejak 2004 lalu.  []

RS Yang Menolak Pasien Akan Dikenai Sanksi

Pasien miskin (foto: Antara)

HMINEWS.Com – Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengancam rumah sakit (RS) yang terbukti menolak dan menelantarkan pasien. Selama pasien datang dengan membawa dokumen dan kelengkapan yang dibutuhkan, tidak ada alasan RS untuk menolak.

Sanksi tersebut berupa teguran satu hingga dua kali dan pencabutan izin operasional rumah sakit bersangkutan. RS yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan dijatuhi sanksi oleh Dinas Kesehatan. Sementara RS yang dikelola pemerintah pusat akan mendapatkan sanksi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Sanksi untuk RS terkait pelayanan kesehatan masyarakat pasti akan kami berlakukan dengan tegas. Jika teguran tidak mempan, bisa sampai ke pencabutan izin,” ujar Nafsiah saat berkunjung ke RSUD Budhi Asih, Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Masyarakat bisa melapor ke Dinas Kesehatan jika ada rumah sakit yang tidak sesuai peraturan dalam pelayanannya. Selain itu, ia juga berharap masyarakat menjaga pola kebiasaan hidup sehat agar tidak banyak yang sakit, seperti dengan tidak merokok dan menjaga kebersihan. []

Perlu Perhatian Khusus Selesaikan Masalah Papua

HMINEWS.Com – Presiden SBY diserukan agar segera bertindak menangani keamanan Papua usai terjadinya penembakan yang menewaskan 12 anggota TNI dalam dua hari ini. Sebab disinyalir banyak kepentingan bermain di Papua yang kaya sumber daya alam tersebut.

“Papua provinsi khusus yang harus dijaga karena banyaknya kepentingan asing yang mau mendekati dan datang ke Papua karena sumber daya alam yang kaya raya,” kata anggota Komisi I dari FPDIP, Puan Maharani di Senayan, Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Untuk menjaga Papua, Puan mengimbau memperkuat deteksi dini yang dilakukan Badan Intelijen Negara (BIN). Menurutnya, pendekatan kepada Papua harusnya tidak sekedar musyawarah, tetapi juga pembicaraan dari hati ke hati.

“Karena nantinya jika dibiarkan, persoalan yang sudah redam akan bergejolak kembali. Untuk itu kami meminta sikap tegas pemerintah khususnya Presiden berkaitan dengan yang terjadi di Papua dari dulu hingga sekarang,” lanjutnya.

Terpisah, Ketua Umum PB HMI-MPO, Alto Makmuralto, berharap aparat keamanan segera menangkap pelaku penembakan terhadap TNI dan menegakkan hukum.

“Namun harus tetap dalam kerangka yang adil dan rasional, bukan sikap membalas dendam yang dapat membuat jatuh korban jiwa yang lebih besar lagi,” kata Alto. []

PB HMI Apresiasi KPK, Prihatin Dengan Anas

HMINEWS.Com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI -MPO) mengapresiasi kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah menetapkan status Anas Urbaningrum sebagai tersangka. Sebagaimana diumumkan KPK, Anas dijerat pasal 12 a atau b pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam kasus Hambalang karena disebut-sebut menerima Toyota Harrier dari rekanan proyek.

“PB HMI mengapresiasi kerja KPK atas penetapan AU sebagai tersangka. Namun kita menyerkan kepada KPK untuk mengembangkan kasus Hambalang ini lebih lanjut gunamencari kemungkinan keterlibatan pihak-pihak lain,” kata Ketua Umum PB HMI – MPO, Alto Makmuralto, Jum’at (22/2/2013).

PB HMI – MPO, lanjut Alto, mendukung kerja KPK memberantas korupsi, termasuk kepada alumni HMI yang memang bersalah. Namun di sisi lain, PB HMI MPO merasa prihatin dengan alumni yang tersandung kasus korupsi.

“PB HMI mendukung kerja KPK memebrantas korupsi, termasuk kepada alumni HMI yang memang bersalah. Namun di sisi lain, PB HMI juga bersedih dan prihatin karena alumni penting HMI yang menjadi tersangka kasus korupsi,” lanjut Alto.

Penetapan resmi Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus korupsi Hambalang melalui surat perintah penyidikan (sprindik) yang baru dikeluarkan hari ini (22/2) ditandatangani lima pimpinan KPK yakni, Adnan Pandu, Zulkarnain, Bambang Widjojanto, Busyro Muqoddas, Abraham Samad. []