HMINEWS Road to Campus, Ayo Daftarkan Kampus Anda!

Me-rumat Gerakan Kritis Mahasiswa Indonesia

Kaum muda dan mahasiswa dengan gerakan kritisnya di Indonesia merupakan harapan masa depan bangsa. Selama kaum muda masih mau bergerak menuntut perubahan ke arah yang lebih baik, artinya selama itu pula bangsa ini masih punya harapan. Sebaliknya jika kaum mudanya sudah acuh tak acuh terhadap kondisi kekinian dan tidak mau mempersiapkan masa depan, hal itu berarti tidak adanya masa depan bangsa.

Berbagai perubahan radikal tatanan kebangsaan dan kenegaraan telah membuktikan, bahwa mahasiswa atau gerakan anak muda memainkan peran sentral, seperti Sumpah Pemuda, Proklamasi 17 Agustus 45, gerakan 66 dan Reformasi 98. Kini, setelah 12 tahun bergulir sejak Era Reformasi, pemuda dan mahasiswa masih terus dituntut perannya mengawal perubahan bangsa, terutama mengawal penuntasan kasus-kasus korupsi yang sangat dahsyat daya rusaknya, serta mewujudkan Indonesia yang lebih kompetitif di masa depan.

Kegiatan jurnalistik adalah salah satu sarana mengawal perubahan tersebut. Sebagaimana diketahui, sejak pertama kemunculannya di Indonesia aktivitas jurnalisme ini menjadi senjata revolusi yang ampuh, seperti ditunjukkan oleh RM Tiryo Adi Suryo yang mendirikan media massa pribumi pertama untuk melawan hegemoni kolonial Belanda. Perjuangan melalui media tersebut terus berlanjut hingga era kemerdekaan, seperti kita kenal media dwi-mingguan ‘Mahasiswa Indonesia’ yang diasuh Rahman Tolleng, yang menjadi media gerakan kaum muda yang fenomenal kritis terhadap kekuasaan Orde Lama dan Orde Baru. Sejak itu, gerakan kaum muda tidak pernah meninggalkan sarana media massa ini sebagai alat perjuangannya yang efektif untuk menularkan kegelisahan dan corong perlawanan terhadap ketidakadilan.

Kini zaman telah berubah dan media makin beragam, terutama dengan munculnya media sosial seperti jejaring  facebook dan twitter. Sama halnya seperti media pendahulunya, media sosial menjadi sarana perlawanan yang efektif, bahkan terbukti sejumlah revolusi di berbagai belahan dunia tidak meluputkan media tersebut sebagai sarananya, termasuk di Indonesia ditunjukkan pada gerakan sosial menyelamatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sangat gencar dengan memanfaatkan media sosial tersebut.

Pertanyaannya, apakah dengan hadirnya media sosial tersebut berarti media massa konvensional seperti radio, televisi, koran, serta media massa dalam format online tidak dibutuhkan lagi? Agaknya tidak demikian, sebab dalam kenyataannya semua saling melengkapi dan menguatkan. Jejaring sosial menjadi bagian yang efektif menyebarkan ide-ide, gagasan serta berita secara up to date dan massif termasuk konten media massa yang lebih konvensional yang sama sekali tidak bisa dinafikan.

Dalam rangka terus menumbuhkan daya kritis dan menggerakkan kaum muda tersebutlah, HMINEWS berniat melaksanakan program HMINEWS Road To Campus.

Bentuk Kegiatan:

Program ini akan dilaksanakan secara bertahap di Indonesia, bekerjasama dengan media massa-media massa lokal di tiap kota yang menjadi tujuan dengan menyelenggarakan:

  1. Training dan seminar jurnalistik berbasis
  2. Seminar-seminar gerakan kritis kaum muda-mahasiswa
  3. Seminar Kewirausahaan

Kegiatan akan digelar secara bertahap di kampus-kampus dengan peserta dari kalangan mahasiswa.

Maksud dan Tujuan 

Yang menjadi maksud dan tujuan program HMINEWS ROAD TO CAMPUS ini adalah:

  • Memetakan gerakan kritis kaum muda-mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia
  • Memberi pelatihan keterampilan dasar jurnalistik pada mahasiswa agar terbiasa memanfaatkan media massa secara cerdas
  • Menautkan gerakan kritis kaum muda-mahasiswa
  • Mengembangkan kewirausahaan sebagai bagian penting dalam pergerakan

Sasaran yang ingin dicapai:

  • Terpetakannya gerakan kritis kaum muda-mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia
  • Kaum muda-mahasiswa mampu memanfaatkan media massa sebagai media gerakan mengawal perubahan di masing-masing daerah serta mampu menuangkan ide secara sistematis dalam rangka proses ‘rekayasa sosial’ menuju  Indonesia lebih baik
  • Terjalinnya komunikaisi antar gerakan kritis kaum muda-mahasiswa
  • Tumbuh-kembangnya jiwa kewirausahaan kaum muda-mahasiswa

Cara Pendaftaran

HMI/ LAPMI Cabang, BEM, SEMA, maupun gerakan mahasiswa lainnya dapat mendaftarkan diri dengan mengirimkan surat resmi ke email: redaksi@beta123.hminews.com

Konfirmasi ke: 081315593829 atau 085719058354

Batas Waktu: 28 Februari 2013

Pengumuman Peserta HMINEWS Road To Campus: 3 Maret 2013 di hminews.com

[Direktur Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) PB HMI]