Insiden Pemukulan, HMI Pekanbaru Laporkan Oknum LAM Riau

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Pekanbaru melaporkan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) kepada Polisi Daerah (POLDA) atas insiden pemukulan. Pemukulan terjadi saat sejumlah aktivis HMI MPO membentangkan spanduk ketika berlangsung pertemuan Gubernur Riau, Rusli Zainal dengan lembaga adat tersebut, Kamis (14/2/2013). Sebagaimana diketahui, Rusli telah ditetapkan sebagai tersangka dua kasus korupsi oleh KPK.

“Tindakan oknum LAM Riau tidak mencerminkan perilaku Melayu. Kami tidak menyangka, mereka akan memperlakukan kami seperti itu, kalau memang perlu dipermasalahkan, kan tidak harus dipukul, diseret. Itu sama saja memperlakukan kami seperti binatang. Apakah begitu tunjuk ajar melayu?” kata Sekretaris Umum HMI MPO Pekanbaru, Hary Firdaus.

Aksi kekerasan tersebut, menurut Hary, merpakan tindakan kriminalisasi terhadap mahasiswa. Apalagi sebelumnya LAM Riau telah melaporkan HMI MPO Pekanbaru ke Polres Pekanbaru karena aksi bentang spanduk, dan menuding HMI MPO Pekanbaru ditunggangi pihak tertentu.

“Ini bukan perlawanan terhadap LAM Riau tindakan jalur hukum ini dilakukannya agar orang-orang yang memiliki kepentingan kepada penguasa tidak semena-mena memperlakukan aktivis yang menyuarakan kebenaran,” lanjutnya.

Ketua HMI MPO Pekanbaru, Mizan Mustafa menegaskan pihaknya tidak pernah ditunggangi kepentingan manapun. “Sampai hari ini, pergerakan HMI-MPO tidak pernah ditunggangi, dengan ini saya menegaskan bahwa tindakan kami ini murni dari hati nurani kami, tidak ada yang berada di belakang kami, apatah lagi kepentingan politik,” tegas Mizan Mustafa.

Apalagi, imbuh Mizan, para aktivis tersebut dalam aksi mereka sebenarnya juga didukung orang-orang tua di LAM Riau yang juga mempunyai visi sama, yaitu menentang kezaliman.

“Atas dasar itulah, meskipun cuma berempat kami tetap berani melakukan itu, sebagaimana pepatah melayu Raja Alim, Raja Disembah, Raja Zalim, Raja Disanggah. Insiden pemukulan ke kami itu jelas di luar dugaan kami,” lanjut Mizan.

Diceritakan Mizan Mustafa, bahwa sebenarnya kedatangannya ke LAM Riau tidak bermaksud mengacaukan pertemuan Gubenur Rusli Zainal dengan Lembaga Adat itu. Melainkan, lanjut Mizan bahwa dirinya dan tiga rekannya itu untuk menyampaikan kebenaran yang ditujukan kepada Rusli Zainal. Dua kasus korupsi yang disangkakan kepada Rusli yaitu kasus dana PON dan Korupsi Izin Kehutanan.