Pengurus HMI Cabang Depok Dilantik

HMINEWS.Com – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Depok dilantik. Pelantikan diadakan dengan meminjam sekretariat redaksi hminews di Tanjung Barat, Jagakarsa -Jagakarsa Selatan.

Jajaran pengurus yang dihasilkan dari konferensi cabang dua pekan lalu tersebut dilantik oleh salah satu Ketua Pengurus Besar HMI, Abdul Malik Raharusun. Ia membacakan ikrar pengurus yang diikuti semua pengurus HMI Cabang Depok di bawah naungan mushaf Al Qur’an, Ahad (24/3/2013).

Ruslan Arief BM, sang ketua cabang, dan jajarannya, semua berasal dari kampus Universitas Indonesia. Mereka bertekad untuk memajukan perkaderan HMI, khususnya di lingkungan Cabang Depok dengan perekrutan dan kajian yang masif.

Dapatkan Pekerjaan dan Beasiswa di PNJ Job & Scholarship Fair

HMINEWS.Com – PNJ Fair 2013 menghadirkan bursa kerja dan beasiswa, JOB FAIR and Education Scholarship Fair 2013. Acara diagendakan 2 hari; 17-18 April 2013 di Gedung Patrajasa, Jalan Gatot Subroto kav 32-34, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini akan menghadirkan berbagai macam perusahaan, lembaga pendidikan dan lembaga penyedia beasiswa di Indonesia. Pameran dibuka untuk masyarakat umum, khususnya untuk para pencari kerja dan pencari beasiswa.

Harga Tiket Masuk Rp 35.000 (dibayar di Sekretariat PNJ Fair 2013 atau di lokasi Pameran).

PESTA

Pada tanggal 18 April akan diadakan ‘Pesta’, bertempt di Lapangan Utama Politeknik Negeri Jakarta.

PESTA adalah Pameran Jurusan dan Tugas Akhir masing-masing jurusan yang ada di PNJ; memamerkan sekaligus mempresentasikan apa saja yang dimiliki oleh jurusan masing-masing. Lingkup dari pameran itu sendiri yaitu mata kuliah, KSM (kelompok studi mahasiswa), dan materi tugas akhir dari setiap jurusan.

Tiap kelompok yang berasal dari berbagai jurusan di PNJ terdiri dari 5 orang peserta. Mereka akan memaparkan segala hal yang berkaitan dengan jurusan masing-masing, berupa barang, aplikasi mata kuliah atau bagian dari KSM jurusan. Presentasi akan dilakukan secara bergantian.

Pengurus dan Kader HMI Gorontalo Diupgrade

HMINEWS.Com – Selang seminggu pelantikan, HMI Cabang Gorontalo mulai menunjukkan kerja ke organisasiannya. Mengawali kegiatan dengan upgrading yang diikuti seluruh pengurus cabang, korps pengader, Kohati serta pengurus komisariat HMI Cabang Gorontalo.

Dalam sambutannya, Isra Beng selaku Ketua Umum HMI Cabang Gorontalo mengajak seluruh pengurus cabang, lembaga khusus yang ada di Cabang maupun komisariat agar serius mengikuti kegiatan upgrading, agar setiap pengurus dapat mengetahui porsi dan kerja masing-masing.

Materi pertama dibawakan Kalbi Tulusa, adalah tentang ‘Peran Komisariat sebagai basis masa HMI.’ “Kerja-kerja komisariat yang bersentuhan langsung dengan dunia kampus adalah menjadi untuk mewarnai lingkungan kampus,” kata Kalbi, Ahad (24/3/2013).

Kalbi yang juga pernah menjadi Ketua Umum Komisariat MIPA UNG periode 2010-2011 banyak memberikan pemahaman tentang sumbangsih Komisariat terhadap perkaderan di HMI. Komisariat, kata dia, sangat perlu dikembangkan karena di komisariatlah kader mengawali dan mengenal HMI secara struktural. “Apabila kita mapan di komisariat maka ketika kita naik pada jenjang selanjutnya dalam hal ini adalah cabang, maka kita tidak akan mengalami kekakuan begitu juga di struktur PB,” sambungnya.

Materi kedua tentang peran KP (Korp Pengader) sebagai ujung tombak perkaderan yang dibawakan langsung oleh Fendi Tulusa. Dalam materinya Fendi menekankan implementasi kultur HMI yang sudah menjadi tradisi HMI Cabang Gorontalo. “Korps Pengader adalah wajah asli HMI atau HMI berjalan, rusaknya KP maka rusak pula HMI sebagai representasi dari organisasi, kultur HMI harus terjaga dan terpelihara dan ini harus dilakukan oleh seluruh kader HMI khususnya KP, aturan HMI adalah aturan Islam sehingga kita ber-HMI berarti kita ber Islam,” kata Ketua Umum HMI Cabang Gorontalo periode 2011-2012 ini.

Terakhir materi dibawakan oleh Iskandar Matiti yaitu manfaat ber-HMI secara struktural. Ia menekankan kerja-kerja setiap aparat dan lembaga-lembaga yang ada di HMI yang harus bersifat konsultatif terhadap cabang, setiap kegiatan di lembaga HMI tidak boleh tumpang tindih antara lembaga yang satu dengan yang lainnya, sehingga perlunya sebuah kerja sama yang baik antara semua lembaga yang ada di cabang.

Menurut Ketua Umum 2 periode ini (2008-2010), sifat jama’ah HMI tidak boleh saling terpecah sehingga semua persoalan dapat terselesaikan dengan baik. Upgreading ini berlangsung selama sehari dari Pukul 09.00 Wita-17.00 Wita yang bertempat di Sekretariat HMI MPO Cabang Gorontalo.

HMI Semarang Gelar Training Advokasi dan Kebijakan Publik

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Semarang menggelar training advokasi dan kebijakan publik. Bertema “Membangun Kesadaran Kritis Melalui Training Advokasi dan Kebijakan Publik, Upaya Mewujudkan Masyarakat Berkeadilan.”

Training akan diadakan di Gedung DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah, Jum’at – Senin (22-25/3/2013).

Pembicara: Lukman Hakim Hasan (Dosen UNS Solo), Bambang Sadono (Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah), Safinudin Almandari, Ahmad Said (LBH Semarang), Seknas FITRA Jawa Tengah.

Serunya Kongres HMI Ke-28

HMINEWS.Com – Kongres ke-28 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI ‘Dipo’-red) telah berlangsung seminggu dan belum menunjukkan akan segera berakhir. Namun sejumlah utusan cabang dikabarkan telah pulang karena tingginya dinamika yang terjadi dalam kongres tersebut.

Sejak dibuka pada Jum’at (25/3/2013) lalu di Hotel Borobudur, aroma kongres memang gegap gempita. Dimulai dari penolakan terhadap rencana kedatangan Presiden SBY yang telah dijadwalkan sebelumnya untuk membuka kongres. Sejumlah cabang mengancam akan melempar sendal/ sepatu jika presiden benar-benar datang. Presiden tidak batal hadir dan kongres dibuka Menteri Mohammad Noeh.

Pembahasan paling berlarut adalah perihal dualisme kepengurusan puluhan cabang akibat dualisme yang juga terjadi pada kursi 1 PB HMI. Puluhan cabang memiliki struktur kepengurusan cabang ganda karena masing-masing kubu di PB HMI; kubu Noer Fajriansyah dan kubu Basri Dodo mengeluarkan SK (surat keputusan) untuk kepengurusan yang berbeda pula. Dari situ pembahasan berlangsung sangat alot bahkan diwarnai pengrusakan sarana Asrama Haji Pondok Gede, tempat dilangsungkannya kongres tersebut.

Puncaknya Rabu (20/3/2013) malam-Kamis dinihari, puluhan kursi dikumpulkan di pelataran Asrama Haji oleh peserta kongres yang marah, kemudian dibakar. Saat pembakaran berlangsung, sejumlah cabang bergantian orasi menyatakan kekecewaannya terhadap PB, bahkan terlihat beberapa dari mereka menenteng parang.

Sebagian peserta mensinyalir kericuhan dimainkan bergiliran, antara cabang dari kawasan Maluku dengan cabang-cabang dari wilayah Sulawesi Selatan. Bergantian sehingga walaupun masing-masing membawa senjata tajam, saat salahsatu kubu tersebut tampil, kubu yang lain tidak memperlihatkan diri. []

Pengurus HMI Gorontalo Dilantik

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa  Islam (HMI -MPO) Cabang Gorontalo melaksanakan pelantikan pengurus cabang periode 2013-2014, hasil konferensi ke-15 lalu. Pelantikan bertemakan ‘Rekonstruksi Spirit Kader, Membingkai Kultur ke-HMI-an Menuju Insan Beradab.’

Pengurus yang telah demisioner, Kalbi Tulusa, menyatakan dalam sambutannya bahwa HMI Gorontalo dalam beberapa periode masih mengangkat tema yang menekankan kultur kepada kadernya. Hal tersebut dikarenakan penting menjaga tradisi di tengah perkembangan zaman yang mengkhawatirkan.

“Untuk apa kita ber-HMI kalau kita tidak memiliki ciri khas secara kultural dan ciri khas itu adalah bagian dari misi dari kenabian Muhammad SAW secara paripurna. Inilah yang menjadi identitas kita dan merupakan pembeda dari organisasi-organisasi mahasiswa lainnya,” kata Kalbi, Sabtu (16/3/2013).

Ketua Umum HMI Cabang Gorontalo, Isra Beng, menekankan kultur HMI yang harus dipelihara dari generasi ke generasi karena roh perjuangan HMI adalah kultur ke-Islaman yang telah di bangun oleh pendahulu-pendahulu HMI.

”Inilah cita-cita HMI menjadikan kadernya menjadi kader militan, baik di wilayah intelektual, sosial maupun militan di wilayah spritual,” kata pria yang berdarah Ternate tersebut.

Senada dengan yang disampaikan oleh pengurus HMI BADKO SULUTKA (Sulawesi Bagian Utara dan Kalimantan) bahwa berjuang di HMI bukanlah perkara yang mudah karena kader-kader HMI memiliki paradigma yang berbeda-beda. “Dalam kondisi negara seperti sekarang ini HMI harus mampu menjadi tameng, sebagai kader kritis dalam menyikapi realitas sosial secara lokal maupun secara ke-Indonesiaan,” papar Mahadin Hamran.

Seusai pembacaan Khutbah pelantikan, acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus KPC Gorontalo dan KOHATI Cabang Gorontalo yang dilakukan oleh Ketua Umum HMI Cabang Gorontalo. Pelantikan ini dihadiri oleh lebih dari 100 orang undangan, perwakilan dari berbagai macam organisasi ekstra/intra dan paguyuban serta senior-senior HMI.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Gorontalo yang diwakili oleh Pembantu Rektor IV (PR IV) yang menantang apakah HMI Gorontalo mampu memfasilitasi training sekitar 17-ribuan mahasiswa kampus tersebut. “Sebab banyak yang patut diteladani mahasiswa, HMI ini, yaitu tradisi keislamannya,” kata dia.

Pelantikan makin semarak begitu ditampilkan beragam kebolehan mahasiswa seperti tari-tarian asal Maluku Utara dan pembacaan puisi Rendra oleh Aldy Mokoginta.

LAPMI Gorontalo

Pengurus HMI Cabang Yogya Dilantik

HMINEWS.Com – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Yogyakarta dilantik. Pelantikan digelar di Gedung Balai Kota Yogyakarta dan dilakukan oleh Ketua Badan Koordinasi (Badko) HMI Jawa Tengah & Timur, Danang Trihartanto.

Acara yang dihadiri lebih dari seratus kader HMI Cabang Yogya tersebut juga dihadiri sejumlah alumni seperti Dr Chumaidi Syarif Romas (KAHMI Yogyakarta, Ketua PB HMI periode 1974-1976), Masyhudi Muqorrobin (Ketua PB HMI 1990-1992), Prof Dr Rahmad Wahab (Rektor UNY), Drs Mahlani (Mantan Ketua HMI Cabang Yogya) dan masih banyak lagi (18/3/2013).

Serah terima jabatan dilakukan antara pengurus cabang periode 2012-2013 ke pengurus cabang periode 2013-2014. Sedangkan diskusi pelantikan bertema “Refleksi 66 Tahun HMI Menuju Gerakan Intelektual Kreatif.” Pada kesempatan tersebut, Dr Chumaidi Syarif Romas yang menjadi salah satu pembicara menyatakan perlu menyatukan dua HMI (kubu Dipo-MPO), akan tetapi sebelum penyatuan, ia tandaskan, perlu pemotongan generasi total dari salah satu kubu yang saat ini ia nyatakan mengalami ‘kiamat kubro’ karena permasalahan sangat serius seperti korupsi.

Pengurus baru HMI (MPO) Cabang Yogyakarta hasil konferensi ke-62 tersebut dengan ketua umum Hilal Hilman Syah dan Sekretaris Umum Muhtar Nasir.

Harun Aroni

Beasiswa 1st Development Program Astra

HMINEWS.Com – Astra kembali memberikan beasiswa bagi mahasiswa tingkat sarjana. Sebagai wujud kepedulian pada dunia pendidikan di Indonesia, sejalan dengan Astra Strategy Roadmap, yaitu: portofolio, people & public contribution. Beasiswa diberikan setiap semester kedua setiap tahun berupa beasiswa dan program mentoring setahun.

Program tersebut dinamai Astra 1st Development Program, dengan  pengembangan kompetensi teknis dan non-teknis (soft competencies).

Penerima Beasiswa akan mengikuti serangkaian kegiatan seperti:
  1. Program Pengembangan Kepribadian yang komprehensif
  2. Donasi untuk studi sebesar Rp. 5.000.000,- / semester
  3. Kesempatan belajar (Magang) di Astra Group
  4. Mendapatkan Rp 5.000.000,- per orang untuk keterlibatan dalam proyek
Melalui program ini mahasiswa diharapkan mampu mengenali dunia kerja lebih dekat dan dapat memanfaatkan lingkungan perusahaan afiliasi Astra untuk meningkatkan kompetensi teknis dan non-teknis mereka.
Persyaratan:
  1. Mahasiswa sarjana semester 3-7 (ketika menerima beasiswa)
  2. Meraih minimal IPK 3,00
  3. Terlibat aktif dalam kegiatan organisasi
  4. Terdaftar di universitas di Jawa
  5. Tidak sedang menerima beasiswa dari lembaga lain / perusahaan lain
Batas terakhir pendaftaran adalah 18 April 2013. Buka link: http://goo.gl/fm96A untuk mendaftar.

Pengalaman Ekspedisi Hamka 2013

Assalamu’alaikum. Sebagai seorang khalifah dan seorang pelajar, dengan rasa rendah hati saya ingin mengucapkan syukur alhamdulillah kepada Allah Swt dan kemudian Grup Penjejak Tamadun Dunia (GPTD) UNISEL Malaysia yang telah memberikan kesempatan dan peluang kepada saya dalam projek “Kembara Akal Budi dan Meneladani Legasi Hamka.” Ini adalah pengalaman pertama saya menjejak ketokohan para ilmuan dan para ulama.

Banyak pengalaman dan cabaran sebelum dan selepas ekspedisi Hamka dijalankan yang memberi banyak kenangan berharga dan akan senantiasa segar di ingatan saya yang hampir membuat saya putus semangat untuk meneruskan projek ekspedisi Hamka, tetapi syukur alhamdulillah semangat saya ibarat api yang membara . Terima kasih kepada ibu-bapa saya, pensyarah UNISEL, rakan-rakan UNISEL, dan tidak lupa kepada penduduk Kota Puteri yang telah memberi sumbangan dana kepada saya untuk menjalankan ekspedisi ini dengan ucapan Jazakallahu Khairan Katsira.

Pada 7 Maret 2013, anggota Ekspedisi Hamka sebanyak 7 orang berangkat ke Jakarta, Indonesia untuk memulai misi. Sebelum perjalanan menaiki pesawat,anggota Ekspedisi Hamka membuat perbincangan ringkas dan nasihat-nasihat yang berguna untuk menjadi bekalan sepanjang bermusafir mencari ilmu dan pengalaman di negara jiran (Indonesia). Perjalanan dari Malaysia ke Indonesia mengambil masa lebih kurang 2 jam. Setibanya kami di Bandara Soekarno Hatta kami di jemput oleh Pak Irfan, beliaulah yang banyak membantu kami sepanjang misi di Jakarta berlangsung. Kami menginap di sebuah rumah yang cukup istimewa, yaitu rumah keluarga besar Pelajar Islam Indonesia (PII). Ekspedisi Hamka juga membuat jaringan-jaringan daripada mahasiswa-mahasiswa Indonesia seperti Persatuan Islam Indonesia(PII), Himpunan Mahasiswa Islam(HMI-MPO), KAMMI, dan KAHFI.

Tentang Hamka

Jujur saya katakan selama ini saya hanya terfikir untuk mengunjungi makam Rasulullah dan tidak pernah saya terfikir untuk mengunjungi makam ulama-ulama besar dan tersohor. Tetapi alhamdulillah saya diberi kesempatan. Kami mengunjungi makam Almarhum Hamka yang terletak di Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Hamka meninggal pada 24 Juli 1981 akibat stroke. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bukan saja rakyat Indonesia tetapi seluruh rakyat Nusantara termasuklah negara kita Malaysia. Hal ini karena kelebihan beliau yang cukup mengagumkan dan serba bisa meski tidak berpendidikan formal yang tinggi. Beliau seorang sastrawan, sejarawan, ilmuwan, dan seorang ulama besar yang banyak memperjuangkan Islam. Di makam Tanah Kusir juga terdapat makam pejuang-pejuang Indonesia seperti Syafruddin Prawiranegara, beliau adalah pejuang pada masa kemerdekaan Republik Indonesia yang juga pernah memegang jabatan sebagai Presiden/Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) ketika pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda saat Agresi Militer Belanda II 19 Desember 1948.

Selesai dari makam buya Hamka, anggota ekspedisi bergerak ke destinasi seterusnya yaitu Masjid Agung Al-Azhar yang dibina oleh 14 tokoh Masyumi. Istimewanya di Masjid Agung Al-Azhar ada kursus Al-Quran, pengetahuan agama, dan berbahasa arab bersesuaian dengan hadis yang mengatakan “Bacalah Al-Quran. Sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat menjadi pemberi syafa’at bagi orang yang bersahabat dengannya” (HR. Muslim).

Keluarganya

Di Masjid Agung Al-Azhar kami bertemu dengan anak kandung perempuan Hamka yaitu Ibu Azizah dan cucu-cucu Almarhum Hamka yang bakal mewarisi bakat beliau. Pertama kali saya melihat Ibu Azizah terpancar sekali jiwa keibuannya dan sifatnya yang tulus serta mesra dengan masyarakat sekeliling yang terhasil dari didikan kepribadian Hamka yang begitu menyayangi anak-anak dan cucu beliau. Ibu Azizah banyak menceritakan kepada kami tentang kepribadian Hamka dari kecil hingga beliau wafat, dan wasiat serta nasihat Almarhum Hamka buat anak-anak dan cucu-cucu beliau. Ketika kami tanyakan kepada Ibu Azizah perasaan beliau menjadi seorang anak dari seorang ulama yang tersohor, beliau menjawab “Biasa-biasa saja seperti anak-anak lain.” Hal ini karena Hamka membesarkan mereka sebagai seorang bapa dan bukan dengan imej seorang ulama, dan beliau juga mengajar anaknya dengan hidup serba sederhana.

Masih segar di ingatan saya yang Ibu Azizah katakan tentang pesan Hamka kepada beliau yaitu “Jangan jadi seperti batu yang bila-bila masa akan tenggelam dan tidak ada yang akan menolong, tetapi jadilah seperti air yang ringan dan boleh mengalir di celah-celah batu mengikut liku-liku arus.” Pesanan Ibu Siti Raham, yaitu istri Hamka buat anaknya, Ibu Azizah pula “Cerminlah mukamu dan ingatlah kamu bukan siapa-siapa, kamu cuma anak Hamka” cukup tersirat maksudnya tetapi cukup bermakna bagi Ibu Azizah yang hingga kini pesanan tersebut masih segar di ingatan beliau. Rugi rasanya jika nasihat-nasihat berguna seperti ini tidak kita ambil untuk diaplikasikan dalam diri dan kehidupan kita.

Selepas itu kami juga bertemu dengan anak lelaki Hamka yaitu Pak Rusydi dan keluarganya. Pak Rusydi adalah anak yang paling rapat dan senantiasa bersama Hamka ke mana saja beliau pergi. Dengan kesempatan ini kami mengambil peluang untuk beramahtamah dengan Pak Rusydi mengenai Hamka. Dari situ saya dapat mengenali Almarhum Hamka dengan lebih dekat lagi.

Tangga Spiritual dan Intelektual Hamka.

Hamka sewaktu kecil adalah seorang yang cukup nakal, dengan usia yang cukup muda yaitu 17 tahun beliau sudah mengembara karena tersinggung dengan kata-kata ayahnya yang mengatakan “Kau memang anak tidak berguna.” Dari situ Hamka meninggalkan kampungnya tanpa sepengetahuan sang ayah, beliau lari ke Mekah untuk mencari ilmu. Berbeda dengan anak zaman sekarang yang apabila dimarahi ibu bapa anak tersebut lari dari rumah dan pergi ketempat-tempat maksiat yang merusak hidup anak-anak muda.

Hamka juga pernah dipenjarakan selama lebih kurang 2 tahun 7 bulan atas sebab tuduhan dan fitnah. Alhamdulillah setiap yang terjadi pasti ada hikmahnya, hikmah yang Allah SWT ingin berikan kepada Hamka ialah selama di penjara beliau telah menghasilkan Tafsir Al-Azhar yang terkenal dan mudah difahami oleh masyarakat Nusantara. Begitu banyak cobaan yang dihadapi Hamka tetapi semangatnya untuk meneruskan pejuangan sangat tinggi.

Karya-karya Hamka tidak tenggelam begitu saja, tetapi terus dihidupkan oleh cucu beliau yaitu Yusron, anak Pak Rusydi. Karya-karya beliau dicetak dan diterbitkan oleh Pak Yusron karena merasa sayang jika karya-karya itu dibiarkan begitu saja, karena karya-karya Hamka banyak menyentuh pengajaran hidup dan ilmu yang bermanfaat untuk kita. Pustaka Panjimas adalah pusat pencetakan dan penerbitan bagi karya-karya Hamka. Dalam karya beliau bertajuk “Kedudukan Perempuan Dalam Islam” menunjukkan bahwa begitu tingginya Hamka mengangkat martabat dan hak-hak istimewa perempuan dalam Islam.

Memang benar pejuangan dan sumbangan Hamka tidak banyak yang mau tahu, terutamanya kita sebagai mahasiswa, dan sebagian masyarakat, bukan saja di Malaysia tetapi juga di negara Hamka sendiri (Indonesia). Tetapi Alhamdulillah pada tahun 2011 beliau telah diangkat sebagai pahlawan nasional Indonesia yang banyak berjasa. Dengan usia saya yang masih muda dan masih mencari ilmu serta pengalaman, semangat Hamka akan saya jadikan satu semangat untuk diri saya dalam meneruskan perjuangan.

Pentingnya Napaktilas Jejak Tokoh

Ada juga suara-suara sampingan yang mengatakan “Kenapa mesti bersusah payah pergi jauh untuk menjejaki ketokohan para ilmuan dan para ulama? Kenapa tidak search saja di google?” Sebagai mahasiswa yang berilmu rugilah rasanya jika kita hanya bergantung kepada maklumat di ujung jari (googling) karena pengalaman menjejak ketokohan adalah pengalaman jangka panjang kita dibanding dengan search di google. Lebih senang saya ambil contoh kenapa kita sebagai seorang pelajar perlu pergi merantau jauh mencari ilmu? kan lebih senang duduk di rumah depan komputer dan search saja apa-apa yang kita perlukan. Maka dengan itu, kita kembali kepada pepatah “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China.” Pepatah itulah yang ingin ditunjukkan Grup Penjejak Tamadun Dunia (GPTD) kepada setiap anggotanya dan disampaikan kepada para pelajar serta masyarakat.

Terdapat persepsi sebaian manusia yang berfikir jika kerja-kerja yang melibatkan aktivitas keluar negeri pasti untuk tujuan melancong atau berlibur. Sayangnya persepsi itu adalah salah, Ekspedisi Hamka ini dijalankan demi mencari ilmu dan pengalaman, karena rugi rasanya jika kita keluar negara semata-mata untuk melancong atau berhibur karena pencarian dana banyak memberi saya arti kesusahan dan Alhamdulillah sekaligus membakar semangat saya untuk terus menjalankan Ekspedisi Hamka.

Syukur Alhamdulillah Ekspedisi Hamka dapat diselesaikan dengan berhasil. Semoga travelog yang saya tulis hasil pengalaman saya memberi kita semangat dan menguatkan serta meringankan kaki kita untuk terus menjejak ketokohan para ilmuwan atau ulama. Insya Allah kita bertemu lagi dalam misi menjejak ketokohan dan keperibadian Hamka yang akan datang. Yang baik datang dari Allah SWT dan yang buruk datang dari kelemahan diri saya sendiri sebagai seorang manusia yang serba kekurangan. Wassalam.

Azmah Aede, Anggota Eskpedisi Hamka GPTD Unisel Malaysia

Wa Ode Herlina: Revitalisasi Fungsi dan Peran KOHATI

HMINEWS.Com – Wa Ode Herlina Hariki maju sebagai kandidat Ketua Umum Korps HMI-Wati (KOHATI) PB HMI periode 2013-2015. Mantan Ketum KOHATI Cabang Kendari tersebut mengusung visi ‘Revitalisasi Fungsi dan Peran KOHATI menuju Muslimah Berkualitas Insan Cita.

Misi yang dibawanya meliputi peningkatan kapasitas intelektual KOHATI, mendorong terbentuknya lembaga tersebut di seluruh Indonesia, tertib administrasi dan kerjasama dengan lembaga keperempuanan di tingkat nasional maupun internasional. “Misi lainnya yang tak kalah penting adalah mengawal dan secara konsisten memperjuangkan kebijakan-kebijakan serta permasalahan terkait keperempuanan, keindonesiaan dan keislaman,” ujarnya, Kamis (14/3/2013).

Selain sebagai Ketua KOHATI Cabang Kendari, Wa Ode Herlina juga pernah menjabat Wasekum Internal Korps HMI-Wati PB HMI 2010-2012. Menurutnya, untuk terwujudnya misi tersebut dirinya dengan tim telah membuat sejumlah program internal maupun eksternal untuk satu kepengurusan kedepan.

Internal:

  • Mengadakan pembinaan karakter para HMI-Wati serta daya analisa kritis kader HMI-Wati terhadap berbagai perkembangan permasalahan baik di internal maupun eksternal,khususnya mengenai keperempuanan.
  • Melakukan pendidikan dan pelatihan,,baik melalui workshop, seminar, trainning, dll, untuk meningkatkan kapasitas intelektual dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya perempuan
  • Modernisasi Organisasi pada dimensi hard ware, soft ware dan brain ware dalam rangka membangun manajemen organisasi yang professional.
  • Memaksimalkan peran koordinasi, konsolidasi dan sosialisasi di internal KOHATI dengan melakukan “Join Program” antara KOHATI PB HMI dengan KOHATI Badko HMI ataupun sebaliknya
  • Membangun Kemapanan Sistem Keuangan Organisasi melalui Kemandirian Pendanaan secara lebih Massif dan kreatif
  • Melakukan Pendataan dan Membangun Data Base Organisasi berbasis Teknologi Informasi

Eksternal:

  • Mempererat kerja sama dalam bentuk jaringan informasi, kerja dan komunikasi dengan lembaga-lembaga Keperempuanan di tingkat Nasional maupun Internasional dalam rangka pengembangan skill dan wawasan serta solidaritas kemanusiaan khususnya perempuan
  • Aktif dan konsisten dalam advokasi kebijakan pemerintah yang tidak pro perempuan dan anak
  • Memformulasi kembali konsep gerakan perempuan yang bernafaskan Islam melalui jalinan kerja sama dengan organisasi-organisasi perempuan Islam dengan mengadakan seminar dan workshop
  • Aktif melakukan kegiatan-kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sekitar seperti pendidikan anak jalanan, pelatihan kewirausahaan perempuan atau kegiatan lainnya dalam lingkup perempuan dan anak
  • Berpartisipasi dengan program pemerintah yang berkaitan dengan keperempuanan, pendidikan dan anak

Wa Ode percaya diri maju sebagai kandidat berbekal pengalamannya yang lumayan panjang di HMI (Dipo-red). LK1 tahun 2006, LK2 tahun 2008, LK3 tahun 2010. Saat ini, alumni Universitas Haluoleo Kendari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tersebut tengah menempuh pendidigan di Pascasarjana Universitas Mercu Buana (UMB) Program Magister Manajemen.