Serunya Kongres HMI Ke-28

HMINEWS.Com – Kongres ke-28 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI ‘Dipo’-red) telah berlangsung seminggu dan belum menunjukkan akan segera berakhir. Namun sejumlah utusan cabang dikabarkan telah pulang karena tingginya dinamika yang terjadi dalam kongres tersebut.

Sejak dibuka pada Jum’at (25/3/2013) lalu di Hotel Borobudur, aroma kongres memang gegap gempita. Dimulai dari penolakan terhadap rencana kedatangan Presiden SBY yang telah dijadwalkan sebelumnya untuk membuka kongres. Sejumlah cabang mengancam akan melempar sendal/ sepatu jika presiden benar-benar datang. Presiden tidak batal hadir dan kongres dibuka Menteri Mohammad Noeh.

Pembahasan paling berlarut adalah perihal dualisme kepengurusan puluhan cabang akibat dualisme yang juga terjadi pada kursi 1 PB HMI. Puluhan cabang memiliki struktur kepengurusan cabang ganda karena masing-masing kubu di PB HMI; kubu Noer Fajriansyah dan kubu Basri Dodo mengeluarkan SK (surat keputusan) untuk kepengurusan yang berbeda pula. Dari situ pembahasan berlangsung sangat alot bahkan diwarnai pengrusakan sarana Asrama Haji Pondok Gede, tempat dilangsungkannya kongres tersebut.

Puncaknya Rabu (20/3/2013) malam-Kamis dinihari, puluhan kursi dikumpulkan di pelataran Asrama Haji oleh peserta kongres yang marah, kemudian dibakar. Saat pembakaran berlangsung, sejumlah cabang bergantian orasi menyatakan kekecewaannya terhadap PB, bahkan terlihat beberapa dari mereka menenteng parang.

Sebagian peserta mensinyalir kericuhan dimainkan bergiliran, antara cabang dari kawasan Maluku dengan cabang-cabang dari wilayah Sulawesi Selatan. Bergantian sehingga walaupun masing-masing membawa senjata tajam, saat salahsatu kubu tersebut tampil, kubu yang lain tidak memperlihatkan diri. []