Umat Islam Sulawesi Tengah Desak Pembubaran Densus 88

HMINEWS.Com – Banyak dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat dalam setiap operasi pemberantasan terorisme yang dilakukan oleh DENSUS 88. Hal itu mengundang kecaman berbagai elemen umat Islam di Sulawesi Tengah dan mendorong mereka mendesak agar Densus 88 dibubarkan.

Aksi pemrotes yang terhimpun dalam Forum Ukhuwah Umat Islam (FUUI) Sulawesi Tengah tersebut terdiri dari MUI Sulteng, Tim Pengacara Muslim (TPM), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Front Pembela Islam (FPI), HPA, Pemuda Muhammadiyah, Al Irsyad, Persatuan Islam, HMI MPO Palu, BKPRMI, Hidayatullah dan lainnya.

FUUI mengemukakan temuan Komnas HAM terkait video penangkapan warga Desa Kalora dan Tambarana yang disangka pelaku penembakan 4 anggota Brimob. Selain itu, Densus disinyalir secara semena-mena menstigmatisasi umat Islam sebagai teroris. Semua elemen dalam FUUI tersebut berkumpul dan menyatakan sikap mereka di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Sulteng pada Ahad (28/4/2013).

Sejumlah tokoh ormas yang hadir di antaranya, Adnan Arsal (Poso), Habib Ali Al Jufri (Koordinator FUUI), Jamaludin Hadi, dan lainnya. Irwan, Ketua HMI MPO Cabang Palu menyatakan, Densus 88 yang mendapat legitimasi negara untuk memberantas terorisme justru malah melakukan teror kepada masyarakat, khususnya umat Islam Sulawesi Tengah.

“Kami juga merasa heran kenapa di Indonesia justru terjadi diskriminasi terhadap Agama mayoritas,” lanjut Irwan.

Dai kondang Kota Palu, Ustadz Jamaluddin Hadi menyatakan harus melakukan pencerahan dan pencerdasan kepada masyarakat, keputusan- keputusan dalam forum ini akan disempaikan dan disebarluaskan melalui khutbah-khutbah jum’at di seluruh masjid di seluruh sulawesi tengah.

Berikut pernyataan sikap secara resmi dari FUUI sulawesi Tengah :

  1. Mendukung gerakan yang disuarakan oleh tokoh dan ormas Islam berkaitan dengan tuntutan pembubaran Densus 88 dan BNPT yang banyak mendeskreditkan umat Islam.
  2. Mendesak kepada Presiden RI untuk memerintahkan Kapolri segera membubarkan Densus 88 anti teror mabes POLRI yang selama ini telah menggunakan kekerasan, tindakan lain yang tidak manusiawi bahkan pelanggaran HAM Berat dalam penanganan dugaan tindak pidana terorisme.
  3. Mendesak kepada presiden RI untuk segera membubarkan badan nasional penanggulangan Terorisme (BNPT) karena selama ini menjadikan ummat Islam sebagai sasaran operasi dan stigmatisasi teroris
  4. Mendesak DPR-RI khususnya Komisi 3 untuk memanggail kapolri guna diminta keterangan terkait penggunaan Dana untuk operasi dan kegiatan Densus 88 anti teror Mabes POLRI  yang diduga berasal dari pihak Asing
  5. Mendesak DPR-RI khususnya Komisi 3 untuk memanggail kapolri guna diminta keterangan terkait langkah dan kebijakan Kapolri atas perbuatan pidana dan pelanggaran HAM Berat yang telah dilakukan DENSUS 88 dalam menangani dugaan tindak pidana terorisme diberbagai daerah di indonesia Khususnya Sulawesi Tengah
  6. Mendesak BPK – RI dan PPATK untuk mengaudit anggaran DENSUS 88 dan BNPT, baik dari APBN maupun  dana Hibah dari pihak asing.

Pengurus HMI Cabang Jakarta Dilantik

HMINEWS.Com – Pengurus baru Himpunan Mahasiswa Islam (HMI – MPO) Cabang Jakarta dilantik. Pelantikan dilangsungkan di Asrama Mahasiswa Islam Sunan Gunung Jati, Jalan Bunga, Matraman Jakarta.

Sejumlah pengurus hasil konferensi ke-52 tersebut, dengan ketua umum terpilih Ahmad Latupono, beserta jajarannya, dilantik oleh Sekjen PB HMI MPO, Muhammad Akbar. Jajaran pengurus membaca ikrar pelantikan dengan khidmat disaksikan kader cabang dan para pengurus komisariat.

Dalam sambutannya, Sekjen Muhammad Akbar berpesan agar pengurus cabang periode 1434-1435 H tersebut menyeimbangkan antara aksi jalanan dengan perkaderan internal. Hal itu dimaksudkan agar perjuangan tidak terputus karena pasokan kader lancar, melalui LK1 dan LK2 yang intensif di komisariat-komisariat, dan terus melebarkan sayap di kampus-kampus besar.

“Tanpa mengecilkan arti aksi-aksi di luar, faktor internal yaitu perkaderan juga harus dibenahi, sebab dari perkaderan itulah yang juga akan menghasilkan kader-kader yang akan melanjutkan aksi parlemen jalanan itu,” ujar Muhammad Akbar, Sabtu (27/4/2013).

Ketua Cabang Jakarta, Ahmad Latupono juga menegaskan hal yang sama. Ia beserta jajarannya berjanji meningkatkan perkaderan di Cabang Jakarta. Dalam waktu dekat pengurus yang baru dilantik tersebut akan mengadakan raker untuk memulai kinerja kepengurusan yang efektif.

Pengumuman lomba karya tulis Milad HMI ke 66

 

 Berdasarkan keputusan dewan juri, berikut ini adalah pemenang Lomba Karya Tulis  Milad HMI ke 66 yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Sleman. Keputusan ini merupakan hal mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Juara I . Kamal Muchtar dari HMI Cabang Yogyakarta

Juara II. Ibnu Budiman dari HMI Cabang Depok

Juara III. Rusyda Nazhira dari HMI Cabang Medan

Kepada para pemenang diharapkan untuk dapat mengirimkan nomor rekeningnya beserta alamat tinggalnya secara lengkap ke nomor 081574763298 (K.Muqit) terakhir Rabu, 1 Mei 2013. Terima kasih atas partisipasi rekan-rekan sekalian dalam lomba ini, semoga dapat berpartisipasi kembali di tahun depan. Atas prestasinya kami ucapkan selamat!

 

Kelviano Muqit

Ketua Panitia Milad HMI ke-66

 

Selamat Jalan Ustadz Jeffry

HMINEWS.Com – Ustadz Jeffy telah mendahului menghadap Sang Khaliq. Wafat setelah mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor di kawasan Pondok Indah Jakarta Selatan, Jum’at (26/4/2013) dinihari.

Setelah menabrak pohon palem, Ustadz Jeffy sempat dibawa ke rumah sakit, namun mengembuskan nafas terkahir dalam perjalanan.  Da’i kelahiran 12 April 1973 tersebut lalu dibawa pulang ke rumah, dimandikan, dikafani dan siang harinya, sekitar jam 10 dibawa ke Masjid Istiqlal untuk dishalatkan setelah shalat Jum’at. Sebagai peristirahatan terakhir, usai dishalatkan dan didoakan ribuan jama’ah, da’i yang akrab disapa Uje tersebut dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Selatan.

Di mata orang-orang terdekat, Uje merupakan pribadi yang hangat, rendah hati dan santun. Seperti diperlihatkan pada malam terakhir saat ‘ngopi bareng’ di Kemang, Jakarta Selatan. Sebagaimana dituturkan adik kandungnya, Deki Fajar Sodiq, karena iba melihat SPG rokok, Uje membeli dua bungkus dan membayar dengan harga se-pak. Bahkan dengan tawadhu’ ia minta doa kepada SPG tersebut. Usai ngopi-ngopi, mereka meninggalkan lokasi dan membayar parkir untuk empat motor dengan Rp100.000.

Uje merupakan putra ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Alm. H. Ismail Modal dan Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana. Pernah menjuarai Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat provinsi saat SD. Pernah nyantri di Pesantren Dar el Qolam -Gintung Jayanti – Tangerang. Dari pesantren ia kemudian pindah ke Madrasah Aliyah (MA),

Setelah menjadi pendakwah, kegiatan da’wahnya lebih banyak menyasar segmen kalangan anak muda. Ia juga sering melantunkan lagu religi dan shalawat, baik yang solo maupun bersama penyanyi lain seperti Opick seperti shalawat ‘Ya Rabbana.’ Dalam ceramahnya, ia pun sering melantunkan shalawat atau lagu religi dengan suaranya yang khas.

Kini, dalam usia 40 tahun, ia menghadap Allah dan tak mungkin kembali ke dunia, meninggalkan keterkejutan karena kepergiannya yang terasa mendadak tersebut. Istrinya, Pipik Dian Irawati, anak-anaknya; Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari dan Ayla Azuhro, juga semua yang mengenalnya yang masih hidup.

Memang, pada akhirnya semua makhluk akan kembali kepada penciptanya, yang waktunya telah ditentukan. Namun kepergiannya bisa jadi merupakan istirahat dari hiruk-pikuknya dunia yang makin ruwet. Selamat Jalan Ustadz Jeffry, semoga Allah menjadikan kuburmu sebagai salahsatu taman dari taman-taman surga, meluaskannya, menerimamu dengan ridha dan rahmat-Nya.

Ikuti: Humanity Marketing & Journalism, Gratis

Ayo, kita bantu ringankan saudara kita dengan menjadi Duta Kemanusiaan dan ‘Penyambung Lidah Umat.’

Ikuti acaranya kawan, Free! Training “Humanity Marketing & Journalism.”

Waktu: Sabtu, 27 April 2013 M Tempat: Menara Da’wah Building Lt. 4 Jl. Kramat Raya 45

Pemateri: Nurbowo (Wartawan Kemanusiaan), Widiarto Surya Rahardja (Pengusaha & Motivator).

Bagi kalian yang ingin turut andil menjadi bagian dari da’wah tinggal ketik: REG_NAMA_KAMPUS_SEMESTER lalu kirim ke 0856 4292 20120 (M. Hadid) atau ke 0852 2404 7966 (Mahmud Faz).

 Segera Daftar untuk menjadi bagian dari Da’wah

HMI Cabang Bima Selenggarakan Konfercab

HMINEWS.Com – Akhirnya, setelah sempat tiga kali tertunda, konferensi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Bima terlaksana. Konferensi berlangsung lancar dan membuahkan hasil, termasuk terpilihnya formatur baru yang akan mengemban kepengurusan setahun kedepan.

Peserta konferensi merupakan utusan dari dua komisariat di Cabang Bima, yaitu Komisariat STKIP Bima dan Komisariat STISIP Mbojo Bima. Sedangkan proses konferensi dilangsungkan di Aula Kelurahan Tanjung Kota Bima, Ahad (21/4/2013).

 Adapun masing-masing komisariat merekomendasikan Usman dan Bahri sebagai calon formatur. “Utusan merekomendasikan dua kandidat calon formatur, yaitu Saudara Usman dan Bahri namun dalam pemilihan itu dimenangkan oleh Saudara Bahri,” kata Rizky Aprodities.

Formatur terpilih, Bahri, menyampaikan visinya untuk memperkuat perkaderan di internal HMI Cabang Bima dengan membentuk struktur kepengurusan yang solid dan menjalankan roda organisasi dengan baik.

PNJ, Beragam Kreatifitas Mahasiswa Dipamerkan

Maket rumah adat Betawi karya mahasiswa teknik sipil

HMINEWS.Com – Beragam kreatifitas mahasiswa teknik ditampilkan dalam ajang PNJ Fair 2013. Dari teknik sipil, teknik elektro, teknik mesin, akuntansi, administrasi bisnis, dan teknik grafika & penerbitan.

Seperti dipamerkan mahasiswa jurusan teknik berupa maket bangunan adat Betawi. Menurut Andi Dwi Putra, mahasiswa semeter 4 anggota tim tersebut, maket bangunan yang dibuat kelompoknya pernah menjuarai Kontes Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) di Institut Teknik Surabaya (ITS) tahun 2012.

Mahasiswa teknik mesin memamerkan hasil tugas akhir berupa miniatur lift, turbin angin dan rangkaian elemen penyerap tenaga surya. Karya-karya tersebut dipamerkan di bersebelahan dengan stand mahasiswa jurusan teknik sipil.

Beda lagi dengan mahasiswa jurusan teknik elektro, mereka memajang robot-robot mirip robot tranporter dalam film, mobil mini sejenis tamiya yang mereka namakan ‘Line Follower’ (pengikut gari).

“Ini robot kendaraan yang bekerja berdasarkan sensor warna. Led dan perangkat sensor warna lainnya mendeteksi warna pada permukaan papan dan kemudian dipantulkan, kemudian robot akan melaju sesuai jalur yang dibuat,” ujar Reza. Menurutnya, robot tersebut pernah memenangkan kontes di Unisma Bekasi, Maret lalu.

Dari jurusan teknik grafika & percetakan, mahasiswa memamerkan berbagai desain cetakan, contoh iklan outdoor berupa bangunan karton asimetris yang unik, hasil kreatifitas mereka selama belajar di PNJ.

Selain karya-karya tersebut, tampak piala-piala diletakkan di masing-masing jurusan, yaitu piala hasil dari mereka menjuarai kontes di berbagai even regional maupun nasional. Dengan keahlian tersebut, nantinya mereka akan lebih siap bersaing dalam bursa tenaga kerja, maupun bersaing dalam pengembangan teknologi Indonesia masaar depan.

Pada hari penutupan tersebut, Jum’at (19/4/2013), juga diumumkan juara berbagai perlombaan yang digelar PNJ (Politeknik Negeri Jakarta), mulai dari lomba debat, pidato, desain cipta karya dan mural serta lomba menulis essay. Para pemenang mendapatkan piagam dan uang tunai dari panitia dan sponsor kegiatan yang bertema “The Primacy of PNJ” tersebut.

Pembukaan Latihan Kader II Cabang Yogyakarta

HMINEWS.Com – Latihan Kader II HMI Cabang Yogyakarta resmi dibuka.Rencananya, LK II yang diselenggarakn oleh HMI FE UII Cabang Yogyakarta tersebut akan  berlangsung selama tujuh hari, yakni pada tanggal 19-26 April di Krapyak, Sleman.

LK II yang mengusung tema “Sistem Ekonomi Indonesia; Memperkuat Peran Masyarakat Sipil Atas Dominasi Negara dan Pasar” tersebut telah berhasil menarik dua puluh peserta dari lingkungan Komisariat HMI Cabang Yogyakarta. Kedua puluh peserta tersebut berasal dari Universitas Islam Indonesia, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Ketua HMI Cabang Yogyakarta, Hilal Hilmansyah mengatakan bahwa LK II adalah salah satu jenjang traning dalam HMI untuk mengasah kemampuan kader dalam berpikir. “Perlu menciptakan kader yang memiliki kemampuan konseptual”, tambah Hilal. Selain itu, pria yang terdaftar sebagai Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia tersebut juga mengatakan bahwa LK II tidak hanya sekedar penerimaan materi saja, melainkan juga sebagai ranah aktualisasi kader.

Dalam pembukaan tersebut juga dihadiri oleh Formatur terpilih Komisariat FE UII, Ervin Sapto Nugroho, Formatur terpilih Korkom UII, Allan Mustafa Umami, serta dihadiri oleh lebih dari tujuh puluh kader HMI Cabang Yogyakarta.

Reporter : Faaza Fakhrunnas
Foto : Muhammad Halim

Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Jahit Mulut dan Mogok Makan

HMINEWS.Com – Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) diprotes dengan aksi jahit mulut dan mogok makan. Adalah gabungan mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) yang melakukan aksi nekat tersebut.

Ada tiga mahasiswa yang menjahit mulut di posko yang mereka dirikan sejak 17 April 2013 lalu di depan kantor YLBHI, Jakarta Pusat. Mahasiswa menilai kenaikan harga BBM hanya upaya menutupi kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai 60 persennya.

“Dan ngerinya kebocoran anggaran itu bukannya ditutupi dengan uang-uang yang telah dikorupsi oleh anggota DPR dan pejabat, melainkan ditutupi dengan menaikkan harga BBM. Ini adalah bukti kegagalan Rezim SBY-Boediono yang tidak pro terhadap rakyatnya,” tulis kelompok yang menamakan diri “Mahasiswa Melawan” tersebut.

“Mahasiswa Melawan” juga menyoroti pembuatan akun twitter @istanarakyat dan @sbyudhoyono (milik Presiden SBY) tidak dapat menjadi jembatan antara rakyat dengan pemerintah. Mereka juga mendesak rezim SBY-Boediono dilengserkan.

Menlu Denmark Berbagi Kiat Bersih Korupsi Pada Mahasiswa UI

Menlu Denmark, Villy Sovndal tengah berbicara di hadapan mahasiswa UI (foto: @DubesDenmark)

HMINEWS.Com – Menteri Luar Negeri Denmark, H.E Villy Sovndal berbagi pengalaman kepada Indonesia tentang pemberantasan korupsi, hingga menjadikan negara tersebut menempati urutan pertama sebagai negara terbersih dari korupsi. Ia hadir atas undangan Central Electoral & Political (CEPP, Pusat Kajian Politik) Universitas Indonesia (UI) di sela kunjungannya di Indonesia, Selasa (16/4/2013).

Menurut Sovndal, salah satu kunci keberhasilan Denmark menerapkan sistem integritas nasional adalah dengan mengharuskan setiap kementerian melaporkan pengeluaran termasuk biaya perjalanan dan hadiah setiap bulannya. Kemudian independensi dan efisiensi kejaksaan mereka juga berperan dalam menekan kasus korupsi di negara berpopulasi sekitar 5,5 juta orang tersebut.

Selain itu, regulasi protektif terhadap para pemberi informasi atau “whistleblowers,” pengurangan risiko terhadap penyelewengan dalam pengadaan publik serta membentuk peraturan soal biaya politik dan partai politik juga berperan besar untuk membangun sistem integritas nasional.

Peran aktif masyarakat sipil dan media membawa berbagai isu yang memberikan pengetahuan kepada publik, dengan sendirinya menjadi penjaga demokrasi sekaligus pelindung dari berbagai kepentingan publik, sehingga demokrasi dipastikan benar-benar hidup. Di Denmark, ini berarti para media yang akuntabel memiliki akses terhadap dokumen resmi negara dan komunikasi resmi.

Inti dari semuanya adalah, “Transparency, transparecny, transparency,” kata Sovndal menjawab pertanyaan mahasiswa.

Dalam diskusi bertajuk “Democracy and Political Corruption” tersebut, dosen FISIP UI, Nuri Soeseno, menyatakan korupsi merupakan penghambat utama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara karena efeknya yang begitu luar biasa.

Pada era Orde Baru, ketika tampak seolah tidak ada peluang untuk keluar dari jerat korupsi kroni, ia ditanya bagaimana bangsa Indonesia akan bisa mengatasi hal tersebut. “Jika kita bisa jatuhkan Suharto, kita bisa melewati masa sulit ini,” ujarnya.

Tampil juga sebagai pembicara, Bambang Harimurti (Tempo), Dadang Trisasongko (Transparency International Indonesia), dan Dr Chusnul Mariyah sebagai moderator.