Lepas dari MK, Mahfud MD Belum Tentukan Akan Berkiprah Dimana

HMINEWS.Com – Berakhir masa jabatannya sebagai ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengadakan open house di kediamannya di Tanjung Barat, Jagakarsa Jakarta Selatan. Ramai kenalan Mahfud yang datang, utamanya tokoh-tokoh politik nasional dari partai politik maupun para aktivis.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya petinggi Golkar Akbar Tanjung, Sinta Nuriyah istri almarhum Gus Dur, Luhut Panjaitan, Idrus Marham, Hajriyanto Tohari, Sulastomo, para pengurus KAHMI, alumni UII, Ansor, keluarga Madura dan lainnya.

Ditanya mengenai aktivitas setelah tidak menjabat di MK akan Mahfud menjawab belum mengambil keputusan. Ia akan tentukan hal itu setelah umroh ke tanah suci.

“Saya mau umroh dulu, hari Rabu mau berangkat umroh. Setelah itu, semua kemungkinan, jaringan politik, partai politik, peluang politik, dukungan politik, peluang-peluang yang tersedia, nanti semua itu akan dianalisis untuk memposisikan diri di mana untuk memerankan diri dalam rangka pengabdian,” papar Mahfud, Senin (1/4/2013).

Namun, ia jelaskan, hingga saat ini belum ada parpol yang mengajak masuk dirinya, apalagi waktu sekarang memang belum memungkinkan bagi parpol untuk melakukan hal itu. Sedangkan soal partai mana yang akan ia pilih, apakah partai Islam atau nasionalis, ia jelaskan partai politik sekarang sudah sama.

“Sekarang pengelompokannya bukan Islam bukan Islam, tapi soal komitmen organisasi (partai) itu bagaimana. Kalau ideologis saya kira sudah selesai,” lanjutnya. Ia menyebutkan contoh berkoalisinya partai nasionalis dengan partai Islam di banyak daerah dalam mengusung calon kepala daerah.

Mengenai jabatan MK yang telah ditinggalkannya, menurut Mahfud, dari kesembilan hakim semuanya layak menjadi ketua MK, sebab MK telah membangun sistem yang baik sehingga ke depan MK tidak lagi terlalu tergantung figur.

“Semua yang sembilan orang itu kualitasnya sama kapasitasnya sama kemampuan manajerialnya sama, sehingga tergantung selera saja,” kata Mahfud. “MK sudah membangun sistem agar kapasitas orang sama,” pungkasnya.

Fathur