Mahasiswa Iran Safari Persatuan Dunia Muslim

HMINEWS.Com – Muslim Student Union (MSU) Republik Islam Iran berkeliling dunia mengkampanyekan persatuan. Giliran negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang mereka kunjungi.

Kunjungan ke Indonesia, MSU mengirim empat utusan: Hosein Sheykhian, Adeli dan Nemati. Diterima oleh Pengurus Besar Himpunan Maahasiswa Islam (PB HMI-MPO) dan ditemani pengurus HMI MPO Cabang Depok,  8-12 April 2013 dan bertemu dengan unsur pimpinan berbagai organisasi, di antaranya Muhammadiyah, NU, Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Jamaah Ablul Bait Indonesia (IJABI), Ahlul Bait Indonesia (ABI) dan berkunjung pula ke DPR menemui perwakilan fraksi PKS, Hermanto dan berdialog.

Hal-hal pokok yang mereka usung adalah persatuan negara-negara muslim dalam menghadapi hegemoni negara-negara kapitalis-imperialis seperti Amerika Serikat yang sering memaksakan kebijakan terhadap negara lain dan tak segan melancarkan invasi ke negeri-negeri muslim. Seperti juga pemboikotan ekonomi oleh Amerika Serikat dan sebagian dunia internasional terhadap Iran dengan tuduhan negeri para Mullah tersebut mengembangkan persenjataan nuklir, padahal Iran mengakuinya.

“Yang ditakutkan Amerika sebenarnya bukan nuklirnya, tetapi semangat warga negara Iran. Nuklir itu adalah pemuda-pemuda Iran itu sendiri,” kata Hosein saat berdialog dengan Hermanto (Fraksi PKS) dan PB HMI MPO di Senayan, Rabu (10/4/2013).

Tetapi, menurut mereka, yang patut disayangkan adalah masih rendahnya persatuan negeri-negeri Muslim, bahkan terkesan bermusuhan atau bisa diadudomba sesama mereka. Wacana penolakan hegemoni Barat juga banyak yang tampak hanya retorika tanpa aksi nyata.

Mahasiswa Iran tersebut juga membawa misi bertukar gagasan mengenai pendidikan dan kebudayaan. Mereka mengaku tertarik dengan pola pendidikan di sejumlah lembaga pendidikan yang dikembangkan di Indonesia. Dalam pertemuan dengan PP Muhammadiyah dan berdialog dengan Dien Syamsuddin, dibicarakan potensi kerjasama pendidikan dan teknologi Indonesia-Iran.

Selain Indonesia, mereka mengaku juga telah mengunjungi Malaysia dan Singapura, serta negara Asia lainnya. Selama berada di Indonesia, keempatnya menginap di Sadra International Institute di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.