Bedah Buku HMI 1963-1966

HMINEWS.Com – Buku terbaru karya M Alfan Alfian ‘HMI 1963-1966; Menegakkan Pancasila di Tengah Prahara’ dibedah. Acara digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dengan pembedah yang merupakan para pelaku sejarah kala itu, dari kalangan HMI maupun non-HMI.

Para pembedah adalah Sayidiman Suryohadiprojo (mantan Danyon Siliwangi di masa Orba), Harry Tjan Silalahi (mantan aktivis PMKRI),  Waluyo Martosugito (mantan aktivis GMNI) dan moderator sekaligus komentator Fachri Ali (mantan aktivis HMI). Hadir pula dan memebrikan sambutannya, mantan KEtua PB HMI 1963-1966 Sulastomo dan mantan Ketua MK, Mahfud MD, serta mantan aktivis HMI lintas generasi.

Sebagaimana diketahui, Periode 1963-1966, merupakan periode yang sangat kritis bagi Indonesia maupun HMI dengan musuh bersama yaitu pihak komunis yang tergabung dalam Partai Komunis Indonesia (PKI) dan organisasi yang berafiliasi dengannya seperti CGMI dan BTI (Barisan Tani Indonesia). Waktu itu PKI ingin mengganti Pancasila dengan ideologi komunis yang dipaksakan dengan berbagai cara.

PKI berhasil pula mempengaruhi Pemimpin Besar Revolusi, Bung Karno, sehingga menciptakan konsep ‘Nasakom’ (Nasionalis-Agama-Komunis). Menurut Sayidiman, bahkan Pancasila dari lima sila diperas sampai menjadi hanya satu sila yaitu gotong-royong, hal itu akibat pengaruh PKI. Eka Sila ‘Gotong royong’ di sinilah yang menjadi kemenangan komunis atas kelompok nasionalis dan Islam, yang masing-masing diwakili PNI dengan sejumlah partai lainnya serta Masyumi (dibubarkan 1960) dan NU.

HMI turut memainkan peran penting dalam perlawanan terhadap PKI. Bekerjasama dengan TNI Angkatan Darat dan elemen lainnya, setelah pemberontakan G30S/PKI, menggalang kekuatan secara nasional mengganyang PKI. Pemerintah yang baru (Orde Baru) akhirnya resmi membubarkan dan melarang PKI di Indonesia.