Mengembangkan Mental Wirausahawan

entrepreneur (ilustrasi)

Di zaman ini golongan kaya adalah para pengusaha atau entrepreneur. Bukan saja mandiri secara keuangan dengan usaha yang mengalirkan uang, golongan pengusaha juga bisa lebih bermanfaat bagi lebih banyak orang. Betapa banyak orang yang bekerja pada mereka, yang dengan itu mereka mencukupi kebutuhan pribadi, berumah tangga dan menghidupi keluarga.

Kelangsungan ekonomi orang-orang kecil, yaitu para karyawan atau buruh sangat bergantung pada kestabilan iklim kerja. Jika terjadi goncangan yang menimpa dunia usaha seperti kebangkrutan, yang terkena dampaknya adalah orang-orang kecil yang segera menjadi pengangguran dan menimbulkan kerawanan. Orang-orang gajian, yang mengandalkan penghasilan dari bekerja kepada orang lain, pemasukannya ‘terbatas.’ Ditentukan atau dijatah sekian-sekian setiap bulannya. Beda dengan pengusaha yang bisa mendapatkan keuntungan berlipat, meski peluang kerugian juga sama.

Memulai Usaha

“Sebaik-baik usaha adalah pekerjaan seseorang dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.” (hadits)

Usaha dipahami tidak hanya dalam bentuk dan skala kecil, tapi juga skala besar, nasional bahkan multinasional. Tentu banyak bisnis atau usaha halal yang dapat dikembangkan hingga level tersebut tanpa mengubah status kehalalannya dengan keuntungan yang besar.

Membuka usaha berarti tidak hanya mencari penghasilan, tetapi juga merintis kemandirian. Kemandirian ekonomi merupakan salahsatu sumber harga diri seseorang. Kebanyakan usahawan yang berhasil mengembangkannya dari hal-hal yang paling menarik dan mereka kuasai, karena di situlah passion dan energi yang membuat mereka bertahan. Apapun itu, yang penting halal, tidak merugikan orang lain dan bukan riba.

Berbisnis atau berwirausaha merupakan manifestasi kejujuran dan kerjakeras manusia untuk meningkatkan kualitas kehidupan setahap demi setahap, mengumpulkan rezeki sedikit demi sedikit. Usaha seperti inilah yang terpuji dan diridhai Allah, sebagaimana telah Dia halalkan jual beli.

Mental Wirausahawan

Nilai-nilai positif yang dapat diambil dari semangat berwirausaha tidak hanya kejujuran dan kerjakeras. Masih ada semangat kesabaran. Dengan kesabaran inilah wirausahawan mampu melewati fase-fase sulit, menghadapi banyak penolakan, bahkan cibiran dan cemoohan. Sabar mengumpulkan modal dan keuntungan sedikit demi sedikit, sabar menghadapi keluh kesah, komplain, protes dan pengaduan pelanggan, pembeli barang dan jasa yang ditawarkannya.

Wirausahawan diharuskan menjalin hubungan dan komunikasi dengan sebanyak mungkin orang. Jatuh bangun dalam menjalani bisnis atau segala jenis usaha itu wajar, bahkan ‘wajib’, tidak dapat dielakkan. Karena dari proses itulah, mental wirausahawan ditempa, daya tahannya diuji, semangat, daya juang dan keyakinannya dibuktikan. Dari modal yang kecil, keuntungan terus ditabung, dikumpulkan sedikit demi sedikit dan makin lama bisnis makin berkembang. Meski jatuh berkali-kali, usaha untuk bangun pun harus berkali-kali pula, bahkan lebih dari jumlah kejatuhan.

Rangkaian pengalaman itulah yang pada akhirnya turut membentuk diri sang wirausahawan. Ia menjadi jeli, teliti, sabar, tidak tergesa-gesa mengambil jalan pintas untuk mendapatkan keuntungan. Enjoy dengan keuntungan-keuntungan kecil, telaten terhadap setiap orang dan  memperlakukan mereka itu dengan perlakuan paling baik.

Kesan-kesan mendalam, kepercayaan dan simpati yang diberikan kepada tiap-tiap orang yang pernah berhubungan nantinya akan menjadi ‘penolong’. Merekalah yang akan menjadi mitra bisnis yang solid, rekan atau partner serta menjadi pelanggan setia bagi jasa dan produk yang kita tawarkan.

Setidaknya, jikapun bukan mereka yang langsung akan berhubungan dengan bisnis kita, orang-orang yang demikian itu akan dengan sukarela mem-promote produk kita atau merekomendasikan teman-teman mereka. Atau saat kita jatuh, kepercayaan orang-orang lainlah yang akan datang menawarkan solusi. Meski bangkrut hingga minus, kepercayaanlah jalan untuk kembali bangkit. Sebab orang-orang itu tahu kita berkualitas, dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Semua orang besar mengakui hal itu.

Fathur