Belajar dari Pemimpin Komisariat FE UII

 

Pada pertengahan bulan Mei, Komisariat HMI Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia mengadakan prosesi transisi kepengurusan dari tahun 2010 ke 2011. Banyak problematika yang mereka alami, baik internal maupun eksternal. Tetapi, terlontar kata-kata “YAKUSA” atau Yakin Usaha Sampai dari mulut seorang pengurus 2010 yang bernama Agung Pradana. Beliau berkata “Kata-kata YAKUSA bukanlah kata-kata biasa atau sekedar jargon penyemangat bagi sebuah kelompok alakadarnya, tetapi tersimpan banyak makna bagi yang dapat memahaminya Sebagai kader harus dapat memahami itu”. Menurut beliau apapun problematika yang terjadi, selama kita masih berusaha mengejar kebaikan, pasti akan selalu ada jalan terbaik untuk keluar.

Akan tetapi, menilik kader HMI pada hari ini seperti melihat data statistik deflasi. Mengalami penurunan Kuantitas apalagi Kualitas. Bukan hanya itu, sebagian Komisariat di lingkungan Yogyakarta mulai melepaskan dirinya dari HMI. Mengapa ini dapat terjadi? Lagi-lagi seorang Agung Pradana menjawab “Ini semua karena bagi sebagian kader, HMI hanyalah organisasi bukan sebagai keluarga sendiri. Dan mereka hanya ingin meraih gelar sebagai anggota HMI bukan ber-HMI. Habislah mereka tergerus oleh regulasi kampus yang semakin tidak berpihak kepada kaum aktivis”. Beliau melanjutkan “Kader-kader militan sudah semakin tergerus oleh hegemoni kampus yang semakin eksklusif. Dan itu berdampak kepada pribadi kader-kader kita.” Dengan segala problematika yang terjadi, dalam tubuh HMI sendiri perlu ada semacam “Breakthrough” atau Terobosan yang konkret untuk mengatasi problematika yang ada. Kemarin malam tepatnya 4 Mei 2013, tim pers HMI News mewawancarai Ketua Komisariat FE UII periode 2013/2014 yang bernama Ervin Sapto Nugroho atau biasa disapa “Pak Imam Ervin” panggilan ini ia dapat setelah ia menjabat sebagai Ketua Komisariat bulan Mei lalu. Menurut beliau, kuantitas maupun kualitas para kader yang menurun disebabkan karena budaya komisariat yang hilang atau sudah tidak pada jalurnya lagi. Hal ini dikarenakan kurang cukupnya kader dipersiapkan untuk menghadapi pertempuran zaman yang tengah terjadi. Dan akhirnya kaderpun menjadi kalangan elit kampus saja daripada susah payah mengkritisi pihak dekanat ataupun membongkar kasus korupsi yang ada di kampus. Selanjutnya beliau menegaskan, dalam kepengurusan FE UII yang baru ini lebih menekankan kepada penyaluran minat bakat kader HMI yang hobi menulis ataupun diskusi serta tertarik dengan dunia jurnalistik melalui unit yang baru dibentuk yaitu UKP (Unit Kajian dan Penelitian). “Sebenarnya tujuan pembentukan unit ini sebagai ujung tombak untuk menanamkan budaya intelektual HMI kepada para kader yang terkenal eksistensinya di tingkatan internasional.” Tuturnya dengan penuh keyakinan. Beliau, berharap dengan memfasilitasi minat serta bakat para kader HMI yang terkenal sangat kritis dan juga dekat dengan budaya intelektual dapat menarik lebih banyak lagi kader-kader untuk ber-HMI bukan hanya sebagai anggota HMI. “Minimal kader-kader kita jadi tau bagaimana cara membuat penelitian dan juga melakukan observasi.

Dengan adanya diskusi ataupun kajian yang bersinergi dengan penelitian tentang ke-HMIan maupun kajian kontemporer mampu menambah wawasan kader terkait struktural yang ada di HMI maupun pengetahuan diluar HMI dengan data yang konkret. Karena, selama ini para kader hanya bisa belajar secara informal saja untuk mengetahui seluk beluk HMI, jadi kurang merata dan tidak memahami secara baik dikarenakan tidak adanya data. Dan yang lebih pentingnya kader-kader tidak usah bingung-bingung mencari arsip-arsip HMI ataupun ingin menanyakan tugas kuliah maupun ujian-ujian yang akan mereka hadapi. Karena UKP juga menyediakan arsip-arsip baik tentang HMI maupun perkuliahan. Tinggal kontak saja UKP langsung difasilitasi” Tutur beliau dengan senyuman khas Cilacapnya. Dengan gerakan barunya, tentu saja mampu menarik minat kader dalam dunia penelitian dan juga dalam dunia jurnalistik. Beliau sangat optimis untuk segera memasifkan UKP ini. Juga sebagai harapan baru bagi kader-kader HMI untuk menjawab tantangan zaman yang akan selalu bertolak belakang dengan HMI.

Muhammad Bakhrul Fikri

Kader HMI FE UII