Kenaikan Harga BBM Pro Kepentingan Asing

Gerakan Riau Bersatu dan BEM se-Riau (foto: Dodi Witno)

HMINEWS.Com – Aliansi Gerakan Riau Bersatu (GRB) dan BEM se-Riau berunjukrasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah dituding pro-kepentingan asing dengan kebijakan yang juga dinilai akan menyengsarakan rakyat kecil.

Menurut ketua HMI MPO Pekanbaru, Mizan Mustofa, kenaikan harga BBM akan memicu inflasi, sehingga menyulitkan masyarakat ekonomi bawah. Selain itu, menurutnya, kebijakan pemberian BLSM dinilai tidak dapat menutupi dampak buruk akibat kenaikan harga BBM yang dinilai akan mengakibatkan pembengkakan harga-harga kebutuhan pokok di pasaran.

Aksi dimulai pukul 10.00 WIB oleh lebih dari 100 massa aliansi, mengepung kantor DPR Provinsi Riau, dengan berorasi secara bergantian oleh perwakilan masing-masing elemen.

Koordinator aksi tersebut, Harry Firdaus, menyatakan, aliansi menolak kenaikan harga BBM. “Daripada menaikkan harga BBM, lebih baik menasionalisasi aset-aset perusahaan Migas asing yang mengeruk kekayaan alam Indonesia,” ujar Harry.

Menurut Harry, massa juga menuntut agar pemerintah mencabut Undang-undang yang tidak pro-rakyat, serta mendesak DPR untuk tidak mengesahkan APBN P terkait BLSM yang diduga bersumber dari dana pinjaman luar negeri.

Pemerintah juga dituding tidak serius dalam pemberantasan korupsi, sehingga makin menyengsarakan rakyat. Kasus-kasus korupsi yang besar seperti kasus Bank Century dan kasus BLBI yang nilainya ratusan triliun Rupiah.

Rencananya, aksi Gerakan Riau Bersatu akan dilanjutkan keesokan harinya. Aliansi juga tengah berkonsolidasi untuk aksi yang lebih massif tanggal 17 Juni mendatang.