ARP NTB Tolak Kenaikan Harga BBM

HMINEWS.Com – Aliansi Rakyat untuk Pembebasan (ARP) menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Terdiri dari 8 elemen mahasiswa, aliansi tersebut berdemonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi NTB dimulai pukul 10.00 WITA, Senin (17/6/2013).

Delapan elemen mahasiswa yang tergabung adalah HMI MPO Mataram, SMI, PMKRI, HMP2K, WMPM, HMP3IP, HIMATEKTA dan PII. Aksi dimulai dari Arena Budaya Universitas Mataram, melintasi Jalan Pemuda dan Jalan Airlangga, menuju perempatan Bank Indonesia, dengan tujuan akhir kantor DPRD NTB dengan kawalan ketat aparat kepolisian.

“Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM merupakan kebijakan yang tidak berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Pemerintah meliberalisasi harga BBM dan Migas untuk kepentingan korporasi asing yang akan terus menjerat rakyat dalam kemiskinan,” kata koordinator aksi, Dedi Ermansyah.

ARP juga menilai, BLSM yang diberikan kepada 15,5 juta kepala keluarga miskin hanya menjadi obat penenang sementara. BLSM, kata Dedi, hanya tipuan dari elite politik yang mengaku pro-rakyat untuk mendapatkan dukungan politik menjelang Pemilu 2014 mendatang.

Setelah berorasi bergantian didepan gedung DPRD NTB Massa aksi ditemui oleh dua wakil ketua DPRD NTB yaitu Suryadi J. P dan Johan R, serta menyatakan sikap secara kelembagaan bahwa DPRD NTB Menolak kenaikan harga BBM. Penolakan DPRD NTB tersebut ditandai dengan penandatanganan surat kesepakatan ARP dan DPRD NTB.

Ratusan Mahasiswa dalam aliansi yang lainnya mencoba menurukan bendera merah putih setengah tiang dan aksi bakar diri sebagai bentuk perlawanan mereka terhadap rezim SBY-BD dan penolakanya terhadap kenaikan harga BBM.

LAPMI HMI Mataram